Hari Ketiga Sukun Bintaraya Cup, Persaingan Tim Memanas

Suasana kompetisi Sukun Bintaraya Cup di Getas Pejaten, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Suasana kompetisi Sukun Bintaraya Cup di Getas Pejaten, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Tim voli dengan kemampuan mempersona siap memanaskan Sukun Bintaraya Cup Rabu (31/5/2016) malam.

Berdasarkan jadwal pertandingan, laga yang dimulai pukul 18.30 WIB  mempertemukan JVC Purwodadi dengan Berlian Muda Kudus. Pertandingan akan dilangsungkan di venue Bintaraya Getas Pejaten.

Meski JVC lebih lama dalam dunia voli, namun Berlian Muda bukalah tim yang bisa dianggap enteng. Sebab, tim yang disupport PR Sukun tersebut memiliki pemain yang mumpuni serta pengkaderan yang serius.

”Berlian Muda akan menjadi tim yang bagus, dengan pemain yang bagus serta materi yang mumpuni. Jadi dari segi kualitas mereka sangar berpeluang menguasai pertandingan,” ungkap panitia, Parwoto.

Sementara, laga kedua juga tidak akan kalah seru. Tim DPU Pati akan menghadapi Porvit Kudus di laga kedua. Bagi pencinta Voli, Porvit merupakan tim yang unggul, sementara DPU Pati juga tim yang bagus pula.

Pelatih Porvit, Agung menjelaskan kalau Porvit bakal bertanding dengan kekuatan penuh. Misi yang bakal diraih, adalah menjadi pemenang. Sehingga pemain juga disiapkan memenangkan perbandingan.

”Kami.harus menang, jadi banyak yang disiapkan. Bahkan pemain juga tidak sabar bertanding dalam pertandingan itu,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

 

Ternyata, Bikin Cake Antigravity Itu Lama Lho

kudus-kue ultah-2 e

Armnima Hendratmanto (dua dari kiri) saat menerima piala sebagai juara pertama dalam lomba Fortune Baking Festival tingkat Jawa Tengah, di Mal Paragon beberapa waktu lalu. (ISTIMEWA)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kepopuleran kue ulang tahun dengan teknik antigravity defying cake memang wajar. Siapa yang tahan melihat karakter imut-imut yang seolah-olah nyata, namun sangat sayang jika harus dimakan.

Armnima Hendratmanto yang memang concern di kue satu ini, mengatakan jika proses membuat kue jenis itu memang cukup lama. Butuh proses yang cukup rumit untuk bisa membentuk satu kue pesanan tertentu.

”Karena kita memang menyiapkan mulai dari struktur yang akan dipakai untuk menopang karakter yang diinginkan. Kalau persiapan bahannya kan, memang sudah biasa. Namun pada saat proses untuk pembuatannya yang memang cukup memakan waktu,” tuturnya.

Saat mengikuti lomba Fortune Baking Festival tingkat Jawa Tengah di Mal Paragon beberapa waktu lalu, Armnima mengatakan jika dirinya butuh empat hari untuk menyiapkan semuanya.

Kesulitannya juga bagaimana membuat bahan-bahan yang ada, tetap bisa bagus sampai digunakan nantinya. ”Semakin rumit karakter yang diminta, maka semakin lama. Sehingga kalau misalnya ada yang mesan, pastinya harus satu bulan sebulannya. Kalau mepet-mepet, takut hasilnya jelek,” katanya.

Pada saat mengikuti lomba, peserta yang datang memang menampilkan kreativitasnya masing-masing. Dalam lomba yang merupakan even tahunan tersebut, peserta yang datang dari seluruh Jawa Tengah, memang diminta untuk membuat dekorasi roti untuk ulang tahun dan pernikahan.

”Rata-rata memang membuat dekorasi kue ultah. Macam-macam memang teknik yang dibuat. Kebetulan saja saya mengambil teknik yang sedang populer, yakni antigravity defying cake tadi. Eh, tidak menyangka malah menang,” jelasnya.

Kesempatan untuk mengikuti kejuaraan seperti itu, dianggapnya sebagai salah satu cara untuk makin mengasah ketrampilan yang dimilikinya. Juga mencari pengalaman dan pengetahuan, mengenai hal-hal yang sedang populer di bidang bakery.

”Banyak ilmu yang didapat, juga banyak kenalan yang baru. Sehingga makin membuat wawasan jadi bertambah. Juga bisa mencari tahu teknik-teknik seru lain dalam membuat kue,” imbuhnya.

Editor: Merie

 

 

Unik!Lukisan Gus Dur dan Gus Mus Ini Terbuat dari Kantong Kresek

lukisan gusdur 1 e

Lukisan Gus Dur yang terbuat dari kantong kresek di Rembang. (MuriaNewsCom/Kholistiono)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Jika dilihat secara sekilas, lukisan Abdul Rahman Wahid (Gus Dur) dan Ahmad Musthofa Bisri (Gus Mus) ini, nampak seperti berupa coretan pensil atau spidol. Namun, jika dicermati secara dekat, lukisan tersebut ternyata terbuat dari kantong kresek.

Adalah Ja’far Labib, yang memiliki ide untuk menggunakan bahan kantong kresek untuk membuat lukisan Gus Dur dan Gus Mus. Dengan tangan kreatifnya, Ja’far menyulap kantong kresek menjadi sebuah lukisan yang sangat menarik.

“Ini semuanya dari limbah kantong kresek. Saya sengaja mengumpulkan kantong kresek untuk dimanfaatkan menjadi sesuatu yang memiliki nilai, apalagi plastik kan merupakan sesuatu yang sulit diurai. Makanya, dengan jadi lukisan seperti ini tentunya akan lebih bermanfaat,” ujarnya kepada MuriaNewsCom.

Sebenarnya, katanya, tak lukisan Gus Dur dan Gus Mus saja, namun beberapa tokoh lokal maupun nasional juga sudah dibuatnya, seperti halnya Bupati Rembang Abdul Hafidz dan wakilnya Bayu Andrianto.

Bahkan untuk lukisan bupati dan wakil bupati, katanya, secara langsung dibeli oleh yang bersangkutan. Dirinya juga menerima pesanan dari konsumen untuk melukiskan wajah seseorang. Hal itu, biasanya untuk kado ataupun memang untuk dipajang sendiri di rumah.

Editor : Akrom Hazami

 

Kapolsek Bulu Rembang Tewas Kesetrum

kapolsek tewas

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Rembang – Kabar duka menghampiri keluarga besar Kepolisian Resor Rembang. Sebab, salah satu anggotanya yakni AKP Eddy Pujiharto yang merupakan Kapolsek Bulu ditemukan meninggal dunia karena tersengat listrik.

