Pendaftaran Pengawas Pemilu Lapangan Pilkada Jepara Resmi Dibuka

panwaslu jepara (e)

Kesibukan anggota Panwaslu Kabupaten Jepara, yang saat ini tengah mempersiapkan pendaftaran calon PPL untuk masing-masing desa atau kelurahan. (Facebook Panwaslu Jepara)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Pengumuman pendaftaran Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) untuk Pilkada Jepara resmi dibuka mulai Senin (1/8/2016). PPL digadang-gadang menjadi ujung tombak pengawasan dan sekaligus penentu kualitas pilkada, yang dimulai dari tingkat desa atau kelurahan yang ada di Kota Ukir.

Ketua Panwaslu Kabupaten Jepara Arifin mengatakan sebelumnya jumlah PPL di tiap desa atau kelurahan bervariasi tergantung jumlah pemilih atau sebaran tempat pemungutan suara (TPS).

Namun berdasar regulasi terbaru, jumlah PPL hanya satu orang di tiap desa atau kelurahan. Meski begitu, kinerja PPL saat Pilkada Jepara 2017 akan tetap bisa maksimal karena dibantu dengan kehadiran pengawas di tiap-tiap TPS. ”Proses seleksi PPL akan digelar secara transparan dan profesional oleh Panwas Kecamatan,” kata Arifin, Minggu (31/7/2016).

Waktu pengumuman dibukanya pendaftaran seleksi PPL ini mulai Senin-Jumat (1-5/8/2016). Sedang waktu penerimaan berkas pendaftaran mulai Sabtu-Jumat (6-12/8/2016).

Setelah itu akan dilakukan proses penelitian berkas hingga seleksi oleh Panwascam di masing-masing kecamatan yang ada di Jepara, pelantikan PPL dijadwalkan digelar akhir Agustus ini.

Koordinator Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Panwaslu Jepara Muhammad Oliz menambahkan, meski berada di tingkat desa atau kelurahan, namun peran PPL sangat vital.

Agenda terdekat adalah pemutakhiran data pemilih, atau verifikasi faktual syarat dukungan bakal paslon jalur perseorangan yang digelar di tingkat desa atau kelurahan. ”PPL akan melakukan pengawasan intensif, agar proses verifikasi faktual yang dilakukan PPS berjalan sesuai ketentuan,” katanya.

Jika tak sesuai aturan, dikhawatirkan bisa memicu munculnya sengketa pencalonan, yang saat ini penyelesaiannya ditangani Panwaslu Kabupaten Jepara. ”Hal-hal yang berpotensi memicu munculnya pelanggaran atau sengketa pemilu, akan kita tekan sejak dini,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Divisi SDM dan Organisasi Panwaslu Jepara, Tasykuri mengatakan, formulir berkas administrasi calon anggota PPL dan keterangan lebih lanjut, bisa diperoleh di Kantor Sekretariat Panwascam se Jepara. ”Syarat mendaftar PPL itu beragam. Jadi, silakan datang saja ke kantor Panwascam di masing-masing kecamatan,” jelasnya.

Mulai dari kelengkapan berbagai dokumen seperti pernyataan setia kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar dan cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945, serta berdomisili di wilayah desa atau kelurahan yang bersangkutan dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

”Tak kalah pentingnya, calon PPL juga tidak pernah menjadi anggota parpol sekurang-kurangnya dalam jangka waktu lima tahun, pada saat mendaftar,” katanya.

Selain itu, tidak pernah dipenjara kasus tindak pidana dengan ancaman lima tahun penjara atau lebih. Dan calon PPL juga tidak berada dalam satu ikatan perkawinan dengan sesama penyelenggara pemilu. ”PPL juga bersedia bekerja penuh waktu. Pengawas pemilu itu ibarat quality control jadi harus serius,” tandasnya. (NEWSADS)

Editor: Merie

Souljah Tutup Konser Pemuda dengan Manis

Band Souljah menutup gelaran Konser Pemuda untuk Indonesia, yang berlangsung di Lapangan Hawe, Minggu (31/7/2016). (MuriaNewsCom/Merie)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Konser Pemuda untuk Indonesia yang digelar KNPI Kudus bersama WMLD benar-benar jadi pengobat rindu bagi penggemar musik. Apalagi, grup band Souljah menutup konser tersebut dengan manis.

Penampilan Souljah yang jadi band pamungkas itu, berhasil memanaskan adrenalian ribuan penonton yang datang ke Lapangan Hawe, tempat konser berlangsung.

Lepas dari penampilan Last Child, giliran Souljah yang memanaskan panggung. Sejak bunyi terompet dibunyikan, penonton langsung saja melompat-melompat mengikuti lagu.

Band dengan aliran musik ska ini, rupanya memang banyak penggemarnya. Meski konser sudah menjelang senja, namun ribuan penonton yang merupakan Bradda Souljah atau sebutan fansnya Souljah itu, tidak bergerak dari tempatnya.

Mereka tetap setia menantikan penampilan Souljah yang memang benar-benar menghibur. Lagu-lagu yang memang bergenre ska itu, begitu enak diikuti sambil bergoyang bersama.

Band asal Jakarta ini, memang tidak sempat menyanyikan lagu-lagunya dalam jumlah banyak. Hanya kurang dari empat lagu saja, Souljah menghibur penonton yang datang.

Namun lagu Mars Jangkrik, Tidak Selalu, I’m Free, dan Ku Ingin Kau Mati Saja, tetap membuat penampilan mereka sangat menghibur. Banyak penonton yang merasa kurang puas dengan penampilan Souljah yang sebentar saja itu.

”Kok, lagunya cuma sedikit sih. Masih kurang soalnya. Mereka kan, band yang bagus. Lagu-lagunya enak. Tadi kurang lama penampilannya,” kata Ari, penggemar Souljah yang tergabung dalam Bradda Souljah Demak itu, sedikit menyesalkan kenapa band pujaannya hanya tampil sebentar.

Secara keseluruhan, konser sendiri berlangsung aman dan lancar. Meski sedikit keributan terjadi, namun situasi masih bisa dikendalikan. Ribuan penonton pulang dengan tertib usai konser.

Editor: Merie

 

Ramainya Warga Kirig Tonton Film Sosialisasi Cukai

kudus-iklan cukai-film-kirig-past-tyg 31 juli 2016 (e)

Warga Desa Kirig, Kecamatan Mejobo, memadati lokasi pemutaran film mengenai aturan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang digelar Sabtu (30/7/2016) malam. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Warga Desa Kirig, Kecamatan Mejobo, rupanya tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menambah pengetahuan mengenai aturan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Kabupaten Kudus.

Hal itu terlihat dari ramainya warga desa setempat, mendatangi lokasi pemutaran film iklan sosialisasi dana cukai, yang digelar di balai desa setempat, Sabtu (30/7/2016) malam kemarin.

Warga memadati lokasi pemutaran film, sambil menghabiskan waktu akhir pekan. Mereka juga antusias melihat pemutaran film yang diputar di sana. Suasananya memang dibuat layaknya pemutaran film layar tancap. Sehingga membuat warga terhibur.

”Suasanya memang seperti layar tancap. Mengingatkan masa-masa dulu saat menonton layar tancap di lapangan begini. Menyenangkan pokoknya,” jelas Mukhlisin, salah satu warga setempat.

Sambil mengenang nostalgia soal layar tancap, warga juga disuguhi pemutaran film mengenai dana cukai, yang dikemas dengan menarik juga. Tema-tema dalam film itu juga sangat menyenangkan, karena dikemas dengan cara yang menghibur.

”Tadi saya lihat ada film Batmannya juga. Jadi sosialisasi bahwa kita tidak boleh menggunakan rokok atau cukai ilegal. Tapi lucu filmnya. Cukup terhibur juga,” kata Mukhlisin lebih lanjut.

Ya, sosialisasi dana cukai lewat film ini, memang dibuat dengan kemasan yang segar. Sehingga warga akan mudah memahaminya, untuk kemudian mengambil manfaat dari sosialisasi ini.

”Kita kan, memang ingin warga memahami bagaimana dana cukai itu diterima, digunakan, dan diterapkan. Intinya adalah digunakan untuk kepentingan masyarakat. Supaya masyarakat bisa sejahtera,” kata Kepala Bagian (Kabag) Humas Setda Kudus Putut Winarno.

Winarno mengatakan, sebagai salah satu pilar sosialisasi mengenai dana cukai, pihaknya ingin supaya warga bisa memahami bahwa dana cukai itu bisa dimanfaatkan mereka dengan baik. Salah satunya dengan mengikuti berbagai pelatihan yang digelar Pemkab Kudus, yang menggunakan dana cukai ini.

Kegiatan yang digelar ini, dengan berlandaskan Peratuan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK 07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

”Jadi dana cukai yang diterima Kudus, itu digunakan untuk apa saja. Bisa disaksikan langsung di kegiatan ini. Yakni bagaimana pemkab menyusun aneka program kegiatan melalui dana cukai, yang bisa dimanfaatkan oleh warga untuk meningkatkan kemampuannya,” tuturnya.

Setelah Desa Kirig, kegiatan pemutaran fil ini akan digelar juga di Desa Gamong (Kaliwungu) pada 31 Juli 2016, Desa Kutuk (Undaan) pada 4 Agustus 2016, Desa Pladen (Jekulo) pada 6 Agustus 2016, Desa Payaman (Mejobo) pada 10 Agustus 2016, Desa Hadipolo (Jekulo) pada 13 Agustus 2016, dan Desa Honggosoco (Jekulo) yang belum ditentukan tanggalnya. (HMS/SOS/CUK)

Editor: Merie

 

Last Child Buat Ribuan Last Friend Terhibur

Penampilan Last Child berhasil menghibur ribuan penggemar musik yang datang sejak siang, ke Lapangan Hawe, dalam konser Pemuda untuk Indonesia, Minggu (31/7/2016). (MuriaNewsCom/Merie)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Penampilan grup band Last Child di gelaran Konser Pemuda untuk Indonesia kerja bareng KNPI Kudus bersama WMLD di Lapangan Hawe, Minggu (31/7/2016), berhasil membuat ribuan penggemarnya terhibur.

Sejak naik ke panggung, band yang memiliki fans bernama Last Friend itu, memang berhasil membuat fansnya tidak berhenti menyanyikan lagu-lagu hits mereka.

Tidak hentinya penonton menyanyikan lagu-lagu grup band tersebut seperti Pedih, Tak Pernah Ternilai, dan Seluruh Nafas Ini. Termasuk juga lagu Teringat Apa yang Kau Berikan dan beberapa lainnya.

Last Child yang naik pentas mulai pukul 16.00 WIB itu, datang dengan personel lengkapnya. Sang vokalis, Virgoun, memang tidak terlalu banyak memberikan komentarnya. Dia hanya mengimbau saat sejumlah penonton sudah mulai terlihat membuat keributan.

”Ayo, semuanya. Jangan berikan sandal kepada siapa-siapa. Berikan saja senyuman sana sini, agar konser ini bisa berjalan tertib, ya. Mari semuanya bernyanyi,” ajaknya.

Meski begitu, konser tetap berlangsung aman. Penonton yang kebanyakan anak-anak muda atau ABG tersebut, benar-benar memanfaatkan kesempatan untuk bertemu dengan idolanya itu, dengan bersama-sama menyanyikan lagu-lagu yang ditampilkan.

Sebelum Last Child, tampil menghibur adalah band-band lokal asal Kudus. Sebut saja IbaratSkata, Astro Boy, dan sejumlah band lainnya. Ribuan penonton memenuhi Lapangan Hawe, sejak pintu gerbang dibuka sekitar pukul 12.30 WIB.

Editor: Merie

 

Persipur Bekuk PPSM di Kandang

persipur-menang (e)

Pemain Persipur tampil sengit melawan PPSM Magelang, dalam laga kandang, Minggu (31/7/2016). Kemenangan ini mengakhiri tren kekalahan Persipur pada laga-laga sebelumnya. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Rentetan kekalahan Persipur akhirnya berakhir sore tadi, Minggu (30/7/2016). Hal ini menyusul keberhasilan skuad laskar petir menggapai tiga angka kala menjamu PPSM Magelang.

Berlaga di depan publik sendiri, Yoga dkk berhasil menang dengan skor 3-2. Dalam laga ini, pemain anyar Persipur Albesta Dewangga Santoso berhasil jadi salah satu kunci meraih kemenangan.

Di mana pemain asal Demak itu, mampu menyumbang dua gol. Masing-masing di menit ke 16 dan 55. Dalam laga ini, Persipur sudah berhasil unggul 2-0 pada babak pertama.

Pada menit ke 16, Dewangga mampu membuat gol perdana. Dua menit berselang giliran Diaz Bayu Herlangga menambah gol kemenangan. Pada babak kedua tepatnya menit 55, Persipur mendapat hadiah pinalti.

Sayangnya, tendangan striker Ananias yang jadi algojo berhasil ditepis Kiper PPSM Markus Horison. Bola tangkisan mantan kiper timnas ini mengarah pada Dewangga yang berdiri bebas dan langsung menceploskan bola ke arah gawang.

Meski ketinggalan tiga gol, pemain lawan justru keluar semangatnya. Hasilnya, menit 58, gelandang PPSM Anwar Rohman berhasil mencetak gol lewat tendangan dari luar kotak pinalti.

Sembilan menit sebelum pertandingan usai, PPSM kembali memperkecil ketinggalan melalui titik putih. Striker PPSM Deri Tadarus yang jadi eskekutor sukses merubah kedudukan jadi 3-2.

Beruntung, PPSM tidak berhasil menambah gol lagi sampai peluit akhir dibunyikan. Padahal, pada menit-menit akhir, mereka mampu mendapat beberapa peluang yang bikin pendukung tuan rumah deg-degan.

”Semangat tanding PPSM saya akui cukup bagus. Meski sudah ketinggalan tiga gol mereka terus memberikan perlawanan sengit. Beruntung, anak-anak bisa tampil tenang hingga menit akhir,” ungkap Pelatih Persipur Wahyu Teguh usai pertandingan.

Editor: Merie

 

Petani di Pati Manfaatkan La Nina untuk Menanam Padi

 Para petani di Desa Ngawen, Margorejo mulai menanam padi pada masa tanam ketiga yang mestinya ditanami palawija. (MuriaNewsCom/Lismanto)


Para petani di Desa Ngawen, Margorejo mulai menanam padi pada masa tanam ketiga yang mestinya ditanami palawija. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pada masa tanam (MT) ketiga, petani di Pati biasanya menanam tanaman palawija seperti kedelai, jagung, kacang hijau, dan sebagainya. Karena, musim kemarau tiba ketika memasuki MT ketiga sehingga tanaman yang ditanam harus palawija.

Namun, petani di Pati saat ini kembali menanam padi seperti pada masa tanam pertama dan kedua, karena ada La Nina. La Nina sendiri merupakan gangguan iklim akibat suhu permukaan laut Samudera Pasifik menurun.

Akibatnya, hujan turun lebih banyak terjadi. Salah satunya di Indonesia. Kondisi ini yang dimanfaatkan petani di Pati untuk kembali menanam padi, karena tanaman ini membutuhkan cukup air. Diperkirakan, La Nina akan berakhir pada September 2016.

“Kalau saat ini kita menanam tanaman palawija tidak tepat, karena tanaman palawija tidak bisa hidup ketika banyak suplai air. Makanya, kita kembali menanam padi. Tapi, kami sudah siapkan antisipasi ketika kemarau secara normal terjadi pada September 2016 nanti,” ujar Ramijan, petani asal Desa Ngawen, Kecamatan Margorejo.

Ramijan yang menanam padi seluas satu hektare juga sudah menyiapkan sejumlah langkah ketika tanaman padinya diserang hama. Pasalnya, tanaman padi menjadi rentan diserang hama ketika cuaca panas-hujan dengan mudahnya berganti.

“Berhubung ini mestinya musim kemarau tapi masih hujan, terjadi perubahan suhu yang ekstrem dalam waktu cepat. Kondisi itu biasanya gampang muncul hama padi. Tapi, kami sudah siapkan langkah untuk mengatasi kendala tersebut, termasuk menyiapkan pestisida yang tepat,” kata Ramijan.

Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma yang hadir dalam gerakan percepatan luas tambah tanam padi di Desa Ngawen menambahkan, pihaknya siap membantu mengatasi permasalahan petani pada peralihan musim September 2016 mendatang. “Kami siap membantu setiap permasalahan petani demi memperkuat ketahanan pangan di wilayah teritorial Pati,” tukas Andri.

Editor : Kholistiono

 

Main Kandang, Saatnya Persipur Akhiri Rentetan Kekalahan

 Pemain Persipur saat akan melakoni pertandingan beberapa waktu lalu (MuriaNewsCom/Dani Agus)


Pemain Persipur saat akan melakoni pertandingan beberapa waktu lalu (MuriaNewsCom/Dani Agus)


MuriaNewsCom, Grobogan
– Persipur kembali akan melakoni pertandingan lanjutan kompetisi Indonesia Soccer Champhionsip (ISC) grup IV melawan PPSM Magelang, Minggu (31/7/2016) sore di Stadion Krida Bhakti. Dalam laga nanti, Yoga dkk diharapkan bisa meraih tiga angka alias kemenangan.

Kondisi ini tidak berlebihan, mengingat dalam beberapa laga sebelumnya, skuad Laskar Petir selalu mengalami kekalahan. Yakni, dari PSIS dan Persibat dalam laga tandang. Kemudian saat lawan PSIR di kandang juga menelan kekalahan.

“Main di kandang jadi kesempatan untuk meraih kemenangan. Dengan kemenangan ini kita harapkan bisa melecut motivasi para pemain dalam menghadapi pertandingan lainnya,” cetus Manajer Persipur HM Nurwibowo.

Sejauh ini, rekor pertandingan kandang Persipur memang masih cukup baik. Dari dua laga kandang, sekali berakhir seri ketika lawan PSIS dan satu lagi menang saat menjamu Persijap.Satu kekalahan kandang didapat ketika menjamu PSIR. Sedangkan rekor tandang belum memuaskan. Di mana, belum sekalipun Persipur meraih hasil imbang ataupun kemenangan.

Sementara itu, Pelatih Persipur Wahyu Teguh menegaskan, Minggu besok, dia akan berupaya keras meraih kemenangan kedua. Kemenangan perdana yang sudah diraih ketika menjamu Persijap lalu diharapkan bisa terulang saat menjamu PPSM. “Kita akan berupaya keras untuk meraih kemenangan. Mohon dukungan dari semua pihak,” cetusnya.

Editor : Kholistiono

Banyak Kejutan di Peringatan 1 Abad Qudsiyyah Kudus

qudsiyyah 2

Perwakilan panitia Satu Abad Madrasah Qudsiyyah Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Pelaksanaan kegiatan puncak satu abad Madrasah Qudsiyyah, Kudus diprediksi akan ramai. Sebab, panitia sudah menyiapkan acara yang tidak biasa, dan banyak kejutan.

Perwakilan panitia kegiatan Abdul Jalil, mengatakan kalau kegiatan akan berjalan mulai 1 hingga 7 Agustus. Dan tiap harinya bakal berlangsung kegiatan yang berbeda.

“Seperti pembukaan 1 Agustus, bakal dihadiri Kepala Litbang Kemenag RI. Kami sudah kontak dengan mereka,” katanya.

Selanjutnya, kegiatan akan dilangsungkan dengan halaqoh santri dan konser budaya santri. Pada Selasa 2 Agustus, ada Mubarok Kids and Friend Show yang dilahirkan dengan deklarasi santri mandiri serta peluncuran album Al Mubarok volume XI

“Kegiatan lain adalah Lomba Mewarnai dan Gambar Menara. Lalu dilanjutkan dengan konser 100 selawat pada Kamis,” imbuhnya.

Kegiatan selanjutnya adalah Menulis Alquran 30 juz. Yang menulis adalah santri yang mencapai 1.000 orang.

Perwakilan Yayasan Qudsiyah, Nadjib Hasan mengatakan, album tersebut sekaligus lagu yang dibuat mencapai 100. “Ini sebuah kebetulan,” kata Nadjib.

Dia mengatakan, dalam kegiatan juga ada peluncuran program IPA. Selama ini hanya terdapat Prodi IPS saja. Hal itu berdasarkan masukan oleh banyak pihak.

“Kegiatan ditutup musik religi, yang berlangsung Ahad mendatang, 7 Agustus,” ungkapnya.

Dia menambahkan, kegiatan itu merupakan kegiatan dari santri, baik alumni dan siswa di sana. “Kami ingin menyatukan balung pisah. Jadi kami libatkan semuanya,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

2 Karung Bendera Merah Putih Dijual di Jepara

bendera

Pedagang bendera merah putih memajang dagangannya di salah satu sudut di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Ketika kita datang ke Kota Jepara saat ini, kita akan melihat banyak bendera merah putih berkibar di beberapa titik di pinggir jalan. Ya, pemandangan yang tak seperti biasanya itu terjadi di Kabupaten Jepara, mungkin juga di tempat lain.

Mereka adalah pedagang bendera dadakan menjelang masuk ke bulan Agustus lebih tepatnya 17 Agustus, sebagai hari kemerdekaan Republik Indonesia.

Pedagang tersebut, justru kebanyakan berasal dari luar kota. Seperti pedagang yang melapakkan dagangannya di jalan Sutomo, Ahmad Nurjam. Ia jauh-jauh datang dari Garut, Jawa Barat hanya untuk menjual bendera merah putih. Itu dilakukan, bersama teman-temannya namun lokasi jualannya berbeda-beda.

“Saya datang ke Jepara tidak sendirian. Ada tujuh teman lainnya yang jualan bendera di tempat berbeda. Rata-rata bawa dua karung berisi bendera merah putih dengan berbagai bentuk. Satu karung ada 100 bendera lebih,” ujar Nurjam kepada MuriaNewsCom, Sabtu (30/7/2016).

Dia juga membeberkan, bendera yang dibawa bentuknya macam-macam. Ada yang panjang, pendek dan variasi. Harganya pun juga bermaca-macam, mulai dari harga Rp 5 ribu sampai Rp 55 ribu. Bergantung ukuran dan bentukknya.

Hal senada juga dikatakan pedagang bendera musiman lainnya, Setiawan. Menurutnya, agar bendera dan aneka hiasan khas peringatan kemerdekaan diminati masyarakat, dia menjual bentuk-bentuk hiasan bendera yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

“Umbul-umbul yang model baru ada kombinasi warna dan tambahan motif batik. Kalau tahun lalu kan hanya warna merah putih berbentuk segitiga,” kata Setiawan.

Sementara itu, salah satu pembeli, Munawarah mengaku, sengaja membeli bendera dan umbul-umbul lebih awal untuk persiapan peringatan 17 Agustus. Biasanya, , semakin mendekati hari kemerdekaan, harga bendera dan umbul-umbul juga semakin mahal.

“Ini beli lebih awal untuk persiapan perayaan HUT RI di kampung. Kebetulan saya ditugasi untuk mencari bendera sebanyak-banyaknya,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

 

Ketua PD Muhammadiyah Grobogan Minta Kapolres Sikat Peredaran Miras

 

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning saat bersilaturahmi dengan jajaran pengurus PD Muhammadiyah (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning saat bersilaturahmi dengan jajaran pengurus PD Muhammadiyah (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Ketua PD Muhammadiyah Grobogan Jati Purnomo meminta agar pihak kepolisian terus melakukan operasi. Khususnya, terhadap peredaran miras dan penyakit masyarakat (pekat) lainnya.

Permintaan itu dilontarkan Jati saat menerima kunjungan Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning berserta sejumlah perwira di Kantor PD Muhamadiyah Grobogan, Sabtu (30/7/2016).“Banyak dampak negatif dengan adanya miras ini. Maka dari itu, saya berharap agar operasi miras serta penyakit masyarakat lainnya lebih sering dilakukan,” kata Jati.

Dalam kesempatan itu, Jati juga mengapresiasi langkah kapolres dan jajarannya untuk selalu menjalin silaturahmi dengan tokoh agama dan ormas. Sebab, kondisi Grobogan yang selama ini relatif aman dan kondusif tidak lepas dari peran pemerintah daerah serta aparat keamanan dalam menjalin hubungan yang baik dengan berbagai pihak.

Sementara itu, Agusman Gurning mengatakan, kunjungan yang dilakukan itu merupakan salah satu upaya untuk menciptakan suasana kondusif di wilayah kerjanya. Menurutnya, melalui silaturahmi, kebersamaan dan hubungan jajaran Polres Grobogan dengan seluruh elemen masyarakat akan terjalin sinergitas dan kekompakan dalam upaya untuk menjaga kamtibmas lingkungan yang kondusif.”Silaturahmi ini sebagai upaya berbagi informasi yang terus kami jalin dengan semua elemen masyarakat. Termasuk dengan para ulama, tokoh agama dan tokoh masyarakat,” ungkapnya.

Agusman berharap, agar para ulama dan tokoh agama selalu memberikan dukungan pemahaman pada umat dan masyarakat melalui forum keagamaan. Khususnya, dalam mengantisipasi masuknya paham radikal dan gangguan kamtibmas lainnya.

