Wabup Blora : Tarling Bisa Jadi Ajang Silaturrahmi dan Berbagi

 Penutupan tarling di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora (Dok. DPPKKI Blora)


Penutupan tarling di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora (Dok. DPPKKI Blora)

 

MuriaNewsCom, Blora – Agenda tarawih keliling bersama Bupati dan Wakil Bupati Blora resmi berakhir. Agenda ini resmi ditutup di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora pada Selasa, (28/6/2016) malam. Dalam hal ini, Wakil Bupati Blora Arief Rohman terima kasih atas partisipasi semua pihak.

Menurutnya, acara tersebut sangat positif dan bermanfaat bagi masyarakat sebagai ajang silaturahmi dan berbagi kepada warga tidak mampu. Dirinya berharap ke depannya pelaksanaan tarling bisa lebih semarak, sekaligus menjadi wadah pembinaan mental pegawai dan masyarakat pada umumnya. “Semoga tahun depan bisa meningkat kuantitas dan kualitasnya, untuk itu saya mohon dukungannya semua pihak,” ujarnya.

Tarling bersama Bupati dan Wakil Bupari Blora ini, merupakan agenda tahunan setiap bulan Ramadan. Dalam kesempatan seperti ini, bupati dan wabup tarling ke sejumlah masjid-masjid, sekaligus memberikan santunan kepada yatim piatu dan duafa. Acara ini juga sebagai ajang silaturahmi dan sambung rasa antara umara, ulama dan masyarakat.

Ramadhan tahun ini, tarling dilaksanakan setiap hari Selasa dan Kamis di 4 kecamatan, yakni di Masjid At-Taqwa Desa Jimbung, Kecamatan Kedungtuban, Masjid Baitul Makmur Dukuh Wanutengah, Desa Tempurejo, Kecamatan Bogorejo, di Masjid Al-Muslimun Desa Giyanti, Kecamatan Sambong, dan Masjid Miftahul Jannah Kecamatan Jepon.

Sementara itu, Kabag Kesra Setda Blora Haryanto menyampaikan, tarling tersebut bertujuan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT dan meningkatkan kualitas ibadah bulan Ramadan.

Editor : Kholistiono

 

KPP Pratama Jepara Layani Konsultasi Pembayaran Pajak via E-Billing

  Petugas memberikan informasi pada wajib pajak terkait pembayaran pajak melalui E-Billing (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)


Petugas memberikan informasi pada wajib pajak terkait pembayaran pajak melalui E-Billing (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

MuriaNewsCom, Jepara – Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jepara membuka kelas E-Billing menjelang diberlakukan pembayaran pajak harus via E-Billing. Kelas E-Billing yang melayani konsultasi bagi para wajib pajak (WP) tersebut, tidak perlu menunggu banyaknya jumlah WP yang hadir untuk dilakukan sesi konsultasi dan sosialisasi.

Hal itu disampaikan  Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jepara Endaryono melalui Kasi Waskon I Budi Cahyono. Menurutnya, WP kini bisa melakukan pembayaran pajak lebih mudah melalui E-Billing. Dengan sistem pembayaran ini, Selain lebih mudah, pembayaran pajak melalui E-Biling juga dinilai lebih cepat dan akurat.”Kita buka kelas E-Billing khusus untuk menyampaikan informasi dan tata cara pembayaran pajak melalui E-Billing,” ujar Budi Cahyono kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, E-Billing merupakan cara pembayaran pajak secara elektronik menggunakan kode billing. Itu yang disosialisasikan dan dikonsultasikan kepada WP sebelum aturan kewajiban pembayaran pajak via E-Billing diberlakukan mulai 1 Juli 2016.

“Kami juga lakukan penyampaian informasi terkait E-Blling ini melalui helpdesk. Ada empat petugas di bagian helpdesk setiap harinya. Jika wajib pajaknya satu, dua orang kami lakukan penyampaian informasi melalui bagian helpdesk. Namun jika wajib pajaknya banyak, maka kami arahkan ke kelas E-Billing,” terangnya.

Untuk bisa menyampaikan pembayaran melalui E-Billing, Budi melanjutkan, wajib pajak harus melakukan resgistrasi terlebih dahulu. Ada tiga cara yang bisa dipilih. Mulai dari melalui situs DJP online, internet banking maupun SMS ID Billing.”Khusus untuk registrasi melalui situs DJP online, wajib pajak harus terlebih dahulu memiliki dan melakukan aktivasi E-FIN di Kantor KPP,” terangnya.

Setelah aktif dan memiliki kode billing, wajib pajak bisa melakukan pembayaran melalui bank maupun kantor pos. ”Tidak harus dilakukan di  KPP,” ucapnya.

Ia menambahkan, ke depannya pihaknya juga akan menyediakan perangkat khusus di KPP untuk layanan mandiri bagi wajib pajak. ”Jadi nantinya wajib pajak bisa membuat kode billing sendiri dan melakukan pembayaran secara mandiri melalui mini ATM yang kami sediakan,” imbuhnya.

 

Editor : Kholistiono

 

Ratusan Personel Gabungan Amankan Pemudik di Kudus

bupati

Bupati Kudus Musthofa memeriksa kesiapan personel Operasi Ramadniya di alun-alun setempat (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus Musthofa memeriksa kesiapan personel pengamanan arus mudik Lebaran di alun-alun setempat, Kamis (30/6/2016).

Sekitar 850 orang personel siap. Mereka berasal dari unsur polisi, TNI, BPBD, pramuka, tim medis, dan lainnya.

Dalam apel kegiatan Ramadniya, ini Musthofa berpesan bahwa keamanan itu harus ditingkatkan. Supaya pemudik yang melintasi jalur mudik Kudus bisa aman, nyaman dan tenang. “Biar pemudik nyaman,” kata Musthofa.

Sementara itu, dalam pengamanan arus mudik, personel gabungan itu akan menampati pos mudik yang sudah disediakan di berbagai titik yang ada di Kudus. Termasuk Pos Mudik PR Sukun yang ada di Alun-alun Kudus tersebut.

Di Pos Mudik PR Sukun mempunyai panjang sekitar 25 meter dan luas 6 meter. Dilengkapi pula dengan dua buah AC, ruang tamu dan sebagainya.

Bupati menuturkan, Operasi Ramadniya ini akan dipantau. Mengingat, kondusivitas wilayah Kudus nantinya bisa terjaga.

Kapolres Kudus AKBP Andy Rifai mengatakan, pihaknya akan terus memantau Operasi Ramadniya ini hingga selesai.”Sehingga arus mudik bisa lancar dan aman,” katanya.

Sementara itu disinggung mengenai jalur atau titik kerawanan bagi pemudik, dirinya menuturkan bahwa hal itu terletak di jalur lingkar Kudus Ngembal.

Sementara titik kerawanan laka lantas itu ada di wilayah jalur lingkar Kudus Ngembal hingga Gondoarum (Jekulo). Sebab titik itu merupakan ruas pantura.

Pihaknya akan terus koordinasi demi kelancaran arus mudik di Kudus.