Dihubungi MuriaNewsCom, Kapolres Rembang AKBP Sugiarto menjelaskan, awalnya kejadian ini diketahui oleh Eko Noveriannto (PHL Polsek Bulu) pada Selasa (31/5/2016) pagi sekitar pukul 07.30 WIB.

“Pada pukul 07.30 WIB, AIPTU Boiman yang menjadi petugas piket SPKT pada Polsek Bulu memerintahkan kepada Eko untuk mengecek Kapolsek Bulu ke asrama. Sebab, sudah dari kemarin tidak terlihat,” ujarnya kepada MuriaNewsCom.

Setelah itu, Eko langsung mengecek ke asrama dan menemukan kondisi pintu depan dalam keadaan terkunci dari dalam. Kemudian, saksi melihat pintu bagian belakang dan dalam dalam kondisi terbuka.

“Ketika melihat ke belakang itu, dan pintu terbuka, saksi melihat korban sudah meninggal dalam kondisi terlentang dan tangan kiri memegang kawat jemuran yang menempel pada rangkaian  lampu TL yang terkelupas,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

 

Tim Voli Badak Kudus Perlihatkan Kualitasnya di Sukun Bintaraya Cup

Tim Badak foto bersama. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Tim Badak foto bersama. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Tim voli Badak Kudus benar-benar memperlihatkan keperkasaannya di laga lanjutan Sukun Bintaraya Cup di hari kedua semalam.

Pertandingan terasa lebih seru ketimbang hari sebelumnya. Karena Tim Badak Kudus berhasil mengalahkan Gaspsty Jepara.

Tim Badak yang didukung PR Sukun tersebut berhasil tampil berkilau. Dengan diperkuat pemain yang mumpuni, mereka langsung menekuk Gaspty dengan skor 3 – 1.

Parwoto, panitia penyelenggara mengatakan, kemenangan Badak sudah terlihat jelas sejak pertandingan dimulai. Mereka langsung tampil trengginas dan membuat lawan kelimpungan dengan teknik-teknik andal.

Beberapa kali, pemain Gaspsty Jepara bahkan dibuat jatuh bangun untuk menghindari poin.

”Badak termasuk tim yang unggul. Kemampuannya juga sangat bagus sebagai tim voli,” kata Parwoto.

Di pertandingan kedua, Vocan Semarang dihadapkan dengan Putra Kencana Kudus. Pertandingan ini pun tak kalah panas. Mereka berhasil menyingkirkan tim Putra Kencana Kudus dengan skor 3 – 1.

Editor : Akrom Hazami

 

 

 

Sudah Pernah Coba Kue Ultah Antigravity Defying Cake?

kudus-kue ultah e

Inilah contoh kue ulang tahun yang sedang populer saat ini, yang menggunakan teknik antigravity defying cake. (ISTIMEWA)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Mau ulang tahun? Sudah dengar yang namanya kue ulang tahun yang namanya antigravity defying cake? Kalau belum, rasanya memang harus mencoba untuk memeriahkan suasana ulang tahun Anda.

Salah satu orang yang bisa membuat cake ultah jenis ini adalah Armnima Hendratmanto. Bahkan, dia baru saja menjadi juara pertama dalam lomba Fortune Baking Festival, yang digelar di Mal Paragon, pada Minggu (29/5/2016).

Maksud dari antigravity defying cake adalah cake yang seolah-olah melayang dan tidak menempel di dasarannya. Karakternya juga nyata dalam bentuk tiga dimensi atau 3D. Sehingga memang benar-benar sebuah kue ulang tahun yang berbeda.

”Cake ini sendiri sedang ngetren memang di berbagai kalangan. Karena banyak yang suka. Apalagi dengan karakter-karakter 3D-nya yang nyata. Jadi bukan hanya sekadar gambar saja di atas kuenya. Tapi kuenya yang melayang-layang,” tuturnya.

Karakter nyata yang seolah-olah melayang itulah yang disukai anak-anak. Mereka bisa memesan sendiri karakter yang disukai, untuk jadi kue ulang tahun mereka. ”Malah kadang-kadang tidak tega memakannya. Soalnya memang kayak boneka-boneka kesayangan anak-anak. Kalau dibelah-belah untuk dimakan, jadi sayang,” katanya.

Dan ini juga yang membuat Armnima menjadi juara dalam lomba tersebut. dengan tema Madagascar yang dipilihnya, cake ini mampu memikat dewan juri dan membuatnya menggondol juara satu, dalam kejuaraan tingkat Jawa Tengah tersebut.

”Yang dinilai juri dalam lomba itu memang soal kreativitas, kerapihan, dan semua bahan bakunya bisa dimakan. Saya juga tidak menyangka bisa jadi juara pertama,” terangnya.

Editor: Merie

 

PEMBUNUHAN DI PATI : Reka Ulang Pembunuhan Harsiwi di Kebun Tebu Pati Dijaga Seratus Polisi

reka ulang e

Rekonstruksi pembunuhan Harsiwi yang dilaksanakan di kebun tebu Dukuh Kebon, Wedarijaksa, Pati, Selasa (31/5/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Rekonstruksi ulang kasus pembunuhan Harsiwi di kawasan kebun tebu Dukuh Kebon, Desa Wedarijaksa, Pati, Selasa (31/5/2016), dikawal ketat polisi. Sedikitnya seratus personel gabungan dari Polsek Wedarijaksa dan Polres Pati dikerahkan untuk mengamankan jalannya rekonstruksi.

Ada dua tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan rekonstruksi. TKP pertama di lapangan olahraga Desa Wedarijaksa, tepatnya di sekitar tiang bendera. TKP kedua di kebun tebu milik Kepala Dusun Kebon, Matsuri.

“Untuk TKP pertama, ada lima adegan yang diperagakan. Sedangkan TKP kedua, sebanyak 16 adegan diperagakan. Kita perketat keamanan rekonstruksi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Terlebih, banyak warga yang menyaksikan reka ulang kasus pembunuhan tersebut,” ujar Kapolsek Wedarijaksa AKP Sulistyaningrum kepada MuriaNewsCom.

Tak hanya pihak kepolisian, rekonstruksi juga dihadiri jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Pati Ari Kuswandi dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pati yang diwakili Yogo. Dari rekonstruksi tersebut, Sujito alias Sampit yang berperan sebagai eksekutor pembunuhan terlihat mendorong korban dan menarik syal di leher korban.

“Setelah korban jatuh tertelungkup, kaki kanan pelaku menindih punggung korban, tangan kiri memegang syal, dan tangan kanan memukuli wajah korban. Setelah itu, tersangka mengikat leher korban dengan syal, lalu mengikat kedua tangannya ke belakang menggunakan syal,” tukas Kasat Reskrim Polres Pati AKP Agung Setyo Budi.

