Bupati Grobogan Diharapkan Setegas Walkot Surabaya Risma

buka

Kegiatan buka puasa bersama di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan  – Ketua MUI Grobogan Hamzah Matni merasa prihatin dengan kondisi Grobogan saat ini. Hal ini terkait dengan maraknya tempat hiburan karaoke di berbagai lokasi.

Pernyataan itu dilontarkan Hamzah saat menyampaikan tausiah dalam acara buka bersama ulama dan umaro di pendapa kabupaten, Kamis (30/6/2016).

“Seperti kita tahu, karaoke ini marak di mana-mana. Dari berbagai arah menuju Kota Purwodadi ada karaoke. Ini sangat memprihatinkan,” katanya.

Terkait dengan kondisi itu, Hamzah meminta agar keberadaan karaoke itu bisa ditutup. Sebab, tempat hiburan itu lebih banyak mendatangkan dampak negatif bagi masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Hamzah juga mendoakan agar Bupati Grobogan Sri Sumarni diberi kekuatan dan ketegasan. Seperti yang dimiliki Walikota Surabaya Risma.

“Beberapa waktu lalu, kami sempat bersilaturahmi dengan Bu Risma di Surabaya. Kami banyak mendapatkan masukan dan cerita dari beliau dalam memimpin Surabaya. Kami doakan, pemimpin Grobogan juga bisa seperti itu,” katanya.

Sementara itu, Sri Sumarni menyatakan, dalam memimpin Grobogan dirinya butuh dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya dari kalangan ulama.

“Terima kasih atas masukan yang disampaikan. Saya berharap selalu dapat dukungan dari ulama. Soal karaoke saya sudah perintahkan agar ditangani dengan tegas. Sebab, karaoke yang ada ini ternyata sudah tidak punya izin,” cetusnya.

Editor : Akrom Hazami

41 Dokter Jaga RSUD Kudus Siaga Selama Libur Lebaran

 Direktur RSUD dr Loekmono Hadi Kudus dr Aziz Achyar (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)


Direktur RSUD dr Loekmono Hadi Kudus dr Aziz Achyar (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sebanyak 41 dokter jaga di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Loekmono Hadi Kudus sudah disiagakan selama libur lebaran. Mereka akan siap melayani masyarakat yang berobat ke RSUD Kudus.

Direktur RSUD dr Loekmono Hadi Kudus dr Aziz Achyar mengatakan, 41 dokter tersebut terbagi dalam beberapa kategori, mulai dari spesialis hingga umum. Semuanya siap dan menyanggupi untuk piket selama lebaran.

“Bahkan dokter bedah dan otopedi juga siaga selama libur lebaran. Meraka bahkan ada yang siap berjaga selama 24 jam, jadi sewaktu-waktu dipanggil, mereka akan langsung melaksanakan tugasnya,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, dia sendiri yang sudah memanggil para dokter tersebut. Meski ada yang mengatur jadwal, namun pelayanan dapat dilakukan oleh dokter lainnya. Sehingga, pelayanan di rumah sakit akan tetap berjalan selama libur lebaran.

Selain dokter, perawat juga disiagakan selama 24 jam. Model yang digunakan tetap sama yakni dengan model tiga shift setiap harinya. “Yang pasti, kami siap melakukan tugas selama lebaran,” katanya.

Editor : Kholistiono

Daging Gelonggongan Masuk Grobogan

Petugas dari Disnakan memeriksa bawaan pedagang dari luar daerah yang akan berjualan di Pasar Pagi Purwodadi, Kamis dini hari. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Petugas dari Disnakan memeriksa bawaan pedagang dari luar daerah yang akan berjualan di Pasar Pagi Purwodadi, Kamis dini hari. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Menjelang Lebaran, petugas dari Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Grobogan menaruh perhatian serius pada kemungkinan masuknya daging gelonggongan di wilayah tersebut.

Bahkan, sebagai langkah antisipasi, petugas dari Disnakkan sempat ngepos di perbatasan kota untuk mencegat masuknya daging gelonggongan dari luar daerah.

Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Disnakkan Nur Ahmad Wardiyanto menyatakan, selama puasa, pihaknya sudah beberapa kali melakukan kegiatan untuk mengantisipasi adanya peredaran daging gelonggongan.

“Selama ini, daging gelonggongan ini selalu dipasok dari luar daerah. Dalam kegiatan ini, kita melibatkan Polres, Dinkes dan Satpol PP,” ujarnya.

Menurutnya, selama melangsungkan kegiatan, pihaknya belum menemukan adanya pemasok daging gelonggongan di sejumlah pasar di kawasan kota. Namun, sempat ada pedagang jeroan sapi yang diminta tidak menjual barang bawaannya. Sebab, kondisi jeroannya sangat berair dan mulai tercium bau busuk.

Saat petugas meminta surat-surat kelengkapan dari bagian hewan yang dijual itu, pedagang yang mengguanan motor tidak bisa menunjukannya. Akhirnya, petugas meminta pedagang itu untuk kembali dan tidak menjual jeroan yang dibawanya tersebut.

