Hebat, Persipa Compang-camping Tapi Sanggup Kalahkan Persiku

Pemain Persipa Pati merayakan kemenangan, setelah berhasil menumbangkan Persiku Kudus dengan skor 1-0, di pertandingan yang berlangsung di Stadion Joyokusumo Pati, Rabu (4/5/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Pemain Persipa Pati merayakan kemenangan, setelah berhasil menumbangkan Persiku Kudus dengan skor 1-0, di pertandingan yang berlangsung di Stadion Joyokusumo Pati, Rabu (4/5/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Kemenangan Persipa Pati atas Persiku Kudus ternyata memang menorehkan kesan tersendiri. Pasalnya, Persipa dengan segala kekurangannya mampu menang atas tim kuat seperti Persiku.

Persiku Kudus yang berjuluk Macan Muria itu, dikenal sebagai tim terkuat yang sempat memimpin puncak klasemen sementara Grup B Liga Nusantara (Linus) Zona Jawa Tengah. Kegarangan Macan Muria sempat melibas Persekap Pekalongan 5-0, dan Persiharjo Unsa-Asmi 1-0.

Namun, Persiku harus tunduk dan bertekuk lutut dengan Laskar Saridin, setelah bermain dalam ”Derby Muria”, yang digelar di Stadion Joyokusumo Pati, Rabu (4/5/2016). Padahal, kondisi tim Persipa bisa dikatakan compang-camping.

Betapa tidak, Persipa saat melawan Persiku hanya ditopang 15 pemain. Empat orang di antaranya pemain cadangan. Dari empat pemain cadangan, dua orang di antaranya kiper. Kondisi compang-camping terjadi, setelah empat pemain hengkang dari Persipa.

Keterbatasan anggaran menjadi salah satu alasan hengkangnya empat pemain Persipa. Kendati begitu, keterbatasan tidak membuat Persipa berputus asa. Sebaliknya, para pemain terus bersemangat hingga berhasil memuncaki klasemen Grup B Linus Zona Jateng.

Sementara itu, Pelatih Persiku Kudus Hidayat meyayangkan kekalahan Persiku, yang dalam keadaan menyerang. ”Sangat disayangkan. Di saat Persiku terus menyerang dan menggempur Persipa, serangan balik Persipa tidak bisa diantisipasi dengan baik oleh pemain Persiku,” kata Hidayat.

Ia juga sempat menyayangkan, setelah wasit menganulir gol Persiku karena dianggap sudah dalam posisi offside. Ke depan, pihaknya akan melakukan evaluasi terkait dengan penyelesaian akhir. ”Beberapa kesempatan tidak bisa dieksekusi pada penyelesaian akhir,” tandasnya.

Editor: Merie