Gawat, Ada Bakal Calon Bupati Jepara yang Diduga Mulai Curang

Jpeg

Anggota Panwas sedang melakukan tugasnya. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Jepara mencium indikasi kecurangan. Yakni upaya mobilisasi Petinggi dan Perangkat Desa oleh bakal calon bupati. Untuk itu, Panwaslu bakal mengawasi mobilisasi petinggi dan perangkatnya dalam pelaksanaan Pilkada Jepara 2017 mendatang.

Ketua Panwaslu Jepara Arifin menerangkan, aparat pemerintahan di tingkat desa diimbau tetap netral agar gelaran pilkada untuk memilih pemimpin Jepara periode lima tahun mendatang berjalan sesuai ketentuan. Petinggi dan perangkat desa memiliki potensi besar melakukan pelanggaran.

“Ada sejumlah informasi dari masyarakat yang masuk terkait adanya upaya mobilisasi petinggi dan perangkatnya saat gawe pilkada oleh nama tertentu yang disebut-sebut maju sebagai bakal calon bupati,” ujar Arifin, Jumat (15/7/2016).

Menurutnya, hal itu bisa berpotensi menodai pilkada sehingga tidak berjalan demokratis, bermartabat dan berintegritas. Untuk itu, potensi pelanggaran ini harus terus diwaspadai. Apalagi pelanggaran pidana pemilu yang dilakukan petinggi pernah terjadi di Jepara saat Pileg 2014.“Bahkan kasusnya bergulir hingga meja pengadilan dan dijatuhi vonis penjara serta denda oleh majelis hakim,” terangnya.

Upaya mobilisasi petinggi juga pernah terjadi saat Pilkada Jepara 2012. Dan praktik itu dimungkinkan terjadi lagi saat Pilkada Jepara yang digelar Februari 2017 mendatang.

Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan antar Lembaga (PHL) Panwaslu Jepara Muhammad Oliz mengatakan tahun 2016 ini ada puluhan desa di Kota Ukir yang akan menggelar Pemilihan Petinggi (Pilpet).

Dimungkinkan itu dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk kepentingan terkait pilkada. Caranya, pihak tertentu itu membantu biaya pemenangan calon petinggi. Timbal baliknya, jika menang dan terpilih maka petinggi tersebut harus ganti membantu memenangkan pihak tertentu itu saat pilkada yang digelar delapan bulan mendatang.

“Praktik seperti itu lazim terjadi di berbagai daerah. Dimungkinkan juga ada di Jepara,” katanya.

Editor : Akrom Hazami