Raih Adipura Buana, Pati Masuk Jajaran Kota Kecil Terbersih di Indonesia

Bupati Pati Haryanto (kiri) dan Kepala BLH Pati Purwadi menunjukkan penghargaan Adipura Buana yang diterima dari Wapres RI Jusuf Kalla, Jumat (23/7/2016). (Dok. Pemkab Pati)

Bupati Pati Haryanto (kiri) dan Kepala BLH Pati Purwadi menunjukkan penghargaan Adipura Buana yang diterima dari Wapres RI Jusuf Kalla, Jumat (23/7/2016). (Dok. Pemkab Pati)

MuriaNewsCom, Pati – Kabupaten Pati tercatat menjadi daerah yang selalu berlangganan mendapatkan penghargaan Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup RI. Setelah pernah menyabet Adipura Kencana dalam beberapa tahun terakhir, kini Pati berhasil meraih Adipura Buana.

Penghargaan yang diserahkan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla itu diterima Bupati Pati Haryanto di Istana Sri Indrapura, Siak, Riau, Jumat (22/7/2016). Dengan diterimanya penghargaan itu, Pati masuk dalam jajaran kota kecil terbersih di Indonesia bersama dengan 26 kota kecil lainnya.

Di Jawa Tengah, hanya ada dua kota kecil yang berhasil meraih Adipura Buana, yakni Pati dan Sragen. Padahal, Pati awalnya sempat masuk nominasi untuk meraih penghargaan Adipura paling bergengsi Adipura Paripurna. Namun, Adipura Paripurana akhirnya hanya didapatkan daerah dengan kategori kota sedang, besar dan metropolitan.

“Kabupaten Pati sempat masuk empat besar calon peraih Adipura Paripurna, sebuah penghargaan Adipura paling bergenggi dengan grade tertinggi. Namun, tim penilai memutuskan, tidak ada satupun nominator kota kecil yang meraih Adipura Paripurna. Artinya, kota kecil di seluruh Indonesia tidak ada yang meraih Adipura Paripurna,” ujar Bupati Pati Haryanto, Sabtu (23/7/2016).

Kendati begitu, bupati mengaku Adipura Buana yang diterimanya sudah menjadi anugerah bagi warga Pati seluruhnya. Hal itu menjadi bukti bahwa Kabupaten Pati masih diakui sebagai kota kecil terbersih di seluruh Indonesia.

Bupati Pati Haryanto foto bersama pejabat di lingkup Pemkab Pati (Dok. Pemkab Pati)

Bupati Pati Haryanto foto bersama pejabat di lingkup Pemkab Pati (Dok. Pemkab Pati)

“Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak, termasuk masyarakat yang sudah berperan aktif dalam mewujudkan Pati sebagai kota yang bersih hingga selalu meraih penghargaan bergengsi di bidang lingkungan, Adipura. Ini sebuah prestasi yang membanggakan, karena sudah masuk jajaran empat besar nasional sampai akhirnya mendapatkan Adipura Buana,” ucap Bupati Pati.

Dia sadar, tanpa ada peran dari seluruh warga Pati yang ikut bergotong-royong menjaga kebersihan lingkungan, mustahil prestasi tersebut bisa diraih tahun ini. Karena itu, ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), pengusaha, Perbankan, Paguyuban pedagang kaki lima (PKL), hingga “pasukan kuning” yang menjadi tenaga kebersihan di Kota Pati.

Ke depan, bupati berharap supaya seluruh elemen masyarakat bisa lebih termotivasi untuk membudayakan lingkungan yang bersih. Dengan demikian, Pati selalu dikenal sebagai kota yang bersih, indah, asri, dan teduh.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Pati, Purwadi menambahkan, awalnya ada 12 kabupaten/kota dari empat kategori yang masuk jajaran nominator penerima Adipura Paripurna. Dari 12 kabupaten/kota tersebut, Pati masuk empat besar nominator sebagai kota kecil yang akan menerima Adipura Paripurna.

Namun, Purwadi mengaku bila inovasi-inovasi yang disyaratkan untuk mencapai penghargaan Adipura Paripurna cukup berat. Karenanya, empat kota kecil yang masuk nominator penghargaan Adipura Paripurna belum ada yang bisa memenuhi inovasi tersebut. Ke depan, Purwadi berencana menyiapkan sejumlah strategi baru untuk memenuhi semua inovasi-inovasi yang disyaratkan untuk meraih Adipura Paripurna.

Editor : Kholistiono