PPKS Kencana Jepara Masuk Nominasi 10 Besar Tingkat Nasional

 Ketua tim verifikasi saat memberikan sambutan (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)


Ketua tim verifikasi saat memberikan sambutan (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

MuriaNewsCom, Jepara –Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS) Kencana Jepara mendapat nominasi 10 besar di tingkat Nasional. PPKS Kencana, akan diseleksi lagi untuk bisa masuk atau tidak menjadi 6 besar. Bahkan, Tim Lomba PPKS tingkat nasional sudah datang ke Jepara secara langsung dan diterima Bupati Jepara Ahmad Marzuqi.

Ketua Tim Verifikasi Penilaian Tingkat Nasional Andi Santika mengatakan, Kabupaten Jepara masih terpanggil untuk membangun suatu bangsa melalui program BKKBN dalam rangka Indonesia Raya. Untuk memajukan PPKS ada beberapa jenis media untuk dapat menarik masyarakat dalam pengembangan PPKS.

“Di sini, kami tim verifikasi mempunyai kewajiban untuk  mencari pembuktikan secara objektif  karena sudah ada dokumen yang kami terima. Dokumen yang sudah kami terima insya Allah  tidak ada yang direkayasa. Jika ada maka kami akan menilai di lapangan secara langsung secara objektif,” ujar Andi melalui rilis yang diterima MuriaNewsCom, Rabu (29/6/2016).

Lebih lanjut Andi Santika mengatakan, dalam rangka awal penilaian untuk seleksi 10 besar tingkat nasional, dilakukan penghimpunan data, verifikasi data secara objektif yang nantinya di Jakarta akan dinilai lebih lanjut.

Sementara itu, Bupati Jepara Ahmad Marzuqi mengatakan, tim verifikasi datang tidak hanya melakukan penilaian saja, tetapi juga membagi pengalaman dan membagi kekurangan dalam lomba ini.  Terkait hal itu, pihaknya berharap agar hasil penilaian dan manfaat yang diberikan dapat berguna bagi masyarakat Jepara.

“Ibu yang baik dan suami yang baik pula akan melahirkan anak-anak yang baik pula. Kepada ibu-ibu bisa berusaha untuk menjadi ibu yang baik. Saya sering mencermati kondisi masyarakat di lingkungan masyarakat sendiri, di mana keluarga yang lahir dengan ibu dan bapak yang baik maka akan tercermin dari anak-anak mereka yang baik,” katanya.

Editor : Kholistiono

Tenang, Selama Lebaran Puskesmas Buka 24 Jam di Grobogan

puskesmas

Kepala Dinkes Grobogan Johari Angkasa. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan –  Buat warga yang membutuhkan layanan kesehatan selama Lebaran nanti tidak perlu khawatir. Sebab, selama momen Lebaran ini, semua puskesmas di wilayah Grobogan membuka pelayanan 24 jam penuh. Hal itu ditegaskan Kepala Dinkes Grobogan Johari Angkasa ketika dimintai komentarnya soal kesiapan puskesmas sepanjang Lebaran nanti.

“Semua puskesmas kita siapkan untuk memberikan pelayanan 24 jam selama arus mudik dan balik nanti. Jadi, layanan 24 jam kita mulai H-7 sampai H+7. Kita harapkan kebijakan ini bisa memudahkan para pemudik yang membutuhkan layanan kesehatan,” ungkap Johari.

Menurutnya, jumlah puskesmas yang ada saat ini ada 30 unit yang tersebar di 19 kecamatan. Pada hari biasa, pelayanan di puskesmas berakhir sesuai jam kerja. Kecuali, untuk layanan bersalin dan puskesmas yang sudah dipakai rawat inap.

Saat ini, petugasnya tengah mempersiapkan kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan untuk menyambut arus mudik maupun balik nanti. Salah satu kebutuhan yang sangat penting diperhatikan adalah stok obat jangan sampai menipis.

Selain soal obat, lanjut Johari, penjadwalan petugas yang berjaga juga penting dilakukan. Rencananya, jam kerja akan dibagi tiga sif dengan tiga orang petugas yang siaga di setiap sif. Tiga orang petugas ini terdiri dari sopir ambulans, petugas medis dan perawat.

Johari menambahkan, pada momen Lebaran ini, pihaknya juga menyiagakan tim medis di pos pengamanan (Pospam) yang disiapkan pihak kepolisian. Di samping itu, beberapa unit mobil ambulan juga ikut disiapkan di pospam.

Editor : Akrom Hazami

 

 

 

 

Begini Kronologi Penjambretan di Kalinyamatan Jepara

f-jambret 4

MuriaNewsCom, Jepara – Peristiwa kejahatan kembali terjadi di Jepara. Kali ini, empat pelaku penjambretan dalam waktu dan yang berbeda berhasil diamankan jajaran kepolisian dari Polsek Kalinyamatan, Jepara.

 Dua pelaku yakni Ahmad Ridwan (40) dan Muhammad Irham (23), warga Desa Mayong Lor, Kecamatan Mayong diamankan Rabu (29/6/2016). Sedangkan dua pelaku lainnya pada kasus yang berbeda, yakni BTH (18) dan YE (16) juga diamankan lantaran berusaha merampas handphone korbannya, Selasa (29/6/2016).

Kapolsek Kalinyamatan Iptu Edy Purwanto membeberkan, Ahmad Ridwan dan M Irham diketahui melakukan perampasan dompet milik korban yang tengah melintas di Jalan Desa Purwogondo menuju Pasar Kalinyamatan. “Di tengah jalan, korban Zuhrotun Khasanah (36), warga Desa Purwogondo dipepet oleh pelaku dan dompetnya dirampas,” ujar Edy kepada MuriaNewsCom, Rabu (29/6/2016).

 Menurutnya, kedua pelaku berusaha melarikan diri ke arah Jepara namun dikejar oleh korban dan warga yang mengetahui tindakan kriminal. Sesampainya di Desa Krasak, Pecangaan, pelaku berhasil ditangkap oleh korban dan warga, yang selanjutnya dibawa ke balai desa setempat.

 Sedangkan BTH dan YE yang masih bertatus pelajar, warga Banyuputih Kecamatan  Kalinyamatan juga diamankan polisi karena berusaha merampas handphone Fitria Ramadhani (20) dan Irodah (22) warga Teluk Wetan Kecamatan Kalinyamatan. Aksi kriminal dilakukan di Jalan Raya Purwogondo-Bandungrejo, Selasa (28/6/2016) malam.

Kejadian itu berawal saat kedua korban yang berboncengan hendak pulang melintas jalan tersebut. Sampai di TKP, kedua korban dipepet pelaku yang juga berboncengan. Tersangka BTH yang dibonceng mencoba mengambil smartphone blackberry curve milih Irafah yang saat kejadian tengah dipegang.

 “Karena korban memberontak, keempatnya terjatuh. Warga setempat yang mengetahui kejadian langsung menangkap pelaku. Kebetulan ada anggota kami yang tengah patroli dan selanjutnya mengamankan keduanya,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Penjambret di Perempatan Maling Mati Juwana Dibekuk

jambret

Satu pelaku jambret di kawasan lampu merah Perempatan Maling Mati masuk Desa Kebonsawahan, Juwana diamankan di Mapolsek Juwana. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Polsek Juwana berhasil membekuk penjambret yang beroperasi di kawasan lampu  merah Perempatan Maling Mati masuk Desa Kebonsawahan, Juwana, pada Rabu (22/6/2016) lalu.

Kapolsek Juwana AKP Sumarni kepada MuriaNewsCom, Rabu (29/6/2016) mengatakan, tersangka berinisial NY (33) ditangkap di rumahnya di Desa Karanglegi RT 4 RW 1, Trangkil saat bangun tidur.

“Tersangka kami bekuk dua hari setelah melakukan aksinya di lampu merah perempatan Maling Mati, masuk Desa Kebonsawahan, Juwana. Pelaku bukan hanya satu orang. Kami masih memburu satu tersangka yang berhasil kabur berinisial AM (40),” ungkap Sumarni.

Dalam penangkapan terhadap NY, polisi dibuat geram karena sempat kabur. Namun, hanya dalam hitungan menit, polisi berhasil membekuk pelaku.

Dalam melakukan aksinya, NY mengaku tidak hanya melakukan aksi jambret sekali saja. NY juga pernah melakukan aksi jambret di kawasan Kecamawan Gunungwungkal dan Wedarijaksa.

Atas perbuatannya, NY diancam dengan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan. Sementara itu, satu penjambret yang melarikan diri saat ini terus diburu.

“Kami sudah kantongi identitasnya dan kami terus memburunya. Kami tidak ingin wilayah hukum kami dijadikan sarang bagi pelaku tindak kejahatan. Kami akan buru,” ancam Sumarni.

Editor : Akrom Hazami

Untuk yang Satu Ini, Pemkab Jepara Maklumi Pembayaran THR Mepet Lebaran

f-thr

MuriaNewsCom, Jepara – Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di bidang mebel di Kabupaten Jepara memiliki kebiasaan membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) ketika sudah mepet hari lebaran. Kondisi itu mendapatkan “pemakluman” dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara, dalam hal ini Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) setempat.

“Hal ini, biasanya terkait dengan industri yang terancam tak berproduksi lantaran ditinggal liburan karyawan yang sudah menerima THR. Sehingga biasanya THR diberikan mepet, agar karyawan tak libur dahulu,” ujar Kasi Hubinsyanaker pada Dinsosnakertrans Jepara Hidayat kepada MuriaNewsCom, Rabu (29/6/2016).

Menurutnya, pihaknya telah menekankan agar UMKM sekalipun mematuhi aturan Permen 06 Tahun 2016 tentang Pembayaran THR, yakni tujuh hari sebelum lebaran (H -7). Hanya saja, dalam kondisi seperti ini, pihaknya memberikan pemakluman ketika UMKM sektor mebel baru membayarkan THR pada H -2 atau H-1.

“Kebiasaan di UMKM sektor mebel jika karyawan sudah diberikan THR, maka sudah tak masuk kerja. Sehingga pemilik usaha memang selalu memberikan THR saat jelang libur. Kami memaklumi karena terkait dengan keberlanjutan perusahaan,” terang Hidayat.

Lebih lanjut ia mengemukakan, UMKM di sektor mebel atau yang sering disebut perajin, untuk sistem kerja dan pembayaran gaji memang masih tradisional. Hitungannya masih menggunakan harian dan tidak ada kontrak kerja sebagaimana di perusahaan mebel besar, maupun perusahaan di sektor lain. Mobilitas karyawan ke luar dan masuk sangat tinggi.

Hidayat memprediksi pengaduan terkait dengan THR akan banyak muncul paska libur lebaran. Sedangkan pengaduan sebelum lebaran dimungkinkan kecil, sebab THR sendiri dibayarkan mepet dan karyawan yang memiliki kesibukan mempersiapkan libur lebaran.

“Kita lihat saja nanti paska lebaran. Dimungkinkan akan ada banyak pelaporan. Untuk perusahaan besar sudah tidak ada masalah. Sebelum deadline pembayaran (H-7 –red) rata-rata sudah dibayarkan,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

 

Hendak Rampas Dompet, 2 Pelajar di Jepara Dibekuk Polisi

Pelaku saat diamankan di Polsek Kalinyataman (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Pelaku saat diamankan di Polsek Kalinyataman (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

MuriaNewsCom, Jepara – Empat pelaku jambret diamankan petugas jajaran Polsek Kalinyamatan, Jepara, Rabu (29/6/2016) . Dua pelaku yakni Ahmad Ridwan (40) dan Muhammad Irham (23), warga Desa Mayong Lor, Kecamatan Mayong.

Sedangkan dua pelaku lainnya pada kasus yang berbeda, yakni BTH (18) dan YE (16), yang berstatus pelajar juga diamankan lantaran berusaha merampas dompet korbannya, Selasa (29/6/2016).

Kapolsek Kalinyamatan Iptu Edy Purwanto membeberkan, Ahmad Ridwan dan M Irham diketahui melakukan perampasan dompet milik korban yang tengah melintas di Jalan Desa Purwogondo menuju Pasar Kalinyamatan. “Di tengah jalan, korban Zuhrotun Khasanah (36), warga Desa Purwogondo dipepet oleh pelaku dan dompetnya dirampas,” ujarnya.

Kedua pelaku berusaha melarikan diri ke arah Jepara, namun dikejar oleh korban dan warga. Sesampainya di Desa Krasak, Pecangaan, pelaku berhasil ditangkap oleh korban dan warga, yang selanjutnya dibawa ke balai desa setempat.

“Mendapat laporan tersebut, kami mengevakuasi pelaku dari kerumunan warga yang hendak menghakimi kedua pelaku,” ujar Edy kepada MuriaNewsCom, Rabu (29/6/2016).

Menurutnya, dompet korban berisi uang tunai Rp 250 ribu, kartu identitas, STNK dan sejumlah dokumen milik korban lainnya. Selain pelaku,turut diamankan pula satu unit sepeda motor Honda Vario bernomor polisi K 5621 QK milik pelaku.

Sementara pada Selasa (28/6/2016) malam, BTH dan YE yang masih bertatus pelajar, warga Banyuputih, Kecamatan  Kalinyamatan juga diamankan polisi karena berusaha merampas dompet milik Fitria Ramadhani (20) dan Irodah (22) warga Teluk Wetan, Kecamatan Kalinyamatan. Aksi kriminal dilakukan di Jalan Raya Purwogondo-Bandungrejo.

Editor : Kholistiono

Pemudik Lintasi Kudus, Waspadai 4 Titik Kemacetan Ini

lalu lintas

Arus lalu lintas terlihat padat di jalan Johar Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Memasuki H-7 Lebaran, kepadatan arus lalu lintas di Kudus mulai tampak. Hal itu terlihat di beberapa jalan protokol kota. Kondisi ini menimbulkan jalur penting kota menjadi padat merayap.

Pantauan MuriaNewsCom, Rabu (29/6/2016). Kepadatan tampak di Jalan Jenderal Sudirman. Tepatnya di area Pasar Kliwon Kudus. Di jalur penghubung Alun-alun Kudus dengan jalur pantura Ngembal itu, beberapa kali mengalami macet.

Karenanya, para pemudik yang melintasi titik itu, hendaknya bersabar. Atau supaya perjalanan mudik lebih lancar, bisa menghindari jalur tersebut.

Kepadatan juga tampak di Jalan M Basuno Ploso Jati Kudus atau di wilayah Pasar Bitingan dan pusat perbelanjaan Matahari. Banyak angkutan umum jurusan Kudus-Jetak atau juga becak yang bebas mengangkut dan menurunkan penumpang secara bebas.

Selanjutnya di Jalan Sunan Muria atau juga Alun-alun Kudus hingga Poroliman Barongan. Banyaknya mobil yang parkir di kompleks pertokoan, kerap membuat arus lalu lintas menjadi tersendat.

Termasuk juga di jalur Jalan Johar Kudus. Ada beberapa aktivitas pertokoa yang kerap berbuntut ketersendatan arus lalu lintas. Banyak warga berburu kebutuhan Lebaran di sejumlah pertokoan.

Ada juga di Jalan Kudus-Jepara. Tepatnya di depan ADA Swalayan Kudus. Para pengguna jalan harus berhati-hati. Banyak mobil atau kendaraan roda dua yang keluar-masuk ke lokasi perbelanjaan itu.

Editor : Akrom Hazami

TKI Asal Gabus Pati Mendadak Tewas di Korea Selatan

 

TKi

Suasana duka di rumah korban di Desa Gabus RT 1 RW 2, Gabus, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Desa Gabus RT 1 RW 2, Kecamatan Gabus bernama Sutejo Wibowo (27) dikabarkan tewas di Korea Selatan.

Eko Susilo, kakak korban saat ditemui MuriaNewsCom di kediamannya, Rabu (29/6/2016) mengatakan, keluarga mendapatkan kabar kematian Sutejo dari Kementerian Luar Negeri pada Selasa (28/6/2016) malam sekitar pukul 19.00 WIB.

“Saya dan keluarga kaget dan tidak percaya perihal meninggalnya Sutejo. Sebab, dia sehat-sehat saja dan setiap hari selalu telepon rumah untuk menanyakan kabar. Waktu mendapatkan kabar, jenazah adik saya sudah berada di kamar mayat di salah satu rumah sakit di Korea,” ungkap Eko.

Dikatakan, saat itu Sutejo tidur di kamarnya di apartemen perusahaan tempat bekerja. Seorang teman mengingatkan untuk bekerja, tetapi Sutejo bilang mendapatkan jatah kerja sif malam.

“Temannya sudah pulang kerja dan menyambangi adik saya untuk kembali mengingatkan kerja, ternyata sudah meninggal dunia. Kami sudah menyerahkan sepenuhnya kepada Kemenlu dan KBRI untuk menyelesaikan masalah tersebut,” tuturnya.

Eko sebetulnya diberikan kesempatan pihak perusahaan untuk berangkat ke Korea dan menyepakati adanya autopsi dan kepolisian setempat. Namun, ia lebih memilih untuk menyerahkan kepada KBRI karena butuh waktu yang cukup lama bila dirinya berangkat ke Korea.

“Kalau saya berangkat ke Korea, saya harus mengurus visa dan segala macamnya. Itu butuh waktu yang cukup lama, sehingga untuk proses autopsi dan lainnya kami serahkan KBRI Seoul,” imbuhnya.

Saat ini, rumah duka sudah terpasang tenda tratak. Rencananya, keluarga akan mengadakan pengajian dan doa bersama di rumah duka mulai malam ini.

Editor : Akrom Hazami

Pencopet Pati Konangan di Pasar Murah Lebaran Rembang

Pelaku diamankan di Mapolres Rembang (Humas Polres Rembang)

Pelaku diamankan di Mapolres Rembang (Humas Polres Rembang)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Copet di pasar murah Kelurahan Kutoharjo, Rembang, Selasa (28/6/2016) ditangkap Polres Rembang. Diketahui pelaku, Kasno (45), merupakan warga Mulyoharjo, Kecamatan/Kabupaten Pati.

Pelaku ditangkap polisi setelah menggasak dua barang berupa telepon seluler (ponsel) dan dompet di pasar murah. Kepada polisi, pelaku mengaku, dia datang dari Pati sekitar pukul 08.00 WIB. Sesampainya di pasa murah, pelaku melakukan aksinya dengan ikut berpura antre dengan warga lain.

Dalam suasana antre, pelaku menggasak ponsel milik korban bernama Sriyati (66) warga Kutoharjo, Rembang. Aksinya aman, karena korban tak mengetahui kalau barangnya telah berpindah tangan. Setelah itu, pelaku masih melanjutkan aksinya dengan menggasak dompet milik Sri Rahayuni (45) warga Kabongan Kidul, Rembang.

Untuk aksinya yang kedua, pelaku ternyata sial. Karena aksi pelaku berhasil diketahui korban yang seketika berteriak. Seketika itu pelaku berhasil diamankan oleh warga terlebih dahulu.

Polisi tidak lama kemudian mengamankan pelaku. Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa 1 buah dompet berisi uang tunai Rp 2,5 juta, kartu GTK, kartu NRG 1 buah foto kopi KTP, 1 buah buku rekening Simpedes, dan 1 buah ponsel. Satu unit sepeda motor SupraX milik pelaku dengan nopol K4063SG pun juga ikut diamankan.

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto melalui Kasat Reskrim Polres rembang Eko Adi Pramono mengungkapkan, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku kini tengah diamankan di tahanan Polres Rembang.  Pelaku dijerat Pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

Eko menambahkan, bahwa menjelang Lebaran memang rawan terjadi kriminalitas. Hal itu dikarenakan kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran mengalami peningkatan. “Kami imbau kepada masyarakat agar selalu waspada dan hati-hati dengan menaruh dompet di tempat yang aman,” tambahnya.

Dia juga menyarankan, agar warga tidak menyimpan uang dalam jumlah banyak di dompet. Dirinya menyarankan agar menggunakan ATM. Hal itu dirasa lebih aman dan mengurangi pemakaian uang tunai.

Editor : Akrom Hazami

Puasa jadi Wahana untuk Ajarkan Agar Tidak Berpura-pura

Ribuan anak-anak yatim atau piatu mendatangi undangan buka puasa bersama Pura Group, di Gedung JHK Kudus. (ISTIMEWA)

Ribuan anak-anak yatim atau piatu mendatangi undangan buka puasa bersama Pura Group, di Gedung JHK Kudus.
(ISTIMEWA)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Momen puasa tahun ini, diharapkan bisa menjadi kesempatan bagi semua orang, untuk bisa menjadi pribadi yang lebih baik.

Hal itu disampaikan Presiden Direktur Pura Group Y Moeljono Soebijanto, saat buka puasa bersama dengan ribuan anak yatim, di Gedung JHK Kudus. ”Harapannya bahwa puasa merupakan wahana mendidik disiplin dan kejujuran. Tidak perlu berpura-pura, namun jujur dalam semua hal,” jelasnya.

Didampingi Manager General Affair Pura Group Iwan Wijaya, Moeljono mengatakan bahwa puasa diharapkan bisa menjadi diri pribadi seseorang, menjadi pribadi yang berkualitas.

”Hal ini untuk mendorong kita semua agar dapat menghadapi kehidupan yang lebih kompetitif. Sehingga ke depannya, akan bisa menjadikan kehidupan yang lebih baik lagi,” paparnya.

Pura Group sendiri membagikan 6.000 bingkisan dan menyantuni 1000 anak yatim. Yang terdiri dari 24 yayasan yatim piatu yang tersebar di Kabupaten Kudus. Serta anak-anak yatim atau piatu dari karyawan, yang semuanya berjumlah kurang lebih 1.000 anak.

Acara ini sendiri, merupakan agenda rutin di Pura Group, dalam rangka mengisi bulan suci Ramadan. Ini sebagai bentuk bentuk kepedulian perusahaan terhadap anak yatim dan piatu di wilayah Kabupaten Kudus.

Hadir dalam kesempatan itu, para kiai-kiai sepuh yang ada di Kudus ini. Ditambah jajaran Forkopimda Kudus bersama tamu undangan lainnya. Semuanya berbaur menjadi satu dalam suasana yang khidmat.

Selain buka bersama dan santunan anak yatim ini, Pura Group juga memberikan paket bingkisan kepada warga sekitar perusahaan, yang berjumlah 6.000 paket bingkisan.

Semuanya tersebar di wilayah pabrikan Pura Group berdiri. Seperti wilayah Kecamatan Jati, Kecamatan Kota, dan wilayah Kecamatan Jekulo. Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat Kudus yang sudah berkiprah bersama perusahaan itu sendiri.

”Semoga perusahaan tetap bisa bermanfaat bagi semua pihak. Serta bisa menjalin dan mempereat tali silahturrahmi. Semoga acara ini juga menjadi berkah bagi kita semua,” imbuh Moeljono.

Editor: Merie

 

 

Awas, Perempuan Misterius Tipu Warung Kelontong di Kudus

ibu

Him (35) salah seorang pedagang sembako di Desa Pedawang, Bae, Kudus, yang hampir jadi korban penipuan. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 MuriaNewsCom, Kudus – Him (35), salah seorang penjual sembako di Desa Pedawang, Bae, Kudus, ini punya pengalaman pahit yang dialaminya, beberapa waktu lalu. Yaitu dia hampir ditipu perempuan misterius berusia sekitar 40 tahun.

Ditemui MuriaNewsCom, Rabu (29/6/2016),  perempuan itu ternyata penipu. Perempuan itu mulanya hendak belanja sembako di warungnya. Penipu beralasan, belanja itu untuk dimasak, guna buka puasa di salah satu pondok pesantren di Kudus.

Tak tanggung-tanggung, penipu belanja sembako di warung Him dalam jumlah besar. “Dia datang ke toko saya, sekitar pukul 12.00 WIB atau menjelang zuhur. Nah setelah itu, dia langsung membawa beras 50 kg dan ditaruh di sepeda motornya,” kata Him.

Tiba-tiba, perempuan itu langsung pergi begitu saja. Tanpa membayar lebih dulu. Total belanjaannya sekitar Rp 1,2 juta. Him pun bergegas meninggalkan warungnya. Dengan mengendarai sepeda motor, Him mengejar perempuan itu. Seingatnya, perempuan tadi pergi ke arah Salam atau Jalan UMK.

Benar saja, Him berhasil mengejar sepeda motor perempuan tadi. Begitu dilabrak, perempuan itu malah marah. “Malah ngomel. Dikiranya saya tidak percaya. Padahal saya hanya ingin memastikan jumlah total belanjaan dan alamat lengkapnya mana,” ucap Him ketika itu.

Perempuan asing itu malah justru mendorong beras sampai jatuh. Kemudian, beras itu ditinggalnya begitu saja. “Saya lupa mak pleng. Kenapa tidak saya laporkan ke RT,” pungkasnya.

Rupanya, Niamah (55) pemilik salah satu warung sembako di desa tersebut juga hampir kena tipu. Perempuan asing yang bersepeda motor Kaze-R tersebut beralasan akan membeli toge ke warung lain saat berada di warungnya.

“Katanya, mau belanja sayuran tauge dulu. Karena di warung saya habis,” ujar Niamah.

Beruntung, perempuan asing itu belum sempat membawa belanjaannya. Tapi sampai pukul 12.00 WIB, tidak juga kembali ke warung milik Niamah. “Ternyata perempuan misterius itu kedapatan melarikan beras dari warungnya Him,” ucapnya.
Editor : Akrom Hazami

BPJS Kesehatan Permudah Pelayanan Bagi Pemudik

Konferensi pers yang dilakukan BPJS Kesehatan terkait pelayanan kemudahan bagi pemudik (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Konferensi pers yang dilakukan BPJS Kesehatan terkait pelayanan kemudahan bagi pemudik (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sebagai wujud kepedulian terhadap kenyamanan dan kepuasan peserta dalam hal penjamin pelayanan kesehatan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1437 H, BPJS Kesehatan menerapkan kebijakan khusus terkait prosedur pelayanannya.

Para peserta JKN-KIS yang sedang mudik dijamin bisa memperoleh pelayanan kesehatan dengan membawa Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu BPJS Kesehatan, Kartu Askes, dan Kartu Jamkesmas.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kudus Agus Purwono mengatakan, peserta JKN-KIS yang sedang mudik dapat berobat di luar wilayah tanpa harus melapor ke kantor cabang BPJS setempat. Peserta kesehatan dapat langsung mengunjungi IGD rumah sakit terdekat selama mudik berlaku sejak H-7 sampai H+7 lebaran.

“Ini merupakan program nasional, jadi jika pemegang kartu dalam kondisi emergensi maupun non emergensi masih tetap dapat dilayani. Yakni dengan langsung datang ke rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan,” katanya, Rabu (29/6/2016).

Ia katakan, fasilitas kesehatan tidak diperkenankan menarik iuran biaya peserta yang sedang sakit saat mudik. Peserta, menurutunya cukup hanya memperlihatkan kartu aktif. Kartu tersebut, nantinya digunakan untuk mengecek kepesertaan. Jika kartu masih aktif, maka pelayanan akan didapatkan oleh peserta BPJS tanpa terkecuali.”Tema kami adalah “Mudik Nyaman Bersama BPJS Kesehatan.”Jadi harus tetap dilayani,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, sebenarnya hanya menggunakan KTP bisa, tapi KTP baru dapat digunakan jika memang kartu JKN – KIS tidak dibawa karena suatu hal. Sebab,proses akan lebih lama, dikarenakan pihak rumah sakit harus mengacak lagi nomor KTP pada link BPJS Kesehatan.

Editor : Kholistiono

“Warga Rembang Manfaatkan Aji Mumpung Urus Administrasi Kependudukan”

dindukcapil

Sejumlah warga sedang mengantri untuk mengurus KTP di kantor Disdukcapil Rembang (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Daenuri, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Rembang mengatakan sampai saat ini masih belum ada lonjakan warga yang mengurus administrasi kependudukan di kantornya.

“Sampai saat ini masih seperti hari-hari biasa, kisaran 60 pemohon akta dan 170 pemohon KTP,” ujar Daenuri (28/6/2016)

Jika terjadi kenaikan, jumlahnya tidak begitu signifikan. Hanya kisaran lima persen. “Memang tidak begitu banyak tapi ada kenaikan. Seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujar mantan Kabg Humas Setda Rembang.

Hal itu, menurutnya, karena warga Rembang yang kesehariannya hidup di luar Rembang memanfaatkan aji-aji mumpung. “Kan mumpung ada di Rembang, ya sekalian ngurus segala administrasnya,” kata dia.

Ia juga menjelaskan, banyak kasus warga Rembang yang sebelumnya melakukan perekaman identitas Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) di luar kota.

Editor : Akrom Hazami

DPD Partai Nasdem Blora Target Bisa Rebut 8 Kursi DPRD di Pileg 2019

 Rapat Koordinasi DPD Partai Nasdem Blora (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)


Rapat Koordinasi DPD Partai Nasdem Blora (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

MuriaNewsCom, Blora – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasdem Kabupaten Blora menargetkan bisa merebut 8 kursi DPRD pada pemilihan legislative (pileg) 2019 mendatang. Hal itu ditegaskan usai rapat koordinasi DPD Nasdem Blora, pada Senin (27/6/2016).

Joko Supratno, Sekretaris DPD Nasdem Blora mengungkapkan, mulai saat ini pihaknya telah menyiapkan segala kelengkapan administrasi partai untuk menyongsong verifikasi faktual oleh KPU. Selain itu juga menyiapkan strategi dan teknis guna merebut 8 kursi tersebut. “kami menyiapkan teknis dan strategi sedini mungkin untuk target 8 kursi,” kata Joko.

Selain itu, kata Joko Sunarto, hasil dari rakor tersebut juga menunjuk tokoh baru di kalangan DPD Nasdem Blora, yakni Sukiban yang ditunjuk sebagai Dewan Pakar Partai Nasedm serta Djoko Nugroho, alias Kokok, ditunjuk sebagai Dewan Penasehat Partai Nasdem. “Untuk ketua, sekretaris dan bendahara masih orang lama,” katanya.

Ketua DPD Partai Nasdem Blora, Sri Sudarmini mengaku, bahwa saat ini kepengurusan Partai Nasdem sudah terbentuk sampai ke ranting atau desa se- Kabupaten Blora. Untuk itu, dirinya yakin jika apa yang ditargetkan Nasdem bisa tercapai.

Editor : Kholistiono

Sudah Jelas Ada Larangan, Tapi PNS di Jepara Masih Ada yang Terima Parsel

Salah satu toko penyedia parsel di Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Salah satu toko penyedia parsel di Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

MuriaNewsCom, Jepara – Meskipun ada instruksi pelarangan pegawai negeri sipil (PNS) menerima bingkisan atau parsel dari pemerintah, Namun nyatanya beberapa PNS di Kabupaten Jepara diduga kuat masih menerima parsel pada Lebaran ini.

Hal itu diketahui dari beberapa toko penyedia parsel. Salah satu toko yang berada di kawasan Pecinan Jepara saja mengaku telah mengirimkan parsel dengan tujuan kepada PNS sebanyak 10 PNS. “Kalau toko saya sendiri sudah mengirimkan parsel ke 10 PNS lebih. Harganya di bawah satu juta,” ujar salah satu pemilik toko penyedia parsel di  Jalan Diponegoro Jepara, Mesakh (34) kepada MuriaNewsCom, Selasa (28/6/2016).

Menurutnya, para PNS tersebut mendapatkan parsel dari kolega mereka, paling banyak dari luar kota, seperti Jakarta. Kolega mereka tersebut menelepon dirinya untuk kemudian memesan dan meminta pesanan tersebut dikirimkan ke PNS.“Kemudian kami antar sendiri pesanan parsel sesuai tempat tujuan, dan semua menerimanya, tidak ada yang menolak,” ungkapnya.

Dia juga mengatakan, satu parsel yang dipesan untuk PNS tersebut seharga antara Rp 300 ribu hingga Rp 600 ribu. “Tak ada yang memesan hingga lebih dari satu juta. Yang memesan di atas satu juta hanya kalangan pengusaha dan diambil sendiri. Bukan kita diminta untuk mengirimnya ke pihak tertentu,” imbuhnya.

Sementara itu, Kabag Humas Pemkab Jepara Hadi Priyanto mengatakan, pihaknya meyakini bahwa tidak ada PNS yang berani menerima parsel. Sebab, aturan pelarangan sudah sangat jelas dan terdapat ancaman sanksi.“Saya yakin tidak ada yang berani. Sejauh ini semua PNS juga sudah diberi sosialisasi mengenai aturan pelarangan tersebut,” katanya.

Sebagaimana diketahui, parsel yang diberikan kepada abdi negara tersebut masuk dalam ranah gratifikasi dan bisa diancam pidana.

Editor : Kholistiono

 

Pelanggaran Lalu Lintas di Kudus Tembus 16 Ribu

Humas dan Protokoler pada Pengadilan Negeri (PN) Kudus Rudi Ananta Wijaya (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Humas dan Protokoler pada Pengadilan Negeri (PN) Kudus Rudi Ananta Wijaya (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)


MuriaNewsCom, Kudus
– Kasus pelanggaran lalu lintas di wilayah hukum Polres Kudus cukup tinggi. Terhitung dari 2 Januari hingga 21 Juni 2016 ini, angka pelanggaran lalu lintas sudah mencapai 16.311 perkara yang sudah disidangkan.

Humas dan Protokoler pada Pengadilan Negeri (PN) Kudus Rudi Ananta Wijaya mengatakan, kasus pelanggaran lalu lintas itu mendominasi  perkara di PN Kudus selama 2016. “Datanya per 21 Juni, total pelanggaran 16.311 kasus. Jumlah itu belum lagi beberapa waktu lalu yang juga ada penindakan. Sehingga jumlah pasti akan jauh lebih banyak,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, untuk pelanggaran lalu lintas didominasi mereka yang tidak membawa helm, tidak mempunyai SIM dan tidak membawa STNK. Selain itu, spion dan sepeda motor modifikasi yang tidak sesuai juga banyak dijumpai.

Selain perkara pelanggaran lalu lintas, kasus lain yang juga masuk adalah perkara pidana ringan. Pada perkara itu mencapai jumlah 77 perkara yang masuk, 55 perkara yang sudah putus, sisa 22 perkara dan berkas yang diselesaikan sebanyak 45.”Rata-rata didominasi kasus pencurian. Kalau melihat data, selama ini kasus pencurian masih cukup tinggi. Pencurian tersebut adalah pencurian berbagai jenis,” ungkapnya.

Selain itu, perkara pidana anak juga masuk 4 perkara, dengan dua putus, sisa 2 dan minutasi nihil atau masih proses. Sedang perkara pidana berat sebanyak 66 perkara. Sedangkan perkara pidana banding masuk empat perkara, putus tiga perkara, sisa satu dan sudah dikirim satu perkara.”Untuk yang lain nihil, mulai perkara pidana banding anak, perkara pidana kasasi, perkara pidana kasasi anak, perkara pidana PK, perkara pidana grasi dan perkara pidana pra peradilan. Semuanya nihil,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

 

Kemarau Basah di Rembang Bisa Picu Longsor

Warga melintas di depan kantor BPBD Kabupaten Rembang (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Warga melintas di depan kantor BPBD Kabupaten Rembang (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Kepala Seksi Kesiapsiagaan BPBD Rembang Markus Hendrianto, mengatakan di Rembang sampai saat ini masih terjadi hujan dengan intensitas yang bisa dibilang tinggi.

Hal itu disebabkan suhu air laut yang masih tinggi dibanding suhu di darat. Selain itu, perubahan arah mata angin juga mempengaruhi atas perubahan musim yang tidak bisa ditebak.  “Biasanya sudah kemarau. Sebenarnya perubahannya terjadi secara global,” kata dia.

Ia pun mewanti-wanti masyarakat Rembang agar senantiasa mewaspadai atas gejolak alam yang bakal terjadi. Karena, hal itu bisa menyebabkan bencana alam. Seperti tanah longsor maupun banjir bandang. “Contohnya longsor dan banjir bandang yang terjadi di Sale Rembang dan Tempaling, Pamotan beberapa waktu lalu,” ungkapnya.

Hal itu, kata dia, dikarenakan kontur tanah masih becek, yang seharusnya mengering karena musim kemarau akan tetapi terus diguyur hujan. Maka kondisi tanah menjadi labil. “Itu yang bisa menyebabkan tanah longsor,” katanya.

Fenomena tersebut, katanya, lazim disebut kemarau basah. Ia menjelaskan, sudah waktunya kemarau namun hujan masih saja mengguyur. “Kalau orang Jawa bilang udan salah mongso (hujan salah musim),” ujar dia.

Ia pun mewanti-wanti setiap warga Rembang agar tetap waspada dengan kondisi yang ada saat ini. Karena, menurutnya, bencana bisa terjadi kapan saja dengan kondisi iklim yang sangat susah untuk ditebak.

Editor : Akrom Hazami

Lelang Proyek di Grobogan Sampai Triwulan II Hemat Hingga Rp 11,9 Miliar

lelang

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Unit Layanan Pengadaan (ULP) Grobogan yang menangani pengadaan barang dan jasa bisa melakukan penghematan anggaran untuk proyek fisik tahun 2016. Sampai dengan triwulan II ini, tingkat efisiensi anggaran ini bisa mencapai 8,31 persen.

Kabag Pengendalian Pembangunan Pemkab Grobogan Siswanto menegaskan, ada 146 paket pengadaan barang dan jasa melalui Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Secara Elektronik (LPSE) yang sudah dilelangkan hingga triwulan II.

Rincian dari 146 paket itu terdiri dari 138 paket konstruksi, 6 paket barang, dan 2 paket konsultansi.

Besarnya pagu anggaran untuk 146 paket itu senilai Rp 143,4 miliar lebih. Sementara harga pemenang untuk 146 paket itu totalnya hanya Rp 131,5 miliar lebih. Dengan demikian masih ada dana sisa lelang sebanyak 11,9 miliar lebih.

“Jika dipersentasikan, tingkat efisiensi anggaran dari pengadaan barang dan jasa tersebut mencapai 8,31 persen. Dana sisa lelang ini masih ada di kas daerah,” ungkap Siswanto.

Menurutnya, selain 146 paket yang sudah rampung lelang, sampai saat ini masih ada 62 paket dalam proses lelang. Terdiri dari 58 paket konstruksi, 1 paket barang dan 3 paket jasa konsultansi.

Pagu anggaran untuk 62 paket ini sebesar Rp 68,9 miliar. Diperkirakan, pagu sebesar ini tidak akan terserap seluruhnya atau masih ada sisa anggaran.

“Sejauh ini pihak ULP selalu berupaya untuk selalu transparan dalam proses pengadaan barang dan jasa. Harapannya, supaya banyak penyedia barang dan jasa bisa ikut berkompetisi,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

320 Polisi Siaga Amankan Lebaran di Pati

polisi

Petugas Polres Pati melakukan simulasi pengamanan Lebaran di Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Sebanyak 320 polisi disiagakan untuk mengamankan Lebaran di Pati. Dari jumlah 320 polisi, 30 personel di antaranya merupakan Bantuan Kendali Operasi (BKO) Brimob Polda Jawa Tengah.

Ratusan personel tersebut disebar di berbagai lokasi. Salah satunya, pos pelayanan dan pengamanan mudik, pengamanan takbiran, pengamanan salat Idul Fitri, pengamanan lebaran kupatan atau lomban, dan pengamanan antisipasi adanya tawuran.

“Untuk pengamanan antisipasi tawuran, kami siagakan di daerah yang rawan tawuran seperti Sukolilo, Dukuhseti, Jaken dan Batangan. Untuk pengamanan tradisi Lomban, kami siagakan di Juwana dan Tayu,” ungkap Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo, Selasa (28/6/2016).

Ia menambahkan, Ops Ramadniya 2016 juga akan bekerja sama dengan instansi terkait seperti Kodim 0718/Pati dengan 18 personil, Subdenpom Pati 9 personel, Satpol PP 54 personel, Relawan RAPI dan ORARI 18 personel, Dinas Kesehatan 54 personel, Kesbang Linmas, Dishubkominfo dan Pemadam Kebakaran masing-masing 18 personel, serta derek 8 personel.

“Kami juga berkoordinasi dengan pasukan tempur Kompi Senapan C Yonif 410/Alugoro di mana ada sekitar seratus personil di Mako yang on call. Kami berharap di Pati nantinya selalu aman selama Lebaran,” tandasnya.

Editor : Akrom Hazami

Daging Beku Banyak Dijual Pedagang di Pasar Jepara

Bupati Jepara saat melakukan pengecekan di salah satu pasar di Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Bupati Jepara saat melakukan pengecekan di salah satu pasar di Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

MuriaNewsCom, Jepara – Tinggal beberapa hari lagi, Hari Raya Idul Fitri akan tiba, namun  harga daging sapi rata-rata masih jauh di atas Rp 80 ribu per kilogramnya. Tak hanya itu, di lapangan ternyata banyak ditemukan daging beku yang dijual.

“Banyak daging sapi yang warnanya merah, sehingga nampak tidak sehat. Namun setelah diteliti lebih lanjut oleh dinas terkait, yakni Dinas Kesehatan dan Dinas Pertanian dan Peternakan Jepara, ternyata daging hasil disimpan di dalam lemari pendingin. Sehingga, warnanya agak merah kusam, namun tak berbahaya meski memang tak segar,” kata Bupati Jepara Ahmad Marzuqi, Selasa (28/6/2016)

Pihaknya telah melakukan pemantauan di beberapa pasar di Kabupaten Jepara wilayah selatan, mulai dari Pasar Mayong – Kalinyamatan dan Pecangaan. Harga daging di beberap pasar itu, masih berkisar Rp 100 ribu.  Harga tersebut relatif sama dengan harga sebelumnya.  Sementara untuk daging kerbau justru harganya lebih tinggi dan mencapai Rp 114 ribu.  “Namun demikian, ketersediaan di pasaran aman dan barang tersedia dengan cukup,” katanya.

Sementara, untuk daging ayam ras di ketiga pasar yang dipantau tersebut, justru mengalami penurunan harga sebesar seribu rupiah. Jika sebelumnya harga mencapai  Rp 31 ribu, saat ini di ketiga pasar tersebut relatif sama, yaitu Rp 30 ribu per ekornya. Sementara untuk ayam kampung harga tetap Rp 70 ribu hingga Rp 75 ribu.

Demikian pula untuk harga kebutuhan pokok masyarakat, pada dasarnya relatif sama, karena tidak ada kenaikan yang signifikan serta keadaannya cukup tersedia hingga lebaran. “Ketersediaan dan stabilitas harga ini dapat dilihat dari laporan masuk perkembangan harga rata-rata kebutuhan pokok masyarakat dan komoditas strategis di Kabupaten Jepara yang dihimpun Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jepara,” terangnya.

Marzuqi sangat berharap, seluruh masyarakat diharapkan waspada, teliti dan hati-hati. Utamanya jika membeli barang ataupun makanan. “Lihat tanggal kedaluwarsanya maupun tanda-tanda lain yang mencurigakan. Intinya teliti sebelum membeli, karena menjelang hari raya biasanya ada oknum pedagang nakal yang sengaja menjual barang-barang atau makanan tersebut untuk keuntungan pribadi,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Bupati Kudus Tegaskan Mobdin Dilarang untuk Mudik

mobdin
MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus Musthofa memberikan kepercayaan kepada jajarannya untuk bisa menggunakan mobil dinas (mobdin) secara baik. Termasuk juga, agar pejabat pemkab yang membawa mobdin, hendaknya bijak untuk menyikapi aturan larangan membaawa fasilitas itu untuk mudik.

“Sepanjang itu larangan dari pusat, yang ada di daerah pasti tidak akan bisa melakukan. Menariknya saya ingin memberikan kepercayaan pada mereka yang mendapat fasilitas mobil dinas. Mereka bisa bijak menafsirkan aturan yang ada,” katanya.

Dia mengakui tidak semua yang mendapat fasilitas mobil dinas merupakan orang kaya. Tapi, alangkah baiknya jika pejabat bisa memahami aturan pemerintah pusat.

Dengan adanya kepercayaan yang sudah diberikan oleh orang nomor satu di Kudus tersebut, harapannya para pejabat pemkab patuh aturan.

Sepengetahuannya, tahun lalu juga tidak didapati pejabat menggunakan mobdin untuk mudik, atau kepentingan pribadi lainnya.

“Sarana dan prasarana dari pemerintah mereka tahu kegunaannya. Dan sampai saat mereka bisa menempatkan diri, mana kepentingan kedinasan, mana yang merupakan kepentingan pribadi. Oleh sebab itu, saya serahkan kepercayaan itu kepada pejabat yang ada,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Ramadan, Petani di Gebog Kudus Lebih Memilih Panen Padi pada Malam Hari

Beberapa petani saat melakukan panen. Pada Ramadan ini, petani lebih memilih panen pada malam hari (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Beberapa petani saat melakukan panen. Pada Ramadan ini, petani lebih memilih panen pada malam hari (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Masa panen padi untuk musim tanam (MT) II di sebagian wilayah di Kabupaten Kudus tahun ini bertepatan dengan Ramadan. Untuk menyiasati hal itu, sebagian petani melakukan panen pada malam hari.

Seperti halnya di Dukuh Kalilopo, Desa Klumpit, Kecamatan Gebog. Sebagian petani yang pada hari biasa melakukan panen padi pada siang hari, namun, bertepatan dengan Ramadan ini, mereka panen padi pada malam hari.

Salah seorang warga setempat Saifuddin Nawawi (28) mengatakan, panen padi terpaksa dilakukan malam hari, sebab, para buruh panen berpuasa pada siang hari. “Kalau siang hari, pekerja yang panen puasa, makanya dilakukan pada malam hari saat tidak berpuasa,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, pekerja merupakan warga desa setempat. Mereka secara berkelompok memilih tetap berpuasa pada siang hari,dan memanen padi pada malam harinya. Selain alasan puasa, tenaga juga lebih terisi saat malam hari, lantaran sudah berbuka. Proses panen biasanya dimulai Salat Isya.”Kalau pun panen dimulai sore, itu paling ngarit (proses potong padi) saja. Biasanya dilakukan habis Ashar. barulah proses selanjutnya dilakukan pada malam harinya,” ungkapnya.

Ia katakana, panen pada malam hari memang untuk menghindari terik matahari, Apalagi di hamparan sawah yang berjarak beberapa kilometer dari rumah,membutuhkan tenaga yang lebih lagi. Saat panen, penerangan yang digunakan juga seadanya, yakni senter yang terpasang pada kepala untuk menerangi saat panen saja. Itu pun tidak semua pekerja melainkan hanya beberapa saja.

Sementara, untuk proses angkut hasil panen yang sudah terkumpul di sak, dibawa menggunakan sepeda motor. “Kalaupun hujan nggak masalah, mereka yang memilih untuk mengerjakan pada malam hari,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

22 Pemain Ikut Seleksi AS Wedang di Hari Pertama

futsal

Calon pemain AS Wedang melakukan latihan seleksi di hari pertama di United Futsal Stadium.

 

MuriaNewsCom, Kudus – Sekitar 22 pemain ikuti seleksi yang dilakukan klub futsal Kudus, AS Wedang, di United Futsal Stadium, Kudus, Selasa (28/6/2016) sore.

Seleksi dilakukan untuk mempersiapkan tim yang andal. Sebelum nantinya, AS Wedang melaju di Liga Nusantara 2016. Diketahui, AS Wedang mewakili Kudus dalam kompetisi bergensi itu.

Pembina AS Wedang Catur Anggoro Priyo mengatakan, seleksi pemain di hari pertama diikuti 22 pemain. “Yang diundang 29 pemain. Tapi yang datang 22 pemain,” katanya.

Menurutnya, pemain yang tidak datang sudah izin. Mereka masih mempunyai kesempatan untuk mengikuti seleksi di hari berikutnya.
Kendati demikian, pihaknya akan memanfaatkan waktu seleksi itu.Sesuai rencana, mereka melakukan seleksi yang dibagi dalam empat sesi.

Editor : Akrom Hazami

Kakek 75 Tahun di Keling Jepara Tewas Tercebur Sumur

Proses evakuasi yang dilakukan Tim SAR terhadap korban (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Proses evakuasi yang dilakukan Tim SAR terhadap korban (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

MuriaNewsCom, Jepara – Peristiwa nahas menimpa seorang kakek berusia 75 tahun bernama Garisman, warga Desa Keling, Jepara. Garisman tercebur sumur pada Selasa (28/6/2016) sekitar pukul 08.30 WIB dan ditemukan dalam kondisi telah tak bernyawa lagi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun MuriaNewsCom, peristiwa bermula dari pagi menjelang siang tadi, korban dicari oleh menantunya, untuk dikasih makan. Tetapi korban tidak ada di dalam kamar, kemudian dicari lagi ternyata korban di dalam sumur. Diketahui, ternyata kakek tersebut mengalami gangguan penglihatan.

Selanjutnya, menantu korban tersebut meminta pertolongan kepada tetangga, dan informasi sampai ke petugas SAR Jepara, yang selanjutnya dilakukan evakuasi. Korban dapat diangkat dari dalam sumur sekitar pukul 12.25 WIB.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara, Lulus Suprayitno melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik Pujo Prasetyo mengemukakan, korban mengalami gangguan penglihatan, dan kemungkinan saat berjalan ke luar tidak tahu jika ada sumur, sehingga tercebur ke dalam.

 “Dari hasil pemeriksaan dokter, korban mengalami luka sobek di bagian belakang kepala sekitar tujuh sentimeter. Jari kiri terdapat luka lecet tiga sentimeter. Korban memang benar-benar tenggelam di dalam sumur. Jenazah korban kemudian dimakamkan di pemakaman desa setempat,” katanya.

Editor : Kholistiono