 Editor : Kholistiono

Warga Desa Gamong Harus Paham Aturan Cukai dengan Lihat Film Ini

kudus-iklan cukai-film-gamong-pre-tyg 30 juli 2016 (e)

Bagian Humas Setda Kudus menggelar sosialisasi aturan penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) di berbagai desa yang ada di wilayah Kudus ini. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Warga Desa Gamong, Kecamatan Kaliwungu, harus menyaksikan film yang satu ini, dalam kegiatan yang bakal digelar di lapangan desa setempat, pada Minggu (31/7/2016), mulai pukul 19.00 WIB.

Kegiatan pemutaran film ini, berkaitan dengan sosialisasi mengenai aturan penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Kabupaten Kudus. Sosialisasi ini merupakan kegiatan Bagian Humas Setda Kudus.

”Sosialisasi ini sudah kami gelar di berbagai desa di Kudus. Nah, memang gilirannya nanti adalah di Desa Gamong. Kami harap, warga Desa Gamong bisa menghadiri kegiatan ini,” jelas Kepala Bagian (Kabag) Humas Setda Kudus Putut Winarno.

Kegiatan yang digelar ini, dengan berlandaskan Peratuan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK 07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

”Kami memiliki sejumlah film mengenai aturan cukai, yang sudah disiapkan sebelumnya. Ada beberapa judul dengan tema-tema menarik di dalamnya. Namun intinya adalah soal sosialisasi mengenai aturan cukai itu sendiri,” terang Winarno.

Untuk kesuksesan acara sosialisasi, Bagian Humas menggandeng perangkat desa setempat. Bahkan, perangkat desa merasa terbantu dengan kegiatan itu, karena bisa membuat warga desa memiliki satu hiburan tersendiri.

”Bahkan, jadwal-jadwal pemutaran film yang kami miliki, sebagian besar adalah mengikuti permintaan desa-desa yang ada. Mereka sangat senang karena meski acaranya sosialisasi, namun dikemasnya dengan baik. Yakni pemutaran film. Layaknya pertunjukan layar tancap zaman dulu,” tuturnya.

Menurut Putut Winarno, kegiatan ini memberikan kesempatan kepada warga Kirig, untuk menyaksikan film yang bertemakan aturan mengenai penggunaan dana cukai.

”Jadi dana cukai yang diterima Kudus, itu digunakan untuk apa saja. Bisa disaksikan langsung di kegiatan ini. Yakni bagaimana pemkab menyusun aneka program kegiatan melalui dana cukai, yang bisa dimanfaatkan oleh warga untuk meningkatkan kemampuannya,” tuturnya.

Ada banyak cerita dalam film tersebut, yang memperlihatkan bagaimana dana cukai digunakan sepenuhnya kesejahteraan masyarakat. Winarno mengatakan, sosialisasi keliling pemutaran film ini, memang sangat penting. Ditambah lagi, kehadiran warga di setiap lokasi pemutaran film, menjadi salah satu hal penting, karena tujuannya memang agar film bisa ditonton warga.

”Pemerintah bersama-sama dengan warga, saling bahu membahu untuk bisa mewujudkan cita-cita menyejahterakan warga. Itu bagian utama yang perlu dipahami dari pemutaran film ini. arena warga bisa melihat bagaimana dana cukai itu berasal, maupun digunakan,” terangnya.

Setelah Desa Gamong, kegiatan pemutaran film ini akan digelar juga di Desa Kutuk (Undaan) pada 4 Agustus 2016, Desa Pladen (Jekulo) pada 6 Agustus 2016, Desa Payaman (Mejobo) pada 10 Agustus 2016, Desa Hadipolo (Jekulo) pada 13 Agustus 2016, dan Desa Honggosoco (Jekulo) yang belum ditentukan tanggalnya. (HMS/SOS/CUK)

Editor: Merie

 

Pemkab Kudus Berupaya Naikkan PAD

PAD
MuriaNewsCom, Kudus – Pemkab Kudus sedang berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Upaya itu dilakukan dengan berbagai cara dengan melakukan pemantauan dan pendataan.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kudus Noor Yasin. Dia mengatakan kalau Pemkab Kudus kini tengah melakukan upaya untuk meningkatkan PAD.

“Selain meninjau kembali regulasi yang sudah tidak sesuai dengan kondisi sekarang, Pemkab juga mengevaluasi dan melakukan monitoring langsung ke obyek pajak daerah dan retribusi daerah,” katanya.

Menurutnya, tentang pelayanan kepada masyarakat juga terus ditingkatkan. Petugas retribusi dan pemungutan pajak juga diberikan pembekalan,dan ditingkatkan.

Selain itu, Pemkab Kudus juga melakukan penyederhanaan sistem pelayanan dan terus melakukan sosialisasi kepada wajib pajak dan retribusi daerah.

“Penegakan perda dan pendataan objek pajak dan retribusi daerah juga terus dilakukan untuk optimalisasi peningkatan pendapatan asli daerah,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

Bersiaplah, Band Souljah dan Last Child Siap Hebohkan Kudus

sukun e

 

MuriaNewsCom, Kudus  – Pelaksanaan konser KNPI, yang berlangsung di Lapangan Hawe Jember Kudus, Minggu (31/7/2016), bakal memuaskan masyarakat. Pasalnya, konser yang membawa bintang tamu tingkat nasional itu, bakal menghibur selama 5,5 jam.

Perwakilan panitia kegiatan Ahmad Amir Faishol, mengatakan band nasional Souljah dan Last Child, bakal menghibur besok siang. Lagu lagu anyar milik band tersebut bakal dibawakan khusus penonton besok.

“Kegiatan konser bakal berlangsung mulai jam 12.00 WIB hingga 17.30 WIB. Selain bintang utama, tampil pula band pembuka yang sudah memiliki nama di Kudus,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Band yang sudah tak asing bagi penggemar musik di Kudus, di antaranya Astroboy, IbaratSKAta, Berteriak Lantank serta band lainnya yang tentunya semakin membuat seru konser.

“Band lokal juga memiliki penggemar yang tidak sediKit. Bagi yang sudah lama ingin mendengarkan lagu tersebut, bisa merapat besok,,” imbuhnya.

Tak hanya band lokal anak muda, ada juga Black Flash. Band tersebut merupakan grup lawas lokal.

Band tersebut memiliki personel yang sudah berumur. Untuk itu pengalaman bermain musik jelas sudah menjadi hal yang biasa dilakukan.

“Untuk masyarakat yang belum memiliki tiket, dapat membelinya besok seharga Rp 25 ribu. Kami menyediakan ribuan tiket di lokasi konser,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Mahasiswa Unisnu Jepara Waspadai Perkembangan Internet

kampus

Salah satu narasumber seminar yakni Edi Noersasongko menjelaskan materinya tentang perkembangan media dan teknologi. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Dewasa ini perkembangan dunia media sangat pesat, seiring dengan perkembangan teknologi informasi, yakni internet. Sayangnya, selain membawa dampak positif, ternyata perkembangan itu juga membawa dampak negatif seperti menyebarnya paham radikal.

Berkaitan dengan itu, mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Unisnu dituntut mampu menguasai tulis menulis dan IT agar mampu menangkal radikalisme di media cyber.

Hal itu mengemuka dalam acara senimar nasional yang digelar oleh FDK Unisnu Jepara, di gedung Unisnu lantai tiga, Sabtu (30/7/2016).

Acara itu dihadiri ratusan peserta dari unsur dosen, karyawan, mahasiswa, siswa tingkat SLTA hingga santri. Mereka antusias mengikuti seminar yang menghadirkan narasumber berkompeten dibidangnya, yakni Rektor Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang Edi Noersasongko, dan Kaprodi KPI Unisnu Jepara, Abdul Wahab.

Dekan FDK Unisnu, Noor Rohman Fauzan mengatakan, perkembangan dunia digital seperti saat ini menjadi peluang dan tantangan bagi pihak-pihak tertentu yang mampu memanfaatkan media, khususnya media cyber.

Di sisi lain, itu justru menjadi ancaman bagi publik ketika informasi yang diedarkan di media cyber tidak benar dan hanya fitnah belaka, serta hanya berisi provokatif dan paham radikal.

“Peredaran informasi lewat media cyber tidak dapat dibendung. Kondisi ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya bagi para dai, untuk melakukan aktivitas dakwahnya, yakni dakwah yang menyejukkan. Sedangkan bagi masyarakat, harus lebih berhat-hati ketika menerima informasi dari media cyber. Cek dulu kebenarannya, dengan cara membandingkan dengan informasi sejenis dari beberapa media lainnya,” terang Rohman.

