Mau Tau Seperti Apa Kondisi PDAM Grobogan ? Begini Keadaan Sebenarnya

Ketua Komisi B DPRD Grobogan Budi Susilo saat melangsungkan rapat dengan pimpinan PDAM  (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Ketua Komisi B DPRD Grobogan Budi Susilo saat melangsungkan rapat dengan pimpinan PDAM (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Jajaran manajemen PDAM Grobogan diminta untuk bekerja sangat serius agar perusahaan milik pemerintah daerah itu bisa tetap eksis. Hal itu disampaikan Ketua Komisi B DPRD Grobogan Budi Susilo saat melangsungkan rapat dengan pimpinan PDAM serta Kabag Perekonomian Anang Armunanto selaku dewan pengawas, Rabu (27/7/2016).

“Selama ini masih banyak keluhan yang disampaikan masyarakat terkait pelayanan PDAM. Seperti, pasokan air tidak bisa lancar secara kontinyu dan belum bagusnya kualitas air,” tegasnya.

Plt Direktur PDAM Grobogan Sudarsono mengungkapkan, penyebab utama belum bisa melakukan pelayanan maksimal adalah terbatasnya kapasitas instalasi pengolahan air (IPA) yang dimiliki. IPA yang ada, belum bisa mencukupi kebutuhan air pada para pelanggan, khususnya di kawasan kota.

Dijelaskan, saat ini pihaknya punya 31.576 pelanggan. Dari jumlah ini, ada 28.454 pelanggan yang aktif dan sebanyak 17.000 berada di kawasan kota. Dengan IPA yang ada hanya bisa memasok air sebesar 150 liter/detik. Pasokan air sebanyak ini dirasakan masih belum mencukupi kebutuhan. Idealnya, pasokan air bisa berkisar 200 liter/detik agar kebutuhan pelanggan bisa terpenuhi.

“Melihat kondisi ini maka upaya yang harus kita lakukan adalah menambah IPA baru. Selama belum ada penamabahan IPA maka untuk sementara permintaan sambungan baru tidak akan kita layani dulu,” cetusnya.

Dalam kesempatan itu, anggota komisi B Sumarli sempat pula menyinggung soal ketidaksanggupan PDAM dalam membayar THR karyawan secara penuh sebelum Lebaran lalu.“Informasi yang saya terima, karyawan PDAM hanya dapat THR sebesar 25 persen saja. Kenapa ini bisa terjadi?,” cetusnya.

Menanggapi pertanyaan ini, Sudarsono menegaskan, hal itu dilakukan berdasarkan kemampuan yang dimiliki perusahaan dan semua karyawan sebelumnya sudah dijelaskan serta bisa menerima kebijakan tersebut.

Menurut Sudarsono, dari pendataan terbaru menggunakan aplikasi, saat ini masih ada tunggakan pembayaran pelanggan yang nilainya mencapai Rp 1,9 miliar. Sebelumnya, pihaknya sudah melakukan upaya untuk menurunkan besarnya tunggakan tersebut. Namun, pada kenyataannya belum semua tunggakan bisa tertagih. “Kami berencana untuk menghapuskan denda pada penunggak ini. Dengan penghapusan denda kita harapkan mereka bersedia membayar tunggakan,” katanya.

Ditambahkan, saat ini, pendapatan yang diterima hampir seimbang dengan beban pengeluaran. Rata-rata pendapatan perbulan Rp 1,8 miliar. “Pengeluaran kita juga berkisar Rp 1,8 miliar per bulan. Yakni, untuk gaji 339 karyawan yang mencapai Rp 950 juta. Kemudian, buat beli bahan kimia, BBM, operasional umum, pemeliharaan dan lainnya,” jelasnya.

Editor : Kholistiono