Rekonstruksi itu kemudian dilanjut di Gapura Desa Payang, Kecamatan Pati di mana Sujito bertemu dengan Mahmudan, otak di balik pembunuhan Harsiwi. Sujito menagih uang Rp 2 juta yang dijanjikan Mahmudan bila sudah menghabisi Harsiwi.

“Di TKP ini, Sujito menagih uang pembayaran kepada Mahmudan dengan menggunakan sepeda motor Beat milik korban, sedangkan Mahmudan menggunakan sepeda motor smash. Meski sempat dipadati warga yang menonton, tapi rekonstruksi berjalan lancar, aman, dan kondusif,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

PEMBUNUHAN DI PATI :  Mayat Perempuan Terikat Syal di Kebun Tebu Wedarijaksa 

Gadis ABG Diduga Dicabuli Ramai-Ramai Setelah Hilang 3 Hari di Nalumsari Jepara

Tiga pelaku yang diduga melakukan pencabulan terhadap gadis di bawah umur. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Tiga pelaku yang diduga melakukan pencabulan terhadap gadis di bawah umur. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Empat pemuda diamankan Polsek Nalumsari Jepara. Mereka diduga terlibat di peristiwa pencabulan terhadap gadis di bawah umur. Kini keempatnya diserahkan ke pihak unit PPA Polres Jepara.

Kapolsek Nalumsari, AKP Sugiono menjelaskan, dari empat pemuda yang diamankan, tiga di antaranya diketahui melakukan pencabulan. Sedangkan satu pelaku lainnya belum sempat melakukan pencabulan lantaran telah diamankan pihak kepolisian lebih dulu.

Keempat pemuda yang diamankan yakni AS (17), buruh bangunan, warga Desa Bategede Nalumsari Jepara, Aris Adi Santoso (32), swasta, warga Desa Muryolobo Nalumsari Jepara, Moh. Tohar (27), buruh bangunan,warga Desa Muryolobo Nalumsari Jepara, dan Amin Mansur (19) buruh bangunan,warga Desa Bategede RamaNalumsari Jepara. Sedangkan korban berinisial SPA (16), warga Nalumsari Jepara.

“Laporan awal dari pihak keluarga korban pada Sabtu (28/5/2016), hanya hilangnya korban sejak hari Jumat (27/5/2016). Kemudian pada Senin (30/5/2016) sore sekitar pukul 16.00 WIB, ada penyerahan pemuda bernama AS oleh warga Desa Bategede. Mulai dari situ kemudian dilakukan penyelidikan dan diketahui bahwa korban telah dicabuli,” ujar Sugiono kepada MuriaNewsCom, Selasa (31/5/2016).

Menurutnya, dugaan tindakan pencabulan berawal dari pengakuan pelaku AS. Kemudian diketahui ada beberapa temannya yang juga terlibat dalam kasus pencabulan tersebut dan akhirnya ditangkap ketiga pelaku lainnya tersebut.

“Dugaannya dilakukan pencabulan beberapa kali. Lokasinya ada di beberapa tempat, di antaranya di hutan sreni, di rumah pelaku dan di Pecangaan. Beberapa pelaku lainnya juga diamankan di kawasan pasar Pecangaan,” terangnya.

Dia menambahkan, proses hukum selanjutnya diserahkan ke unit PPA Polres Jepara. Termasuk upaya penyembuhan trauma dari korban, serta proses hukum bagi para pelaku.

Editor : Akrom Hazami

 

Beduk “Menara” Diarak Keliling Kudus

Jpeg

Pantia melakukan persiapaan pengarakan beduk Menara Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Sekitar 100 orang ikut serta mengarak beduk Menara Kudus keliling kota, Selasa (31/5/2016). Acara tersebut untuk memperingati 100 tahun hari jadi Madrasah Qudsiyyah Kudus dan menyambut Ramadan yang akan datang.

Sekretaris panitia 100 tahun Qudsiyyah Abdul Jalil mengatakan, kegiatan ini untuk membangkitkan kembali nilai budaya yang ada di Kudus.”Sebab tradisi membunyikan beduk atau biasa disebut dandang saat ini sudah jauh dari nilai religi maupun budaya,” paparnya.

Dia menilai, tradisi membunyikan beduk dengan suara dang, dang, dang sebelum puasa ini memang sudah jauh dari nilai budaya. Bahkan dandangan pada saat sekarang lebih diutamakan dengan nilai nilai ekonominya dibanding dengan nilai budaya maupun keagamaannya.

Oleh sebab itu, sekitar 100 orang yang mayoritas dari alumni Qudsiyyah tersebut ingin membangkitkan nilai budaya beduk dandang dengan cara berkeliling membawa dan membunyikan beduk menara yang asli yang diletakkan di atas mobil.

“Untuk rute kali ini yakni mulai dari jalan R. Agil Kusumadya (Hotel Griptha) menuju PLN Jati, setelah itu menuju ke timur masjid Wali Loram Kulon. Setelah di situ nanti melanjutkan perjalanan ke timur (Loram Wetan) hingga menuju GOR. Dan yang terakhir yakni GOR menuju barat ke jalan Tit Sudono hingga menyeberang jalan A Yani, menyeberang Jalan dr Loekmono Hadi munuju barat dan perempatan Majapahit hingga ke Menara Kudus,” ujarnya.

Dari pantauan MuriaNewsCom, parade beduk tersebut sambil diiringi dengan miniatur menara, 20 andong dan kesenian terbang papat.

Editor : Akrom Hazami

 

 

 

Mau Nonton Film yang Berbeda, Datang Saja ke Lapangan Soco Malam Ini

Bagian Humas Setda Kudus gencar melakukan sosialisasi ketentuan di bidang cukai ke berbagai lapisan masyarakat. Salah satunya lewat pemutaran video, di Lapangan Soco, Kecamatan Dawe, malam ini. (ISTIMEWA)

Bagian Humas Setda Kudus gencar melakukan sosialisasi ketentuan di bidang cukai ke berbagai lapisan masyarakat. Salah satunya lewat pemutaran video, di Lapangan Soco, Kecamatan Dawe, malam ini. (ISTIMEWA)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Pemahaman tentang cukai di kalangan masyarakat belum sepenuhnya maksimal. Masih banyak warga Kudus yang belum mengetahui dan memahami ketentuan-ketentuan di bidang cukai.

Karena itulah, Bagian Humas Setda Kudus senantiasa menggencarkan sosialisasi tentang cukai kepada masyarakat. Salah satunya dengan menggelar pertunjukan film mengenai ketentuan cukai untuk masyarakat.

