Kajari Minta Tim Pakem Kabupaten Tetap Waspadai Paham Radikalisme

Kepala Kejaksaan Negeri Purwodadi Abdullah saat memimpin sosialisasi surat keputusan bersama (SKB) di kantornya. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kepala Kejaksaan Negeri Purwodadi Abdullah saat memimpin sosialisasi surat keputusan bersama (SKB) di kantornya. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Kewaspadaan terhadap paham radikalisme harus terus dilakukan. Meski keberadaan organisasi yang memiliki paham radikalisme itu sudah dibubarkan oleh pemerintah.

Hal itu disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Purwodadi Abdullah saat menggelar sosialisasi surat keputusan bersama (SKB) tentang perintah dan peringatan kepada ormas Gafatar yang dilangsungkan di Kantor Kejaksaan Negeri Purwodadi, Kamis (12/5/2016).

”Paham radikalisme ini memang harus kita waspadai. Sebab, meski sudah dibubarkan tetapi mantan pengikutnya ini masih ada,” katanya.

Acara sosialisasi itu dihadiri sejumlah pejabat dari beberapa instansi. Antara lain, Kodim 0717 Purwodadi, Polres Grobogan, Dinas Pendidikan, Disporabudpar, Badan Kesbanglinmas, dan Forum Komunikasi Umat Beragama.

Menurut Abdullah, dalam rangka mewaspadai dan mengawasi paham radikalisme itulah pihaknya melakukan sosialisasi SKB tersebut pada beberapa pihak. SKB tersebut dikeluarkan oleh meteri agama, jaksa agung dan menteri dalam negeri.

”Pengawasan nanti dilakukan oleh tim pengawasan aliran kepercayaan masyarakat (Pakem) dari kejaksaan. Ini, jadi tupoksi bidang intelijen,” kata mantan Kajari Sampang, Madura itu.

Abdullah menambahkan, kendati pengikut paham radikalime seperti Gafatar sudah dipulangkan tetapi tugas pemerintah tidak selesai sampai disitu saja. Namun, para eks Gafatar ini tetap harus dipantau aktivitasnya.

Hal itu perlu dilakukan agar mereka jangan sampai menyebarkan lagi paham itu pada masyarakat lainnya. Kondisi ini perlu dilakukan karena gerakan paham ini bertujuan untuk memecah belah keutuhan NKRI. Masyrakat juga diminta untuk menyampaikan informasi jika ada eks Gafatar yang melakukan upaya penyebaran paham itu pada orang lain.

Editor: Supriyadi