“Kalau jeroan itu diambil dari rumah potoh hewan (RPH), pasti pedagang ini bisa menunjukan surat keterangan dari tempat itu. Karena tidak ada surat dan kondisi dagangannya tidak bagus maka kami minta untuk balik kanan. Kami mengimbau kepada masyarakat agar lebih teliti ketika membeli daging dipasar,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Warga Pengampon Menganti Gresik Peringati Nuzulul Quran

Warga Dusun Pengampon, Desa/Kecamatan Menganti, Gresik, Jawa Timur menggelar Peringatan Nuzulul Quran bersama PR Sukun (Istimewa)

Warga Dusun Pengampon, Desa/Kecamatan Menganti, Gresik, Jawa Timur menggelar Peringatan Nuzulul Quran bersama PR Sukun (Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Warga Dusun Pengampon, Desa/Kecamatan Menganti, Gresik, Jawa Timur menggelar Peringatan Nuzulul Quran bersama PR Sukun, Rabu (29/6/2016) malam di Masjib Baitul Falah Menganti Gresik.

Tidak dihadiri ratusan warga, peringatan tersebut juga semakin khidmad dengan kepedulian antarsesama melalui santunan ke anak yatim dan fakir miskin. Selain itu juga diisi tausiyah dari KH Achmad Mujayyid dari Malang. Dalam kesempatan tersebut, kiai kharismatik itu juga sempat menyinggung amal jariyah saat malam Nuzulul Quran.

Sekretaris Panitia Nuzulul Quran Supriyadi mengatakan, peringatan Nuzulul Quran bersama anak yatim dan fakir miskin memang sudah menjadi agenda rutinan sejak tahun 1992. Mulanya, peringatan hanya dilakukan seadanya. Tapi setelah berjalan, banyak warga yang antusias dan berkembang hingga pemberian santunan anak yatim.

Alhamdulillah tahun ini banyak dermawan yang berpartisipasi. Baik dari masyarakat Pengampon ataupun dari luar. Karena itu, tahun ini ada sekitar 12 anak yatim yang mendapat santunan dan bingkisan,” katanya.

Hanya, ia tidak mengetahui berapa jumlah uang yang ada di amplop tersebut. Ini lantaran pihak panitia hanya dititipi amplop berisi uang dari sejumlah warga untuk dibagikan ke anak yatim dan fakir miskin.

”Kalau untuk jumlah uang di amplop, kami tidak tahu. Sebagian warga yang menyisihkan hartanya sudah menyiapkan shodaqohnya di beberapa amplop. Karena itu kami hanya memberikan ke anak yatim dan fakir miskin,” terangnya.

Editor : Kholistiono

 

Arsitektur Masjid Kuno di Kudus Bikin Dunia Terpikat

 Warga melintas di depan Langgar Bubrah Kudus, yang menarik minat wartawan Inggris untuk menelitinya. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Warga melintas di depan Langgar Bubrah Kudus, yang menarik minat wartawan Inggris untuk menelitinya. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Ternyata Kabupaten Kudus menyimpan kekayaan budaya. Di Kabupaten ini terdapat banyak sekali masjid-masjid kuno dengan desain yang unik. Yakni menggabungkan kebudayaan dua agama, yakni Islam dan Hindu.

Keberagaman dan keindahaan Kudus ini pula, yang membuat salah satu wartawan dari Inggris, terpikat dan mencoba menguak masjid-masjid kuno tersebut.

Wartawan tersebut bernama Lyden, yang bertugas untuk salah satu koran yang terbit di Inggris. Sekretaris Juru Pelihara Bangunan Bersejarah Kudus, Fahmi Yusron, mengatakan, kedatangan wartawan Inggris ke Indonesia terjadi saat masih dijajah Belanda.

Wartawan itu tertarik untuk menguak rahasia sejumlah masjid kuno. Di antaranya Masjid Menara Kudus, Langgar Bubrah, maupun masjid-masjid lainnya di Kudus. Masjid-masjid itu kental akan nilai toleransinya. “Dia merupakan wartawan dari Inggris. Sengaja datang untuk menguak rahasia masjid-masjid di Kudus,” katanya, Kamis (30/6/2016).

Leyden juga disebut-sebut sangat tertarik dengan rahasia ajaran Sunan Kudus, dalam menyebarkan Islam. Sehingga ingin menelitinya lebih lanjut.

“Selain dianggap sebagai kota santri, Kudus juga mempunyai magnet tersendiri bagi wartawan luar tersebut. Yakni di Kudus bisa terdapat berbagai umat beragama, yang hidup berdampingan secara rukun, damai dan saling menghormati,” tuturnya.

Di Kudus memang terdapat bebagai macam suku, mulai dari Jawa, Tionghoa, maupun Arab. Mereka bisa hidup berdampingan dengan memeluk agamanya masing-masing.

Dia menambahkan, dari 125 situs atau sejarah Islam yang ada di Kudus, rata-rata tidak semuanya bisa terkuak oleh wartawan tersebut.

“Sebab untuk menguak sejarah kota Islam ini, harus seseorang yang mempunyai ilmu ma’rifat yang mumpuni. Sebab kota ini atau bangunan-bangunan sejarah Islam yang di Kudus semuanya adalah peninggalan wali yang memang diijabahi oleh Allah SWT. Dan itupun belum tentu bisa dilakukan oleh orang biasa untuk menguaknya,” tambahnya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Bupati Jepara Ledakkan Mercon di Mapolres Jepara

 Bupati Jepara Ahmad Marzuqi melempar botol miras (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)


Bupati Jepara Ahmad Marzuqi melempar botol miras (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

MuriaNewsCom, Jepara – Bupati Jepara Ahmad Marzuqi bersama forum kordinasi pemerintah daerah (forkopinda) melakukan pemusnahan botol minuman keras (miras) di di belakang Mapolres Jepara pada Kamis (30/6/2016). Selain botol Miras, Marzuqi juga melempar petasan pada kubangan yang telah dinyalakan api sehingga terdengar suara ledakan kecil berkali-kali.

Miras dan petasan yang dimusnahkan tersebut merupakan hasil sitaan selama Operasi Pekat Candi 2016 tahap kedua oleh jajaran Polres Jepara. Polisi berhasil mengungkap 11 kasus dengan barang bukti, total 264 botol miras resmi dan 4.111 liter miras tradisional dan oplosan. Rinciannya, 104 liter miras oplosan dan 3.618 liter miras gingseng, ciur dan arak. Para tersangka sebanyak 8 orang telah diproses dan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri dan beberapa sudah disidangkan di Pengadilan Negeri Jepara.

 Untuk petasan, ada ratusan ribu petasan berbagai jenis. Terdiri dari petasan jenis lombok 23.440 buah, petasan sesdor 1.650 buah, petasan duduk 962 buah, petasan jenis wajik 984 buah, petasan jenis korek 74.800 buah, petasan rawet 50.000 buah, petasan korek 100.000 buah, petasan dos besar 500 buah.

 “Fenomena miras ini seperti gunung es. Masih banyak yang belum terungkap dan tertangkap pelakunya. Jadi harus diwaspadai. Sedangkan petasan, memang sudah lama saya tidak main petasan, ini bisa memusnahkan petasan dengan cara melempar dan meledakkannya,” ucap Marzuqi dengan nada santai.

 Usai pemusnahan miras tersebut, bupati juga menyinggung masalah Pilbub 2017. Dirinya memastikan tidak mencalonkan diri sebagai Bupati Jepara pada periode yang akan datang. Alasannya, ia tidak ingin memecah pegawai dan juga kader partai yang telah menyatakan mendukung Subroto (Wakil Bupati Jepara) sebagai Bakal Calon Bupati Jepara pada Pilbup 2017 mendatang.

 “Saya memilih untuk mendukung penuh beliau (Subroto-red) sebagai Bakal Calon Bupati Jepara di Pilbup 2017 nanti. Ini juga menjadi cara agar persatuan di tubuh partai PPP tetap terjaga,” terangnya.

 Ketika disinggung mengenai tekanan dari pihak lain agar dirinya tidak mencalonkan diri, Marzuqi tak memberikan jawaban. Ia hanya menegaskan bahwa pilihannya untuk tidak mencalonkan diri lagi adalah pilihan terbaik.

Editor : Kholistiono

Polres Kudus Larang Takbir Keliling

Takbir keliling dengan arak-arakan di salah satu daerah beberapa waktu lalu. Tahun ini, Polres Kudus melarang takbir keliling (MuriaNewsCom)

Takbir keliling dengan arak-arakan di salah satu daerah beberapa waktu lalu. Tahun ini, Polres Kudus melarang takbir keliling (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Polres Kudus mengimbau masyarakat agar tidak menggelar takbir keliling saat malam Hari Raya Idul Fitri. Polisi menyarankan, masyarakat sebaiknya menggelar takbir di masjid atau di musala di wilayahnya masing-masing.

Menurut Kasat Lantas Polres Kudus AKP Aron S,  takbir keliling menggunakan mobil, motor atau kendaraan lain dengan berkonvoi di jalan malah berpotensi menimbulkan masalah. Selain rawan terjadi kerusuhan, juka berpotensi mengganggu pengguna jalan lain, kecelakaan lalu lintas, tawuran dan berbagai hal lain.

“Selain untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, (larangn takbir keliling) juga untuk menjaga keamanan dan kondusifitas selama malam takbiran. Daripada takbiran sambil konvoi, akan lebih bagus jika takbir digelar di masjid atau musala,” kata Kasat Lantas.

Sementara itu, Kepala Kesbangpol Kudus Djati Sholechah menjelaskan, potensi gesekan antarwarga cukup tinggi dan bisa berdampak terhadap kondusifitas keamanan. Sehingga saat malam lebaran, masyarakat diminta agar tetap merayakan di kampung masing-masing.

“Kalau sampai terjadi gesekan bisa bahaya, itulah yang disikapi agar lebih baik berada di daerah masing -masing. Sebab jika terjadi gesekan antarwarga, maka urusan bisa sangat panjang. Kami berharap, masyarakat bisa menjaga situasi yang kondusif, sebab, momen lebaran adalah momen saling memaafkan, bukan saling melakukan gesekan,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

Ratusan Warga Pati Antusias Ikuti Tes Tertulis PPK KPU

PPK

Sejumlah peserta tampak antusias mengerjakan soal tes tertulis PPK di SMK Negeri 1 Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Sebanyak 265 warga Pati yang mendaftarkan diri sebagai calon Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) mengikuti tes tertulis yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pati di SMK Negeri 1 Pati, Kamis (30/6/2016).

Mereka yang ikut berasal dari 21 kecamatan yang ada di Kabupaten Pati. Dari 286 peserta yang dinyatakan lolos administrasi, 21 orang di antaranya tidak mengikuti tes tertulis hari ini.

“Kalau lolos tes tertulis, nanti mereka akan mengikuti tahap wawancara. Pada masing-masing kecamatan nantinya akan diambil lima orang PPK. Pada tahap ini, kami ambil 10 orang untuk nantinya ikut wawancara dan terakhir disaring menjadi lima orang,” ujar Ketua KPU Pati Much Nasich.

Dalam melaksanakan tes tertulis, KPU memberikan soal dengan model pilihan ganda sebanyak 50 soal. Satu soal nilainya dua, sehingga nilai tertinggi adalah 100.