Malam ini, Bagian Humas akan menggelar pertunjukan film soal cukai, di Lapangan Soco, Kecamatan Dawe. Acaranya sendiri akan dilaksanakan mulai pukul 19.00 WIB.

Kepala Bagian (Kabag) Humas Setda Kudus Putut Winarno mengatakan, pihaknya melakukan sosialiasi tentang ketentuan di bidang cukai dengan beragam cara.

”Salah satunya dengan pemutaran video mengenai ketentuan cukai ini. Supaya masyarakat bisa mengetahui, memahami, dan mematuhi ketentuan di bidang cukai,” jelasnya.

Dengan media film inilah, menurut Putut Winarno, maka akan bisa lebih dipahami dan dimengerti masyarakat. Karena media film adalah salah satu media yang dianggap bisa menjangkau berbagai kalangan.

”Apalagi kami memutarnya di lapangan. Sehingga siapa saja bisa datang dan menyaksikan langsung acara ini. Karena ini memang film yang berbeda, dan akan sangat banyak pengetahuan yang didapat di dalamnya. Dengandemikian, hasil yang dicapai dari sosialisasi cukai ini semakin merata ke seluruh warga Kudus,” tuturnya.

Selain pemutaran film, sejumlah program sosialisasi tentang ketentuan cukai yang sudah dijalankan antara lain dialog interaktif di radio, pembuatan dan penanyangan spot iklan di radio, dan penerbitan majalah khusus di bidang cukai.

Selain itu, Bagian Humas Setda Kudus juga melakukan sosialisasi di media massa cetak, pembuatan booklet ketentuan di bidang cukai, serta sosialiasi di papan-papan berita.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan berlandaskan Peratuan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK 07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

Selain pemutaran video, kegiatan di Lapangan Soco juga akan diisi dengan hiburan lainnya. Termasuk mengajak masyarakat untuk menampilkan kreativitas mereka di bidang seni. (HMS/SOS/CUK)

Editor: Merie

 

Reka Ulang Pembunuhan Perempuan di Wedarijaksa Pati, Warga Berdesakan di Lokasi

reka ulang wedarijaksa e

Warga berkerumun di lokasi reka ulang pembunuhan di Lapangan Wedarijaksa, Pati, Selasa (31/5/2016)

 

MuriaNewsCom, Pati – Warga tampak berkerumun di lokasi reka ulang pembunuhan di Lapangan Wedarijaksa, Pati, Selasa (31/5/2016). Mereka ingin mengetahui lebih dekat aksi sadis yang dilakukan para pelaku. Tunggu berita lengkapnya di MuriaNewsCom 

Foto : Salsabila Priza Azahra

Baca juga :

PEMBUNUHAN DI PATI : Ini Pembunuh Perempuan Bersyal di Kebun Tebu Wedarijaksa Pati

Kecelakaan Lalu Lintas di Gondoarum Jalan Raya Kudus-Pati

laka e

MuriaNewsCom, Kudus – Sebuah mobil mengalami kecelakaan lalu lintasi dengan nopol B 1441 ZCV terjadi Selasa (31/5/2016) sekitar pukul 01.00 dini hari. Tepatnya di jembatan kembar Desa Gondoarum jalan Raya Kudus – Pati. Informasi yang beredar, tidak ada korban tewas, hanya korban luka sekitar tujuh orang.

Foto : Muslikhun warga Kudus

Warga Grobogan Malu-Malu Nyalon Direktur PDAM Grobogan

PDAM Grobogan

PDAM Grobogan

MuriaNewsCom, Grobogan -Meski proses rekrutmen calon Direktur PDAM Grobogan sudah dimulai Sabtu (28/5/2016) lalu, namun hingga hari ketiga, Selasa (31/5/2016) belum ada satu pelamar pun yang masuk. Hal itu disampaikan Kabag Perekonomian Pemkab Grobogan Anang Armunanto saat ditemui wartawan di ruang kerjanya.

“Sampai hari ini belum ada yang memasukkan berkas kesini. Untuk berkas lamaran memang dikirimkan ke sekretariat tim seleksi dibagian perekonomian sini,” ungkap mantan Lurah Kuripan itu. Meski belum ada yang mengirimkan lamaran, namun menurut Anang, sejauh ini sudah ada yang menghubungi sekretariat untuk menanyakan informasi berkaitan rekrutmen tersebut.

Dijelaskan, untuk tahapan pendaftaran, akan dimulai 28 Mei sampai 11 Juni. Dari pendaftar yang masuk akan dilakukan seleksi administrasi pada 13-15 Juni dan hasilnya diumumkan 20 Juni.
Usai seleksi administrasi akan langsung dilakukan uji kepantasan yang dijadwalkan pada 22-23 Juni. Sedangkan, pengumuman hasil uji kepantasan dilangsungkan 30 Juni. “Proses rekrutmen nanti akan terbuka untuk umum. Artinya, selain dari kalangan internal PDAM, dari pihak luar juga punya kesempatan,” kata Anang.

Dikatakannya, posisi direktur PDAM definitif saat ini memang kosong setelah pejabat sebelumnya, yakni Ady Setyawan habis masa kerjanya pertengahan September 2015 lalu. Pucuk pimpinan PDAM saat ini untuk sementara diemban Sudarsono yang menjabat jadi Plt direktur hingga Maret kemarin dan diperpanjang satu periode lagi.

Lebih lanjut diuraikan, salah satu persyaratan yang ditentukan adalah pendidikan minimal S1. Kemudian, punya pengalaman mengelola perusahaan minimal 15 tahun bagi calon dari luar PDAM. Untuk calon dari dalam (internal) harus punya masa kerja minimal 10 tahun. Kemudian, persyaratan usia ditentukan maksimal 50 tahun untuk calon dari luar. Sedangkan calon dari internal PDAM batasan usianya 55 tahun.

“Dalam proses rekrutmen nanti kita akan menggandeng pihak ketiga. Yakni, dari kalangan perguruan tinggi. Hal ini untuk menjamin proses rekrutmen dilakukan profesional dan transparan,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Bencana Longsor Hancurkan Rumah dan 1 Luka di Desa Ronggo Jaken Pati

longsor e

Warga melakukan gotong-royong di lokasi tanah longsor yang melanda Desa Ronggo, Kecamatan Jaken, Kabupaten Pati, Selasa, (31/5/2016)

 

MuriaNewsCom, Pati – Bencana tanah longsor melanda Kabupaten Pati, Selasa (31/5/2016). Tanah longsor melanda Desa Ronggo, Kecamatan Jaken,  Kabupaten Pati, Selasa, (31/5/2016). Intensitas hujan yang tak menentu di wilayah Desa Ronggo, menyebabkan tanah longsor menerjang di salah satu titik di Blok Ronggo Nggenengan.

Kejadian itu juga dipicu akibat tanah yang terlalu miring. Kejadian terjadi waktu Selasa subuh, pukul 04.30 WIB. Insiden ini menimpa satu rumah. Meski diketahui tidak ada korban jiwa meninggal, tapi satu orang warga terluka akibat terkena bongkahan batu saat longsor.

Diketahui, korban luka merupakan anak dari pemilik rumah yang tidur di sebelah barat. Kini korban telah dilarikan ke puskesmas terdekat.

“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah daerah,” kata warga setempat, Mentosuhuy, melalui pesan elektronik ke MuriaNewsCom, Selasa pagi.

Editor : Akrom Hazami

Pengirim : Mentosuhuy, warga setempat.

 

Rumah Makan di Jepara Siapkan Tirai Selama Ramadan

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Jepara – Selain melarang buka tempat hiburan karaoke, Pemkab Jepara juga meminta agar pengeloa warung makan dan rumah makan menghargai Ramadan, dengan cara menutup warung dengan tirai. Hal itu sebagaimana yang tertera dalam surat edaran yang dikeluarkan oleh Bupati Jepara, Senin (30/5/2016).

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jepara Trisno Santosa menerangkan, tempat-tempat makan juga diminta untuk tidak membuka tempat makan secara penuh. Hal itu untuk menghormati Ramadan.

“Masih diperbolehkan buka tetapi harus ditutup menggunakan tirai. Diharapkan para pemilik tempat makan bisa memahami dan memakluminya,” ujar Trisno, Senin (30/5/2016).

Menurut dia, aturan itu juga diberlakukan di kafe dan restoran. Baik restoran maupun kafe, diminta untuk tidak membuka tempat makan secara gamblang. Termasuk juga kafe dan restoran yang berada di hotel.

Dia menambahkan, surat edaran ini diterbitkan berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Jepara tentang K3. Pasalnya, Perda yang mengatur khusus hiburan dan industri pariwisata belum secara resmi diundangkan.

“Kalau memang dalam pelaksanaan nantinya ada pelanggaran tetap kami tindak meskipun Perda Hiburan dan Pariwisata belum diundangkan, karena dasar surat edaran ini Perda tentang K3,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Jauh Sebelum Lebaran, Pejabat di Blora Diingatkan Tak Terima Parsel 

Parsel e

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Blora – Menjelang Lebaran, bukan tidak mungkin beberapa rekanan maupun kolega kerja akan memberikan bingkisan. Namun, hal itu dilarang bagi pejabat negara maupun PNS. Karena, hal bisa dianggap gratifikasi.

Bambang Darmanto, Inspektur Inspektorat Blora mengatakan, pihaknya tidak memungkiri ketika Lebaran nanti akan beredar parsel di antara para pejabat maupun PNS yang berada di jajaran Pemkab Blora.

“Setiap pejabat meupun PNS ketika menerima barang ataupun yang lain dengan nominal di atas Rp 250 ribu harus melapor. Karena itu bisa tergolong gratifikasi,” jelasya kepada MuriaNewsCom (30/5/2016)

Menurutnya, dalam melaporkan bisa melalui pihaknya atau bisa langsung ke KPK. “Langsung lapor ke KPK bisa, karena formulirnya bisa diunduh langsung,” katanya.

Ia menjelaskan, dalam penerimaan parsel ketika Lebaran nanti oleh pejabat bisa jadi hal itu menjadi penghambat atas terciptanya komponen borokrasi yang  bersih dari KKN.

“Oke, kalau menerima silakan, tapi ya lapor. Kita tidak tahu maksud hati orang. Bisa jadi ada udang di balik batu,” jelasnya.

Supaya aman, lanjut dia, alangkah lebih baik para pejabat maupun PNS tidak usah menerima parsel dalam bentuk apapun. “Kalau nanti UPG (Unit Pengendali Gratifikasi) sudah terbentuk di setiap daerah, bisa melapor ke unit tersebut,” jelas dia

Sebelumnya, seluruh pejabat maupun PNS yang ada di jajaran Satuan Kerja Tingkat Dinas (SKPD) telah mengikuti sosialisasi gratifikasi, Rabu (25/5/2016), langsung dibimbing KPK.

Editor : Akrom Hazami

 

 

7 Penumpang Luka Akibat Mobil Nyungsep ke Sungai di Gondoharum Kudus

laka e

Bangkai mobil yang nyungsep di sungai di Kudus Pati turut Desa Gondoharum, Kecamatan Jekulo. 

MuriaNewsCom, Kudus – Kecelakaan kembali terjadi di Kudus, Selasa (31/5/2016). Kali ini, kecelakaan terjadi di jalan Kudus Pati turut Desa Gondoharum, Kecamatan Jekulo. Kecelakaan tunggal terjadi, akibat mobil oleng sehingga terjun ke sungai di desa tersebut bersama ketujuh penumpang termasuk sopir asal Jakarta.

Tidak ada korban tewas, tapi ketujuh penumpang mengalami luka. Mereka harus dirawat di rumah sakit. Sopir Muh Hasyim warga Tanjung Selatan RT 22 RW 7, Kecamatan Koja, Jakarta Utara juga tak harus dirawat.

Penumpang lain adalah M  Romli, (25) , mengalami luka mata kanan, bibir robek,  Nabila Dwi Wardani, (9) mengalami luka pada kepala, pada wajah juga lecet, Farhan Reihanun (9) luka lecet dan mengeluhkan sakit leher.

Rifatul Janah (16) juga harus dirawat lantaran sakit pada kaki bagian kiri serta pipi kiri. Dia juga lecet pada beberapa tangan dan kaki akibat kecelakaan itu. Mereka dirawat di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus.

Sedangkan penumpang lain Suliaturrohmah dan Rafi Hasarikillah dilarikan ke RS Nurussifa karena sakit yang diakibatkan kecelakaan tersebut. Suliaturrohmah mengeluhkan sakit pada paha kanan sedangkan Rafi mengeluhkan sakit kepala.

Kanit Laka Satlantas Polres Kudus Iptu Hartono mengatakan kejadian kecelakaan tersebut bermula saat mobil mewah yang dikendarai melaju dari arah timur ke barat atau dari arah pati masuk ke Kudus. Namun, nahas mobil menabrak median jalan kemudian terjun ke sungai.

“Mobil melaju dengan keadaan sedang, kejadian juga sudah malam sekitar pukul 23.30 WIB,” terangnya.

