Jelang Ramadan, PSK Kudus Ini Tobat di Kantor Satpol PP

satpol pp e

PSK dimintai keterangan di kantor Satpol PP Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Salah satu PSK yang berasal dari Pasuruhan Kidul, Kudus, NC (30) mengaku tobat. Hal itu diungkapkannya saat terjaring razia Satpol PP Kudus.

“Saya berjanji tidak akan menjalani pekerjaan ini. Selain itu, bila sudah dibina oleh Dinas Sosial dan mempunyai kreativitas, saya akan menjadi wiraswata,” kata NC di hadapan Satpol PP.

Dia mengaku melakoni kerja tersebut hampir satu tahun. Dia terpaka terjun ke lembah hitam sepulangnya dari rantau di Jakarta. Di Ibu kota dia bekerja sebagai buruh dengan penghasilan Rp 1 juta. Dia kembali ke Kudus karena tidak betah.

Di Kudus, dia menjadi PSK. Dari penghasilannya melayani pria hidung belang, NC bisa mengirimkan uang ke keluarganya Rp 200 ribu per bulan. “Saya berpindah-pindah melayani tamu,” tambahnya.

Satpol PP Kudus memang akan menggalakkan razia penyakit masyarakat. Terutama jelang Ramadan dan selama bulan suci.

Kepala Satpol PP Kudus Abdul Halil mengatakan, dalam razia yang digelar terakhir, ada dua PSK yang terazia. Adalah SS (22) warga Gemiring Lor, dan NC.

Dari informasi yang dihimpun MuriaNewsCom, keduanya akan diserahkan ke Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kudus untuk bisa dibina, dilatih kerja dan sebagainya.

“Supaya ke depannya tidak menjadi penyakit masyarakat di sekelilingnya. Sementara itu, kita juga akan menggelar razia ke tempat tempat yang disinyalir untuk tempat pacaran atau mesum. Sehingga disaat bulan suci, keberadaan PSK atau PGOT bisa tertata,” ujarnya.

Editor : Akrom Hazami