Jumlah dan materi soal diambil berdasarkan UU Nomor 1 Tahun 2015 dan perubahan UU Nomor 8 Tahun 2015 yang berisi tentang seleksi penyelenggara Pilkada. Materi yang diujikan, salah satunya berisi soal pengetahuan dan tupoksi pemilu, tupoksi PPK, verifikasi dukungan calon independen, pemutakhiran data pemilih, pemungutan dan penghitungan, serta rekapitulasi hasil suara.

Peserta tampak antusias mengerjakan soal, mulai dari pukul 09.00 WIB sampai 11.00 WIB. 30 menit digunakan untuk persiapan, sedangkan waktu untuk mengerjakan soal selama 90 menit.

“Dari 265 yang mengikuti ujian tertulis, 114 peserta merupakan laki-laki dan 51 peserta di antaranya perempuan. Kami akan umumkan hasil tes pada 2 Juli 2016 mendatang. Mereka yang lolos akan mengikuti seleksi wawancara,” tutur Nasich.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Jumlah Pengusaha yang Dilibatkan di Pasar Murah Grobogan Kurang

pasar murah

Puluhan warga antusias membeli aneka sembako dalam pasar murah di halaman Setda Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Bupati Grobogan Sri Sumarni meminta agar jumlah pengusaha yang dilibatkan dalam kegiatan pasar murah tahun depan diperbanyak. Hal itu perlu dilakukan agar pelaksanaan pasar murah bisa lebih semarak dan barang yang ditawarkan makin beragam.

“Pelaksanaan pasar murah sepanjang bulan puasa tahun ini saya nilai sudah cukup bagus. Hanya, jumlah pengusaha dan UMKM perlu diperbanyak agar makin ramai dan masyarakat lebih terbantu dalam mendapatkan barang dengan harga murah,” tegas Sri saat menutup pelaksanaan pasar murah di halaman Setda Grobogan, Kamis (30/6/2016).

Sri menyatakan, kegiatan pasar murah yang digelar setiap bulan puasa dinilai cukup bagus. Sebab, kegiatan tersebut sedikit banyak bisa membantu warga kurang mampu. Soalnya, warga kurang mampu bisa membeli beragam kebutuhan pokok dengan harga murah.

“Kegiatan pasar murah saya nilai banyak sisi positifnya dan mengena buat masyarakat. Oleh sebab itu, program ini perlu terus dilanjutkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kabag Perekonomian Pemkab Grobogan Anang Armunanto menambahkan, sepanjang bulan puasa ini akan digelar pasar murah di 20 titik. Yakni, di setiap kecamatan yang jumlahnya 19 dan satu titik terakhir di halaman setda.

“Kegiatan pasar murah dimulai Kamis (9/6/2016) lalu di Desa Tambakan, Kecamatan Gubug. Pasar murah merupakan agenda rutin tiap tahun saat bulan puasa,” katanya.

Menurut Anang, dalam kegiatan ini, pihaknya mengalokasikan 60 ton beras untuk pelaksanaan kegiatan pasar murah. Selain beras, ada beberapa kebutuhan pokok lainnya. Yakni, 14.400 liter minyak goreng, 16 ton gula pasir, sirup 8.000 botol, telur 6 ton, dan mi instan sebanyak 40.000 bungkus.

Selain dari pemkab, kegiatan ini juga didukung berbagai pihak lainnya yang ikut pula membuka stand. Yakni, dari organisasi wanita, seperti PKK, dharma wanita, HKTI, BUMD dan asosiasi UMKM.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Pemdes Banyudono Rembang Peras Pengusaha Jutaan Rupiah

peras

Salah satu tempat usaha yang ada di Desa Banyudono, Kecamatan Kaliori, Rembang. Pengusaha di desa ini ditarik dana sumbangan dari pemdes dengan nomoinal yang beragam. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Pemerintah Desa (Pemdes) Banyudono diduga telah melakukan pemerasan kepada pengusaha di desanya.

Dalihnya, permintaan uang itu dinamai hibah. Hal itu membuat pengusaha setempat menolak. Diketahui, setiap pengusaha di desa itu, dimintai sumbangan hingga puluhan juta rupiah per tahun.

Pemdes setempat menyebut dana sumbangan yang akan dikumpulkan dari para pengusaha itu, sebagai dana hibah. Setiap pengusaha di desa itu wajib memberikan dana hibah kepada pemdes, setiap tahunnya. Bahkan toko kelontong hingga kos-kosan, pemiliknya juga diminta untuk memberikan hibah.

Berdasarkan data yang dihimpun, ada 30 pengusaha yang didata pemdes dan dimintai untuk memberikan dana hibah. Setiap pengusaha dibebani dana hibah yang bervariasi, mulai dari yang terkecil Rp 500 ribu per tahun, hingga yang terbesar Rp 75 juta per tahun.

Contohnya, Agus Dwi yang mempunyai usaha kos-kosan, harus membayar Rp 500 ribu. Beda halnya dengan Rintaningsih, yang merupakan pemilik toko bangunan Pojok 4, dibebani hibah Rp 5 juta. Toko kelontong dibebani hibah sekitar Rp 2 juta, hotel Rp 10 juta, minimarket modern Rp 20 juta.

Dan tiga perusahaan besar di desa itu, pemiliknya masing-masing dijatah memberikan bantuan sebesar Rp 75 juta. Tiga perusahana itu yakni Indo Seafood, Sinar Mutiara Abadi, dan PT Sampurna Rasa. Indo Sefood dan PT Sampurna Rasa merupakan milik satu orang.