Sebelumnya mobil telah menabrak median jalan dan tiang jembatan. Jadi mobil oleng ke kiri, dan jatuh ke sungai. Jembatan itu merupakan jembatan kembar, dengan kedalaman jurang sekitar delapan meter.

Editor : Akrom Hazami

 

 

 

Cabor Sepak Bola dan Tenis Lapangan Diharapkan Bisa Lolos Porprov 2018

pelti e

Pertemuan anggota KONI membahas cabor di Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Dua cabor yang ada di Grobogan diharapkan bisa memberikan kontribusi maksimal dalam ajang Porprov 2018 mendatang. Yakni, sepak bola dan tenis lapangan. Hal itu disampaikan Ketua KONI Grobogan Fatchur Rahman saat menghadiri Musda Askab PSSI yang dijadikan satu dengan acara Musdalub Pelti Grobogan, Senin (30/5/2016).

“Saya berharap cabor sepak bola dan tenis ini bisa lolos ke Porprov 2018. Sebab, selama ini dua cabor ini belum unjuk kebolehan dalam even Porprov,” katanya.

Dalam acara tersebut, para peserta musda Askab PSSI Grobogan secara aklamasi memilih HM Nurwibowo sebagai ketua baru. Sedangkan ketua lama Pangkat Joko Widodo juga dipilih jadi Ketua Pelti Grobogan yang sebelumnya diemban HM Nurwibowo.

Menanggapi permintaan dari KONI tersebut, Nurwibowo mengaku siap memikul tugas berat tersebut. Dia menilai, sejauh ini, banyak potensi pemain muda yang bisa diandalkan dimasa mendatang.

“Kita akan berupaya keras untuk bisa lolos dalam kualifikasi Porprov. Setelah kepengurusan baru nanti terbentuk maka kita akan rapatkan kekuatan untuk memajukan sepakbola di Grobogan,” katanya.

Salah satu program yang sudah disiapkan adalah setiap kecamatan harus ada satu lapangan yang memenuhi persyaratan untuk menggelar even sepakbola. “Program ini sudah saya mulai sebelum dipilih jadi ketua PSSI Grobogan. Di mana, sudah ada beberapa lapangan yang diperbaiki dengan bantuan dana dari APBN melalui Kemenpora. Secara bertahap nanti akan kita upayakan juga lewat dana APBD untuk perbaikan lapangan ini,” kata Wakil Ketua DPRD Grobogan itu.

Editor : Akrom Hazami

 

TNI Kudus, Ini Pesan Dandim Kudus Soal Larangan Pakai Narkoba

Suasana usai tes urine di Makodim Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Suasana usai tes urine di Makodim Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Komandan Kodim (Dandim) 0722/Kudus  Letkol CZi Gunawan Yuda Kusuma mengatakan, komitmen yang sudah dibuat anggota TNI harus bisa dipatuhi. Sehingga aturan juga bisa ditegakkan.

“Seperti halnya, seluruh anggota TNI Kudus ini sudah membuat fakta integritas. Di mana fakta integritas itu mengatur tentang larangan anggota TNI menggunakan obat-obatan terlarang. Seperti halnya sabu, dan lainnya,” katanya.

Sementara itu, dirinya berharap supaya seluruh jajaran anggota TNI yang ada bisa selalu mematuhi aturan yang sudah dibuat dan sepakati bersama.

“Bila memang ada yang terbukti memakai narkoba, maka akan kita proses sesuai dengan aturan yang ada. Terlebih bisa diberhentikan dari keanggotaan TNI ini,” ujarnya.

Diketahui, tes urin yang dilakukan oleh jajaran Kodim 0722/Kudus pada Senin (30/5/2016) bertempat di makodim setempat.

“Memang kita tidak menjadwalkan maupun memberi tahu TNI. Sehingga tes ini bisa benar benar steril tanpa sepengetahuan TNI lainnya. Sementara itu, tes ini akan kita lkukan secara rutin di kodim ini,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

PIK R Konseda SMKN 2 Blora Bermimpi jadi Juara Nasional

Penilaian tingkat nasional PIK R Konseda SMKN 2 Blora unggulan jalur pendidikan. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Penilaian tingkat nasional PIK R Konseda SMKN 2 Blora unggulan jalur pendidikan. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK R) Konselor Sebaya (Konseda) yang ada di SMKN 2 Blora diharapkan bisa memenangi tingkat nasional melalui jalur pendidikan. Sebelumnya, PIK R Konseda yang ada di SMKN 2 Blora telah memenangi tingkat Jawa Tengah.

Sri Suhardini, Kepala SMKN 2 Blora mengungkapkan, pihaknya berharap dengan adanya PIK R Konseda, dapat menciptakan siswa yang terbebas dari pengaruh negatif.

Menurutnya, PIK R Konseda konsen terhadap pemberian informasi terhadap siswa perihal reproduksi pada wanita, seks bebas, pernikahan dini, serta NAPZA (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif).

“PIK R Konseda SMK Negeri 2 Blora juga telah melakukan kerja sama dengan dinas-dinas terkait seperti Kodim 0721, Polres Blora, Dindikpora, BPMPKB (Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana),” ujarnya saat dilakukan penilaian secara nasional, Senin (30/5/2016).

Dengan ini, ia berharap PIK R Konseda SMK Negeri 2 Blora dapat memenangkan PIK R Unggulan jalur Pendidikan tingkat Nasional.

Wakil Bupati Blora, Arief Rohman, menyampaikan saat ini remaja sudah jarang melakukan komunikasi dari hati ke hati walaupun dengan orang tuanya atau orang yang lebih dewasa.

Dengan adanya program PIK R bertujuan menjadi jembatan komunikasi, juga bisa menjadi penanggulangan permasalahan remaja yang sangat kompleks seperti pernikahan dini, seks pranikah dan napza yang tidak lepas dari pengaruh lingkungan.

“Usia remaja sangatlah rentan terpengaruh, sebab kita sebagai makhluk sosial, yang tidak terbedakan oleh golongan usia, hendaknya bahu-membahu menanggulanginya, salah satu upaya yang telah kita rintis yaitu pembentukan PIK R,” ujarnya

Arief juga berharap agar PIK R Konseda SMK Negeri 2 Blora dapat menjadi juara di tingkat nasional.
“Tanda-tandanya jadi juara ini, terlihat dari kegiatan yang telah dilaksanakan,” ujarnya.

Hadir dalam penilaian ini Tim Penilai BKKBN Nasional yang diketuai oleh Andi Hendardi SH, serta Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah. Hadir pula, Wakil Bupati Blora, Arief Rohman, mewakili Bupati Blora Djoko Nugroho yang saat ini tengah mengikuti Pembekalan Kepemimpinan di Jakarta, Asisten Pemerintahan, Forkopimda.

