Santri Qudsiyyah juga Harus Bercita-Cita Tinggi

Siswa kelas VIII MTs Qudsiyyah Khoirul Anam (14). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Siswa kelas VIII MTs Qudsiyyah Khoirul Anam (14). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Siswa aktif maupun lulusan dari Madrasah Qudsiyyah memang tidak dipaksa untuk menjadi ustaz, kiai atau ulama oleh gurunya. Namun pesan dari pendidiknya ialah supaya para siswa atau lulusan tersebut dapat selalu mengedepankan ajaran agama saat meraih cita cita di manapun berada.

Seperti halnya siswa kelas VIII MTs Qudsiyyah Khoirul Anam (14) ini. Sebab dirinya mengatakan bahwa santri atau lulusan dari Qudsiyyah itu boleh di mana-mana, namun jangan kemana-mana.

“Arti dari boleh di mana mana asal jangan kemana-mana ialah, para santri dan lulusan ini boleh menjadi apapun, boleh meraih cita cita apapun yang penting halal. Namun jangan sampai larut dalam kegiatan atau tindakan negatif. Selain itu, untuk menangkal tindakan itu, jiwa santri harus selalu mengedepankan ajaran Islam, apapun pekerjaanya,” ujarnya.

Sementara itu, di hari jadi Qudsiyyah yang ke-100 tahun ini, siswa yang berasal dari Pedurungan Tengah RT 1 RW 2 Pedurungan, Semarang ini berharap kepada siswa lain supaya bisa mengedepankan jiwa santrinya.

“Bila jiwa santri yang identik dngan kesederhanaan selalu dikedepankan, maka tindakan korupsi, tindakan mencuri di  saat sudah menjadi orang besar akan bisa terhindar,” ungkapnya.

Selain itu, siswa yang selalu mendapatkan ranking 5 besar di kelasnya ini juga berkeinginan untuk bisa selalu mengembangkan ajaran gurunya di saat pulang ke Semarang.

“Yang penting jadi orang itu tidak harus muluk-muluk untuk meraih cita-cita. Akan tetapi bagaimana yang paling inti ialah bisa mengamalkan ajaran guru, ulama yang sudah kita dapat. Sementara itu, bila sudah bermanfaat di lingkungan masyarakat, maka hidup akan nyaman, tenang dan barokah,” imbuhnya.

Dengan adanya prinsip hidup santri Qudsiyyah boleh di mana-mana, asal jangan kemana-mana itulah, siswa yang sekarang mondok di Ma’had Qudsiyyah ini menjalani dan mengamalkan ajaran Islam dengan baik setelah lulus nanti.

Editor : Akrom Hazami