Para pengusaha itu telah dikumpulkan pada Sabtu 25 Juni 2016 lalu, di Balai Desa Banyudono. Namun tampaknya belum ada kesepakatan mengenai hal ini. Para pengusaha merasa keberatan, dan menganggap kebijakan ini sebagai sebuah upaya untuk menekan pengusaha. Alasannya, karena kebijakan itu tak dilandasi aturan yang jelas.

Hermin Tulus, pemilik Hotel Kartini, di Desa Banyudowo juga mengeluhkan hal ini. Dalam daftar, Hermin harus memberikan hibah sebesar Rp 10 juta per tahun.

Ia mengaku tak sepakat dengan kebijakan tersebut. Karena menurut dia, kebijakan ini rawan penyelewengan. “Kenapa harus menkan pengusaha,” katanya, Kamis (30/6/2016).

Menurut dia, kalau ada aturan yang jelas mengenai kebijakan tentang penarikan dana hibah dari para pengusaha ini, ia baru akan memikirkan untuk menyetujuinya. “Memang dari tahun lalu sudah ada rencana dari Desa untuk menarik hibah bagi pengusaha. Namun, gak jalan,” terangnya.

Sementara Kepala Desa Banyudono, M Toha ketika dikonfirmasi MuriaNewsCom, menganggap hal ini bukan sebagai sebuah pemerasan atau upaya menekan pengusaha. Selain itu, menurut dia, kebijakan ini juga belum final. “Memang belum kelar karena ada yang tidak setuju,” ujarnya.

Ia juga mengaku, pihaknya sudah mengumpulkan beberapa pengusaha yang ada di Desa Banyudono, pada Sabtu (25/62016) lalu. Dari pertemuan tersebut, menurutnya, belum ada kesepakatan.

Menurut dia, program tersebut sudah direncanakan sejak tahun lalu, dan baru akan dilaksanakan tahun ini. “Baru tahun ini akan dilaksanakan. Dan kami masih akan lakukan musyawarah lagi,” jelasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Ini Masalah yang Menimpa Adam Sebelum Meninggal

Jpeg

Jenazah Adam Hermawan (38) warga Kedung Paso RT 1 RW 2 Demangan, Kota, Kudus dibawa ke RSU dr Loekmono Hadi Kudus. (MuriaNewsCom/ Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Adam Hermawan (38) warga Kedung Paso, RT  1 RW 2, Demangan, Kudus ditemukan meninggal secara misterius, di rumahya, Kamis (30/6/2016).

Mertuanya, Sabar mengatakan, korban dikenal sebagai pribadi yang pendiam. “Kami juga tidak tahu penyebab meninggalnya apa. Saat  diperiksa dokter puskesmas, juga tidaka ada tanda tanda bunuh diri maupun kekerasan,” kata Sabar, saat diwawancarai MuriaNewsCom di area Kamar Jenazah RSU dr Loekmono Hadi Kudus, Kamis (30/6/2016).

Kemungkinan, Adam meninggal karena penyakit yang dideritanya. “Kemungkinan ya jantung, bila tidak jantung ya tekanan darah tinggi atau penyakit lainnya,” ujarnya.

Selain itu, dirinya juga menduga ada masalah yang bisa membuat tekanan penyakit itu bisa kambuh hingga menyebabkan meninggal.

“Setahu saya, Adam itu akan menjual tanah yang ada di rumahnya tersebut. Namun tanah itu ditawar pakdenya dengan harga yang tidak disetujui Adam. Nah, setelah itu, tanah itu dijual ke orang lain, dan pakdenya padu (marah) dengan adam. Itu setahu saya lho. Ya bisa jadi,  masalah jual beli tanah (duit) bisa membuat penyakit Adam kambuh,” ucapnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Keluarga Tolak Jenazah 2 Bocah Tewas di Sungai Sukopuluhan Pati Diautopsi

tenggelam

 

MuriaNewsCom, Pati – Dua bocah warga Dukuh Soko, Desa Sokopuluhan, Kecamatan Pucakwangi, tewas tenggelam di sungai desa setempat, Rabu (29/6/2016). Keduanya adalah Savana (7) dan Kerinna (11).

Saat ditemukan, Savana menggunakan rok warna merah, tinggi badan 115 cm, dan mulut mengeluarkan busa. Sementara itu, Kerinna mengenakan baju warna merah dengan tinggi badan 120 cm. Kerinna juga mengeluarkan busa pada mulut.

“Saat diautopsi, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh kedua bocah. Namun, saat akan diautopsi, keluarga korban menolaknya. Pihak keluarga sudah menerima kepergian anaknya,” ujar Kapolsek Pucakwangi AKP Sumadi, Kamis (30/6/2016).

Dari informasi yang dihimpun di lapangan, ketiga bocah tersebut awalnya nonton televisi di salah satu rumah korban. Orang tua meninggalkannya karena dikira sudah tidur.

Ketika orang tua masuk rumah, tiba-tiba saja ketiga anak tersebut sudah tidak di tempat. Setelah dicari, hanya ditemukan satu anak, sedangkan dua anak lainnya tidak ada.

Setelah dicari, ternyata keduanya tenggelam di sungai dan dalam keadaan kritis. Korban sempat dilarikan ke puskesmas setempat, namun nyawanya tidak bisa diselamatkan.

