Tradisi Perang Obor Tegalsambi Jepara Disambut Antusias

 

perang obor (e)

Salah seorang peserta Perang Obor yang digelar di Desa Tegalsambi, Kecamatan Tahunan, Jepara, membawa peralatan perang dalam acara yang berlangsung Senin (2/5/2015). MuriaNewsCom (Wahyu KZ)

 

 

MuriaNewsCom, Jepara – Tradisi Perang Obor Desa Tegalsambi, Kecamatan Tahunan, Jepara, kembali digelar warga setempat dan berlangsung Senin (2/5/2016) malam.

Ratusan obor raksasa yang terbuat dari campuran ”blarak” (daun kelapa kering, red) dan ”klaras” (daun pisang kering, red) dijadikan alat perang 35 pemuda desa setempat dengan cara saling memukul.

Tradisi yang berlangsung turun-temurun ini dilangsungkan di perempatan desa setempat. Acara yang dimulai sekitar pukul 19.30 WIB ini dibuka dengan beberapa rangkaian acara. Di mana ”kamituwa” (sesepuh desa, red), memimpin ritual doa di perempatan jalan. Kemudian 35 pemuda yang telah disiapkan langsung saling serang dengan obor raksasa.

Antusiasme warga sekitar dan luar kota sangat tinggi. Terlihat ribuan warga telah memadati lokasi sejak beberapa jam sebelum acara puncak dimulai. Tak hanya itu, banyak warga yang ketiban berkah dengan agenda ini, ada yang berjualan, membuka jasa penitipan kendaraan dan yang lainnya.

”Ini merupakan tradisi turun temurun dan digelar setahun sekali. Ini tradisi yang hanya ada di Desa Tegalsambi,” ujar Petinggi Desa Tegalsambi Agus Santosa, kepada MuriaNewsCom, Senin (2/5/2016).

Menurutnya, banyak nilai luhur yang dapat diambil dari tradisi Perang Obor. Salah satu yang paling penting adalah melestarikan tradisi ditengah gempuran tradisi asing dengan modernitasnya. Selain itu juga filosofi Perang Obor di mana harus menjunjung tinggi sportivitas.

”Meskipun sudah beradu obor, tetap harus menjaga persaudaraan. Tidak boleh balas dendam,” katanya.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, meski para peserta perang obor saling memukul dengan obor yang juga terdapat api dan bara api. Para peserta tidak takut. Usai peperangan obor digelar, sudah disiapkan ramuan khusus yang dapat mengobati luka bakar.

”Termasuk untuk penonton yang terluka, bisa diobati dengan ramuan khusus ini,” katanya.

Editor: Merie