Editor : Akrom Hazami

 

Maling Diduga Nyamar jadi Pencari Rumput Sebelum Beraksi di Rendole Pati

maling 3

Petugas kepolisian melakukan persiapan untuk olah TKP di rumah milik Andi Kusuma yang dibobol maling. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Andi Kusuma (44), warga Perumahan Rendole Blok F RT 7 RW 6, Muktiharjo, Margorejo yang berprofesi sebagai pengacara sudah punya firasat yang buruk bila rumahnya akhirnya dibobol maling dan harta benda berharganya habis dikuras.

“Biasanya ketika bepergian, dua anak saya selalu menolak dan pilih bermain game di rumah. Namun, kali ini keduanya ikut kami. Kalau kedua anak kami di rumah, kami khawatir maling nekat melakukan tindakan brutal,” ujar Andi kepada MuriaNewsCom, Rabu (29/6/2016) malam.

Tak hanya itu, Misnay (34), istri Andi juga sempat curiga dengan tukang pencari rumput di pinggiran rumahnya dalam beberapa waktu terakhir. Sebab, tegalan pinggir rumahnya itu tidak ada rumput untuk pakan ternak. Yang ada hanya semacam tumbuhan kumis kucing.

“Kami juga sempat diingatkan kepada Pak RW untuk hati-hati dengan orang pencari rumput di pinggir rumah saya dalam beberapa waktu terakhir ini. Sebab, di situ tidak ada rumput untuk pakan ternak. Orangnya setengah tua, sekitar 45 tahunan,” ungkap Misnay.

Selang beberapa hari setelah muncul tukang pencari rumput misterius itu, rumah Misnay dibobol maling. Kecurigaan pun sempat muncul pada mobil Avanza putih plat B yang diduga digunakan maling untuk mengangkut barang-barang berharga seperti TV Led dan laptop.

Misnay pun juga terheran-heran, karena gembok pintunya juga hilang. Setelah petugas kepolisian melakukan olah TKP, Misnay kemudian menemukan gembok itu di taman bunga depan rumahnya.

“Kami tidak sengaja temukan gembok itu dibuang di taman bunga depan rumah. Kami langsung telepon kepada petugas kepolisian lagi untuk melakukan proses sidik jari. Kami berharap kawanan pencuri itu bisa segera ditangkap,” harap Misnay.

Editor : Akrom Hazami

 

Baca juga : Pergi Tarawih, Rumah Warga Rendole Pati Dibobol

 

Butuh Biaya Lahiran Istri, Pemuda di Jepara Ini Nekat Curi Burung Cucak Rowo

Pelaku saat diamankan di Mapolres Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Pelaku saat diamankan di Mapolres Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

MuriaNewsCom, Jepara – Kasus kriminal kembali terjadi di wilayah hukum Polres Jepara. Kali ini seorang pemuda bernama Muhammad Yunus (24), warga Desa Sowan, Kecamatan Kedung, Jepara, tertangkap polisi usai melakukan pencurian burung Cucak Rowo di Hotel Asia, Jepara.

Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin mengemukakan, aksi pelaku itu dilakukan pelaku pada 20 Juni 2016, saat menjelang waktu berbuka puasa.”Saat menjelang waktu buka puasa, kondisi lokasi kejadian yakni di garasi Hotel Asia sepi. Petugas jaga di hotel sedang ke luar mencari menu buka puasa,” ujar Samsu saat gelar perkara di Mapolres Jepara, Kamis (30/6/2016).

Menurutnya, diketahuinya aksi pelaku melalui tayangan CCTV yang ada di hotel tersebut. Tak hanya pelaku yang diamankan, tetapi juga beberapa barang bukti seperti burung yang dicuri, sepeda motor dan beberapa alat yang digunakan saat pelaku menjalankannya aksi pencuriannya.”Pelaku dikenakan pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. Ada banyak barang bukti yang diamankan,” katanya.

Sementara itu, dari pengakuan pelaku, ia mencuri karena desakan ekonomi. “Untuk persiapan lahiran istri saya, dan untuk keperluan lain,” ujar Yunus.

Editor : Kholistiono

Keren, Satu-satunya di Indonesia, Video Safety on Bus Diluncurkan Polres Jepara

 Jajaran Satlantas Polres Jepara membagikan CD Video Safety on Bus (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)


Jajaran Satlantas Polres Jepara membagikan CD Video Safety on Bus (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

MuriaNewsCom, Jepara – Video Safety on Bus yang diklaim satu-satunya di Indonesia diluncurkan Polres Jepara. video tersebut dibagikan kepada semua perusahaan bus, terutama perusahaan otobus (PO) bus antarprovinsi di Kabupaten Jepara, Rabu (29/6/2016) petang.

Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin mengatakan, setiap terjadi kecelakaan bus, sering mengakibatkan jatuh korban banyak. Itu lantaran saat terjadi kecelakaan, penumpang terjebak di dalam bus karena tak memahami kondisi bus. Guna menekan korban kecelakaan, terutama penumpang bus, Polres Jepara meluncurkan program Safety on Bus.

“Safety on Bus merupakan tayangan video dan peragaan keselamatan penumpang bus. Di mana, penumpang diberi tahu langkah-langkah yang harus dilakukan ketika bus mengalami kecelakaan,” ujar Samsu Arifin kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, untuk pelaksanaan program ini, yakni sebelum bus berangkat, terutama bus antarkota antarprovinsi, wajib menayangkan dan memperagakan prosedur keamanan di dalam bus. Program ini lazimnya dijumpai pada transportasi pesawat. Di mana, sebelum pesawat take of, pramugari memberikan penjelasan standar keselamatan pada penumpang.

“Di situ ditunjukkan mana pintu depan, mana pintu belakang, dan pintu darurat. Juga ditunjukan cara memecah kaca dengan palu keselamatan serta cara membuka pintu darurat,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengemukakan, selama ini ketika terjadi kecelakaan, bus acap menelan korban banyak dari pihak penumpang. Itu lantaran penumpang terjebak di dalam bus dan tidak tahu bagaimana cara menyelamatkan diri.

Sementara itu, Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Jepara Samsul Arifin mengatakan, selama ini belum ada perusahaan otobus yang memberikan pemahaman keselamatan kepada penumpang sebelum bus berangkat.

“Kelihatannya di Indonesia program ini baru pertama kali. Biasanya perusahaan bus hanya mengajak penumpang berdoa dan memperkenalkan awak bus kepada penumpang sebelum bus berangkat,” beber Samsul.

Nantinya, Safety on Bus menjadi standar operasional prosedur bagi bus AKAP jurusan Jepara – Jakarta sebelum bus berangkat. Setiap bus yang akan berangkat diwajibkan menayangkan dan memperagakan keselamatan di dalam bus. “Apalagi bus Jepara ini terkenal bagus-bagus dan cepat, jadi keselamatan dan kenyamanan penumpang harus menjadi prioritas,” kata Samsul.

Dia menambahkan, jumlah bus jurusan Jepara – Jakarta lebih dari 150 armada. Pada hari-hari biasa, setiap sore sedikitnya 80 bus bertolak dari Jepara ke Jakarta. Pada musim mudik seperti saat ini, jumlah bus yang berangkat membawa penumpang dari Jepara ke Jakarta kurang dari 50 armada.

Editor : Kholistiono

 

Maling Tinggalkan Jejak Rokok Menyala saat Beraksi di Rendole Pati

Andi, pemilik rumah menunjukkan lemari tempat menyimpan emas dan perhiasan yang diobrak-abrik maling. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Andi, pemilik rumah menunjukkan lemari tempat menyimpan emas dan perhiasan yang diobrak-abrik maling. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Andi Kusuma (44), warga Perumahan Rendole Blok F RT 7 RW 6, Muktiharjo, Margorejo dibuat tercengang dengan aksi maling yang menyatroni rumah dan menguras harta benda miliknya, Rabu (29/6/2016) malam.

Selain maling berhasil masuk rumah dengan tidak merusak gembok pada pintu besi miliknya, maling juga sempat merokok saat melancarkan aksinya. “Kami temukan puntung rokok yang masih menyala saat kami mengetahui rumah kami sudah dibobol,” ungkap Andi.

Senada dengan Andi, Ketua RT setempat, Kunardi (49) juga dibikin geleng-geleng kepala. Pasalnya, kompleks perumahan tersebut terbilang cukup ramai dan warganya banyak yang menjadi aparat kepolisian dan TNI.

“Saya kira malingnya adalah komplotan yang sudah profesional. Perumahan ini biasanya kondusif dan cukup ramai. Apalagi, warga sini banyak yang polisi dan tentara. Saya yakin, maling sudah mempelajari kondisi rumah dan keadaan lingkungan, sebelum nekat menguras harta benda milik Andi,” ujar Kunardi.

Ia menambahkan, maling cukup cerdik memanfaatkan momentum saat warga tengah buka dan persiapan Tarawih. Sebab, perumahan tersebut selalu ditutup dengan portal dan dijaga poskamling mulai pukul 10.00 WIB.

“Maling memanfaatkan momentum Tarawih. Kondisi lingkungan cukup lengang. Kondisi pintu besi rumah milik Andi juga tidak rusak sama sekali. Itu bukan maling biasa, tetapi sudah terlatih dan profesional,” imbuhnya.

Atas insiden tersebut, pemilik rumah mengalami kerugian sekitar Rp 45 juta. Sejumlah barang berharga yang diambil maling, antara lain sepeda motor Honda Supra X 125, uang Rp 3 juta, uang pecahan dollar AS sekitar USD 1.100, TV Led, laptop, perhiasan emas yang meliputi gelang, kalung, cincin, hingga batu permata blue saphire.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : Pergi Tarawih, Rumah Warga Rendole Pati Dibobol

 

Pasar Kliwon Kudus jadi Primadona Belanja Pakaian Jelang Lebaran

pasar kliwon

Suasana kios penjualan pakaian di Pasar Kliwon Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus  – Warti (40) warga Kecamatan Kaliwugu, Kudus, ini sengaja pergi ke Pasar Kliwon beserta keluarganya, usai pulang kerja dari tempat kerjanya di satu perusahaan rokok.

Perempuan dua orang anak ini tidak ingin kehabisan pakaian atau keperluan Lebaran lainnya.

“Ya, saya ingin membahagiakan anak-anak dan keluarga. Sebab saya juga ingin membelikan keperluan Lebaran. Baik itu pakaian maupun jajanan untuk persedian Lebaran. THR ini bisa saya manfaatkan untuk keperluan,” katanya.

Dari pantauan MuriaNewsCom di lapangan, ribuan pengunjung Pasar Kliwon juga mayoritas menyerbu kios pakaian. Baik itu pakaian anak-anak hingga orang dewasa.

“Kalau belanja mepet bodo (Lebaran), maka pakaian bagus sudah dibeli orang lain. Saya juga tidak ingin menyia-nyiakan itu,” ujarnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Disertasi Tentang Perlawanan Sedulur Sikep Terhadap Pendirian Pabrik Semen Antarkan Dosen UMK Raih Doktor

Subarkah foto bersama usai sidang doktor di Undip (Istimewa)

Subarkah foto bersama usai sidang doktor di Undip (Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Dosen Universitas Muria Kudus (UMK), Subarkah berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul ‘’Rekonstruksi Kebijakan Pengelolaan Sumber Daya Alam Menuju Terlindunginya Lingkungan Hidup dan Kearifan Lokal: Studi Terhadap Perlawanan Masyarakat Sedulur Sikep atas Kebijakan Pendirian Pabrik Semen di Kabupaten Pati’’.

Disertasi itu dipertahankan dalam ujian terbuka untuk memperoleh gelar Doktor Ilmu Hukum yang digelar Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Undip) di Lantai II Gedung B Program Pascasarjana Jl. Imam Bardjo SH, Rabu (29/6/2016).

Ujian terbuka dipimpin oleh Prof. Dr. Benny Riyanto SH. MH. CN. dan Dr. RB. Sularto SH. M.Hum sebagai sekretaris. Anggota majelis penguji terdiri atas Prof. Dr. Adji Samekto SH, Prof. Dr. Esmi Warrasih Pujirahayu SH. MS, Prof. Dr. Rahayu SH. M.Hum, Prof. Drs. Sudharto P. Hadi MES. PhD, Dr. Rahmat Bowo SH. M.Hum, Dr. Shinta Dewi Rismawati SH M.Hum, dan Dr. Sukirno SH. MH.

Subarkah mengutarakan, disertasinya fokus mencari, menelusuri, dan merekonstruksi kebijakan pemerintah terhadap kawasan karst Sukolilo di Pegunungan Kendeng Utara yang meliputi wilayah Kabupaten Pati, Kabupaten Grobogan, dan Kabupaten Blora.

“Kebijakan pemerintah yang ada sekarang belum memenuhi cita hukum, dengan adanya penemuan realitas penyebab terjadinya konflik pendirian pabrik semen di kawasan karst Sukolilo,’’ ungkapnya.

Tak pelak, Sedulur Sikep dan Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK),  pun menolak setiap bentuk intervensi industrial dan pertambangan yang berdampak pada kelestarian Sumber Daya Alam (SDA) Kendeng Utara. “Mestinya pemerintah dan pemerintah daerah, dalam membuat kebijakan pengelolaan SDA, tetap bersinergi dengan lingkungan hidup dan kearifan lokal,’’ katanya.

Dalam ujian terbuka yang antara lain dihadiri Rektor UMK Dr. Suparnyo SH. MS, sekretaris Yayasan Pembina UMK Drs. Suhari, ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kudus Drs. H. Abdul Hadi M.Pd dan jajarannya, dan Dekan di lingkungan UMK, Subarkah dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar Doktor.

Subarkah dinyatakan lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,58 (sangat memuaskan) dengan lama studi 4 tahun, 9 bulan, dan 28 hari. “Saudara Subarkah mesti bersyukur kepada Allah SWT, karena berhasil menyelesaikan studi doktor ini. Selain itu, juga berterima kasih kepada istri dan anak-anaknya,’’ pesan Prof. Dr. Benny Riyanto SH. MH. CN, ketua sidang yang juga Dekan Fakultas Hukum Undip.

Benny Riyanto menambahkan, dengan keberhasilan menyelesaikan studi doktor ini, bukan berarti selesai tugas dalam bidang keilmuan. “Ini justru sebagai awal,’’ tegasnya dalam ujian terbuka yang dihadiri pula oleh tokoh Sedulur Sikep asal Sukolilo, Gunretno.

Rektor UMK. Dr. Suparnyo SH. MS, mengaku bahagia karena ada satu dosen dipimpinnya yang telah menyelesaikan studi S3. “Dengan bertambahnya Doktor di UMK, semoga makin memperkuat institusi UMK agar lebih baik lagi. Selain itu, dosen-dosen yang sedang menempuh studi S3 juga termotivasi untuk bisa segera merampungkan studinya,’’ katanya.

 

Editor : Kholistiono

Pergi Tarawih, Rumah Warga Rendole Pati Dibobol

maling 1

Petugas kepolisian melakukan olah TKP di lokasi pencurian di rumah warga Perumahan Rendole Blok F RT 7 RW 6, Muktiharjo, Margorejo, Rabu (29/6/2016) malam. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Rumah warga Perumahan Rendole Blok F RT 7 RW 5, Desa Muktiharjo, Kecamatan Margorejo, Pati dibobol maling saat ditinggal untuk menunaikan ibadah tarawih di Masjid Agung Pati, Rabu (29/6/2016) malam.

Andi Kusuma (44), pemilik rumah kepada MuriaNewsCom mengatakan, kejadian itu terjadi pada sekitar pukul 18.30 WIB saat ia bersama istri dan ketiga anaknya berangkat untuk menunaikan ibadah tarawih di Masjid Agung Pati.

Berhubung parkir penuh, Andi memutuskan untuk belanja di ADA Swalayan untuk keperluan Lebaran. Usai pulang sekitar pukul 20.15 WIB, Misnay (34), istri Andi melihat pintu rumah tidak terkunci dan rumah dalam keadaan menyala semua.

“Sebelum berangkat, pintu rumah kami pastikan sudah digembok dan semua lampu dimatikan, hanya satu lampu yang hidup. Setelah kami cek, semua barang-barang berharga kami sudah raib,” tutur Andi.

Berbagai barang berharga yang raib dicuri maling, antara lain sepeda motor Honda Supra X 125, uang Rp 3 juta, uang pecahan dolar Amerika Serikat sekitar US 1.100 (setara Rp 15 jutaan), perhiasan emas seperti kalung, gelang dan cincin, TV led, dan laptop.

Sementara itu, satu sepeda motor Supra Fit yang diparkirkan sejajar dengan Supra X 125 tidak ikut dicuri. “Rumah kami benar-benar diacak-acak. Semua lampu dalam keadaan nyala semua, lemari hingga kamar mandi berantakan,” imbuh Andi.

Tak butuh waktu lama, sejumlah petugas kepolisian datang untuk melakukan olah TKP setelah mendapatkan laporan adanya pencurian di Perumahan Rendole. Kerugian yang diderita Andi diperkirakan mencapai Rp 45 juta.

Editor : Akrom Hazami

 

Ini Syarat Bagi Guru untuk Mendapatkan Bantuan Sosial

Guru-2-e

MuriaNewsCom, Kudus – Tidak semua guru swasta di madrasah dan guru tidak tetap (GTT) di Kudus mendapatkan bantuan sosial. Ada syarat khusus yang harus dipenuhi untuk bisa mendapatkan bantuan sosial tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Joko Susilo mengatakan, syarat pertama yang harus dipenuhi adalah sudah mengajar di sekolah swasta. Sehingga, meskipun menjadi guru di sekolah negeri dengan seratus GTT atau swasta tidak bisa mendapatkannya.”Itu khusus pengajar di sekolah swasta. Yang mengajar minimal dua tahun lamanya. Barulah dapat bantuan ini,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, syarat lain adalah guru yang tidak mendapatkan tunjangan fungsional guru (TFG) dan tunjangan profesi guru (TPG). Jika sudah mendapatkan, maka tidak dapat bantuan sosial  yang bersumber dari APBD tersebut.

Syarat lain adalah dengan cara mengajukan. Untuk pengajuan dilakukan pihak sekolah kepada Disdikpora. Jika data valid, maka proses bisa dilakukan. “Verifikasi tiap tahun dilakukan, dan biasanya pada Juni. Penerima tiap tahun biasanya bertambah dan jumlah bantuan bertambah pula. Soalnya bantuan sudah berjalan mulai 2007 lalu,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

 

Misteri Penampakan Kuntilanak di Kawasan Taman Lumpur Kesongo Blora

f-kuntilanak (e)

MuriaNewsCom, Blora – Keberadaan Lumpur Kesongo yang berada di Area Perhutani KPH Randublatung Blora, terletak di Petak 141 RPH Padas BKPH Trembes, tak lepas dari cerita misteri mengenai asal usulnya, yang dikaitkan dengan Joko Linglung yang menjelma sebagai sosok ular ketika bertapa.

Bahkan, hingga sekarang cerita mistis mengenai Lumpur Kesongo masih cukup kental. Tak jarang, kawasan Lumpur Kesongo menjadi tujuan sebagian orang untuk mengambil pesugihan ataupun ritual lain. Sebagai persembahannya adalah kepala kerbau atau kepala sapi, diletakkan di tempat tersebut.

Kawasan yang sebenarnya memiliki potensi wisata seperti Bleduk Kuwu di Grobogan, kini justru terkesan angker dengan cerita-cerita mistis yang beredar di masyarakat. Seperti halnya yang diceritakan Kristiyono, yang tempat tinggalnya berdekatan dengan kawasan Lumpur Kesongo, tepatnya di Dusun Sucen, Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Blora.

Kristiyono mengaku mendapatkan cerita ini dari Mbah Amat, Juru Kunci Taman Lumpur Kesongo. Semenjak kawasan tersebut menjadi tempat tujuan oleh beberapa orang yang ingin hajatnya dikabulkan, maka tak jarang penampakan-penampakan makhlus halus muncul di tempat tersebut.

“Mbah Amat sudah seringkali menemui penampakan makluk halus seperti kuntilanak dan pocong. Belum lagi suara keluarnya lumpur kecil yang terus menerus membuat suasana Lumpur Kesongo menjadi makin mencekam,” cerita  Kristiyono.

Ditambah lagi, katanya, sebelah barat kawasan Lumpur Kesongo merupakan tempat penguburan PKI pada tahun 1965 yang membuat penampakan makhluk astral semakin banyak ditemui. Banyak korban PKI yang di kubur di kawasan tersebut.

Menurutnya, warga sekitar yang beraktivitas di sekitar Kawasan Lumpur Kesongo seperti bercocok tanam dan mencari kayu bakar, sering menemui penampakan makluh halus, entah itu di siang hari maupun di malam hari. “Jika malam hari, sering dijumpai pocong dan kuntilanak, sementara kalau siang hari sering di jumpai banaspati dan kepala manusia yang terbang berkeliaran. Warga sekitar menyebutnya pepekan,” imbuhnya.

Perlu diketahui, Lumpur Kesongo ini bermula dari legenda Ki Joko Linglung yang datang di kawasan tersebut untuk melakukan pertapaan. Pada pertapaannya itu, Ki Joko Linglung menjelma menjadi seekor ular yang sangat besar. Pertapaan ini memakan waktu bertahun-tahun lamanya, sehingga tubuh ular penjelmaan Ki Joko Linglung tertutup oleh pepohonan dan  tanaman merambat. Berdasarkan pesan sang guru, selama bertapa Ki Joko Linglung dilarang makan, kecuali ada sesuatu yang masuk kedalam mulutnya. Dalam pertapaannya, ular penjelmaan Ki Joko Linglung membuka mulutnya, sehingga terlihat seperti mulut gua.

