Tak Mau Disalahkan, Disdikpora Kudus Minta Orang Tua Berperan Aktif Bangun Karakter Anak

Para siswa antusias mengikuti SMK Weekend yang digelar di Alun-alun Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Para siswa antusias mengikuti SMK Weekend yang digelar di Alun-alun Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom,  Kudus – Kekecewaaan Bupati Kudus Musthofa dengan siswa yang memegang menggunakan tangan kiri saat menerima microphone dan hadiah membuat Disdikpora Kudus angkat bicara.

Pengawas sekolah pada Disdikpora Kudus M Zainuri mengatakan, peran guru di sekolah sangat terbatas. Jutru, yang memiliki andil besar adalah kedua orang tua siswa. Ini lantaran para siswa lebih banyak menggunakan waktu dengan orang tua ketimbang dengan guru di sekolah.

”Jadi yang lebih berperan aktif seharusnya orang tua. Para siswa di sekolah itu sangat terbatas. Selain itu juga, satu guru menangani banyak siswa, jadi ada keterbatasan,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, jika sampai terjadi degradasi moral bukanlah semata-mata kesalahan guru. Melainkan orang tua juga ikut andil dalam hal membimbing dan mengajarkan anak sampai demikian.

Lebih lanjut dikatakan, para guru juga memiliki tugas mengajar pelajaran. Hal itu juga membuat semakin terbatas nya dalam memperhatikan anak.

“Meski demikian kami juga bertugas membenahi. Sehingga ke depan akan dilakukan pembenahan terkait hal itu melalui guru di tiap sekolah,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

BACA JUGA: Bupati Kudus Kecewa, Banyak Siswa Pegang Mic dan Terima Hadiah dengan Tangan Kiri