Pada kesempatan kali ini, ketua tim penilai PIK R Unggulan Jalur Pendidikan Tingkat Nasional, Andi Hendardi, didampingi oleh perwakilan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Kementrian Kesehatan serta BKKBN Republik Indonesia,  berpesan kepada PIK R Konseda SMK Negeri 2 Blora agar menunjukkan yang terbaik supaya PIK R Konseda SMK Negeri 2 Blora pantas menjadi juara dalam Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R) Unggulan Jalur Pendidikan Tingkat Nasional ini.

Juga menyampaikan bahwa pada penilian ini terdapat lima kontestan yaitu Riau, Sumatera Barat, Jawa Timur, Kendari, dan Jawa Tengah.

Aprilian Suti Rosita Dewi siswi SMK Negeri 2 Blora juga sebagai ketua PIK R Konseda SMK Negeri 2 Blora melaporkan bahwa saat ini telah melakukan sosialisasi melalui berbagai media seperti media sosial, radio, upacara, bakti sosial ke Panti Asuhan, serta bekerjasama dengan Dinas terkait di Kabupaten Blora. Juga melakukan konseling di setiap kelas dengan menunjuk dua konselor per kelasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Penyuluh KB Diminta Bekerja Maksimal Tekan Ledakan Penduduk di Grobogan

Bupati Sri Sumarni disambut dengan dikalungi rangkaian bunga saat tiba di lokasi penilaian Lomba Bhayangkara KKBPK di Desa Sedadi, Kecamatan Penawangan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Bupati Sri Sumarni disambut dengan dikalungi rangkaian bunga saat tiba di lokasi penilaian Lomba Bhayangkara KKBPK di Desa Sedadi, Kecamatan Penawangan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Makin meningkatnya jumlah penduduk mendapat perhatian serius dari Bupati Grobogan Sri Sumarni. Hal itu terungkap saat ia menerima kedatangan tim penilai Lomba Bhayangkara, Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (BKKBPK) Tingkat Provinsi Jateng di Desa Sedadi, Kecamatan Penawangan, Senin (30/5/2016).

“Seperti kita ketahui, ledakan penduduk ini harus kita sikapi dengan serius. Untuk itu, salah satu pihak yang kita minta bekerja maksimal adalah para penyuluh KB,” kata Sri.

Sri mengatakan, untuk mengoptimalkan komunikasi, informasi dan edukasi pada masyarakat. Hal ini penting dilakukan agar muncul kesadaran dari masyarakat tentang masalah KB tersebut.

Di samping itu, kualitas petugas lainnya yang berperan dalam bidang tersebut juga perlu ditingkatkan. Seperti dokter, bidan, serta institusi masyarakat pedesaan lainnya sehingga diharapkan program KB dapat terlaksana dengan baik.

Menurutnya, sinergitas untuk menjalankan program BKKBPK sangat diperlukan. Sebab, program tersebut mempunyai tujuan untuk mewujudkan keseimbangan antara kualitas, kuantitas dan persebaran penduduk serta lingkungan hidup. Di samping itu dapat meningkatkan kualitas keluarga agar lebih aman, tentram dan memiliki harapan masa depan yang lebih baik.

“Adanya penilaian lomba ini secara tidak langsung dapat memberikan motivasi bagi masyarakat. Terutama untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya program ini.  Kami berikan apresiasi dan terima kasih pada tim penilai karena telah menunjuk Grobogan sebagai salah satu wakil dari wilayah bakorwil I Pati untuk mengikuti lomba,” imbuh mantan Ketua DPRD Grobogan itu.

Editor : Akrom Hazami

 

Pemkab Pati Pacu Produktivitas Pertanian dengan Bantuan Alat Modern

 Bupati Pati Haryanto didampingi Kepala Dispertannak Pati Mokhtar Efendi mencoba mesin panen padi seusai penyerahan bantuan alat tersebut kepada kelompok tani. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Bupati Pati Haryanto didampingi Kepala Dispertannak Pati Mokhtar Efendi mencoba mesin panen padi seusai penyerahan bantuan alat tersebut kepada kelompok tani. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Pengembangan dan produktivitas pertanian di Pati saat ini terus dipacu. Sejumlah upaya dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk mendukung peningkatan surplus komoditas pangan, terutama beras.

“Tahun lalu, surplus beras di Pati mencapai 200 ribu ton. Tahun ini, produksi harus lebih meningkat lagi karena Pati selama ini punya peran besar sebagai penyangga ketahanan pangan nasional,” ujar Bupati Pati Haryanto, Senin (30/5/2016).

Untuk mendukung produktivitas pertanian tersebut, Haryanto menyerahkan bantuan kepada perwakilan sejumlah Gapoktan dan kelompok tani. Bantuan tersebut, antara lain alat pascapanen padi, jagung, dan kedelai. Selain itu, Haryanto juga menyerahkan bantuan alat angkut motor roda tiga sebanyak dua unit yang khusus diberikan kepada kelompok tani desa mandiri benih.

Alat pascapanen padi yang diberikan berupa alat pemanen combine harvester kecil sebanyak 30 unit, combine harvester ukuran sedang sebanyak 16 unit, dan power tresher sebanyak 16 unit. Sementara itu, alat pascapanen jagung berupa corn combine harvester satu unit dan corn seller 22 unit. Adapun untuk alat pascapanen kedelai berupa alat perontok (power tresher) multiguna 21 unit.

“Bantuan alat pertanian diberikan pada kelompok untuk memaksimalkan hasil pertanian. Bantuan akan dievaluasi secara berkelanjutan. Jadi, harus dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Jangan sampai bantuan alat pertanian malah dijual. Kita akan pantau penggunaannya,” katanya.

Menurutnya, jumlah alat bantuan dari APBN Tugas Pembantuan (TP) Provinsi Jateng tersebut jumlahnya masih terbatas, sehingga belum bisa merata ke semua Gapoktan dan kelompok tani. Untuk itu, bupati berharap kelompok penerima bisa membantu kelompok lain yang belum mendapatkan pemanfaatan alat tersebut.

“Kalau ada kelompok yang belum kebagian alat pertanian itu, maka bisa dipinjami. Jangan egosentris agar pemanfaatannya merata dan tidak menimbulkan kecemburuan,” paparnya.

