Tak Pakai Vaksin Pemerintah, DKK Kudus Minta RS Mardi Rahayu Uji Lab Vaksinnya

vaksin

 

MuriaNewsCom, Kudus – DKK menjamin vaksin yang diambil dari mereka adalah vaksin asli. Namun faktanya, tidak semua instansi kesehatan mengambil vaksin dari pemerintah.

Seperti halnya di RS Mardi Rahayu. Melihat hal itu, DKK meminta pihak rumah sakit untuk melakukan uji laborat kepada semua jenis vaksin yang dimiliki.

“Jumlah vaksin di bawah 10, semuanya ambil bukan dari pemerintah, makanya harus dilakukan uji lab agar jelas hasilnya,” kata Kepala DKK Dokter Maryata kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, jauh sebelum vaksin palsu ramai, DKK sudah melakukan kunjungan ke berbagai rumah sakit. Sepeti halnya ke Mardi Rahayu. Oleh DKK, Mardi Rahayu diberikan masukan untuk membeli lemari pendingin yang buka ke atas untuk menyimpan vaksin. Hanya oleh pihak rumah sakit dinilai tidak setuju lantaran mahalnya biaya.

“Biaya menyimpan vaksin memang mahal. Namun itulah yang benar seharusnya,” ujarnya.

Kini, kata Maryata proses uji vaksin sudah berjalan. Hanya untuk waktunya tidak diketahui lantaran uji dilakukan di Jakarta melalui provinsi. Dia berharap vaksin tersebut asli, sehingga tidak membuat masalah pada belakangan nanti.

Yuniati Bodro M, perwakilan RS Mardi Rahayu saat pertemuan dengan BPJS dan DKK 29 Juni lalu menjelaskan, kalau pihaknya mengambil vaksin dari rekanan. Hanya selama ini belum ada keluhan terkait vaksin yang diberikan.

“Jumlahnya ada banyak, akan kami tes semuanya. Sehingga dapat meyakinkan kalau vaksin tersebut asli,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami