Pejuang 45 Minta Warga Pati Ikut Berpartisipasi Jaga NKRI

 Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD) dan istinya menggelar agenda pertemuan di Gedung Juang 45 Pati, Rabu (20/7/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)


Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD) dan istinya menggelar agenda pertemuan di Gedung Juang 45 Pati, Rabu (20/7/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Perjuangan para pahlawan dalam kemerdekaan Indonesia akan sia-sia, bila generasi sekarang tidak ikut menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena itu, setiap warga negara mesti punya semangat untuk ikut serta menjaga persatuan dan kesatuan.

Hal itu menjadi tema dalam agenda pertemuan para pejuang dan vetaran 1945 yang berlangsung di Gedung Juang 45, Jalan P sudirman Pati, Rabu (20/7/2016). Dalam agenda tersebut, sedikitnya 115 orang yang tergabung dalam Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD) dan istrinya hadir.

Kepala Veteran Pati Letkol Inf (Purn) Ruskandar menceritakan, perjuangan para pahlawan dalam memperebutkan Indonesia dari tangan asing selama berabad-abad bukan hal yang mudah. Pengorbanan segenap jiwa dan raga para pejuang dipertaruhkan untuk kemerdekaan Indonesia.

“Perjuangan itu tidak berhenti. Sampai sekarang, kita sebagai warga harus mempertahankan perjuangan itu dengan meningkatkan solidaritas, ikut serta menjaga persatuan dan kesatuan negara, bersama prajurit TNI dan polisi. Salah satu elemen yang harus dipegang teguh adalah Pancasila, UUD 1945, dan NKRI,” ucap Ruskandar.

Dalam konteks kehidupan beragama, misalnya. Saat ini banyak gerakan ekstremis yang berupaya memecah belah bangsa. Padahal, founding fathers bangsa sudah mengajarkan untuk selalu bersatu dalam bingkai NKRI. Kendati berbeda-beda, tetapi tetap satu.

“Jangan lupa untuk memberikan semangat perjuangan kepada penerus yang dilanjutkan prajurit TNI dan polisi. Tugas mereka berat, yaitu mempertahankan NKRI, keamanan dan kedaulatan bangsa. Doakan supaya mereka diberikan kekuatan, kesehatan dan keselamatan dalam bertugas,” imbaunya.

Senada dengan Ruskandar, Ketua Persatuan Purnawirawan Angkatan Peltu Karlan yang diwakili Pasi Intel Kapten Inf Yahudi mengatakan, gerakan ekstremis seperti ISIS yang pernah mencuat memang berpotensi untuk memecah belah bangsa. Karenanya, semangat solidaritas persaudaraan antarumat bangsa di seluruh Indonesia harus dijaga.

“Ekstremisme dan gerakan yang berpotensi memecah NKRI bisa dilawan bila setiap masyarakat punya kesadaran bersama. Filosofi Pancasila, UUD 1945 dan NKRI harus kembali dipahami dengan baik,” ucap Yahudi.

Editor : Kholistiono