Haryanto juga mengingatkan, kelompok penerima batuan agar bisa berhati-hati dalam mengelola dan memanfaatkan alat yang telah diterimanya. Pasalnya, alat batuan akan diverifikasi oleh Irjen Pertanian. “Kalau ada yang hilang maka akan jadi masalah. Jadi, tolong dimanfaatkan sesuai ketentuan,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Dispertannak Mokhtar Efendi mengatakan, bantuan alat tersebut  merupakan bagian dari upaya strategis dalam meningkatkan produktivitas pertanian, menurunkan susut hasil, dan mempertahankan mutu produk pertanian. Penerapan teknologi penanganan pascapanen sudah menjadi kebutuhan untuk mendukung proses produksi padi, jagung, dan kedelai secara efektif dan efisien.

“Bantuan ini untuk mendukung pencapaian target swasembada berkelanjutan padi dan jagung, serta swasembada kedelai. Pemerintah Pusat menargetkan pencapaian itu pada 2017,” tandasnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Komunitas Rock Kudus Lakukan Bakti Sosial

Konser rock di Museum Kretek, Minggu (22/5/2016) kemarin. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Konser rock di Museum Kretek, Minggu (22/5/2016) kemarin. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus- Selain menggelar konser rock di berbagai tempat seperti halnya Taman Krida pada Oktober dan Mei 2016 ini, Komunitas Rock Kudus juga mempunyai misi tersendiri.

Ya, misi itu ialah sebuah kegiatan yang bisa mendekatkan masyarakat kepada pencinta music rock. Terutama pencinta music rock yang ada di Kudus.

Anggota komunitas Rock Kudus Eko mengatakan, selain menggelar even musik, memang komunitas ini juga akan mewacanakan bakti sosial kepada masyarakat.”Bakti sosial itu yakni berupa memberikan bantuan kepada warga miskin, yatim dan sejenisnya,” katanya.

Dia melanjutkan, sekitar Februari komunitas ini sudah membantu korban banjir di wilayah Kudus. “Ya meskipun hanya bantuan secara sederhana, namun kita bisa sedikit berbagi,” paparnya.

Sementara itu, komunitas yang dideklarasikan pada Mingu (22/5/2016) juga berkeinginan untuk dekat kepada masyarakat Kudus. baik itu masyarakat awam akan musik maupun yang lainya.

“Kita itu ingin sekali dekat dengan warga. Dan tidak mengkotak kotakan. Baik itu pencinta musik aliran aliran, masyarakat umum dan lainnya. Sebab kita semua merupakan saudara. Sehingga kita juga butuh untuk didukung. Supaya musik ini bisa selalu dicintai oleh komunitasnya. Terlebih kepada warga lainnya,” ungkapnya.

Dia menambahkan, jumlah anggota yang paling inti ialah sebanyak 250 pencinta rock ini bisa selalu bersatu dan kompak.”Sehingga kita bisa menyatu dengan masyarakat Kudus dan tanpa membeda bedakan,” tegasnya.

Editor : Akrom Hazami
 

Bukalapak Berbagi Cerita Sukses di UMK

accounting enterpreneur (2)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Siapa saat ini yang tidak tahu Bukalapak. Salah satu pengagas market online di Indonesia. Nah, bagi Anda yang ingin mengetahui trik sukses mereka. Silakan datang ke Kudus.

Ya, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Akutansi Fakultas Ekonomi Universitas Muria Kudus (UMK), menggelar talkshow bertajuk “Accounpreneur”, di Auditorium UMK, Selasa (31/5/2016) besok. Dalam talkshow ini, petinggi Buka Lapak, yakni Head of Community Management Muhammad Fikri, bakal membeberkan trik menjadi seorang pengusaha yang cepat sukses.

Kiat sukses juga bakal dipaparkan owner angkringan Cekli, Robbi Addiarta, serta Bupati Kudus Musthofa, yang diketahui sukses dengan berbagai macam perusahaannya.

Wakil Ketua HMJ Akutansi Fakultas Ekonomi UMK, Aditya Kenang Setyaji mengatakan, kegiatan itu bakal dimulai pukul 09.00 WIB. Talkshow ini menurutnya terbuka untuk umum, dengan kuota sebanyak 500 peserta.

“Investasi untuk mengikuti talkshow ini sebesar Rp 30 ribu. Dengan invetasi itu, peserta akan mendapatkan berbagai macam ilmu, dan juga voucher sebesar Rp 50 ribu dari Buka Lapak,” katanya, Senin (30/5/2016).

Menurut dia, talkshow ini memang sengaja digelar untuk memancing minat masyarakat, terutama mahasiswa atau yang baru lulus, agar tak melulu berkeinginan menjadi pengusaha. Karena jika ingin sukses dan memperoleh hasil maksimal, menjadi pengusaha adalah pilihan yang tepat.

“Selama ini kalau lulus kuliah pasti inginnya menjadi pegawai. Dari kegiatan ini kami ingin membuka wawasan bahwa menjadi seorang pengusaha merupakan pilihan tepat,” terangnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Komika Dodit Mulyanto Kembali Beraksi di UMK

iklan-dodit-mulyanto

 

MuriaNewsCom, Kudus – Komika ternama, Dodit Mulyanto, akan hadir beraksi di Universitas Muria Kudus (UMK). W Mld bersama BEM Fakultas Ekonomi UMK menghadirkan komika itu, dalam rangka Dies Natalis Fakultas Ekonomi UMK ke-36.

Sesuai rencana, Dodit akan datang ke Kudus, Sabtu (4/6/2016) pukul 18.30 WIB. Bertempat di Auditorium UMK, penampilan Dodit diyakini akan mengguncang tawa.

Selain Dodit, pihak panitia juga bakal menampilkan komika kebanggaan Kota Kudus. Salah satunya Dimas dan Fangak yang tak asing lagi bagi masyarakat Kudus penggemar stand up comedy.

Sutopo, Presiden BEM FE UMK menjelaskan, bagi para penggemar Dodit, even ini merupakan hal yang langka. Tak hanya terbahak-bahak dengan celotehnya, para fans juga dapat langsung mengabadikan momen dengan berfoto besama.

”Silakan bagi yang mau foto bareng, kami menyediakan waktu khusus untuk para penggemar,” katanya.

Hanya, lanjutnya, antusias masyarakat dengan kedatangan Dodit sangat tinggi. Buktinya, 300 tiket sudah di booking guna menyaksikan aksi Dodit di Auditorium UMK. Jumlah tersebut ditaksir bakal lebih banyak mengingat tiket yang masih dibuka.

Selain Dodit dan Komika lainya. Malam minggu nanti bakal benar benar lebih meriah dengan penampilan musik. Usai Stand Up comedy, ada pula penampilan Band Cubitus dan Lakonte.

”Acaranya akan sangat meriah, dan tentunya menarik. Jadi sayang jika sampai dilewatkan,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami