Perbaiki Kondisi Perekonomian Keluarga, Ini Pilihan Warga Grobogan

Beberapa warga Grobogan yang ikut program transmigrasi beberapa waktu lalu (MuriaNewsCom)

Beberapa warga Grobogan yang ikut program transmigrasi beberapa waktu lalu (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Grobogan – Selain merantau, tekad sebagian warga Grobogan untuk mengubah kondisi perekonomian juga dilakukan dengan cara mengikuti program transmigrasi. Meski tidak segencar beberapa tahun lalu, namun sejauh ini masih cukup banyak warga yang ingin ikut program tersebut.

Kepala Dinsosnakertrans Grobogan Andung Sutiyoso menyatakan, untuk tahun 2016 ini, direncanakan ada 20 kepala keluarga (KK) yang akan ikut program transmigrasi di tiga daerah tujuan. Yakni, 10 KK akan ditempatkan di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara. Kemudian, 5 KK di Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah dan 5 KK lagi di Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.

“Tahun ini, alokasi transmigrasi umum untuk sementara hanya 20 KK. Mengenai jadwal keberangkatannya masih menunggu surat perintah pemberangkatan (SPP) terlebih dahulu dari pusat. Berdasarkan tahun sebelumnya, pemberangkatan peserta transmigrasi ini dilangsungkan sekitar bulan Oktober,” jelas Andung didampingi Kabid Transmigrasi Hadi Purmiyanto.

Andung menjelaskan, pada tahun 2015 lalu, pihaknya juga memberangkatkan transmigran sebanyak 20 KK. Dari jumlah ini, sebanyak 5 KK ditempatkan di daerah Ayu Melingo, Gorontalo. Kemudian, 5 KK lagi di Satai Lestari SP3, Kabupaten Tanjung Utara, Kalimantan Barat. Selanjutnya, 5 KK di UPT Keliling Semulung, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Lebih lanjut dijelaskan, pada tahun 2014 lalu ada tujuh KK yang berangkat transmigrasi dengan daerah tujuan Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat dan Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Kemudian, pada tahun 2013 ada 30 KK yang dikirim. Adapun daerah tujuannya ada di Kabupaten Kayong Utara, Kalbar dan Kabupaten Barito Timur, Kalteng. Kemudian, di Kabupaten Morowali dan Kabupaten Donggala, keduanya di Provinsi Sulawesi Tengah.

“Pada tahun 2012 lalu, ada 51 KK yang berangkat transmigrasi dan tahun 2011 ada 60 KK. Kemudian ditahun 2010 ada 50 KK serta tahun 2009 sebanyak 70 KK yang ikut transmigrasi,” terang Andung.

Editor : Kholistiono