Editor : Akrom Hazami

2 Bocah Sokopuluhan Pati Tewas Tenggelam di Sungai

Gus Mus juga Ucapkan Bela Sungkawa Atas Meninggalnya Istri

Almarhumah Siti Fatmah (Facebook Ahmad Mustofa Bisri)

Almarhumah Siti Fatmah (Facebook Ahmad Mustofa Bisri)

 

MuriaNewsCom, Rembang – KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) berbela sungkawa atas meninggalnya istri, Siti Fatmah.

Di media sosial Facebook dengan nama akun Ahmad Mustofa Bisri, Gus Mus menulis status. Dikutip dari akun tersebut.

“Innã liLlăhi wainnã ilaiHi rãji’ün. Telah wafat hari ini, Kamis 30 Juni 2016 jam 14:30 yang kami cintai Ibu *Fatmah Mustofa* di RSU Rembang. Mohon segala kesalahan almarhumah dimaafkan dan mohon doa semoga amal-amal baiknya diterima dan dosa-dosanya diampuni oleh Allah. Al-Fãtihah,” begitu kalimat di status tersebut.

Status yang diunggah pukul 16.17 WIB langsung mendapat respons. Di antaranya, pemilik akun Zaba Gsix menulis innalillahi wainna ilaihi raajiuun turut bela sungkawa yai :'( semoga amal beliau di terima oleh allah dan dosa2nya di ampuni oleh ALLAH SWT amiiiiiin

Ada juga Detty Jansen menulis Mbah putri.. Ya Allah.. Mbah kung sekeluarga kami turut berduka cita.. Semoga keluarga yang ditinggalkan tabah dan mbah Putri sudah khusnul khotimah.. Amin amin amin.. Al fatihah..

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

Istri Gus Mus, Siti Fatma, Meninggal Dunia

 

 

 

Lelaki yang Ditemukan Tewas di Dalam Rumahnya Itu Dulunya Hidup Sebatang Kara

f-mayat 2

MuriaNewsCom, Kudus – Adam Hermawan (38), seorang lelaki yang ditemukan meninggal di dalam rumahnya di Desa Demangan RT 1 RW 2 Kecamatan Kudus, diketahui hidup seorang diri.

Kapolsek Kota Kudus AKP Rahmawaty Tumulo mengatakan, berdasarkan keterangan dari beberapa warga, lelaki tersebut sudah berpisah dengan istrinya. Anak-anaknya, kini juga ikut istrinya.”Dia hidup sendirian, tidak ada keluarga yang mendampinginya di rumah itu,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Untuk diketahui, Adam ditemukan meninggal di dalam rumahnya, setelah beberapa hari diketahui tidak keluar rumah. Lelaki tersebut ditemukan meninggal dalam kondisi tergeletak di dalam kamar, pada Kamis (30/6/2016), sekitar pukul 10.00 WIB.

Adam diketahui meninggal, setelah bermula dari informasi warga, yang curiga adanya bau tidak enak yang timbul di sekitaran rumah Adam, dan setelah dicek ternyata lelaki tersebut sudah meninggal.

Editor : Kholistiono

 

Dian Sastro Berkunjung ke Tenda Penolak Pabrik Semen di Rembang

Dian Sastro bersama pejuang penolak pabrik semen di Rembang.

Dian Sastro bersama pejuang penolak pabrik semen di Rembang.

 MuriaNewsCom, Rembang – Artis Dian Sastro, Kamis, 30 Juni 2016, berkunjung ke Tenda Perjuangan Rembang.

Dian Sastro menyerahkan buku kepada salah satu ibu penolak pabrik semen di Rembang.

Dian Sastro menyerahkan buku kepada salah satu ibu penolak pabrik semen di Rembang.

 

Kunjungannya sebagai bentuk dukungan terhadap ibu-ibu yang bertahan di Tenda Perjuangan untuk menolak pendirian pabrik semen.

Foto : Facebook ISR

Istri Gus Mus, Siti Fatma, Meninggal Dunia

gusmus dan almarhum

KH Mustofa Bisri bersama istri Siti Fatma. (Facebook KH Mustofa Bisri)

 

MuriaNewsCom, Rembang- Siti Fatma, istri KH Mustofa Bisri atau Gus Mus, meninggal dunia, Kamis (30/6/2016).

Informasi yang dihimpun MuriaNewsCom, Siti Fatma meninggal sekitar pukul 14.45 WIB.

Tun Mardiyah, putri dari Munfaridjah Basyuni yang merupakan adik terakhir dari Siti Fatma membenarkan info duka tersebut.

Saat dikonfirmasi, ia mengaku mendapatkan kabar meninggalnya sekira pukul 15.20 WIB.

“Iya benar mengenai kabar tersebut,” katanya singkat saat dihubungi melalui jaringan telepon.

Editor : Akrom Hazami

 

 

 

Pemudik Waspadalah, Jalur Rembang-Blora Bisa Bikin Celaka

jalur

Kendaraan melintas di jalur Rembang (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Jalur yang menghubungkan Rembang-Blora, rupanya sudah hampir 23 tahun tak tersentuh pembangunan.

Kondisi permukaan jalur itu, aspalnya telah mengelupas,  jalannya berlubang dan bergelombang. Jalur nasional itu amat memprihatinkan.

Seperti di ruas jalur Sulang dan Bulu di beberapa titik masih banyak ruas yang bergelombang. Bahkan, aspal di jalur tersebut pada retak.

Suratno, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Rembang Batas Jatim Bina Marga Jawa Tengah, Suratno mengatakan jalur tersebut belum pernah tersentuh peningkatan jalan sejak 1993.