Menurutnya, di internal umat Islam sendiri terjadi persaingan di dunia cyber. Tidak sedikit media cyber bernuansa dakwah tetapi radikal, bahkan mereka cenderung mendominasi di dunia internet. Untuk itu, kader-kader dai dari Fakultas Dakwah Unisnu dituntut mampu menguasai tulis menulis dan keahlian dibidang IT.

Sementara itu, salah satu narasumber seminar, Edi Noersasongko mengemukakan, saat ini jumlah pengguna internet di Indonesia lebih dari separuh dari jumlah penduduk di Indonesia. Mereka tidak hanya dari kalangan anak muda, tetapi orang-orang tua.

“Kalau dulu mungkin baru anak muda yang menggunakan internet. Tetapi sekarang sudah rata. Dalam kurun waktu setengah tahun terakhir saja, peningkatan jumlah pengguna internet terus mengalami grafik kenaikan yang sangat tajam,” tandasnya.

Untuk itu, lanjutnya, generasi penerus bangsa saat ini harus pandai memanfaatkan internet, khususnya media cyber untuk hal-hal yang bermanfaat. Ketika ada informasi yang hoax, pelaku media yang baik harus mengimbangi itu dengan informasi yang benar, agar tidak menyesatkan masyarakat atau pembaca.

Editor : Akrom Hazami

 

Dari Karung Bekas, Warga Wedarijaksa Pati Jadi Jutawan

 Sejumlah pekerja Nursalim tengah memilah karung-karung yang sudah bagus dan siap kirim. (MuriaNewsCom/Lismanto)


Sejumlah pekerja Nursalim tengah memilah karung-karung yang sudah bagus dan siap kirim. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Bagi sebagian orang, karung bekas dianggap sebagai barang tanpa manfaat, sehingga menjadi sampah yang biasanya dibakar. Namun tidak bagi Nursalim (40). Warga Desa Pagerharjo, Kecamatan Wedarijaksa Pati ini justru menyulap karung bekas menjadi baru lagi.

Tak tanggung-tanggung, pemesan karung baru buatan Nursalim dari pemanfaatan karung bekas ini berasal dari luar daerah hingga Jawa Timur. “Pembeli sebagian besar dari wilayah Karesidenan Pati. Ada pula yang dari Semarang, Solo dan Jawa Timur,” ujar Nursalim, Sabtu (30/7/2016).

Nursalim memulai usaha ini sejak 2003 hingga sekarang. Sebelum berbisnis karung bekas ini, dia sempat menjadi buruh pabrik kuningan di Juwana. Saat industri kuningan terpuruk, dia kemudian mencoba peruntungan dengan usaha karung bekas.

“Awalnya, saya bekerja di pabrik kuningan. Namun, pabrik kuningan tempat saya bekerja mengalami kolaps karena kondisi ekonomi yang memburuk. Saya dan teman akhirnya berinisiatif untuk jualan karung bekas ke toko-toko,” ungkap Nursalim.

Modal awal yang dibutuhkan saat itu Rp 180 ribu untuk membeli sekitar 2.400 lembar karung bekas. Nursalim sempat kesulitan dalam memasarkan barangnya. Setelah beberapa pembeli tahu, karung buatannya saat ini laris dipesan pembeli.

Bahkan, saat ini sudah ada pemasok di setiap kota yang menunggu karung buatan Nursalim. Dalam sebulan saja, ia berhasil menjual 60 ribu lembar karung bersih dengan keuntungan Rp 100 per karung.

Hanya dengan keuntungan Rp 100 per karung saja, Nursalim mendapatkan pendapatan bersih rata-rata Rp 6 juta setiap bulannya. Dari usahanya itu, Nursalim mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari dengan mempekerjakan sepuluh tenaga kerja yang berasal dari warga setempat.

“Alhamdulillah, saya juga bisa membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar. Karung-karung bekas yang saya dapatkan dari Jakarta, Demak, Solo, Surabaya, Lampung dan karesidenan Pati sendiri bisa menghidupi dan menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat,” tandasnya.

Editor : Kholistiono

 

Gol Tunggal Solihin Perkecil Kekalahan Persibat dari PSIR

 Pertandingan ISC seri B antara PSIR Vs Persibat Batang di Stadion Krida Rembang (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)


Pertandingan ISC seri B antara PSIR Vs Persibat Batang di Stadion Krida Rembang (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Laga lanjutan Indonesia Soccer Championship (ISC) seri B, yang mempertemukan Persibat Batang Vs PSIR di Stadion Krida Rembang pada Sabtu (30/7/2016) sore berlangsung seru.

Tuan rumah PSIR sempat memimpin 2-0 di babak pertama lewat gol yang tercipta berkat tendangan Zaenal Arifin (15) pada menit 6, yang memanfaatkan kemelut di depan gawang PSIR. PSIR Kemudian berhasil menambah gol kembali di menit 27 lewat tendangan Nur Hidayat (6) melalui tendangan pinalti.

Usai turun minum, Persibat Batang mencoba bangkit untuk mengejar ketertinggalan dari Laskar Dampo Awang. Kerja keras mereka akhirnya membuahkan hasil. Pada menit 85, mereka berhasil memperkecil skor melalui tendangan Muh Solihin. Skor 2-1 untuk kemenangan PSIR.

Pelatih Persibat Batang Didik Listiantoro mengatakan, jika anak asuhnya sudah bekerja keras dan akhirnya bisa memperkecil ketertinggalan. “Memang di babak pertama ada kelengahan dari tim kita, sehingga lawan mampu memanfaatkan kelengahan tersebut, sehingga bisa mencuri gol,” katanya.

Sementara itu, hasil positif yang diperoleh tim Laskar Dampo Awang membuat Pelatih PSIR Haryanto cukup puas. “Semoga hasil positif ini bisa menjadi semangat bagi anak-anak untuk berlaga pada pertandingan selanjutnya pekan depan,” ungkapnya.

Baca juga : PSIR Bungkam Persibat Batang 2-0 di Babak Pertama

Editor : Kholistiono

Puluhan Prajurit TNI Andil Dalam Gerakan Percepatan Tanam Padi di Margorejo Pati

Prajurit TNI bersama dengan PPL, mantri tani dan kelompok tani melakukan percepatan luas tambah tanam padi di Desa Ngawen, Margorejo. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Prajurit TNI bersama dengan PPL, mantri tani dan kelompok tani melakukan percepatan luas tambah tanam padi di Desa Ngawen, Margorejo. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Puluhan prajurit TNI dari Koramil 12/Margorejo dan Kodim 0718/Pati ikut membantu petani mempercepat tanam padi di Desa Ngawen, Kecamatan Margorejo, Sabtu (30/7/2016).

Gerakan percepatan luas tambah tanam padi tersebut diharapkan bisa membantu petani mempercepat masa tanam, sebagai upaya meningkatkan ketahanan pangan di Kabupaten Pati pada masa tanam ketiga. Pasalnya, memasuki musim kemarau ini ternyata masih ada hujan sehingga harus dimanfaatkan dengan baik oleh para petani.

“Pada MT ketiga ini, mestinya musim kemarau. Namun, masih ada hujan karena ada La Nina atau semacam kemarau basah. Sebelum itu berakhir, petani harus segera menanam padi mumpung air masih melimpah. Karena itu, kita bantu tanam padi biar lebih cepat,” ujar Pelda Kunaryoto, Babinsa Desa Ngawen.

Ia berharap, agar Babinsa bisa selalu bersinergi dengan penyuluh pertanian lapangan (PPL), mantri tani, kelompok tani hingga pemilik lahan. Dengan demikian, sinergi itu bisa dirasakan manfaatnya kepada para petani yang menjadi pahlawan ketahanan pangan.

Menanggapi hal itu, pemilik sawah, Ramijan mengaku banyak terbantu dengan adanya program kemanunggalan TNI dan rakyat, termasuk petani. Sedikit banyak, prajurit TNI yang saat ini ditugaskan untuk mengawal ketahanan pangan bisa memperkuat sektor pertanian.

“Kalau dulunya kita sering impor beras, saat ini Indonesia sudah mulai ekspor beras. Itu tidak lepas dari sinergitas yang dilakukan pemerintah, TNI, dan petani untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan pangan,” kata Ramijan.

Editor : Kholistiono

 

Warga Karanggeneng Grobogan Digegerkan dengan Kemunculan ‘Air Mancur’ Dadakan

 Semburan air di Desa Karanggeneng, Kecamatan Godong bikin heboh warga (MuriaNewsCom/Dani Agus)


Semburan air di Desa Karanggeneng, Kecamatan Godong bikin heboh warga (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Warga Desa Karanggeneng, Kecamatan Godong dalam dua hari ini dihebohkan dengan munculnya air mancur dadakan di sebuah pekarangan kosong. Yang bikin tambah heboh, air tersebut mengeluarkan bau menyengat, seperti belerang.