 Suatu ketika, datanglah sepuluh anak pengembala mengembalakan sapinya di daerah tempat Ki Joko Linglung bertapa.  Tiba-tiba terjadi hujan lebat sehingga sepuluh pengembala itu mencari tempat berteduh. Secara tidak sengaja, salah satu dari sepuluh pengembala tersebut ada yang menemukan gua. Kemudian dia mengajak teman-temannya untuk berteduh di gua yang ditemukannya. Namun satu dari teman mereka tidak mau masuk ke dalam gua tersebut.

Pada saat berteduh, sembilan pengembala tersebut tidak menyadari kalau gua tempat mereka berteduh merupakan mulut dari ular penjelmaan Ki Joko Linglung yang sedang bertapa. Di dalam gua sembilan anak tesebut memukul-mukulkan goloknya ke dinding gua. Karena terkejut dan kesakitan dengan adanya orang yang masuk ke dalam mulutnya, ular jelmaan Ki Joko Linglung pun menutup mulutnya, dan sembilan pengembala tadi pun tertelan ke dalam perut ular penjelmaan Ki Joko Linglung.

Satu teman mereka yang tidak masuk ke dalam mulut gua tersebut kaget melihat kejadian itu. Dan Ki Joko Linglung yang telah kekenyangan setelah memakan sembilan anak pengembala tersebut mengeluarkan air liur dari mulutnya. Hal itu, karena dia telah berpuasa bertahun-tahun lamanya. Air liur Ki Joko Linglung yang jatuh ke tanah  secara menakjubkan menjadi letupan-letupan sumber lumpur yang ke luar dari perut bumi.

Setelah merasa kenyang, Ki Joko Linglung pun kembali melanjutkan proses pertapaannya dengan masuk ke perut bumi. Sumber lumpur yang ke luar dari perut bumi itu, sampai saat ini terus ke luar dengan lokasi yang berpindah-pindah.Pada saat tertentu terjadi letupan yang besar dan berlangsung seharian. Masyarakat sekitar menyakini lokasi lumpur yang berpindah-pindah itu merupakan tempat pertapaan Ki Joko Linglung

Satu anak pengembala yang selamat itu pun pulang ke desanya. Dia kemudian  menceritakan semua kejadian yang dialaminya bersama teman-temannya. Tempat semburan lumpur tersebut akhirnya dinamakan Kesongo atau Pesongo  yang berasal dari kata apesnya cah songgo (sialnya anak sembilan). Dikarenakan cerita tentang kesaktian Ki Joko Linglung dan tempat pertapaannya tersebut berkembang di masyarakat luas, maka tempat ini pun sampai sekarang merupakan tempat yang banyak dikunjungi orang untuk melakukan ritual permohonan berkah kepada Ki Joko Linglung agar diberi kesuksesan dunia.

Kirim cerita mistismu di MuriaNewsCom.

Bisa dikirim ke email red.murianews@gmail.com. Atau ke fanspage MuriaNewsCom, atau via SMS dengan format CERITA MURIA kirim ke : 0878 3136 9213 atau 0857 2942 6988. Kami akan menghubungimu. Kami tunggu ceritamu.

Editor : Kholistiono

 

Cara Polisi Rembang Kurangi Kecelakaan Lalu Lintas

kecelakaan

Kecelakaan lalu lintas yang terjadi di jalur pantura Rembang. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Angka kecelakaan di Rembang yang tinggi membuat Polrs Rembang melalui Satuan Polisi Lalu Lintas melakukan berbagai cara untuk meminimalisiasi kecelakaan.

Kasat Lantas Polres Rembang, AKP Ahmad Ghifar Al Ahfaqsia mengatakan bahwa pihaknya memiliki tiga jurus jitu dalam mengurangi angka kecelakaan di Rembang.

“Kami telah melaksanakan tiga cara sebagai upaya meminimalisir,” jelas dia

Yang pertama, katanya, berupa tindakan preemtif. Yaitu dengan memberikan pemahaman kepada pengguna jalan dan masayarakat akan pentingnya keselamatan lalu lintas. “Selain itu kami juga memasang tulisan-tulisan imbauan di titik-titik yang rawan kecelakaan lalu lintas,” ujar Ghifar.

Selanjutnya, kata dia, berupa tindakan preventif. Yaitu berupa patroli yang dilaksanakan di jalur pantura. Karena memang jalur tersebut yang memakan banyak korban.

“Setiap jalur yang rawan pada waktu-waktu tertentu selalu dilaksanakan kegiatan patroli jalur pantura. Harapannya pengguna jalan bisa berhati-hati,” katanya.

Terakhir, imbuhnya, pihaknya memberikan sanksi tilang kepada pengguna jalan yang melanggar. “Agar para pengguna jalan selalu mentaati aturan lalu lintas. Bila tidak mentaati, akan dilakukan penindakan dengan tilang,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Mantap, Dapat Dana dari Mabes TNI, Kodim Purwodadi Bikin Unit Pengolahan Pupuk

Dandim 0717 Purwodadi Letkol Arh Jan Piter Gurning dan anggota sedang melihat lokasi yang diakan digunakan untuk UPPO. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Dandim 0717 Purwodadi Letkol Arh Jan Piter Gurning dan anggota sedang melihat lokasi yang diakan digunakan untuk UPPO. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Kodim 0717 Purwodadi dalam waktu dekat akan menggelola usaha baru, yakni unit pengolahan pupuk organik (UPPO). Lokasinya, berada di bekas markas Bataliyon 410 di Kelurahan Grobogan, Kecamatan Grobogan.

Dandim 0717 Purwodadi Letkol Arh Jan Piter Gurning mengungkapkan, pembuatan UPPO ini dananya berasal dari Mabes TNI, senilai Rp 275 juta. Sedianya, bangunan untuk UPPO dijadwalkan sudah rampung akhir Juni ini. Tetapi, rencananya mundur hingga pertengahan Juli karena dana tersebut baru cair.

Dijelaskan, di lokasi tersebut nantinya akan digunakan untuk peternakan sapi. Selanjutnya, kotoran sapi yang dipelihara bakal diolah jadi pupuk kompos.

Dalam komplek itu nantinya, ada pula bangunan gudang untuk mengolah kompos dan menampung pupuk organik yang sudah jadi.

“Selain itu, kita rencanakan dalam lahan ini ada kolam lele dan tempat penggilingan padi. Kemudian ada lahan yang akan dimanfaatkan untuk agribisnis. Dengan demikian, tempat ini nantinya bisa dijadikan sarana untuk belajar soal pertanian,” katanya.

Dandim menegaskan, semua upaya yang ada di lahan tersebut diharapkan bisa mendatangkan manfaat. Seperti kotoran ternak sapi bisa dibikin pupuk. Kemudian, kolam lele nantinya bisa dimanfaatkan jadi biogas.

