Dana Swadaya Masyarakat di Jepara Tahun 2015 Tembus Rp 205, 1 Miliar

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi saat memberi sambutan pada penutupan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK 2016 Kabupaten Jepara, di Lapangan Dukuh Ngemplik, Desa Karanggondang Kecamatan Mlonggo, Selasa (31/5/2016). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi saat memberi sambutan pada penutupan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK 2016 Kabupaten Jepara, di Lapangan Dukuh Ngemplik, Desa Karanggondang Kecamatan Mlonggo, Selasa (31/5/2016). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) ternyata tak semuanya utuh. Beberapa bantuan yang diberikan bahkan ada yang hanya bersifat stimulus. Sehingga warga harus menambahkan dana berupa swadaya masyarakat.

Beberapa tahun terakhir ini jumlah dana yang dikeluarkan oleh masyarakat melalui swadaya terus meningkat. Berdasarkan data yang ada, tercatat tahun 2013 ada Rp 170,8 miliar, tahun 2014 ada Rp 176,1 miliar dan tahun 2015 jumlahnya melonjak 16 persen menjadi Rp 205,1 miliar.

”Kami berharap dukungan dalam rangka menghidupkan kembali semangat gotong royong  yang menjadi ciri khas bangsa ini. Meski dari sisi swadaya meningkat, ” ujar Bupati Jepara Ahmad Marzuqi pada Penutupan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK 2016 Kabupaten Jepara, di Lapangan Dukuh Ngemplik, Desa Karanggondang Kecamatan Mlonggo, Selasa (31/5/2016).

Marzuqi menjelaskan, melalui rutinitas peringatan BBGRM dan HKG PKK diharapkan mampu meningkatkan kepedulian dan peran serta masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan. Termasuk kebersamaan dalam upaya pemeliharaan hasilnya menuju pada penguatan integrasi sosial.

Pada kesempatan  tersebut Bupati dan Ketua TP PKK Kabupaten, Chuzaemah juga menyerahkan bantuan dan hadiah kepada para pemenang lomba. Tercatat ada 62 macam kegiatan dan lomba serta bantuan dalam  kerangka BBGRM ke – XIII dan HKG PKK ke- 44.  Meliputi bidang social, kemasyarakatan dan lingkungan.  Dia berharap kedepan dapat menghilangkan pragmatisme dan mengembalikan Spirit kebangsaan gotong royong yang sekarang hilang.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Jepara, Chuzaemah mengatakan, tujuan utamanya untuk penguatan kelompok sosial, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat  serta keluarga.  Disamping itu juga untuk mewujudkan penguatan kebersamaan, kerjasama keswadayaan, menguatkan peran serta masyarakat dalam NKKBS maupun motivasi kader melalui 10 program PKK.

Kegiatan dicanangkan serentak Tk Propinsi Jawa Tengah dipusatkan di Temanggung pada awal Mei 2016 lalu. Selanjutnya kegiatan ditindaklanjuti di tingkat Kabupaten dan Kecamatan selama sebulan penuh. Selanjutnya ditutup pada tanggal 31 Mei 2016.

Editor: Supriyadi