Tampar Pegawai Kecamatan Gembong Pati, Mantan Anggota DPRD Dipolisikan

 Isworo membeberkan peristiwa dugaan penganiayaan yang dilakukan mantan anggota DPRD Pati di Kantor Kecamatan Gembong. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Isworo membeberkan peristiwa dugaan penganiayaan yang dilakukan mantan anggota DPRD Pati di Kantor Kecamatan Gembong. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Seorang mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Pati berinisial Kh dilaporkan petugas kepolisian Polsek Gembong, setelah diduga menampar Isworo, Kasi Ketentraman Ketertiban Umum (Kasitramtibum) Kecamatan Gembong, saat ikut memberhentikan operasional Alfamart pada Sabtu (28/5/2016).

Hal itu dibenarkan Kapolsek Gembong AKP Sugino. “Benar, kami mendapatkan laporan dari Isworo sebagai Kasitramtibum Kecamatan Gembong terkait dengan dugaan penganiayaan yang dilakukan mantan anggota DPRD Pati,” kata Sugino kepada MuriaNewsCom, Selasa (31/5/2016).

Bila laporan itu terbukti, pihaknya akan memproses hukum mantan anggota DPRD Pati yang diduga melakukan penamparan pada pegawai kecamatan Gembong. “Kalau barang bukti cukup, kita akan naikkan ke proses penyidikan,” tuturnya.

Sementara itu, Isworo saat dikonfirmasi mengaku tidak tahu alasan Kh menampar dirinya. Padahal, saat itu dirinya tengah bersalaman dan meminta maaf kepada Kh bila ada hal yang salah dari upaya pemberhentian operasi Alfamart karena izin awalnya toko kelontong.

“Waktu itu, semua bersalaman dengan Kh, saya salaman paling akhir dengan membungkukkan badan, karena saya sebagai orang yang lebih muda. Tiba-tiba, tangan saya ditarik dan saya kena tangannya. Saya tidak tahu apakah ditampar atau dipukul. Yang jelas, mulut bagian kanan saya sakit dan panas,” aku Isworo.

Insiden tersebut diakui ada aparat keamanan seperti polisi dan TNI. Usai peristiwa tersebut, Isworo kemudian melaporkan Kh kepada petugas Polsek Gembong sekitar pukul 13.00 WIB. Setelah itu, pihaknya melakukan visum di Puskesmas Gembong sekitar pukul 13.30 WIB.

Editor : Akrom Hazami