Gugatan Pengusaha Karaoke Dikabulkan PTUN Semarang, 6 Karaoke di Pati Dinyatakan Legal

Kuasa Hukum Pengusaha Karaoke Nimerodi Gulo menunjukkan gugatan kepada KPPT Pati yang dimenangkan di PTUN Semarang. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kuasa Hukum Pengusaha Karaoke Nimerodi Gulo menunjukkan gugatan kepada KPPT Pati yang dimenangkan di PTUN Semarang. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Gugatan pengusaha karaoke terhadap Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) Pati yang tidak memberikan izin kepada enam pengusaha karaoke akhirnya dikabulkan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang. Keputusan itu turun pada Kamis, (14/7/2016).

Dalam keputusan tersebut, Kuasa Hukum Pengusaha Karaoke Nimerodi Gulo mengatakan, KPPT Pati dianggap melanggar asas umum pemerintahan yang baik, terutama asas kecermatan. “KPPT tidak mau memberikan izin kepada tempat hiburan karaoke yang ada sebelum Perda Nomor 8 Tahun 2013. KPPT tidak cermat memahami konteks itu,” ujar Gulo kepada MuriaNewsCom, Selasa (19/7/2016).

Adapun isi putusan tersebut, antara lain mengabulkan gugatan penggugat untuk seluruhnya, menyatakan surat keputusan Kepala KPPT Pati Pati yang ditujukan kepada penggugat bertentangan dengan hukum, memerintahkan KPPT untuk mencabut surat penolakan pemberikan izin karaoke, dan memerintahkan Kepala KPPT untuk menerbitkan izin karaoke berupa tanda daftar usaha pariwisata (TDUP).

Terakhir, KPPT Pati dihukum untuk membayar biaya perkara sebesar Rp 3,2 juta. Adapun pihak penggugat yang memenangkan perkara tersebut, yakni The Boss, Las Vegas, dan Permata. Sementara itu, tiga tempat karaoke yang menang dari awal adalah Star King, Romantika, dan CJ Karaoke.

Kendati begitu, KPPT sampai saat ini belum menerbitkan izin karaoke yang diajukan enam pengusaha karaoke. Pihak KPPT menilai, Perda Nomor 8 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan masih berlaku di Kabupaten Pati.

“Perda itu masih berlaku. Kalau memang mereka menang di PTUN Semarang, kami siapkan langkah hukum untuk mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Surabaya,” tutur Kepala KPPT Pati Amal Diharto.

 Editor : Kholistiono