Petani Pati Diminta Waspadai Gejala La Nina

 

 Potret pertanian di Desa Babalan, Gabus yang menjadi sentra penghasil kedelai di Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)


Potret pertanian di Desa Babalan, Gabus yang menjadi sentra penghasil kedelai di Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Petani di Pati diminta untuk mewaspadai adanya gejalan La Nina yang akan berlangsung pada akhir Juli hingga Agustus 2016 mendatang. Hal itu dikatakan Pimpinan Laboratorium Pengamatan Hama Penyakit Wilayah Pati Sofwan Bakri, Kamis (21/7/2016).

Salah satu hal yang harus diwaspadai, antara lain soal pola tanam dan antisipasinya. Sebab, gejala La Nina berlangsung selama musim kemarau. Artinya, hujan akan terjadi secara normal pada musim kemarau.

“Untuk petani yang sudah menanam tanaman palawija seperti kedelai atau kacang hijau, sebaiknya optimalkan fungsi drainase pada setiap petak sawah. Sebab, tanaman palawija gampang busuk bila terlalu banyak pasokan air,” imbau Bakri.

Bila biji sudah tua, petani diharapkan bisa segera memanennya. Sebelum panen, petani biasanya membiarkan tanaman mengalami masa pengeringan. Namun, menghadapi La Nina, petani mesti segera memanennya supaya tidak diserang hujan yang berpotensi membusukkan hasil panen.

Sementara itu, petani padi mesti mempersiapkan sejumlah ancaman gejala La Nina dengan melawan hama penyakit. Karena, hujan di musim kemarau membuat penyakit padi berdatangan. “Kalau hujan disusul panas, hujan lagi disusul panas, nanti muncul banyak penyakit padi. Petani padi harus siap menghadapi itu,” tambahnya.

Ia menambahkan, jangan sampai cuaca buruk akibat La Nina mengurangi produktivitas pertanian. Karena itu, petani mesti mempersiapkan langkah antisipatif supaya bisa panen seperti biasanya.

Editor : Kholistiono