Ada Batman yang Bakal Memberantas Rokok Ilegal, Lho

 Sosialisasi aturan penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang dilakukan Bagian Humas Setda Kudus dilaksanakan dengan menyasar warga di desa-desa yang ada di wilayah Kudus. (MuriaNewsCom)


Sosialisasi aturan penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang dilakukan Bagian Humas Setda Kudus dilaksanakan dengan menyasar warga di desa-desa yang ada di wilayah Kudus. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Masih banyaknya rokok-rokok ilegal yang beredar di kawasan Kabupaten Kudus ini, memang memprihatinkan. Pasalnya, hal itu jelas melanggar aturan dan harus ditindak tegas.

Gambaran mengenai penegakan aturan cukai yang benar itu, tergambar dalam film iklan sosialisasi penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Kabupaten Kudus.

Dalam film tersebut digambarkan seorang superhero seperti Batman, memberantas peredaran rokok ilegal yang ada. Batman dalam film tersebut, memberikan sosialisasi kepada warga bahwa rokok ilegal adalah melanggar aturan.

Ingin menyaksikan film Batman yang memberantas peredaran rokok ilegal tersebut, silakan saja datang ke Desa Besito, Kecamatan Gebog, pada Rabu (27/7/2016) malam, mulai pukul 19.00 WIB.

”Tujuan dari pemutaran film ini adalah mengingatkan warga untuk tidak menggunakan cukai ilegal. Karena itu melanggar aturan. Sudah ada ketentuannya bagaimana cukai itu diatur. Dan termasuk apa konsekuensinya kalau misalnya menggunakan cukai ilegal,” terang Kepala Bagian (Kabag) Humas Setda Kudus Putut Winarno.

Bagian Humas Setda Kudus memang menjadi salah satu pilar untuk melakukan sosialisasi mengenai aturan pemakaian dana cukai ini. Dan yang terbaru adalah sosialisasi dengan menggunakan metode pemutaran film soal cukai, yang digelar di desa-desa.

Kegiatan yang digelar ini, dengan berlandaskan Peratuan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK 07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

”Kami memiliki sejumlah film mengenai aturan cukai, yang sudah disiapkan sebelumnya. Ada beberapa judul dengan tema-tema menarik di dalamnya. Namun intinya adalah soal sosialisasi mengenai aturan cukai itu sendiri,” terang Kepala Bagian (Kabag) Humas Setda Kudus Putut Winarno.

Dengan sosialisasi melalui film ini, Winarno mengatakan, pihaknya ingin mengajak masyarakat luas, supaya bisa memahami aturan soal cukai ini. Termasuk bahwa dana cukai itu digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan warga, melalui berbagai kegiatan.

Winarno mengatakan, melalui film itu, disampaikan pula pesan bahwa jika ingin sejahtera, tidak usaha pergi ke mana-mana. Cukup mengangkat potensi yang ada di Kudus, melalui serangkaian kegiatan yang diprogramkan pemkab. ”Dan yang terpenting adalah bagaimana memahamkan kepada warga, bahwa dana cukai itu digunakan untuk kesejahteraan mereka,” tegasnya.

Setelah Desa Besito, kegiatan serupa juga akan digelar di Desa Kirig (Mejobo) pada 30 Juli 2016, Desa Gamong (Kaliwungu) pada 31 Juli 2016, Desa Kutuk (Undaan) pada 4 Agustus 2016, Desa Pladen (Jekulo) pada 6 Agustus 2016, Desa Payaman (Mejobo) pada 10 Agustus 2016, dan Desa Hadipolo (Jekulo) pada 13 Agustus 2016). (HMS/SOS/CUK)

Editor: Merie