Listrik Karimunjawa 24 Jam jadi Percontohan Nasional

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat hadir di Pulau Karimunjawa. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat hadir di Pulau Karimunjawa. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Kawasan wisata Pulau Karimunjawa di Kabupaten Jepara yang  selama ini hanya teraliri listrik 12 hingga 18 jam setiap hari. Kini telah dapat teraliri listrik 24 jam penuh sejak diresmikan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Senin (30/5/2016).

Direktur Bisnis Jawa Bagian Tengah PT PLN Nasri Sebayang mengatakan, kesuksesan peluncuran PLTD di Karimunjawa akan menginspirasi pulau-pulau lain agar juga dialiri listrik.  Mengingat  ada sekitar 4.000 pulau berpenghuni di Indonesia yang masih kekurangan listrik.

“PT PLN akan menjadikan listrik Karimunjawa sebagai model percontohan nasional. Karena setelah ini pasti pulau-pulau lain akan meminta ke PLN dan justru ini yang kami tunggu. Karena tidak bisa PLN melaksanakan dengan sendirinya. Tanpa adanya bantuan Kepala daerah, dukungan Gubernur dan semangat kekeluargaan seperti yang terjadi di Karimunjawa Jawa Tengah,” ujarnya melalui pers rilis yang diterima MuriaNewsCom, Selasa (31/5/2016)

Sekretaris Daerah (Sekda) Jepara Sholih mengatakan, pengerjaan proyek listrik 24 jam untuk Karimunjawa dapat diselesaikan lebih awal. Ditargetkan Juli 2016 baru beroperasi, tapi ternyata bisa lebih cepat dari rencanma awal. Tepatnya pada tanggal 30 Mei 2016, Gubenur Jawa Tengah melounching Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Karimunjawa berkapasitas 2×2 Megawatt.

“Atas terealisasi operasinalisasi listrik 24 jam nonstop di Karimunjawa dan Kemujan, kami menyatakan terima kasih yang sebesar-besarrnya. Karena hal ini memang sudah didambakan sejak lama sekali. Ibaratnya Indoesia telah merdeka sejak tahun 1945, namun Karimunjawa baru merdeka sejak masuknya listrik 24 jam nonstop,” ungkapnya.

Keberdaan listrik penuh sehari semalam ini, lanjut Sholih, sangat dibutuhkan, utamanya dalam rangka menyongsong kemajuan masyarakat dan destinasi wisata Karimunjawa mendatang.   Seperti diketahui, kepulauan Karimunjawa terdiri atas 27 pulau, namun hanya lima yang dihuni. Lima pulau tersebut yaitu Pulau Karimunjawa, Kemujan, Nyamuk, Parang, dan Genting.

Namun demikian, PLTD ini hanya mampu melayani listrik 24 jam di dua pulau terbesar, yaitu Karimun dan Kemujan. PLTD ini dibangun di atas lahan seluas 1 hektar oleh PT Indonesia Power. Tepatnya pembangunan dilakukan di Legon bajak, Desa Kemujan, Kecamatan Karimunjawa. Pembangunan selesai pada 25 Mei dan telah diuji coba selama seminggu.

Sebelumnya kepulauan di Karimunjawa dialiri listrik dari tiga PLTD. PLTD Karimunjawa 500 kVA, PLTD Kemujan 100 kVA, PLTD Telogo Kemujan 250 kVA dan PLTD Nyamplungan 100 kVA. Itupun hanya beroperasi 12 jam dan untuk Pulau Kemujan dan lainnya hanya 6 jam setiap harinya.  Melalui perjanjian yang ditandatangani PT PLN distribusi Jateng dan DIY, PT Indonesia Power dan pemkab Jepara tanggal 23 Desember 2015, Pelayanan kelistrikan di Karimunjawa diserah terimakan dan dikelola PT PLN (Persero).

Selanjutnya oleh PT Indonesia Power dan PLN dibangun pembangkit listrik berkapasitas 2×2 Mega Watt untuk menggantikan PLTD milik Pemda Jepara yang berkapsitas 700 Kilo Watt  yang berada di Wilayah Kemujan dan Karimunjawa. Akhirnya pada saat ini dapat terelaisasi ketersediaan listrik 24 jam di Karimunjawa dan Kemujan.

Editor : Akrom Hazami