Antisipasi Vaksin Palsu, Ini yang Dilakukan Dinkes Jepara

Kepala Dinkes Jepara Dwi Susilowati (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Kepala Dinkes Jepara Dwi Susilowati (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 MuriaNewsCom, Jepara – Mengantisipasi keberadaan vaksin palsu, Dinas Kesehatan (dinkes) Kabupaten Jepara melakukan pantauan lapangan. Untuk di lingkungan pemerintah sendiri, Dinkes menjamin di Jepara tidak ada vaksin palsu.

“Kalau untuk swasta, kami hanya melakukan pemantauan. Sedangkan untuk domain kami sendiri, kami pastikan tidak ada vaksin palsu,” ujar Kepala Dinkes Jepara Dwi Susilowati kepada MuriaNewsCom, Jumat (1/6/2016).

Menurutnya, sistem distribusi yang digunakan selama ini dalam satu pintu. Sehingga, tidak mungkin vaksin itu palsu. Karena berasal dari pemerintah pusat yang didistribusikan melalui pemerintah provinsi.“Vaksin itu program pemerintah pusat, jadi pendistribusiannya juga satu pintu. Vaksin juga tidak dijual bebas di apotek,” katanya.

Lebih lanjut ia mengemukakan, distribusi vaksin di Jepara menggunakan satu pintu. Dinkes Jepara menerima vaksin itu dari provinsi yang diambil dari pusat. Dari Dinkes Jepara kemudian didistribusikan ke puskesmas atau posyandu.”Kami tidak ada hubungan dengan pengadaan. Juga tidak bisa orang lain masuk ke kami,” katanya.

Selain itu, lanjut Susi, setelah beredar informasi terkait vaksin palsu, pihak Dinkes langsung mengadakan pengecekan. Namun, tidak ditemukan vaksin palsu beredar di Jepara. termasuk pengecekan di sejumlah rumah sakit swasta di Jepara. Sebab, secara administratif punya kewenangan sendiri. ”Kami sudah memerintahkan untuk dilakukan pengecekan untuk swasta. Kalau yang milik pemerintah memang kami langsung cek sendiri,” ujarnya.

Susi menambahkan, vaksin yang terima pihaknya terdiri lima jenis. Di antaranya, vaksin campak, polio, DPT (Depateri, Portusis, Tetanus), Kratitis, dan imuniasi dasar. Masing-masing jenis memiliki fungsi yang berbeda.”Vaksin yang palsu akan menyebabkan inveksi. Kami tidak bisa mengomentari terkait vaksin palsu yang beredar saat ini. Karena kami belum tahu sistem pembuatan dan pengemasannya seperti apa,” imbuhnya.

Terungkapnya kasus peredaran vaksin palsu membuat masyarakat yang menggunakan was-was. Mereka khawatir vaksin yang mereka gunakan palsu seiring terbongkarnya sindikat pengedar vaksin palsu tersebut.

Editor : Kholistiono