Editor : Akrom Hazami

Pelajar Ini Nekat Jambret Buat Keperluan Lebaran

Pelaku saat diamankan di Mapolsek Kalinyamatan (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Pelaku saat diamankan di Mapolsek Kalinyamatan (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

MuriaNewsCom, Jepara – Peristiwa kejahatan kembali terjadi di wilayah hukum Polres Jepara. Kali ini, empat pelaku penjambretan dalam waktu yang berbeda berhasil diamankan jajaran kepolisian dari Polsek Kalinyamatan, Jepara. Para pelaku mengaku melakukan tindakan kejahatan itu lantaran kebutuhan lebaran.

 Hal itu seperti yang diakui oleh salah seorang pelaku, BTH (18) yang masih berstatus pelajar. Ia mengaku sudah dua kali melakukan penjambretan. Namun untuk kasus ini, ia mengaku terdesak melakukan tindakan kejahatan dengan cara menjambret, lantaran butuh uang untuk memenuhi kebutuhan lebaran yang segera tiba.“Untuk biaya lebaran, membeli kebutuhan-kebutuhan seperti pakaian dan yang lain,” kata pelaku di Mapolsek Kalinyamatan, Rabu (29/6/2016).

 Bambang diamankan bersama YE (16) pada Selasa (18/6/2016) malam usai menjambret Fitria Ramadhani (20) dan Irodah (22) warga Teluk Wetan, Kecamatan Kalinyamatan. Aksi kriminal dilakukan di Jalan Raya Purwogondo-Bandungrejo.

 Setelah peristiwa itu, esok harinya, Rabu (29/6/2016) kasus penjambretan kembali terjadi. Dua pelaku juga berhasil diamankan, yakni Ahmad Ridwan (40) dan Muhammad Irham (23), warga Desa Mayong Lor Kecamatan Mayong.

Sepeda motor Vario bernomor polisi K 6456 MQ milik pelaku diamankan di Polsek Kalinyamatan bersama pelaku untuk diproses hukum. Sedangkan korban yang turut terjatuh mengalami luka lecet dan sempat dirawat di Puskesmas Kalinyamatan.

Editor : Kholistiono

Antisipasi Vaksin Palsu, DKK Kudus Imbau Warga Ambil Vaksin Gratis di Puskesmas

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus dr Aziz Achyar (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Maryata  (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Informasi mengenai beredarnya vaksin palsu akhir-akhir ini cukup gencar menghiasi pemberitaan media. Belum lama ini, beberapa pelaku juga berhasil diamankan oleh pihak kepolisian.

Menyikapi peredaran vaksin palsu itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Maryata mengimbau kepada masyarakat agar dapat memberikan vaksin anaknya di puskesmas atau RSUD Kudus saja. Sebab, vaksin yang berada di RSUD atau puskesmas diklaim asli, lantaran sudah diuji.

“Kalau vaksin dari kami itu asli, sehingga yang di drop dari kami seperti puskesmas juga menggunakan vaksin asli. Selain itu, pasti gratis. Jadi kalau ada yang gratis dan asli kenapa tidak,” katanya kepada MuriaNewsCom, Rabu (29/6/2016).

Menurutnya, vaksin asli yang dimaksud, didrop dari Kementrian Kesehatan, yang bekerja sama dengan Biofarma Bandung. Dan di sana, katanya, vaksin yang dibagikan adalah asli.

Dia menjelaskan terdapat 11 jenis vaksin yang terdapat di DKK. Semuanya digratiskan dan dapat terlayani di semua puskesmas di Kudus. Sedangkan untuk rumah sakit swasta, dia mengimbau agar mengetahui vaksin yang dijual, dan melakukan uji tes, untuk melihat keaslian vaksin yang dijual.”Masyarakat tidak perlu panik terkait vaksin palsu. Sejauh ini di Kudus masih aman, khususnya yang terdapat di puskemas,” ungkapnya.

Yuniati Bodro M, Perwakilan RS Mardi Rahayu menjelaskan, kalau di Mardi Rahayu selama ini belum ada keluhan terkait vaksin yang diberikan. “Jumlahnya ada banyak, dalam waktu dekat ini akan kami tes. Sehingga dapat meyakinkan kalau vaksin tersebut asli,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Pemkab Pati Kucurkan Dana Rp 1,3 Miliar untuk Bangun Tempat Ibadah

Bupati Pati Haryanto memberi pengarahan kepada perwakilan desa yang menerima bantuan untuk pembangunan tempat ibadah di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (29/6/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Bupati Pati Haryanto memberi pengarahan kepada perwakilan desa yang menerima bantuan untuk pembangunan tempat ibadah di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (29/6/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Pemerintah Kabupaten Pati memberikan bantuan senilai Rp 1,3 miliar untuk pembangunan sarana dan prasarana sebanyak 115 tempat ibadah yang tersebar di 87 desa di Pati. Bantuan keuangan yang tertuang dalam SK Bupati Pati Nomor 400/ 1297 Tahun 2016 tersebut bersumber dari APBD Pati 2016.

Masing-masing tempat ibadah mendapatkan bantuan, antara Rp 7,5 juta sampai Rp 15 juta. Dana tersebut dikucurkan untuk 52 masjid, 56 musala, 6 gereja, dan satu vihara.

Sebelum mendapatkan bantuan, masing-masing tempat ibadah dilakukan verifikasi lapangan. Hasil verifikasi kemudian menentukan jumlah besar kecilnya bantuan yang akan dikucurkan.

“Bantuan pembangunan tempat ibadah ini merupakan upaya Pemkab Pati untuk meningkatkan pemberdayaan lembaga keagamaan dan toleransi antarumat beragama. Ini adalah wujud perhatian Pemkab Pati pada masyarakat dalam beribadah. Kalau sarana dan prasarana tempat ibadahnya nyaman dan bersih, ibadahnya juga menjadi lebih khusyuk,” ujar Bupati Pati Haryanto, saat memberikan pengarahan kepada penerima bantuan di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (29/6/2016).

Bupati mengingatkan agar kades dan panitia pembangunan yang hadir dalam pengarahan tersebut bisa memperhatikan dan menaati mekanisme pemberian bantuan. Meski bantuan tersebut bukan berasal dari anggaran hibah, tapi ia mewanti-wanti kepada panitia untuk tetap mempertanggungjawabkan penggunaan bantuan sesuai dengan aturan.

“Mekanismenya memang berbeda dengan tahun lalu di mana pemberiannya melalui hibah. Namun, sekarang sesuai aturan pusat, hibah harus diberikan kepada lembaga berbadan hukum, sedangkan tempat ibadah masih sangat jarang yang berbadan hukum. Karena itu, pemberian bantuan mulai tahun ini melalui pemerintah desa, sehingga tidak menyalahi aturan yang ada,” ucap Bupati.

Bupati juga mengingatkan para panitia pembangunan untuk selalu berkoordinasi dengan kepala desa. Pasalnya, bantuan tersebut disalurkan melalui rekening pemerintah desa supaya syarat administrasi bisa tercukupi. Dengan begitu, dana bantuan bisa segera direalisasikan Bagian Kesra Setda Pati.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Begini Residivis Beraksi Jambret di Perempatan Maling Mati Juwana

jambret 2 e

Pelaku jambret asal Karanglegi, Trangkil diamankan di Mapolsek Juwana karena menjambret di Perempatan Maling Mati Juwana. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – NY (33), warga Karanglegi, Trangkil kembali berurusan dengan polisi setelah melakukan penjambretan di traffict light Perempatan Maling Mati, Juwana, Senin (20/6/2016) lalu.