Kades Karanggeneng Mulyadi menuturkan, semburan air dari dalam tanah itu diketahui Jumat (29/6/2017) sekitar pukul 16.00 WIB. Lahan tempat munculnya air mancur itu milik Sunarpan, warga yang tinggal di RT 15 RW 4.

“Awalnya, ada beberapa orang yang mendengar suasa seperti gemericik air. Setelah ditelusuri, ternyata ada air yang keluar dari dalam tanah. Awalnya, kecil kemudian menyembur airnya. Kebetulan lokasinya dekat jalan desa,” katanya.

Menurutnya, setelah ditelusuri semburan air itu keluar dari pipa bekas sumur pompa yang sudah lama tidak digunakan. Kemungkinan, sudah lebih 20 tahun sumur pompa itu tidak digunakan dan pipanya sudah tertutup tanah.

Setelah diamati, semburan air itu keluarnya tidak tentu. Kadang kecil dan sempat sampai setinggi 4 meter. Khawatir ada hal-hal yang tidak diinginkan, peristiwa munculnya semburan air langsung dilaporkan pada pihak Polsek Godong.

Masih dikatakan Mulyadi, Sabtu (30/7/2017) siang, sejumlah petugas dari kepolisian, koramil, kecamatan, dinas kesehatan dan Disperindag sudah meninjau lokasi. Dari hasil pengecekan petugas, ada kandungan gas dalam air tersebut. “Katanya tadi mengandung gas airnya. Tapi saya lupa nama gasnya dan yang pasti tidak begitu membahayakan,” jelasnya.

Untuk menghindari ada sesuatu yang tidak diinginkan, pihaknya melarang warga untuk mengambil air di situ. Pihak kepolisian juga sudah memasang garis polisi di sekitar munculnya semburan air tersebut. “Warga kita larang untuk ambil air. Rencananya, setelah dikaji lebih lanjut, dari instansi terkait akan segera menutup semburan air tersebut,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

 

Bupati Blora Pamer Goreng Telur saat City Gas Diluncurkan

city gas

Bupati Blora Djoko Nugroho menggoreng telur saat uji City Gas di Kecamatan Kradenan. (Humas Protokol Blora)

 

MuriaNewsCom, Blora – Pemerintah Kabupaten Blora meluncurkan uji coba City Gas yang diprogramkan Kementerian ESDM dan dioperatori PT Perusahaan Gas Negara (PGN) di wilayah desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Blora.

Dengan demikian secara bertahap Blora bisa menikmati gas alam yang diproduksi Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP). Uji coba City Gas dipusatkan di Dukuh Jompong, Desa Sumber, Kecamatan Kradenan.

”Alhamdulillah, akhirnya program City Gas bisa dilaksanakan. Masyarakat sudah lama menunggu realisasi progam ini,” kata Bupati Blora Djoko Nugroho dikutip dari www.blorakab.go.id.

Pengelolaan jaringan gas (jargas) yang dibangun Kementerian ESDM mulai 2013 dilakukan oleh PT Pertamina EP melalui wilayah Asset 4 Cepu. Uji coba City Gas dipusatkan di Dukuh Jompong, Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Jumat (29/7).

General Manager (GM) Pertamina EP Asset 4, Wisnu Hindadari mengemukakan, gas untuk jaringan gas kota tersebut berasal dari sumur Pertamina EP di wilayah Jawa Tengah dengan alokasi 0,2 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).

Untuk tahap awal, kata dia, fasilitas jargas tersebut akan mengalir ke-720 rumah di wilayah Desa Sumber. “Selanjutnya, pengaliran gas ke rumah warga akan dilakukan secara bertahap hingga mencapai 4.000 sambungan rumah tangga selama dua tahun mendatang,” kata Wisnu.

Blora merupakan kota selanjutnya di Jawa Tengah setelah jargas Kota Semarang yang menikmati fasilitas jargas kota dari sumur-sumur di wilayah Kedungtuban, Kedunglusi dan Randublatung.

Kepala Dinas ESDM Blora, Setyo Edy menuturkan, berbeda dari program City Gas yang sudah dilaksanakan di daerah lain di Indonesia. City Gas di Blora menyasar daerah pedesaan.

Direksi Perusahaan Gas Negara (PGN) Ahmad Rifai menuturkan, uji coba kali ini baru dilakukan di lima rumah warga. Menurutnya, secara bertahap gas akan dialirkan pula ke rumah lain di Desa Sumber.

Jargas dan instalasi pipa sudah terpasang di rumah warga sejak beberapa tahun lalu. “Untuk menggunakan gas City Gas, kompor yang dipakai masyarakat harus dikonversi dulu. Kami sudah menyiapkan petugas yang akan melakukan konversi. Mereka akan datang ke rumah warga yang sudah sepakat menggunakan gas City Gas. Konversi kompor kami gratiskan,” kata Rifai.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Cak Nun, Kiai Kanjeng dan Gus Mus Bakal Ramaikan Satu Abad Qudsiyyah Kudus

qudsiyyah

Perwakilan dari Madrasah Qudsiyyah Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Dalam memperingati satu abad atau 100 tahun Madrasah Qudsiyah Kudus, bakal dimeriahkan Kiai Kanjeng, Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) dan Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus). Tokoh nasional itu, bakal datang di waktu yang berbeda saat perayaan satu abad.

Hal itu diungkapkan panitia kegiatan, Abdul Jalil. Menurutnya, dalam puncak kegiatan yang berlangsung selama sepekan, akan menghadirkan tokoh tersebut.

Dia mengatakan kegiatan puncak berlangsung selama satu pekan. Dengan tiap hari ada kegiatan, baik malam maupun siang hari. Acara dimulai 1 Agustus hingga 7 Agustus.

“Sesuai dengan jadwal, Cak Nun dan Kiai Kanjeng akan datang pada Rabu, 3 Agustus mendatang. Kedatangan Cak Nun bakal mendaulat shalawat Aswaniyah sebagai shalawat kebangsaan,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Cak Nun dan rombongan bakal berada di panggung Expo yang bertempat di sekitar madrasah Qudsiyah. Kegiatan dimulai pukul 19.00 WIB.

Sedangkan Gus Mus, bakal mengisi pengajian umum pada Sabtu, 6 Agustus mendatang pada jam 19.00 WIB. Gus Mus bakal mengisi pengajian dengan tema meneladani kearifan KHR Asnawi.

“Pengajian umum, jadi bagi masyarakat yang hendak datang dipersilakan. Tempat yang disediakan juga luas,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Memukau Mata dan Hati dengan Kemegahan Ranu Kumbolo

f- iklan wisata

MuriaNewsCom, Kudus – Menyempatkan diri menikmati keindahan Indonesia bisa dengan berbagai cara. Salah satunya dengan membiarkan diri terpukau pada pesona kekayaan alam Indonesia. Apalagi harga tiket pesawat semakin murah. Banyaknya promo yang diadakan maskapai membuka kesempatan kita untuk semakin sering berkeliling Indonesia.

Promo Citilink adalah salah satu yang bisa kita andalkan untuk hal tersebut. Maskapai favorit ini sering sekali mengadakan promo menarik untuk masyarakat Indonesia. Namun bila Anda merupakan orang yang suka mencari promo, maka mencoba layanan web travel akan menjadi pilihan yang tepat. Di Indonesia sendiri terdapat layanan Traveloka yang biasa memberikan promo-promo yang bisa memangkas budget travel Anda.

Penerbangan kali ini cobalah menuju Bandara Abdul Rachman Saleh, Malang. Dari sana, beralihlah ke Pasar Tumpang, lalu lanjut ke Ranu Pani. Ranu Pani inilah titik awal untuk menemukan kemegahan lain dari Indonesia.

Kemegahan itu datang dari Ranu Kumbolo. Telaga seluas 8 hektar ini merupakan lokasi peristirahatan favorit pada pendaki Gunung Semeru. Di sinilah mata dan hati kita akan terpukau dengan paduan alami yang mungkin belum ada yang menyamainya di Indonesia.

Ranu Kumbolo berada di ketinggian 2.390 meter di atas permukaan laut. Hal tersebut menjadikannya sebagai danau tertinggi di Pulau Jawa. Untuk dapat mencapai danau ini, kita harus menempuh pendakian penuh tanjakan berliku selama kurang lebih 4-5 jam.

Spot matahari terbit paling megah di Indonesia

Jika Anda sangat menyukai pemandangan matahari terbit, maka di sinilah tempat yang paling tepat untuk menikmatinya secara sempurna. Para pendaki kerap sengaja mencapai danau ini pada malam hari. Mereka kemudian mendirikan tenda untuk beristirahat sembari menunggu matahari pagi.

Pemandangan malam memang tertutup kabut tebal. Namun panorama sesungguhnya akan nampak perlahan dengan cantik ketika subuh tiba. Matahari perlahan muncul di antara bukit Semeru. Sinar matahari pelan-pelan menerangi danau dan menyisihkan kabut. Anda akan terpukau ketika kabut dan embun telah habis karena saat itulah kemegahan sesungguhnya Ranu Kumbolo akan terlihat.

Warna kuningan rerumputan berpadu sempurna dengan coklatnya tanah, hijaunya bukit, serta biru kehijauannya air danau. Ditambah lagi dengan latar belakang puncak Mahameru yang sangat jelas. Bunga edelweis yang terkenal sebagai bunga abadi juga tumbuh subur di dekat Ranu Kumbolo. Sesekali Anda akan melihat belibis berkeliaran di sekitar danau. Anda pasti semakin tak tahan untuk segera mengabadikannya dalam kamera.

Sumber air bersih

Danau yang berada dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ini merupakan sumber air bersih bagi para pendaki. Air danau ini begitu menyegarkan, bahkan bisa diminum tanpa harus direbus. Kebersihan dan kesegaran ini memang sangat dijaga. Para pendaki sama sekali dilarang untuk berenang, mandi, buang sampah, apalagi buang air di danau ini.

Di sekitar danau juga menjadi tempat penghormatan bagi para pendaki Gunung Semeru yang telah meninggal dunia dalam pendakian. Gunung Semeru memang terkenal sangat menantang dan sulit untuk ditaklukan. Di Ranu Kumbolo lah kita akan menemukan banyak plakat berisi nama dan kata-kata kenangan untuk para pendaki tersebut.

Persiapkan diri dengan matang

Mengingat perjalanan ke Ranu Kumbolo juga sama beratnya dengan pendakian ke puncak Mahameru, maka para pendaki harus benar-benar mempersiapkan diri dengan matang. Sebelum mendaki, kita harus menunjukan surat keterangan sehat dari dokter dan fotokopi kartu identitas kepada petugas di pos pendaftaran Ranu Pani.

Demi keamanan, kita juga bisa menyewa jasa pemandu dari penduduk Tengger (penduduk asli Desa Tengger, Semeru) dengan biaya sekitar Rp100-150 ribu per hari. Mengingat suhu di Ranu Kumbolo bisa mencapai minus 5 derajat celsius pada malam hari, maka peralatan penghangat badan jangan sampai tidak dibawa. Pastikan Anda sudah mengenakan jaket tebal, kaos kaki, dan sarung tangan. Bawalah serta kantung tidur yang berkualitas baik. Untuk memeriahkan suasana saat berkemah di Ranu Kumbolo, Anda bisa saja membawa gitar kecil. (Advetorial)

Editor : Kholistiono

 

4 Taruna Akmil Ini Mendadak Bikin Heboh Siswa Smansa Purwodadi

Empat Taruna Akmil Magelang saat menyampaikan sosialisasi pada siswa Smansa Purwodadi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Empat Taruna Akmil Magelang saat menyampaikan sosialisasi pada siswa Smansa Purwodadi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Tidak seperti biasanya, ruang kelas XII/MIPA-1, SMAN 1 (Smansa) Purwodadi, mendadak jadi ramai pada Sabtu (30/7/2016). Hal ini menyusul adanya empat Taruna Akademi Militer (Akmil) Magelang yang mendadak masuk ke situ.

Kedatangan para Taruna Akmil itu, dalam rangka memberikan beragam sosialisasi kepada pelajar Smansa mengenai berbagai hal. Antara lain, mereka diminta untuk rajin belajar, aktif dalam organisasi sekolah serta menghindari perilaku negatif.

Para taruna juga memberikan gambaran mengenai keberadaan Akmil dan bagaimana caranya untuk bisa masuk ke lembaga pendidikan di bawah naungan TNI Angkatan Darat tersebut. Para taruna secara bergantian juga menjelaskan berbagai hal yang perlu dipersiapkan jika ingin mendaftar ke Akmil.

“Banyak yang harus dipersiapkan, karena proses seleksi dilakukan sangat ketat. Mulai nilai yang bagus, fisik, mental, niat dan restu orang tua. Jika ada Adik-adik yang mau masuk Akmil, maka persiapkan mulai sekarang mumpung masih ada waktu,”  kata Satria Kukuh Eritama, salah satu taruna.

Para siswa Smansa terlihat cukup senang dengan hadirnya para taruna. Hal ini terlihat dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan para siswa. Baik, soal tata cara seleksi, persyaratan hingga pengalaman para taruna selama menempuh pendidikan.

Tiga dari empat taruna tersebut ternyata cukup familiar dengan siswa Smansa. Ternyata ketiganya merupakan alumni SMA negeri satu-satunya di Kecamatan Purwodadi tersebut.

Ketiga taruna ini masing-masing, Satria Kukuh Eritama dan Erzan Faturahman, keduanya alumni Smansa tahun 2013. Kemudian, Wahyu Tri Atmojo alumni Smansa 2014.

Satria yang berasal dari Kampung Majenang, Kelurahan Purwodadi saat ini merupakan taruna tingkat III. Kemudian, Wahyu asal Desa Wandankemiri, Kecamatan Klambu juga taruna tingkat III. Sementara Erzan yang berasal dari Kampung Kauman, Kelurahan Purwodadi merupakan taruna tingkat II.

Satu taruna lagi yang ikut menyampaikan sosialisasi adalah Arif Subekti yang berasal dari Kampung Kuripan, Kelurahan Kuripan, Kecamatan Purwodadi. Arif yang sekarang jadi taruna tingkat II merupakan alumni SMAN 1 Grobogan.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Purwodadi Amin Hidayat mengaku bangga dengan keberhasilan anak didiknya masuk Akmil. Menurutnya, selama ini, para alumni Smansa yang masuk Akmil memang sering berkunjung ke sekolah untuk menjalin silaturahmi dan memberi motivasi adik-adiknya.

“Saya senang dengan kehadiran para taruna yang bersedia meluangkan waktu untuk berkunjung ke sini. Semoga hal ini bisa memicu semangat adik-adiknya untuk meraih prestasi,” katanya.

Editor : Kholistiono

Maskapai Nasional di Asia Tenggara

f-iklan maskapai

 

 

MuriaNewsCom, Kudus – Setiap negara memiliki maskapai nasionalnya masing-masing. Di Asia Tenggara sendiri tiap negara memiliki maskpainya masing-masing, seperti Thailand dengan Thai Airwaysnya hingga Indonesia dengan Garuda Indonesia.

Berbagai maskapai tersebut pastinya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, namun untuk masalah pemesanan tiket mereka telah beralih ke cara yang moderen untuk melakukan reservasi.

Seperti di Asia Tenggara, Traveloka adalah salah satu partner resmi dari berbagai maskapai di Asia Tenggara. Selain memesan melalui layanan seperti Traveloka, traveller juga bisa memesan menggunakan web resmi maskapai.

Nah berikut ini ulasan beberapa maskapai nasional negara-negara di Asia Tenggara.

  1. Brunei

Maskapai nasional milik Brunei adalah Royal Brunei Airlines. Royal Brunei Airlines berdiri tahun 1974 dan mulai beroperasi tahun 1975. Hingga kini, maskapai ini memiliki total 10 pesawat yang terdiri dari 2 unit Airbus A319-100 (berbadan sempit), 4 unit Airbus A320-200 (berbadan sempit), dan 4 unit Boeing 787-8 (berbadan lebar). Royal Brunei Airlines melayani hingga 16 destinasi dengan pusat penerbangan berada di Brunei International Airport.

  1. Kamboja

Maskapai nasional milik Kamboja adalah Cambodia Angkor Air. Maskapai ini mayoritas sahamnya dimiliki pemerintah. Cambodia Angkor Air berdiri tahun 2009 dengan pusat penerbangan berada di Phnom Penh International Airport dan Siem Reap International Airport. Maskapai ini mengusung slogan berupa ‘Proudly the national flag carrier’ dan ‘Discover Cambodia with the Kingdom Airlines’. Hingga kini, maskapai ini memiliki total 6 pesawat yang terdiri dari 4 unit Airbus A321-200 (berbadan sempit) dan 2 ATR 72-500 (pesawat regional). Selain melayani penerbangan dalam negeri, maskapai ini juga melayani destinasi ke China, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

  1. Indonesia

Maskapai nasional milik Indonesia adalah Garuda Indonesia dimana mayoritas sahamnya dimiliki BUMN. Garuda Indonesia berdiri tahun 1947 dan mulai beroperasi tahun 1949. Hingga kini maskapai ini memiliki total 133 pesawat dan melayani hingga 102 destinasi (54 domestik dan 48 internasional). Slogan dari Garuda Indonesia adalah ‘The Airline of Indonesia’. Pusat penerbangan Garuda Indonesia berada di Soekarno-Hatta International Airport, Ngurah Rai International Airport, dan Sultan Hasanuddin International Airport. Pesawat yang digunakan terdiri dari 9 unit ATR 72-600, 11 unit Airbus A330-200, 11 unit Airbus A330-300, 80 unit Boeing 737-800, 7 unit Boeing 777-300ER, dan 15 unit Bombardier CRJ 1000 NextGen.

  1. Laos

Maskapai nasional milik Laos adalah Lao Airlines yang didirikan tahun 1976 dengan pusat penerbangan berada di Wattay International Airport. Maskapai ini memiliki total 15 pesawat yang digunakan untuk melayani 20 destinasi termasuk ke Kamboja, China, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Korea Selatan. Pesawat-pesawat ini terdiri dari 4 unit Airbus A320-200, 4 unit ATR 72-500, 3 unit ATR 72-600, dan 4 unit Xian MA60.

  1. Malaysia

Maskapai nasional milik Malaysia adalah Malaysia Airlines yang mulai beroperasi tahun 1972 dengan pusat penerbangan berada di Kuala Lumpur International Airport dan Kota Kinabalu International Airport. Malaysia Airlines memiliki total 98 pesawat yang terdiri dari Airbus A330-300, Airbus A380, Boeing 737-800, dan Boeing 777-200ER. Pesawat-pesawat ini digunakan untuk melayani sebanyak 60 destinasi.

  1. Myanmar

Maskapai nasional milik Myanmar adalah Myanmar National Airways yang mulai beroperasi tahun 1948 dengan pusat penerbangan berada di Yangon International Airport dan Mandalay International Airport. Myanmar National Airways memiliki total 13 pesawat yang terdiri dari  1 unit ATR 42-320, 2 unit ATR 72-212. 3 unit ATR 72-500, 2 unit Beechcraft 1900, 1 unit Boeing 737-800, 2 unit Cessna 208 Caravan, dan 2 unit Embraer E-190. Pesawat-pesawat ini digunakan untuk melayani hingga 32 destinasi.

  1. Filipina

Maskapai nasional milik Filipina adalah Phillippine Airlines yang mulai beroperasi tahun 1941 dengan pusat penerbangan berada di Ninoy Aquino International Airport. Maskapai ini memiliki total 56 maskapai yang terdiri dari 10 unit Airbus A320-200, 19 unit Airbus A-321-200, 15 unit Airbus A330-300, 6 unit Airbus A-340-300, dan 6 unit Boeing 777-300ER. Pesawat-pesawat ini digunakan untuk melayani hingga 45 destinasi.

  1. Singapura

Maskapai nasional milik Singapura adalah Singapore Airlines yang mulai beroperasi tahun 1947 dengan pusat penerbangan berada di Changi Airport. Maskapai ini memiliki total 108 pesawat yang terdiri dari 30 unit Airbus A330-300, 19 unit Airbus A380-800, 12 unit Boeing 777-200, 15 unit Boeing 777-200ER, 7 unit Boeing 777-300, dan 25 unit Boeing 777-300ER. Pesawat-pesawat ini digunakan untuk melayani hingga 64 destinasi.

  1. Thailand

Maskapai nasional milik Thailand adalah Thai Airways International yang mulai beroperasi tahun 1988 dengan pusat penerbangan berada di Suvarnabhumi Airport. Maskapai ini memiliki total 81 pesawat yang digunakan untuk melayani hingga 78 destinasi. Pesawat Thai Airways terdiri dari 5 unit Airbus A320-200, 19 unit Airbus A330-300, 6 unit Airbus A380-800, 2 unit Boeing 737-400, 12 unit Boeing 747-400, 8 unit Boeing 777-200, 6 unit Boeing 777-200ER, 6 unit Boeing 777-300, 13 unit Boeing 777-300 ER, dan 5 unit Boeing 787-8.

  1. Vietnam

Maskapai nasional milik Vietnam adalah Vietnam Airlines yang mulai beroperasi tahun 1956 dengan pusat penerbangan berada di Noi Bai International Airport (Hanoi) dan Tan Son Nhat International Airport (Ho Chi Minh City). Vietnam Airlines memiliki total 89 pesawat dan melayani hingga 52 destinasi (21 domestik, 28 Internasional, dan 3 charter/musiman). Pesawat-pesawat ini terdiri dari 55 unit Airbus A321-200, 10 unit Airbus A330-200, 16 unit ATR 72-500, dan 8 unit Boeing 777-200ER. (Advetorial)

Editor : Kholistiono

PSIR Bungkam Persibat Batang 2-0 di Babak Pertama

PSIR Bungkam Persibat Batang 2-0 di Babak Pertama

PSIR Bungkam Persibat Batang 2-0 di Babak Pertama

MuriaNewsCom, Rembang – Laga lanjutan Indonesia Soccer Championship (ISC) seri B pada putaran kedua yang mempertemukan PSIR vs Persibat Batang di Stadion Krida Rembang pada Sabtu (30/7/2016) berlangsung sengit.

Bermain di kandang, PSIR langsung bermain agresif. Ribuan supporter yang hadir memberi semangat tersendiri bagi pasukan Laskar Dampo Awang. Meski demikian, tim tamu juga tak mau kalah untuk meladeni serangan-serangan dari PSIR.

Namun demikian, tim tuan rumah yang bermain terus menekan, pada menit awal sudah memiliki peluang yang berhasil dikonversikan menjadi gol pada menit 6, sehingga membuat PSIR unggul 1-0 atas Persibat. Gol ini tercipta, berkat kemelut yang terjadi di depan mulut gawang Persibat, dan mampu dimanfaatkan dengan apik oleh Zaenal Arifin (15) dengan sepakan kerasnya dari jarak yang cukup dekat.

Meski sudah unggul 1-0, namun, PSIR tak mau begitu saja menyurutkan serangan. Di sini, permainan telihat semakin sengit dan keras. Alhasil, pada menit 27, PSIR mendapatkan hadiah pinalti, akibat salah satu pemain PSIR dilanggar dengan keras di depan gawang Persibat.

Nurhidayat (6) yang menjadi eksekutor, mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Kiper Persibat tak mampu menahan laju bola yang ditendang Nurhidayat dari titik putik. Skor menjadi 2-0 untuk keunggulan PSIR hingga babak pertama berakhir.

Editor : Kholistiono

 

Ini Pesan Bupati untuk Para Atlet di Pati

 

 Penutupan Porkab yang dihadiri Forkopimda di GOR Pesantenan Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)


Penutupan Porkab yang dihadiri Forkopimda di GOR Pesantenan Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Bupati Pati Haryanto nampaknya mulai serius memacu dunia olahraga di Kabupaten Pati dalam beberapa waktu terakhir. Salah satu bentuk keseriusan Haryanto dalam memajukan dunia olahraga di Pati, antara lain digelarnya Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) untuk pertama kalinya.

Puluhan atlet terbaik dari berbagai kecamatan di Pati unjuk gigi dalam Porkab. Mereka nantinya diharapkan menjadi atlet berbakat yang akan mewakili Pati di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional.

“Saya berpesan kepada semua atlet dari berbagai cabang olahraga di Pati untuk selalu berlatih. Sama halnya dengan para pemenang. Jangan terlena dan tetap terus berlatih. Sebab, mereka bisa membawa nama Pati pada kejuaraan di tingkat provinsi nantinya,” pesan Haryanto.

Menurutnya, modal yang harus dibawa para atlet saat bertanding di samping kemampuan adalah kejujuran, sportivitas, dan rasa persaudaraan. Keempat unsur itu tidak hanya bisa membawa atlet di medan kemenangan, tetapi juga membentuk karakter dan kepribadian yang unggul.

Dengan kejujuran dan sportivitas, seorang atlet akan mengetahui kemampuan yang sebenarnya. Hal itu menjadi motivasi untuk terus berlatih meningkatkan kemampuan yang dimiliki. Sementara, rasa persaudaraan bisa menambah jaringan pertemanan atlet lintas daerah.

Editor : Kholistiono