“Kami menyelidiki jalan tersebut terakhir ditingkatkan pada tahun 1993,” ujar Suratno kepada MuriaNewsCom (30/6/2016).

Panjang ruas Rembang sampai batas Blora sekitar 15 kilometer. “Memang ada beberapa yang sudah bagus karena dibangun awal tahun kemarin. Namun, yang masih belum bagus juga banyak. Seperti di ruas Sulang,” katanya.

Bina Marga hanya bisa melakukan perawatan terhadap jalur nasional yang menjadi tanggung jawabnya, yakni pantura timur dan Jawa Tengah dan Blora-Cepu.

Sedangkan, untuk peningkatan jalan, ia memastikan tahun tidak bisa dilakukan karena memang terbentur anggaran. “Kami hanya dialokasikan dana dari APBN sekitar 21 miliar pada tahun 2016,” tambahnya.

Sedang, menurutnya anggaran sebanyak itu masih belum bisa untuk melakukan peningkatan jalur nasional Rembang-Blora. “Uang sebanyak itu kami gunakan untuk perawatan jalan. Cukup tidak cukup, ya dicukup-cukupkan,” ungkap Suratno.

Editor : Akrom Hazami

 

Warga Demangan Kudus Ditemukan Tewas di Dalam Rumahnya

f-mayat

MuriaNewsCom, Kudus – Adam Hermawan (38) warga Desa Demangan RT 1 RW 2 Kecamatan Kudus ditemukan meninggal di dalam rumahnya, setelah beberapa hari diketahui tidak keluar rumah. Lelaki tersebut ditemukan meninggal dalam kondisi tergeletak di dalam kamar.

Kapolsek Kota Kudus AKP Rahmawaty Tumulo mengatakan, penemuan mayat tersebut bermula dari informasi warga, yang curiga adanya bau tidak enak yang timbul di sekitaran rumah Adam.

“Kami dapat informasi, setelah itu kami datang ke lokasi, dan benar saja ada bau yang tidak sedap dari yang dimaksud. Setelah dicek besama dengan lurah, ternyata benar, pemilik rumah ditemukan sudah dalam kondisi meninggal,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, warga sudah mulai mencium bau tidak sedap pada Selasa malam lalu, namun, saat itu warga tidak terlalu curiga jika bau tersebut berasal dari rumah Adam. Namun, hari berikutnya, bau tersebut semakin menyengat dan warga berinisiatif untuk melaporkan hal ini.

Berdasarkan informasi dari masyarakat, Adam terakhir kali dilihat pada Minggu lalu. Saat itu kondisinya terlihat sudah lemas seperti orang yang sakit. “Akhirnya mayat dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan, dan hasilnya tidak menunjukkan ada tanda-tanda penganiayaan,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

 

Posko Siaga Mudik BPBD Blora Siap Layani 24 Jam

Foto : Dok BPBD Blora

Foto : Dok. BPBD Blora

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora mendirikan posko siaga mudik yang siap melayani pemudik selama 24 jam. Pemudik yang memerlukan bantuan bisa mampir ke posko tersebut yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman Nomor 92, Blora. Atau bisa menghubungi ke nomor (0296) 532599.

 

Foto : Dok. BPBD Blora

Foto : Dok. BPBD Blora

6 Calon Direktur PDAM Grobogan Gagal Tes, Rekrutmen Pun Dibuka Lagi

pdam

Kasubag Pembinaan BUMD di Bagian Perekonomian Sarmin sedang menempelkan hasil asesmen calon Direktur PDAM. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan –Proses seleksi jabatan Direktur PDAM Grobogan rencananya bakal dilakukan lagi. Hal ini dilakukan menyusul adanya penilaian hasil asesmen para pelamar yang digelar di Yogyakarta, beberapa hari lalu.

Hasil penilaian tim dari Fakultas Psikologi UGM yang melakukan asesmen tersebut menegaskan, dari enam pelamar yang ikut tes, semuanya dinyatakan tidak memenuhi kriteria. Dengan kondisi ini maka sudah bisa dipastikan bakal ada lagi proses rekrutmen calon Direktur PDAM jilid II.

Asisiten II Pemkab Grobogan Dasuki selaku Ketua Tim Seleksi Rekrutmen Direktur PDAM menegaskan, hasil asesmen yang disampaikan tim penguji dari UGM memang cukup mengejutkan. Sebab, dari keenam kandidat yang melamar tidak ada satupun yang berhasil lolos dalam tahapan asesmen.

“Hasilnya sudah disampaikan dan kita pasang di papan pengumuman biar diketahui publik. Seperti kita lihat, keenam pelamar semuanya dinyatakan tidak memenuhi kriteria,” ungkapnya.

Dalam masa pendaftaran sebelumnya ada enam orang yang memasukkan berkas lamaran. Masing-masing, Orin Retnowati (Surakarta), Wirawan Wibowo (Grobogan), Myra Heltyani (Grobogan), dan Didik Supriyadi (Blora) dari lingkung eksternal.

Kemudian, dua pelamar lagi dari internal atau pegawai PDAM. Yakni, Saemuri dan Dwi Raharjo.

Terkait dengan kondisi itu maka dalam waktu dekat akan dipersiapkan lagi proses rekrutmen tahap II. Hanya saja, Dasuki belum bisa memastikan kapan waktunya.

Disinggung soal pucuk pimpinan PDAM saat ini, Dasuki menyatakan, masih diemban oleh seorang Plt. Yakni, Kabag Teknik PDAM Grobogan Sudarsono yang sudah menjabat Plt sejak September 2015 hingga Maret 2016. Posisi Plt ini kemudian diperpanjang lagi selama enam bulan sampai September mendatang.

Sementara itu, hasil asesmen terhadap calon Direktur PDAM itu memang ramai jadi perbincangan banyak pihak. Kebanyakan, mereka cukup kaget ketika mendengar tidak ada satu pun pelamar Dikretur PDAM Grobogan yang lolos tes asesmen. Sebab, sebelumnya sudah sempat muncul rumor nama-nama yang bakal lolos dari tes asesmen tersebut.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Pemudik Gratis Asal Kudus Mulai Pulang Kampung

Warga Kudus memperlihatkan tiket bus gratis untuk mudik.

Warga Kudus memperlihatkan tiket bus gratis untuk mudik.

 

MuriaNewsCom, Kudus – Warga Kudus hendak mengikuti mudik gratis yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Pemprov menyediakan sebanyak 47 unit bus, kabupaten dan kota se-Jateng 81 unit, Bank Jateng, serta satu rangkaian kereta api jalur utara dan selatan, dengan kapasitas masing-masing 608 tempat duduk.

Foto : Twitter

 

Bupati Kudus Lempar Botol Miras di Alun-alun

Bupati Kudus Mushtofa mencoba melempar botol miras untuk dimusnahkan, Kamis. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Bupati Kudus Mushtofa mencoba melempar botol miras untuk dimusnahkan, Kamis. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Selain memeriksa kesiapan ratusan personel untuk pengamanan kegiatan Operasi Ramadniya, Bupati Kudus Musthofa juga ikut serta memusnahkan ribuan liter minuman alkohol berbagai hasil operasi pihak kepolisian setempat.

Jumlah keseluruhan minuman berakohol yakni 2.294 liter. Dengan berbagai merek hasil sitaan.

Musthofa mengatakan, dirinya ingin keberadaan minuman keras di wilayahnya dimusnahkan dengan tindakan tegas.”Saya ingin Kudus itu 0 persen minuman keras,” katanya.

Dirinya juga berharap setiap instansi, baik itu dari Satpol PP, polisi, TNI hingga tokoh masyarakat, bisa saling berkoodinasi dalam pemberantasan minuman keras. Sehingga ke depannya wilayah Kudus bisa bersih dari minuman.

“Ya kinerja ini memang harus saling mendukung antarstakeholder yang ada.Sehingga untuk bisa menuju Kudus bebas miras bisa berhasil. Sementara itu, musnahnya miras juga bisa menuju Kudus yang sejahtera,” ujarnya.

Dari informasi yang dihimpun MuriaNewsCom, 2.294 liter tersebut terdiri dari 1.337 botol minuman berbagai merek, 39 liter oplosan dan 918 liter putihan.

Kabag Ops Polres Kudus Kompol Tugiyanto mengatakan, ribuan miras itu merupakan hasil Oprasi Pekat Candi Polres Kudus terhitung mulai dari 31 Mei 2016 hingga 13 Juni 2016.

Tak berhenti di operasi minuman keras saja, namun operasi yang digelar baik secara internal polres maupunsecara gabungan dengan instansi juga menyasar kepada perjudian, PSK, waria, dan pengemis. Selain juga tak luput adalah pengamen, gelandangan, premanisme, dan anak-anak nakal.

Untuk selain miras, polisi juga menyasar ke-91 kasus lainnya. Di antaranya ialah 5 kasus telah disidangkan terdiri dari 1 orang pengamen dan 4 orang penjual miras. Selain itu, untuk kasus yang telah dibina ada sebanyak 76 kasus.

Rincian dari 76 kasus itu di antaranya ialah 10 orang pengamen, 46 orang penjual miras, 8 orang peminum miras, 1 orang kenakalan remaja, 12 orang kasus prostitusi, dan 2 orang penjual petasan.

Sedangkan untuk 7 kasus kasus lainnya masih dalam proses. Di antaranya ialah 2 orang kasus perjudian, 1 orang mucikari, 2 orang PSK, dan 2 orang kasus narkoba.

Editor : Akrom Hazami

 

2 Bocah Sokopuluhan Pati Tewas Tenggelam di Sungai

tenggelam 1

 

MuriaNewsCom, Pati – Dua bocah asal Dukuh Soko, Desa Sokopuluhan, Kecamatan Pucakwangi, Savana (7) dan Kerinna (11) tewas di sungai desa setempat, Rabu (29/6/2016).

Kejadian bermula, ketika tiga bocah bernama Savana, Kerinna dan Alvian sedang bermain di pinggir sungai desa setempat. Tiba-tiba, Savana dan Kerinna terpeleset dan jatuh ke dalam sungai dengan kedalaman tiga meter.

“Satu anak melaporkan kejadian itu kepada ibunya, kemudian si ibu meminta tolong kepada warga. Namun, kedua bocah itu sudah meninggal di sungai,” ungkap Kapolsek Pucakwangi AKP Sumadi, Kamis (30/6/2016).

Korban ditemukan tak jauh dari lokasi kejadian, yakni berjarak sekitar tujuh meter. Diduga keduanya terpeleset, karena medan pinggiran sungai licin mengingat kondisinya usai gerimis.

“Kami imbau kepada orang tua untuk selalu mengawasi anaknya saat bermain. Terlebih, lokasi dekat dengan sungai besar sehingga perlu pengawasan ketat,” imbau Sumadi.

Editor : Akrom Hazami