Padahal, NY tercatat pernah mendekam di penjara lantaran terlibat kasus pencurian sepeda motor. Namun, NY tak pernah kapok dan kembali melakukan tindak kejahatan dengan menjambret.

Kepada polisi, NY mengaku aksi jambret dilancarkan saat lampu merah menyala. Pelaku yang berboncengan mendekatkan sepeda motornya ke samping kanan sepeda motor korban, yakni Sri Hartini (50), pegawai asuransi asal Langenharjo, Juwana.

“Saat itu, korban menuju Pusat Pendaratan Ikan (PPI) Bajomulyo. Dalam tas itu, ada uang tunai senilai Rp 8 juta, dua buah dompet kulit, telepon genggam, satu bendel kuitansi bukti pembayaran, dan polis asuransi,” tutur Kapolsek Juwana AKP Sumarni kepada MuriaNewsCom, Rabu (29/6/2016).

Uang Rp 8 juta tersebut kemudian dibagi untuk kedua pelaku, yakni NY dan satunya AM (40) yang saat ini masih buron. Telepon genggam warna putih dibawa AM, sedangkan barang lainnya, termasuk tas dibuang ke sungai.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

Penjambret di Perempatan Maling Mati Juwana Dibekuk

 

KPP Pratama Jepara Berbagi dan Buka Puasa Bersama Yatim Piatu

Jajaran karyawan KPP Pratama Jepara foto bersama anak-anak, saat buka bersama (MuriaNewsCom/Wahyu KHoiruz Zaman)

Jajaran karyawan KPP Pratama Jepara foto bersama anak-anak, saat buka bersama (MuriaNewsCom/Wahyu KHoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Dalam moment spesial Bulan Suci Ramadan tahun ini, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jepara berbagi kepada puluhan anak yatim piatu dan anak dari keluarga kurang mampu lewat buka puasa bersama, pada Rabu (29/6/2016).

Kepala KPP Pratama Jepara Endaryono mengatakan, kegiatan buka puasa bersama dengan anak yatim piatu dan anak kurang mampu itu juga diikuti oleh jajaran karyawannya. Itu digelar semata-mata ingin berbagi kebahagiaan di bulan yang penuh keberkahan ini.

“Perayaan Hari Raya Idul Fitri semakin dekat, kami ingin berbagi kepada anak yatim piatu dan anak-anak yang kurang mampu, khususnya yang ada di sekitar kami. Lewat buka puasa bersama ini, diharapkan memberikan spirit baik bagi mereka maupun kami untuk terus meningkatkan kualitas hidup,” ujar Endaryono kepada MuriaNewsCom, Rabu (29/6/2016).

Menurutnya, anak yatim piatu dan yang kurang mampu merupakan generasi bangsa yang juga harus diperhatikan. Mereka adalah anak-anak yang kurang beruntung karena ditinggal orang tuanya, dan hidup dalam kesederhanaan.

“Tentu ada nilai-nilai kebaikan yang luar biasa yang dapat kita ambil dari kehidupan anak yatim piatu maupun yang kurang mampu. Apalagi di pekan terakhir bulan Ramadan ini, menjelang hari kemenangan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dalam kesempatan ini memang baru beberapa anak yatim dan anak kurang mampu yang diajak menggelar buka bersama. Diharapkan ke depan dalam menggelar kegiatan serupa dengan peserta lebih banyak lagi. Selain acara buka bersama pada umumnya, juga ada tausiah yang disampaikan orang tokoh masyarakat.

Editor : Kholistiono

 

 

RS di Kudus Siap Layani Pemudik Peserta JKN-KIS

Penandatangan kesepakatan oleh BPJS Kesehatan dengan rumah sakit di Kudus dalam hal pelayanan saat lebaran (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Penandatangan kesepakatan oleh BPJS Kesehatan dengan rumah sakit di Kudus dalam hal pelayanan saat lebaran (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)


MuriaNewsCom, Kudus
– Selama mudik Lebaran, BPJS Kesehatan membebaskan peserta JKN-KIS yang ingin berobat langsung ke rumah sakit. Adanya kebijakan ini, seluruh rumah sakit diharap dapat memberikan pelayanan terbaik kepada pasien.

Menyikapi kebijakan itu, pihak rumah sakit di Kudus, baik itu rumah sakit swasta maupun milik pemerintah siap menampung peserta JKN – KIS. Pihak rumah sakit menyepakati pelayanan yang masih tetap diberikan kepada pemudik mesti tanpa rujukan di tingkat faskes I.

Kesepakatan tersebut oleh pihak rumah sakit, dituangkan dalam penandatanganan saat jumpa pers pagi tadi. Perwakilan rumah sakit yang turut hadir dalam jumpa pers adalah RSUD Loekmono Hadi, RS Mardi Rahayu, RSI Sunan Kudus, RS Aisiyah dan RS Kemala Siwi. Mereka menandatangani kesiapan melayani pemudik peserta JKN-KIS.

Direktur RSI Sunan Kudus dr Farid Nur mengatakan, pihak RSI Sunan Kudus siap melayani pemudik peserta JKN-KIS. Namun agar program ini bisa lebih maksimal, menurutnya dibutuhkan publikasi yang lebih banyak. “Spanduk, baliho dan pamflet harusnya juga disiapkan. Agar para pemudik tahu adanya pelayanan ini,” katanya saat jumpa pers di Kantor BPJS Kesehatan Kompleks Perkantoran Mejobo, Rabu (29/6/2016).

Dia mengatakan, kesipaan juga untuk pelayanan rawat inap. Diyakini saat lebaran nanti banyak rumah sakit yang sepi pasien. Hal itu disebabkan pasien yang meminta pulang terlebih dahulu sebelum lebaran. “Pelayanan sekarang lebih bagus, kalau tahun lalu hanya pasien emergensi saja, namun sekarang pasien non emergensi juga dilibatkan,” ujarnya.

Sayangnya, di RSI Sunan Kudus saat lebaran pertama tidak ada yang piket dokter bedah. Sehingga jika ada kebutuhan untuk bedah tidak dapat terlayani.

Sementara, Direktur RSUD Loekmono Hadi Kudus dr Aziz Achyar menjelaskan, pelayanan tetap buka 24 jam, dan soal kartu BPJS, sebenarnya cukup menggunakan KTP. “Silakan saja datang berobat, KTP dirasa cukup. Dan untuk ruang, memang biasanya cukup longgar, karena mulai banyak yang meminta pulang,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Petani dan Pejabat NTT Belajar Budi Daya Kedelai ke Grobogan

pertanian

Kepala Dinas Pertanian TPH Grobogan Edhie Sudaryanto (kaca mata) sedang menyampaikan pembekalan budidaya kedelai pada rombongan dari NTT. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Pengembangan tanaman kedelai lokal yang dilakukan Dinas Pertanian TPH Grobogan dalam beberapa tahun terakhir ternyata mengundang minat petani di sejumlah daerah.

Tidak hanya daerah sekitar, ada pula petani dari Nusa Tenggara Timur (NTT) yang belum lama ini menyempatkan berguru soal kedelai di Grobogan.

“Petani NTT yang datang kesini berasal dari Kabupaten Sumba Tengah. Kedatangan mereka ini didampingi Kabid Kelembagaan dan Pengembangan Lahan Dinas Pertanian Sumba Tengah, Bapak Simor B Luji. Selain petani dan ketua kelompok tani, dalam rombongan itu juga terdapat kepala desa dan camat. Total rombongan berjumlah 30 orang,” ungkap Kepala Dinas Pertanian TPH Grobogan Edhie Sudaryanto.

Menurut Edhie, kedatangan rombongan dari wilayah Indonesia timur itu bertujuan untuk belajar tentang budi daya kedelai lokal. Selain itu, mereka juga belajar cara pengolahan kedelai menjadi beberapa produk makanan dan minuman. Seperti susu kedelai, tempe, tahu, dan aneka makanan ringan dari bahan kedelai.

Rombongan ini melakukan studi banding selama dua hari yang ditempatkan di Rumah Kedelai Grobogan (RKG) di Desa Krangganharjo, Kecamatan Toroh. Selama berada di RKG, mereka mendapat bimbingan dan mempelajari budi daya kedelai lokal. Rombongan ini bisa melihat proses produksi tempa higienis dan beragam makanan ringan dari bahan kedelai.

“Selama berada di sini, kita bantu semaksimal mungkin apa yang dibutuhkan tamu kita dari NTT ini. Terus terang, saya merasa kaget sekaligus bangga ada rombongan petani dari jauh yang memilih Grobogan sebagai lokasi belajar budi daya kedelai. Harapan saya, apa yang didapat dari sini bisa secepatnya diaplikasikan di NTT khususnya di Sumba Tengah,” cetus Edhie.

Editor : Akrom Hazami

 

Hore….Ribuan Guru Madrasah dan GTT Terima Bantuan Sosial

f-guru

MuriaNewsCom, Kudus – Ribuan guru madrasah dan guru tidak tetap (GTT) di sekolah swasta mendapatkan bantuan sosial tahun ini. Berbeda dari tahun sebelumnya yang pencairannya dilakukan dua tahap pada pertengahan tahun dan akhir tahun, pada tahun ini pencairan dilakukan sekaligus sebelum lebaran.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Joko Susilo mengatakan, bantuan sosial tersebut diambilkan dari APBD Kabupaten. Pencairan dimulai pada hari ini sebagai tahap awal, dan besok untuk tahap kedua.”Bapak Bupati menghendaki pencairan dilakukan sekaligus. Jadi kami bagi pencairan dalam dua tahapan di Juni ini,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Pencairan bantuan sosial ini dilakukan di Pendapa Kudus mulai siang tadi sekitar pukul 11.00 WIB, dan dilanjutkan besok di tempat yang sama.

Ia katakana, untuk guru swasta, total yang mendapatkan adalah 3.876 guru. Mereka semuanya adalah pengajar di madrasah, mulai dari RA, MI, MTs dan MA. Jumlah bantuan yang diterima tiap guru adalah Rp 1,5 juta yang dibagikan hari ini dan besok.Sedangkan untuk GTT, jumlah yang menerima adalah sebanyak 1.295 dengan nominal yang sama, yakni Rp 1,5 juta.

Editor : Kholistiono

 

Ibu TKI Asal Gabus Pati Pingsan Berkali-kali Usai Dikabari Anaknya Tewas di Korsel

Jpeg

Eko, kakak kandung korban tengah menceritakan kabar meninggalnya Sutejo Wibowo kepada wartawan. (MuriaNewscom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – TKI asal Desa Gabus RT 1 RW 2, Kecamatan Gabus, Sutejo Wibowo dikabarkan meninggal dunia di kamar apartemennya di Kota Ansan, Korea Selatan.

Kabar dari Korea itu berhembus ke Pati pada Selasa (28/6/2016) malam. Eko Susilo, kakak kandung korban tidak percaya begitu saja dengan kabar tersebut. Namun, ia percaya setelah beberapa teman korban mengabarkan hal serupa, termasuk Kementerian Luar Negeri RI.

“Tidak ada firasat apapun. Tiba-tiba dapat kabar adik meninggal. Ibu beberapa kali pingsan mendengar kabar duka itu. Kami masih menunggu hasil autopsi dan berharap jenazah segera tiba di rumah duka,” ungkap Eko kepada MuriaNewsCom, Rabu (29/6/2016).

Bahkan, sejumlah foto Sutejo yang dipajang di rumah disembunyikan. Hal itu untuk mengurangi rasa duka mendalam dari keluarga korban.

“Foto-foto yang dipajang disembunyikan semua, biar keluarga tidak menangis terus. Terus terang, Sutejo meninggal mendadak. Kami rasanya tidak percaya,” kata Eko.

Tercatat, Sutejo berangkat ke Korea pada 2008 dan pulang ke Tanah Air pada 2013. Sutejo kemudian berangkat lagi ke Korea pada 2014 dan rencana pulang ke rumah pada 2019 mendatang.

Namun, anak keempat dari lima bersaudara ini harus menghembuskan napas terakhir sebagai pahlawan devisa negara, sebelum pulang ke kampung halaman. Sumi, ibu korban dan beberapa kerabat tak henti-hentinya meneteskan air mata.

Editor : Akrom Hazami

 

Baca juga : TKI Asal Gabus Pati Mendadak Tewas di Korea Selatan

 

 

58 Orang Tewas di Jalur Pantura Rembang

tewas

Kecelakaan lalu lintas yang terjadi di jalur pantura Rembang. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Sebanyak 58 jiwa tewas  di tempat akibat kecelakaan lalu lintas di sepanjang jalan raya yang ada di Kabupaten Rembang. Jumlah tersebut terhitung sejak 01 Janauri 2016 sampai 29 Juni 2016.

Sedangkan untuk korban luka ringan sampai saat ini terhitung sebanyak 286 orang. Sementara, untuk luka berat hanya 1 orang.  Secara kumulatif, di Rembang sendiri sampai saat ini terhitung sebanyak 244 kali kecelakaan lalu lintas. Dari jumlah kecelakaan tersebut, terhitung kerugian material sebanyak Rp 287.985.000.

Kasatlantas Polres Rembang, AKP Ahmad Ghifar Al Ahfaqsia mengaku, mayoritas kecelakaan yang terjadi di Rembang memang terjadi di jalur pantura Rembang. Yang mana jalur yang mengular mulai dari Kaliori hingga Lasem dengan jarak kurang lebih 60 kilometer tersebut banyak memakan korban jiwa maupun luka.

Berdasarkan penjelasannya, mayoritas penyebab kecelakaan yang terjadi di Rembang disebabkan oleh faktor human error (kesalahan manusia). “Cenderung (penyebabnya) faktor manusia,” jelas dia.

Sedangkan, dari jumlah tersebut dapat dipastikan akan naik hingga akhir tahun. Hal itu dikarenakan Rembang sebagai salah satu kabupaten yang dilintasi jalur pantura. Jalur itu mempunyai kesibukan yang tidak pernah ada hentinya selama 24 jam.

Editor : Akrom Hazami