Warga Pegerharjo Pati Raup Omzet Rp 6 Juta per Bulan dari Budidaya Pepaya

 Solehan Arif (54), warga Desa Pagerharjo, Wedarijaksa, sedang berada di kebun pepaya miliknya. (MuriaNewsCom/Lismanto)


Solehan Arif (54), warga Desa Pagerharjo, Wedarijaksa, sedang berada di kebun pepaya miliknya. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

 

MuriaNewsCom, Pati – Solehan Arif (52), warga Desa Pagerharjo, Kecamatan Wedarijaksa, Pati berhasil meraup omzet Rp 6 juta per bulan dengan budidaya pepaya. Dengan modal awal Rp 2 juta pada Agustus 2014 lalu di lahan seluas 0,3 hektare, kini berkembang menjadi tiga hektare.

Jenis pepaya yang ditanam bukanlah pepaya lokal. Ada dua jenis pepaya yang ia tanam, yaitu California dan Thailand. Bibit pepaya itu didapatkan dari Institut Pertanian Bogor (IPB).

“Awalnya hanya coba-coba, karena masih belum tahu soal distribusi dan pemasaran. Tapi, saya coba beranikan diri dengan memulai budidaya pepaya karena saat itu belum ada petani di bidang pepaya di Wedarijaksa,” ujar Solehan, Rabu (27/7/2016).

Ia kemudian berani memberanikan diri untuk menanam dan mengembangkan pepaya, setelah mendapatkan penyuluhan dari IPB melalui online. Dengan tekad yang bulat, ia memutuskan untuk mencoba menanamnya.

Saat ini, Solehan berhasil memanen buah pepaya sebanyak setengah ton hanya dalam waktu seminggu saja. Harga pepaya sendiri dihargai Rp 3 ribu per buah. “Soal penjualan, sudah ada pengepul yang mengambil buah pepayanya, kemudian dipasarkan di seluruh pulau Jawa. Hasilnya lumayan bagus dan sudah sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Kami senang bisa budidaya pepaya,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono