Marak Vaksin Palsu, Ini Kata Dinas Kesehatan Kudus

vaksin

Kepala DKK Kudus dokter Maryata saat memberikan keterangan soal vaksin palsu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Keberadaan vaksin palsu membuat masyarakat khawatir. Karena itulah, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus meminta masyarakat bertanya lebih dulu bila menerima vaksin.

Kepala DKK Kudus dokter Maryata mengatakan, masyarakat hendaknya waspada dengan vaksin palsu. Sejauh ini, belum ditemukan ada vaksin palsu. Biasanya, warga Kudus mendapatkan vaksin dari puskesmas.

Jika vaksin diperoleh dari puskesmas, berarti itu asli. Karena puskesmas mendapatkannya dari DKK.

“Vaksin yang asli, pasti ada dampaknya. Biasanya demam, atau panas selama dua hari. Jika tidak maka perlu dicurigai,” kata Maryata.

Menurutnya, beberapa rumah sakit mengambil vaksin dari DKK. Hanya, masih ada pula yang belum mengambil dari DKK, melainkan memilih dari rekanan.

“Selain itu, vaksin kami juga gratis. Jadi tidak dipungut biaya sama sekali. Baik itu yang puskesmas maupun rumah sakit. Kalaupun ada biaya paling juga pelayanan dan obat,” ungkapnya.

Menurutnya, vaksin asli yang dimaksud, merupakan drop dari Kementerian Kesehatan. Dijamin vaksin yang dibagikan adalah asli.

Dia menjelaskan terdapat 11 jenis vaksin yang terdapat di DKK. Semuanya digratiskan dan dapat terlayani di semua puskesmas di Kudus.

“Sejauh ini masih aman, belum ada hal itu. Namun ada baiknya dapat bertanya lebih dahulu tentang vaksin yang diberikan,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami