Desa Kedungbulus Pati Bakal Jadi Sentra Daun Kelor

 

Bupati Pati Haryanto berkunjung ke lokasi pengembangan sayuran Taman Belajar Organik (TBO) di Desa Kedungbulus, Kecamatan Gembong. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Bupati Pati Haryanto berkunjung ke lokasi pengembangan sayuran Taman Belajar Organik (TBO) di Desa Kedungbulus, Kecamatan Gembong. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Desa Kedungbulus, Kecamatan Gembong rencananya akan dijadikan sebagai sentra daun kelor. Upaya itu dilakukan komunitas Taman Belajar Organik (TBO) yang melihat potensi alam berupa daun kelor yang melimpah di daerahnya.

“Mayoritas penduduk setempat sudah menanam daun kelor. Karena itu, kita harus bisa memanfaatkan sumber daya alam (SDA) yang melimpah itu menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi,” ujar Ketua Karang Taruna desa setempat, Rusmani kepada MuriaNewsCom.

Dilihat dari aspek kesehatan, kata dia, daun kelor punya manfaat untuk menyembuhkan penyakit asam urat. Kandungan nutrisinya juga baik untuk kesehatan tubuh. Karena itu, daun kelor yang selama ini sebatas digunakan untuk pakan ternak akan disulap menjadi beragam produk makanan bernilai ekonomi tinggi.

“Saat ini, kami tengah mengembangkan produk mi hijau dari daun kelor. Formulanya sudah ketemu, tinggal bagaimana kita bisa mengembangkan formula itu menjadi sebuah produk untuk dijual. Kami ingin menjadikan Desa Kedungbulus sebagai sentra daun kelor di Pati,” ungkapnya.

Untuk mewujudkan itu, pihaknya akan menggandeng Taman Belajar Organik (TBO) Kecamatan Gembong sebagai salah satu komunitas yang konsen di bidang pemberdayaan tanaman organik. Dengan demikian, produk olahan dari pemanfaatan daun kelor tak hanya berkhasiat untuk kesehatan tubuh, tetapi juga bebas dari pestisida.

Ke depan, pihaknya bersama TBO akan mengembangkan semacam pusat belajar, sehingga pemuda bisa belajar tentang pengembangan sayuran organik. “Tak hanya mengembangkan desa sebagai sentra daun kelor di Pati, kami bersama TBO juga ingin melakukan pemberdayaan masyarakat di bidang pengembangan tanaman organik yang bisa menambah penghasilan,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono