Peringati Hari Lingkungan Hidup Dunia, BLH Grobogan Gelar Lomba Mewarnai

Ratusan anak Taman Kanak-kanak (TK) Se-Kecamatan Purwodadi mengikuti lomba mewarnai memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Ratusan anak Taman Kanak-kanak (TK) Se-Kecamatan Purwodadi mengikuti lomba mewarnai memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Ratusan anak TK di Kecamatan Purwodadi, Selasa (31/5/2016) mengikuti acara lomba mewarnai yang digelar Badan Lingkungan Hidup (BLH) Grobogan.

Acara yang dilangsungkan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) di belakang Rumah Sakit Islam Purwodadi itu digelar dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada 5 Juni mendatang.

Sekitar 30 sekolah TK yang ada di Purwodadi ikut ambil bagian dalam lomba tersebut. Masing-masing sekolah mengirimkan 10 siswa.

“Total ada 300 peserta yang ikut lomba mewarnai. Pesertanya adalah siswa TK yang ada di Kecamatan Purwodadi,” ungkap Kabid Konservasi dan Informasi Lingkungan BLH GroboganLatifawati.

Dikatakan, gambar yang diwarnai para peserta temanya adalah satwa dan lingkungan. Hal ini bertujuan untuk mengenalkan pendidikan mengenai alam dan satwa bagi anak-anak yang tinggal di kawasan kota.

Pelaksanaan lomba tersebut sengaja ditempatkan di kawasan RTH. Sebab, hal itu dilakukan untuk mengenalkan keberadaan RTH pada anak-anak dan masyarakat luas.

“Selama ini, masih banyak masyarakat yang belum tahu keberadaan RTH ini. Nah, melalui lomba ini, salah satu tujuannya adalah mengenalkan adanya RTH yang bisa dipakai untuk beraktivitas masyarakat,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Listrik Karimunjawa 24 Jam jadi Percontohan Nasional

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat hadir di Pulau Karimunjawa. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat hadir di Pulau Karimunjawa. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Kawasan wisata Pulau Karimunjawa di Kabupaten Jepara yang  selama ini hanya teraliri listrik 12 hingga 18 jam setiap hari. Kini telah dapat teraliri listrik 24 jam penuh sejak diresmikan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Senin (30/5/2016).

Direktur Bisnis Jawa Bagian Tengah PT PLN Nasri Sebayang mengatakan, kesuksesan peluncuran PLTD di Karimunjawa akan menginspirasi pulau-pulau lain agar juga dialiri listrik.  Mengingat  ada sekitar 4.000 pulau berpenghuni di Indonesia yang masih kekurangan listrik.

“PT PLN akan menjadikan listrik Karimunjawa sebagai model percontohan nasional. Karena setelah ini pasti pulau-pulau lain akan meminta ke PLN dan justru ini yang kami tunggu. Karena tidak bisa PLN melaksanakan dengan sendirinya. Tanpa adanya bantuan Kepala daerah, dukungan Gubernur dan semangat kekeluargaan seperti yang terjadi di Karimunjawa Jawa Tengah,” ujarnya melalui pers rilis yang diterima MuriaNewsCom, Selasa (31/5/2016)

Sekretaris Daerah (Sekda) Jepara Sholih mengatakan, pengerjaan proyek listrik 24 jam untuk Karimunjawa dapat diselesaikan lebih awal. Ditargetkan Juli 2016 baru beroperasi, tapi ternyata bisa lebih cepat dari rencanma awal. Tepatnya pada tanggal 30 Mei 2016, Gubenur Jawa Tengah melounching Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Karimunjawa berkapasitas 2×2 Megawatt.

“Atas terealisasi operasinalisasi listrik 24 jam nonstop di Karimunjawa dan Kemujan, kami menyatakan terima kasih yang sebesar-besarrnya. Karena hal ini memang sudah didambakan sejak lama sekali. Ibaratnya Indoesia telah merdeka sejak tahun 1945, namun Karimunjawa baru merdeka sejak masuknya listrik 24 jam nonstop,” ungkapnya.

Keberdaan listrik penuh sehari semalam ini, lanjut Sholih, sangat dibutuhkan, utamanya dalam rangka menyongsong kemajuan masyarakat dan destinasi wisata Karimunjawa mendatang.   Seperti diketahui, kepulauan Karimunjawa terdiri atas 27 pulau, namun hanya lima yang dihuni. Lima pulau tersebut yaitu Pulau Karimunjawa, Kemujan, Nyamuk, Parang, dan Genting.

Namun demikian, PLTD ini hanya mampu melayani listrik 24 jam di dua pulau terbesar, yaitu Karimun dan Kemujan. PLTD ini dibangun di atas lahan seluas 1 hektar oleh PT Indonesia Power. Tepatnya pembangunan dilakukan di Legon bajak, Desa Kemujan, Kecamatan Karimunjawa. Pembangunan selesai pada 25 Mei dan telah diuji coba selama seminggu.

Sebelumnya kepulauan di Karimunjawa dialiri listrik dari tiga PLTD. PLTD Karimunjawa 500 kVA, PLTD Kemujan 100 kVA, PLTD Telogo Kemujan 250 kVA dan PLTD Nyamplungan 100 kVA. Itupun hanya beroperasi 12 jam dan untuk Pulau Kemujan dan lainnya hanya 6 jam setiap harinya.  Melalui perjanjian yang ditandatangani PT PLN distribusi Jateng dan DIY, PT Indonesia Power dan pemkab Jepara tanggal 23 Desember 2015, Pelayanan kelistrikan di Karimunjawa diserah terimakan dan dikelola PT PLN (Persero).

Selanjutnya oleh PT Indonesia Power dan PLN dibangun pembangkit listrik berkapasitas 2×2 Mega Watt untuk menggantikan PLTD milik Pemda Jepara yang berkapsitas 700 Kilo Watt  yang berada di Wilayah Kemujan dan Karimunjawa. Akhirnya pada saat ini dapat terelaisasi ketersediaan listrik 24 jam di Karimunjawa dan Kemujan.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Siswa Kudus Rela Basah Kuyup Demi Sambut Kelahiran Pancasila

Siswa rela berbasah kuyup sambut  Hari Kelahiran Pancasila. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Siswa rela berbasah kuyup sambut  Hari Kelahiran Pancasila. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Ratusan siswa-siswi baik mulai dari tingkat SD hingga SMA/MA/SMK maupun taman pendidikan quran (TPQ) wilayah Mejobo rela basah kuyup lantaran ingin menyambut Hari Kelahiran Pancasila di lapangan Jepang Mejobo, Kudus Selasa (31/5/2016).

Mereka rela basah kuyup dari mulai pertigaan Mejobo (madrasah Miftahut Tholibin) hingga lapangan Jepang Mejobo yang jaraknya kurang lebih 2 kilometer untuk melakukan kirab dan apel di lapangan tersebut.

Dari pantauan MuriaNewsCom, ratusan siswa-siswi tersebut nampak semangat serta menyanyikan lagu kebangsaan untuk menyambut datangnya Kelahiran Pancasila yang jatuh pada Rabu (1/6/2016).

Acara yang digelar oleh GP Ansor Kudus ini tentunya akan dapat memberikan rasa semangat untuk memperjuangkan NKRI dan memperdalam jiwa nasionalisme. Terlebih dalam acara ini mengangkat tema “Menjaga dan Memperkokoh NKRI dan Pancasila”.

Selain ratusan siswa siswi yang berada di wilayah Mejobo, Kudus, kirab untuk menyambut kelahiran pancasila tersebut juga diikuti oleh dari berbagai organisasi. Baik mulai dari Fatayat NU, IPNU IPPNU, NU maupun yang lainnya.

Ketua PC Kudus GP Ansor Sarmanto mengatakan, kegiatan itu merupakan tindak lanjut dari instruksi pimpinan ansor pusat.

“Sehingga kita menggandeng berbagai siswa baik mulai dari SD hingga SMA/MA/SMK bahkan taman pendidikan quran untuk ikut serta dalam acara ini,” paparnya.

Dia menilai, GP Ansor merupakan garda terdepan dalam NU untuk bisa ikut serta mempertahan NKRI, Nasionalisme bahkan keutuhan bangsa Indonesia.

Sementara itu, dengan adanya kegiatan ini, pihaknya berharap supaya warga masyarakat Kudus bisa ikut berperan menjaga kesatuan bangsa. Terlebih dari isu komunisme yang merebak saat ini.

“Meskipun acara ini baru pertama kali dan diguyur hujan lebat , namun peserta apel, maupun peserta kirab penyambutan hari lahir pancasila melakukannya dengan semangat, dan khidmat.

Editor : Akrom Hazami

Trik Mudah jadi Pengusaha dari Pemateri Talk Show Accountpreneur di UMK

Kegiatan Talk Show Accountpreneur yang diselenggarakan HMJA FE UMK. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kegiatan Talk Show Accountpreneur yang diselenggarakan HMJA FE UMK. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Bagi calon pelaku usaha di Kudus, ada baiknya jika melakukan tips yang dibeberkan oleh pelaku usaha di Kudus. Seperti melupakan untuk niat serta tidak usah merisaukan modal.

Satu dari pemateri Talk Show Accountpreneur yang diselenggarakan HMJA FE UMK, adalah Robby Adiarta, pemilik Angkringan Cekli Kudus. Dia membeberkan cara memulai usaha yang dirintis selama ini dengan cara yang praktis.

“Usaha dapat dimulai dengan mudah, kita dapat melihat peluang yang ada di depan mata. Tidak usah muluk-muluk dulu, yang penting tekun,” katanya saat menjadi pembicara.

Dia mengungkapkan, seperti halnya usaha yang digeluti. Dia memulai lantaran melihat banyak potensi Kudus. Saat itulah. Dia memilih usaha angkringan.

“Kudus kota yang kecil, namun lihat, banyak yang suka ngopi, angkringan laku semua, dan banyak yang suka ngobrol dan keluar malam. Itulah yang saya manfaatkan,” katanya.

Pemateri lainnya, Arif, dosen Teknik UMK yang juga anggota HIPMI menuturkan, kalau usaha yang dilakukan harus nekat. Banyak peluang di depan mata yang sebenarnya dilewatkan.

“Tengok aja, kita jualan kacang atom, kita beli yang BS dan kita jual deggan untung Rp 250 perak. Kalau kita bisa jual 50 per angkringan sudah untung berapa? Apalagi kalau 100 angkring,” imbuhnya.

Dalam menjalankan usaha juga tidak perlu modal banyak atau tanpa modal sama sekali. sebab dengan modal kepercayan, dapat ambil dulu produk yang dijual.

“Lupakan mimpi kalau hanya sebatas mimpi. Yang betul itu mimpi saat nyata. Lalu dapat dimulai usahanya. Apapun.Mau usaha apa besok? Itulah yang tepat,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Dana Swadaya Masyarakat di Jepara Tahun 2015 Tembus Rp 205, 1 Miliar

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi saat memberi sambutan pada penutupan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK 2016 Kabupaten Jepara, di Lapangan Dukuh Ngemplik, Desa Karanggondang Kecamatan Mlonggo, Selasa (31/5/2016). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi saat memberi sambutan pada penutupan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK 2016 Kabupaten Jepara, di Lapangan Dukuh Ngemplik, Desa Karanggondang Kecamatan Mlonggo, Selasa (31/5/2016). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) ternyata tak semuanya utuh. Beberapa bantuan yang diberikan bahkan ada yang hanya bersifat stimulus. Sehingga warga harus menambahkan dana berupa swadaya masyarakat.

Beberapa tahun terakhir ini jumlah dana yang dikeluarkan oleh masyarakat melalui swadaya terus meningkat. Berdasarkan data yang ada, tercatat tahun 2013 ada Rp 170,8 miliar, tahun 2014 ada Rp 176,1 miliar dan tahun 2015 jumlahnya melonjak 16 persen menjadi Rp 205,1 miliar.

”Kami berharap dukungan dalam rangka menghidupkan kembali semangat gotong royong  yang menjadi ciri khas bangsa ini. Meski dari sisi swadaya meningkat, ” ujar Bupati Jepara Ahmad Marzuqi pada Penutupan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK 2016 Kabupaten Jepara, di Lapangan Dukuh Ngemplik, Desa Karanggondang Kecamatan Mlonggo, Selasa (31/5/2016).

Marzuqi menjelaskan, melalui rutinitas peringatan BBGRM dan HKG PKK diharapkan mampu meningkatkan kepedulian dan peran serta masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan. Termasuk kebersamaan dalam upaya pemeliharaan hasilnya menuju pada penguatan integrasi sosial.

Pada kesempatan  tersebut Bupati dan Ketua TP PKK Kabupaten, Chuzaemah juga menyerahkan bantuan dan hadiah kepada para pemenang lomba. Tercatat ada 62 macam kegiatan dan lomba serta bantuan dalam  kerangka BBGRM ke – XIII dan HKG PKK ke- 44.  Meliputi bidang social, kemasyarakatan dan lingkungan.  Dia berharap kedepan dapat menghilangkan pragmatisme dan mengembalikan Spirit kebangsaan gotong royong yang sekarang hilang.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Jepara, Chuzaemah mengatakan, tujuan utamanya untuk penguatan kelompok sosial, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat  serta keluarga.  Disamping itu juga untuk mewujudkan penguatan kebersamaan, kerjasama keswadayaan, menguatkan peran serta masyarakat dalam NKKBS maupun motivasi kader melalui 10 program PKK.

Kegiatan dicanangkan serentak Tk Propinsi Jawa Tengah dipusatkan di Temanggung pada awal Mei 2016 lalu. Selanjutnya kegiatan ditindaklanjuti di tingkat Kabupaten dan Kecamatan selama sebulan penuh. Selanjutnya ditutup pada tanggal 31 Mei 2016.

Editor: Supriyadi

Tiket Penampilan Dodit Mulyanto di UMK Laris Manis

 iklan-dodit-mulyanto

 

MuriaNewsCom, Kudus  – Tiket penampilan komika Dodit Mulyanto di Universitas Muria Kudus (UMK), laris manis.

Hal ini terbukti di acara Dies Natalis Fakultas Ekonomi (FE) UMK, telah terjual banyak. Sampai kini, acara yang disupport WMLD, tercatat ada 200 tiket VIP yang disediakan panitia sudah ludes terjual.

Tak hanya tiket VIP, 100 tiket dari 400 tiket reguler juga sudah terjual. Ini menandakan antusias masyarakat dengan kedatangan Dodit sangat tinggi. Padahal, acara baru akan digelar 4 Juni mendatang.

Presiden BEM FE UMK Sutopo mengatakan, untuk tiket VIP dijual dengan harga Rp 65 ribu. Sedangkan untuk tiket reguler biasa dijual dengan harga Rp 30 ribu.

”Untuk tiket VIP semuanya sudah terjual habis. Kayaknya bayak yang berebut untuk bisa melihat Dodit dari depan,” katanya.

Ia menyebutkan, tiket VIP memang terdapat kelebihan. Selain bisa jumpa fans bersama Didit di Wedangan Pukwe pada sore hari, 4 Juni pukul 15.00 WIB, mereka juga tempat yang leluasa untuk melihat atraksi Dodit.

”Itu yang membuat tiket VIP laris manis. Semuanya ingin berfoto bareng dengan komika ternama tersebut,” ungkapnya.

Hanya, lanjutnya, bagi masyarakat umum masih bisa menikmati acara Dodit secara langsung. Tiket reguler masih tersisa, sehingga masih dapat tertawa langsung dengan kawalan Dodit.

”Tiket reguler masih ada 300 tiket. Bagi yang ingin mendapatkannya silakan pesan mulai dari sekarang,” tambahnya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Bupati Grobogan Nyatakan Wilayahnya Sudah Berkategori ODF

Bupati Grobogan Sri Sumarni saat membacakan deklarasi ODF yang diikuti para camat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Bupati Grobogan Sri Sumarni saat membacakan deklarasi ODF yang diikuti para camat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Bupati Grobogan Sri Sumarni menegaskan jika sejak tahun 2015 lalu, wilayahnya sudah tidak ada lagi masyarakat yang buang air besar sembarangan.

Sebab, berbagai program sudah dilakukan agar wilayah Grobogan bisa masuk kategori Open Defecation Free (ODF). Dijelaskan, beberapa tahun lalu, baru sekitar 42 persen masyarakat yang memiliki jamban. Sedangkan sisanya yang belum punya jamban di rumah ada 58 persen.

Mereka yang tidak memiliki jamban itu melakukan kebiasaan buang air besar di sembarang tempat. Seperti kebun, sawah, dan sungai. Kemudian, pemkab berupaya menghilangkan kebiasaan buruk tersebut melalui program pendekatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Selanjutnya, pada tahun 2008 dimulai proyek percontohan jambanisasi di dua desa. Yakni, Desa Panimbo, Kecamatan Kedungjati, dan Desa Gunungtumpeng, Kecamatan Karangrayung.

“Pilot project di dua desa itu berhasil dengan baik. Di mana, dalam kurun waktu satu bulan, dua desa itu berhasil dideklarasikan jadi desa ODF,” katanya usai mendampingi kunjungan kerja Menteri Kesehatan Nila Djuwita F Moeloek di Desa Panunggalan, Kecamatan Pulokulon, Selasa (31/5/2016).

Setelah itu, pemkab menjalin kerja sama dengan lembaga Plan Indonesia. Hingga akhirnya, bisa tercipta 153 desa di 10 kecamatan yang berhasil ODF pada tahun 2012. Pada tahun 2013 dan 2014, pemkab menyalurkan dana APBD ke 127 desa di 9 kecamatan guna mendukung upaya Kabupaten Grobogan ODF.

“Hingga tahun 2015, semua desa sudah masuk kategori ODF. Ini, tentu sebuah prestasi yang sangat bagus dan masyarakat ternyata juga mendukung. Sebab, banyak warga yang akhirnya berinisiatif sendiri untuk membuat jamban,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Tempat Karaoke di Blora Tetap Buka Saat Ramadan, Ormas Islam Protes 

Jpeg

Salah satu tempat karaoke yang ada di Blora (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Sejumlah ormas Islam yang ada di Blora angkat bicara perihal diperbolehkannya karaoke beroperasi saat Ramadan nanti.

M Fatah, Sekretaris PCNU Blora, mengatakan seharusnya saat Ramadan tempat karaoke tidak beroperasi. Hal itu ia ungkapkan, karena untu menghormati keagungan Ramadan. Selain itu, juga menghargai orang yang sedang beribadah di bulan suci.

“Ketika di luar Ramadan kan mereka sudah beroperasi. Maka sewajarnya kalau Ramadan meraka tidak beroperasi,”  kata dia.

Hal senada juga telah disampaikan Wakil Ketua Bidang Pendidikan Dasar dan Menenggah Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Blora, Marsono, mengatakan seharusnya pemkab bisa lebih arif dalam menyikapi bulan Ramadan. Dia menjelaskan, adanya karaoke saja sudah menjadi persoalan tersendiri di Blora. “Apalagi, pada saat Ramadan tempat tersebut masih buka,” kata dia.

Sebelumnya diberitakan, tempat hiburan  malam yang ada di Blora masih bisa tetap buka selama Ramadan. Hal itu berdasarkan SK Bupati bahwa dalam SK Bupati nomor 303/404/2014 tentang jam operasional usaha hiburan malam dan karaoke pada hari Ramadhan dan hari besar keagamaan.

Dalam SK tersebut juga menjelaskan tempat hiburan malam akan tutup ketika saat H-3 menjelang Ramadan, dan H+3 Ramadan. Sedangkan, saat Lebaran tutup total.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Korban Longsor di Ronggo Jaken Masih Dirawat di Rumah Sakit

Prajurit TNI dari Kodim 0718/Pati yang dipimpin Dandim Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma meninjau lokasi longsor di Desa Ronggo, Jaken, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Prajurit TNI dari Kodim 0718/Pati yang dipimpin Dandim Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma meninjau lokasi longsor di Desa Ronggo, Jaken, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Bencana longsor yang terjadi di Desa Ronggo, Kecamatan Jaken, Pati, Selasa (31/5/2016), mengakibatkan dua rumah milik warga rusak parah. Selain itu satu orang mengalami luka pada bagian kepala dan harus dirawat di rumah sakit.

”Satu orang mengalami luka pada bagian kepala dan dilarikan ke rumah sakit. Namun, kondisi pastinya setelah dirawat ke rumah sakit, kami belum tahu karena fokus pada evakuasi,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati Sanusi Siswoyo.

Dari informasi yang dihimpun di lapangan, bencana itu terjadi pada pukul 04.40 WIB. Saat itu, tiba-tiba terdengar suara gemuruh kencang. Tak lama setelah suara tersebut, tanah bertalut milik Rasmin longsor dan menimpa rumah milik Tarno yang berada di bawahnya.

”Kondisi geografis di desa tersebut memang berbentuk perbukitan. Jalurnya dekat dengan jalan utama menuju arah Kabupaten Blora. Lokasi yang longsor merupakan lahan milik tetangga yang posisinya empat meter lebih tinggi,” tutur Sanusi.

Saat ini, pihaknya berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat, dinas pekerjaan umum (DPU), Kodim 0718/Pati, dan sejumlah relawan dari berbagai organisasi. Hal itu untuk membahas tempat tinggal warga yang rumahnya roboh, termasuk upaya pembangunan rumah kembali.

Editor: Supriyadi

Begini Kronologi Kasus Pencabulan yang Menimpa Gadis ABG Asal Nalumsari Jepara

Para pelaku dugaan pencabulan terhadap gadis di bawah umur di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Para pelaku dugaan pencabulan terhadap gadis di bawah umur di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Peristiwa pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur terjadi di wilayah hukum Polsek Nalumsari Jepara. Korban berinisial SPA (16), warga Kecamatan Nalumsari, Jepara menjadi korban pencabulan yang diduga dilakukan oleh tiga pemuda dan satu pemuda lainnya diduga turut terlibat dalam kasus pelecehan seksual tersebut.

Kapolsek Nalumsari AKP Sugiono membeberkan kronologi kejadian tersebut. Jumat (27/5/2016) malam, korban diketahui pergi, namun sampai Sabtu (28/5/2016) pagi tak kunjung pulang. Kemudian pihak keluarga melaporkan hilangnya korban tersebut ke Polsek Nalumsari.

Selanjutnya dilakukan upaya pencarian, dan ada kabar beredar di masyarakat atau tetangga korban bahwa korban sempat pergi bersama dengan AS (17).Ketika AS pulang ke rumahnya, di Desa Bategede, Nalumsari, tak jauh dari kediaman korban, AS pun diinterogasi oleh keluarga korban dan warga sekitar.

“Ternyata betul, korban sempat bersama AS, lalu AS dibawa ke Balai Desa pada Senin (30/5/2016) siang. Sore harinya, AS diserahkan ke kami. Dari situ, kami melakukan interogasi kepada AS lalu diketahui bahwa korban tengah bersama teman AS lainnya di Pecangaan,” terang Sugiono.

Pada Senin (30/5/2016) malam, jajaran Polsek Nalumsari melakukan pencarian korban. Ternyata ditemukan di dekat pasar Pecangaan. Tak hanya ditemukan korban seorang diri, tetapi juga bersama dua tersangka lainnya.

“Dari keterangan dari para pelaku juga ada satu pelaku yang diduga turut terlibat, kemudian kami juga melakukan penangkapan. Sehingga ada empat pemuda yang kami amankan dalam kasus ini,” ungkapnya.

Keempat pemuda yang diamankan yakni AS (17), Buruh bangunan, warga Desa Bategede 4/5 Nalumsari Jepara. Aris adi santoso (32), swasta, warga Desa Muryolobo 4/9 Nalumsari Jepara. Moh Tohar (27), buruh bangunan,warga Desa Muryolobo 2/9 Nalumsari Jepara, dan Amin Mansur (19) buruh bangunan,warga Desa Bategede 1/2 Nalumsari Jepara.

”Korban dicabuli tidak hanya sekali. Tetapi dilakukan beberapa kali di tiga tempat yakni di hutan sreni, di kediaman salah satu pelaku, dan di kawasan pasar Pecangaan,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

BACA JUGA : Gadis ABG Diduga Dicabuli Ramai-Ramai Setelah Hilang 3 Hari di Nalumsari Jepara 

BACA JUGA : Sebelum Gadis ABG Dicabuli Ramai-Ramai di Jepara, Ternyata Dicekoki Miras

 

Longsor di Desa Ronggo Pati, TNI Terus Bantu Rumah Rusak

 Komandan Kodim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma (paling kanan) beserta dengan pasukannya meninjau lokasi longsor di Desa Ronggo, Jaken, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Komandan Kodim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma (paling kanan) beserta dengan pasukannya meninjau lokasi longsor di Desa Ronggo, Jaken, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Dua rumah di Desa Ronggo, Kecamatan Jaken, Pati mengalami rusak berat akibat longsor yang terjadi pada Selasa (31/5/2016).

Tidak ada korban jiwa dalam tragedi tersebut. Namun, kerugian material akibat kerusakan rumah diperkirakan mencapai Rp 130 juta.

Danramil Jaken Kapten Supomo mengatakan, satu rumah milik Tarno (50) mengalami rusak berat karena tertimpa longsoran tebing pada bagian atas. Kerugian material yang diderita Tarno diperkirakan Rp 75 juta.

“Satu rumah lainnya, milik Ratmin (35) dengan kondisi rumah rusak dan miring karena talut tanah pondasi rumah mengalami longsor sehingga rumah rawan roboh. Kerugiannya diperkirakan mencapai Rp 55 juta,” kata Supomo.

Puluhan personel prajurit TNI dikerahkan untuk mengevakuasi rumah yang roboh. Sedikitnya ada 16 anggota Koramil Jaken diterjunkan, kemudian ditambah satu pleton anggota Kodim atas instruksi Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma.

“Prajurit yang kami kerahkan untuk melokalisasi tempat bencana dan mengevakuasi barang milik warga yang masih bisa diselamatkan. 16 personel dari Koramil Jakenan sepertinya masih kurang, sehingga kami tambah satu pleton berjumlah 25 personil untuk membantu evakuasi,” ujar Letkol Inf Andri di sela-sela meninjau lokasi longsor.

Ia mengimbau kepada warga untuk selalu berhati-hati dan selalu mengecek talut bila sudah terlihat tidak kuat. Sebab, musim penghujan dengan intensitas hujan yang cukup tinggi perlu diwaspadai karena bisa menyebabkan erosi tanah.

Editor : Akrom Hazami

 

Diduga Tampar PNS, 2 Pasal Menanti Mantan Anggota DPRD Pati

Kapolsek Gembong AKP Sugino saat memberikan keterangan terkait dengan dugaan penganiayaan yang dilakukan mantan anggota DPRD Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kapolsek Gembong AKP Sugino saat memberikan keterangan terkait dengan dugaan penganiayaan yang dilakukan mantan anggota DPRD Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Proses pemberhentian operasi swalayan Alfamart di Desa Gembong RT 3 RW 9 lantaran hanya mengantongi izin toko kelontong, Sabtu (28/5/2016) berujung pada pelaporan kepada polisi. Pasalnya, mantan anggota DPRD Pati berinisial Kh diduga melakukan pemukulan pada Kasitramtib Kecamatan Gembong, Isworo usai bertugas menutup sementara Alfamart.

Isworo menuturkan, penganiayaan itu menimpa dirinya di depan umum, mulai dari Camat Gembong dan aparat keamanan seperti polisi dan TNI. Insiden itu cukup disayangkan, karena seorang tokoh yang pernah menjabat sebagai wakil rakyat berbuat kekerasan di depan aparat keamanan.

“Kami sebagai pegawai negeri sipil (PNS) sudah disumpah untuk tidak membeda-bedakan masyarakat. Kalau izinnya toko kelontong, ya harus toko kelontong. Jangan kemudian berbelit-belit, permohonan izin kelontong tapi realitasnya Alfamart. Sebagai keamanan, saya memastikan camat saya aman saat penertiban Alfamart berlangsung,” ungkap Isworo, Selasa (31/5/2016).

Sementara itu, Kapolsek Gembong AKP Sugino mengaku sudah menerima laporan Isworo. Bila alat bukti memenuhi, Kh bisa dikenakan Pasal 352 KUHP karena melakukan penganiayaan.

Selain itu, Kh juga bisa terancam pasal 212 KUHP karena menghalang-halangi PNS yang sedang bertugas. “Kemungkinan ada dua pasal yang mengancam pelaku, yaitu penganiayaan atau menghalang-halangi PNS,” tutur Sugino.

Saat ini, para saksi dinyatakan sudah kuat terkait dengan dugaan penganiayaan yang dilakukan Kh. Kendati begitu, pihaknya masih menunggu hasil visum dari dokter Puskesmas.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Cetak Pengusaha Muda, HMJA FE UMK Gelar Talk Show Accountpreneur 

Kegiatan Talk Show Accoutnpreneur, Selasa (31/5/2016). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kegiatan Talk Show Accoutnpreneur, Selasa (31/5/2016). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom,Kudus – Himpunan Mahasiswa jurusan Akuntansi (HMJA) Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Muria Kudus (UMK) Gelar Talk Show Accoutnpreneur, Selasa (31/5/2016). Kegiatan santai tersebut, digelar untuk kemunculan pengusaha pengusaha muda di kalangan mahasiwa dan umum

Ichda Rachmawati, ketua panitia kegiatan mengatakan, kegiatan itu sengaja dibuat oleh HMJ untuk kawula muda. Tujuannya, dengan adanya talk show maka akan lebih mengena saat berinteraksi.

“Kita sistem nya santai. Tanya jawab lebih pas ketimbang pemaparan materi kaya seminar pada umumnya. Mungkin juga lebih pas buat mahasiswa,” katanya kepada MuriaNewsCom

Dalam talk show yang berakhir jam 12.00 WB. itu, didatangkan pakar pakar pengusaha yang andal. Dengan cerita usaha para  narasumber, maka diharapkan dapat dicontoh oleh peserta seminar.

Turut hadir, dalam kegiatan, Asisten III Pemkab Kudus Mas’ut, Robby Adiarta, pemilik Angkringan Cekli, Arif Dosen UMK sekaligus HIPMI, dan Muhammad Fikri sebagai Head Office Bukalapak.

“Perserta talk show sekitar 400 orang, kegiatan berlangsung santai di auditorium UMK. Dengan kegiatan ini, diharapkan mampu dilakukan rutin, dan mampu mengajak anak muda berwira usaha,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

 

Perda Karaoke Disahkan, Usaha Room Karaoke di Jepara Resmi Dilarang

Salah satu aktifitas karaoke di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Salah satu aktifitas karaoke di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Ranperda Penyelenggaraan Usaha Pariwisata telah disahkan menjadi Perda oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jepara. Isi Perda tersebut meski membolehkan tempat karaoke, tetapi hanya di hotel dan restoran bintang dua. Itu pun harus karaoke terbuka. Sehingga, tempat karaoke yang menggunakan room tertutup dilarang dalam Perda tersebut.

Hal itu seperti yang disampaikan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jepara Trisno Santosa. Menurut dia, dengan sejumlah pasal yang mengatur tentang usaha karaoke, dipastikan jika kebanyakan karaoke di Jepara yang selama ini beroperasi dilarang.

”Kami akan siap melakukan penegakan Perda itu, dengan catatan Perda tersebut sudah diundangkan,” ujar Trisno Santosa kepada MuriaNewsCom, Selasa (31/5/2016).

Trisno menjelaskan, dalam mekanisme peraturan yang ada, Perda setelah disahkan masih perlu diundangkan agar dapat diterapkan. Dimungkinkan setelah Lebaran nanti, Perda tersebut sudah diundangkan.

Dalam Perda Penyelenggaraan Usaha Pariwisata yang dalam Raperdanya dinamai Penyelenggaraan Usaha Kepariwisataan tersebut pengaturan usaha karaoke diatur dalam pasal 27 dan 28. Sedangkan untuk sanksi bagi pelanggar, diatur dalam pasal 85.

Pasal 27 dan 28 mengatur jika orang pribadi atau badan di daerah hanya dapat menyelenggarakan huburan karaoke yang merupakan bagian dari fasilitas penunjang hotel dan restoran, minimal bintang dua. Penempatan karaoke di kedua tempat itu harus di ruangan terbuka (hall).

”Perda itu sudah disahkan oleh DPRD Jepara pada sidang paripurna, Senin (30/5/2016) kemarin. Sehingga sudah tidak ada tawar menawar soal aturan tempat karaoke di Jepara,” ungkapnya.

Pihaknya mengakui saat ini masih banyak usaha karaoke yang buka. Mayoritas merupakan tempat karaoke yang selama beberapa tahun terkahir intensif dirazia. Itu seperti di Pungkruk Desa Mororejo, Keling, Desa Bantrung Kecamatan Batealit, Desa Bugel Kecamatan Kedung dan di Pecangaan.

Editor: Supriyadi

Kapolsek Bulu Rembang Tewas, Netizen Turut Berbela Sungkawa

belasungkawa E

Tampilan dari media sosial Facebook yang memperlihatkan ucapan belasungkawa atas meninggalnya Kapolsek Bulu Rembang. (MuriaNewsCom/Kholistiono)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Ucapan bela sungkawa atas meninggalnya Kapolsek Bulu AKP Eddy Pujiharto terus berdatangan dari berbagai kalangan, tak terkecuali dari netizen.

Di sosial media, beragam komentar simpati dan ucapan bela sungkawa terus mengalir untuk almarhum. “Innalilahi wainnailaihi rojiun…..nderek belo sungkowo kagem kelrg bapak alm,” tulis pemilik akun facebook Ani Lestiarini.

Selain itu, ada Ariefsetyo Prihandono yang juga menyampaikan ucapakan duka. “Inalillahi wa inalillahi rojiun…Klrg besar ISR mengucapkan turut berbelasungkawa yg mendalam semoga amal ibadah beliau di Terima Oleh Allah SWT,dan klrg yg di tinggalkan di beri ketabahan,a aamiin..,”tulisnya.

Tak hanya itu, masih banyak netizen yang menyampaikan duka cita, dan mengajak untuk berdoa bersama-sama agar almarhum diterima di sisi Tuhan.

Perlu diketahui, Kapolsek Bulu AKP Eddy Pujiharto pada Selasa (31/5/2016) pagi sekitar pukul 07.30 WIB ditemukan tewas di asrama tempat tinggalnya karena kesetrum listrik.

Korban ditemukan meninggal dalam kondisi terlentang dan tangan kiri memegang kawat jemuran yang menempel pada rangkaian lampu TL yang terkelupas.

“Karena dari kemarin Kapolsek Bulu tidak terlihat, kemudian petugas piket SPKT memerintahkan  seorang PHL Polsek Bulu untuk mengecek kapolsek ke asrama. Ketika dicek itu, kapolsek sudah dalam kondisi meninggal,” ungkap Kapolres Rembang AKBP Sugiarto.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : Kapolsek Bulu Rembang Tewas Kesetrum 

Hafidz-Bayu Bakal Buat Kejutan untuk Sektor Pariwisata di Rembang

Salah satu tempat pariwisata di Rembang. (MuriaNewsCom)

Salah satu tempat pariwisata di Rembang. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Bupati Rembang Abdul Hafidz dan Wakil Bupati Rembang Bayu Andrianto berjanji bakal memajukan sektor pariwisata di Kabupaten Rembang. Hal itu, menjadi salah satu program kerja dalam lima tahun mendatang.

“Tunggu kejutan kami di 2017 nanti. Lihat apa yang bakal Hafidz dan Bayu lakukan untuk sektor pariwisata di Kabupaten Rembang ini,” ujar Bupati Rembang Abdul Hafidz.

Meski begitu, Hafidz enggan membocorkan langkah dan terobosan apa yang bakal dilakukan pemkab untuk memajukan sektor pariwisata. Namun, dirinya optimis ke depan sektor pariwisata di Rembang akan semakin menggeliat.

Menurutnya, sektor pariwisata menjadi salah satu komponen untuk meningkatkan perekonian masyarakat. Sebab, dengan majunya sektor pariwisata, masyarakat juga akan terkena imbas positif, khususnya dalam hal perekonomian.

Dirinya berharap, jika sektor pariwisata berjalan dengan baik, maka masyarakat di Kabupaten Rembang, secara perlahan juga akan menikmati manfaatnya.

Sektor pariwisata di Rembang, menurutnya akan sangat maju jika mendapatkan sentuhan yang tepat. Apalagi, potensi alam yang indah di Kabupaten Rembang menawarkan rasa penasaran bagi wisatawan untuk berkunjung.

Editor : Akrom Hazami

Berkunjung Ke Grobogan, Menkes Saksikan Deklarasi Setop Buang Air Besar Sembarangan

menteri e

Menteri Kesehatan Nila Djuwita F Moeloek, Selasa (31/5/2016) melangsungkan kunjungan kerja di Desa Panunggalan, Kecamatan Pulokulon, Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Menteri Kesehatan Nila Djuwita F Moeloek, Selasa (31/5/2016) melangsungkan kunjungan kerja di Desa Panunggalan, Kecamatan Pulokulon, Grobogan. Hal itu dilakukan untuk mendeklarasikan setop buang air besar sembarangan.

Ikut mendampingi menkes dalam kunjungan tersebut, Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sujatmoko dan sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian Kesehatan. Bupati Grobogan Sri Sumarni bersama jajaran FKPD dan pejabat terkait lainnya hadir pula dalam kesempatan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Nila sempat menyaksikan acara deklarasi Open Defecation Free (ODF) atau setop buang air besar sembarangan (Stop BABS). Pembacaan deklarasi ODF itu dilakukan Bupati Grobogan Sri Sumarni dan diikuti para camat.

Menteri Kesehatan Nila Djuwita F Moeloek menyatakan, ODF merupakan salah satu program yang dicanangkan pemerintah. Salah satu tujuannya, untuk membiasakan masyarakat berprilaku hidup bersih dan upaya pencegahan penyakit, khususnya diare.

Untuk bisa berhasil dengan baik, Nila meminta dukungan dan peran serta dari tokoh masyarakat dan alim ulama untuk membantu menyosialisasikan program ODF tersebut. Baik melalui pertemuan formal atau nonformal yang dilakukan di lingkungannya masing-masing.

“Kepada para tokoh masyarakat dan peran sertanya sangat kita harapkan untuk menggerakkan masyarakat agar mendukung program ini. Sebab, ODF ini merupakan upaya preventif untuk mencegah penyakit,” kata Nila.

Usai menyaksikan deklarasi dan melangsungkan dialog singkat, Nila dan rombongan kemudian melakukan kunjungan lapangan. Yakni, sekolah sehat di SDN 01 Panunggalan. Di tempat ini, Nila disuguhi peragaan cuci tangan yang benar oleh para siswa.

Sedianya, ada beberapa lokasi lainnya yang dijadwalkan dikunjungi Nila. Yakni, posyandu Dusun Padangan, rumah sehat milik warga Panunggalan dan Puskesmas Pulokulon.

Namun, kunjungan di tempat ini akhirnya hanya dilakukan Wagub Heru Sujatmoko dan pejabat kementerian kesehatan serta Bupati Sri Sumarni, dan pimpinan FKPD. Sebab, Menkes harus segera kembali ke Jakarta.

Editor : Akrom Hazami

 

PRD Siap Menangkan Pancasila

Ketua Dewan Pimpinan Partai Rakyat Demokratik (PRD) Jawa Tengah Kholid Mawardi. (ISTIMEWA)

Ketua Dewan Pimpinan Partai Rakyat Demokratik (PRD) Jawa Tengah Kholid Mawardi. (ISTIMEWA)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Tanggal 1 Juni resmi ditetapkan sebagai Hari Pancasila di Indonesia. Komite Pimpinan Wilayah Partai Rakyat Demokratik (KPW PRD) Jawa Tengah menggelar serangkaian kegiatan untuk bisa ”memenangkan” Pancasila.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah PRD Jateng Kholid Mawardi mengatakan, kegiatan itu akan berlangsung pada Rabu (1/6/2016), di Gedung Juang 45, Jalan Pemuda Semarang. ”Acaranya akan kita mulai pukul 12.00 WIB,” jelasnya.

Peringatan Hari Lahir Pancasila ini, menurut Kholid, akan mengambil tema ”Menangkan Pancasila”. Tema ini diambil karena pihaknya ingin bangsa Indonesia menyadari bagaimana pentingnya Pancasila.

”Pancasila itulah yang menyatukan bangsa ini. Sebagaimana dikatakan Presiden Soekarno, negara ini didirikan bukan oleh satu orang atau satu golongan saja, tapi untuk semua orang Indonesia,” ujarnya.

Kholid mengatakan pesan Soekarno itu jelas, bahwa karena negara ini didirikan untuk semua orang, maka dasar pertama untuk negara Indonesia adalah dasar kebangsaan.

”Saya setuju dengan apa yang disampaikan Presiden Soekarno bahwa negara ini didirikan sebagai suatu negara kebangsaan Indonesia. Dasar kebangsaan bukan kebangsaan dalam arti sempit. Kita bukan cuman membicarakan bangsa, melainkan juga tanah airnya,” katanya.

Acara ini akan diikuti beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang ada di Jawa Tengah. Termasuk dari kalangan PRD dari berbagai daerah, juga akan hadir di acara ini.

Editor: Merie

Truk Angkut Siswa Pramuka Ditilang di Kudus

Polisi menilang truk yang mengangkut siswa di Jalan R Agil Kusumadya Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Polisi menilang truk yang mengangkut siswa di Jalan R Agil Kusumadya Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Razia lalu lintas yang dilakukan oleh Polres Kudus dalam hal ini ialah Satuan Lalu Lintas yang berada di jalan R Agil Kusumadya pada Selasa (31/5/2016) memang telah menyasar ke barbagai kalangan.

Terbukti yakni adanya 2 truk pengangkut siswa berpakaian seragam pramuka lengkap telah ditilang oleh pihak kepolisian.

Kasat Lantas Polres Kudus AKP Aron Sebastian melalui KBO Satlantas Polres Kudus Iptu Anwar mengatakan, razia ini merupakan bentuk persiapan razia Pekat Candi yang bakal digelar pada 1 Juni hingga 14 Juni 2016 mendatang. “Termasuk dua truk pengangkut siswa siswi pemakai seragam pramuka ini juga kami razia,” ujarnya.

Dari pantauan MuriaNewsCom, kedua truk yang bernomor polisi K 1383 UF dan B 9809 JR tersebut diberhentikan pihak kepolisian lantaran melanggar aturan lalu lintas. “Kita memberhentikan ini lantaran truk terbuka itu bukan sebagai fasiltas pengangkut manusia. Sehingga kita tindak dengan surat tilang,” ujarnya.

Dia menilai, truk itu memang bukan untuk mengangkut manusia. Terlebih para pelajar ini yang akan melakukan kegiatan sekolah. Sehingga pihak kepolisian juga menindak dengan menilang sopir itu.

Salah satu sopir truk pengangkut murid Solih mengatakan, dirinya menyerahkan semua urusan kepolisian kepada pihak guru. Diketahui, kedua truk tersebut akan mengantarkan siswa siswi dari MTs Mifathul Huda, Brakas Dempet Demak ini ke daerah Colo untuk kegiatan pramuka. “Saya hanya mengantarkan saja, dan di saat pulang nanti juga akan saya jemput ke tempat kegiatan itu. Yakni daerah Colo,” bebernya.

Sementara itu, salah satu Guru MTs Miftahul Huda Brakas, Dempet Demak, Munawaroh (35) mengatakan, siswa siswi ini akan kemah ke daerah Colo untuk kegiatan pramuka. Selain itu, terkait tindakan tegas dari pihak kepolisian, dirinya mengutarakan bahwa akan menaati aturan yang ada. Sehingga perjalanan juga akan bisa lancar.

“Ditilang ya tidak apa apa, dan saya kira ini bisa menjadi pelajaran. Supaya di saat berangkat kemah ditahun mendatang bisa menggunakan mobil tertutup atau bus,” tuturnya.

Dari informasi yang dihimpun MuriaNewsCom, razia yang dilakukan juga untuk mengantisipasi adanya motor atau kendaraan tanpa surat lengkap (hasil curian) yang masuk ke wilayah Kudus.

Editor : Akrom Hazami

 

 

 

 

Ini Jumlah Kantong Kresek yang Dibutuhkan untuk Buat Lukisan Gus Dur dan Gus Mus

lukisan gusdur 1 e

Lukisan Gus Dur yang terbuat dari kantong plastik di Rembang. (MuriaNewsCom/Kholistiono)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Untuk membuat lukisan Gus Dur dan Gus Mus yang terbuat dari kantong kresek, Ja’far Labib harus mengumpulkan banyak kantong kresek. Lalu, sampai berapa banyak kantong yang dibutuhkan untuk bisa membuat lukisan tersebut?

Yup, untuk membuat lukisan Gus Dur maupun Gus Mus, ternyata membutuhkan kantong kresek hingga 170 buah. Jumlah tersebut, untuk masing-masing lukisan berbeda. Untuk Lukisan Gus Dur jumlahnya mencapai 100 kantong, dan Gus Mus jumlahnya 70 kantong kresek.

“Ini karena ukuran lukisan tersebut berbeda. Untuk lukisan Gus Dur lebih besar yakni 30 X 40 senti meter. Sedangkan untuk lukisan Gus Mus ukurannya 24 X 30 senti meter. Untuk bisa menyelesaikan kedua lukisan tersebut, saya memerlukan waktu lima hari,” ujarnya kepada MuriaNewsCom.

Sedangkan untuk harga lukisan itu, dirinya membanderol Rp 350 ribu untuk lukisan Gus Dur dan Rp 250 ribu untuk lukisan Gus Mus.

Dirinya menyatakan, untuk membuat sebuah lukisan dari kantong kresek, dibutuhkan kesabaran dan kejelian. Sebab, untuk merangkai kresek tersebut cukup njelimet dan harus tepat sesuai dengan pola yang sudah dibuat.

Lebih lanjut, Ja’far mengatakan, dirinya secara serius menekuni kerajinan dari limbah kresek itu baru sekitar tiga bulan lalu. Tak hanya lukisan saja sebenarnya, namun, beberapa kerajinan lain juga dibuatnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : Unik!Lukisan Gus Dur dan Gus Mus Ini Terbuat dari Kantong Kresek 

Video – Madrasah Qudsiyyah Gelar Parade Dandangan

 

MuriaNewsCom, Kudus – Sekretaris panitia 100 tahun Madrasah Qudsiyyah Abdul Jalil mengatakan, tradisi Dandangan jangan serta-merta bernilai ekonomis belaka. Sebab saat ini tradisi, tersebut sudah tidak bernilai budaya, terlebih bernilai keagamaan.

“Takmir masjid menara juga menyayangkan akan hal itu. Lantaran fasilitas MCK pada PKL Dandangan tidak ada,” katanya.

Oleh sebab itu, di saat acara 100 tahun Madrasah Qudsiyyah ini, yayasan menggelar parade Dandangan dengan cara mengarak beduk Menara keliling Kudus. “Bila Dandangan ini bisa dikembalikan zaman dahulu, yakni bisa bersifat seni budaya, dan keagamaan maka Kudus bisa menjadi kota yang berbudaya,” ujarnya.

Dia menambahkan, budaya Dandangan itu bermula untuk menyambut datangnya Ramadan oleh Sunan Kudus.”Namun lambat laun, malah tradisi itu berubah menjadi suasana ekonomis, budaya dan yang yang dinomortigakan yakni keagamaanya,” tambahnya.

Padahal yang tepat yakni, Dandangan itu merupakan cara untuk menyambut puasa, langsung bisa dijadikan budaya dan yang terakhir yakni ekonomis. Itu yang baik.

Editor : Akrom Hazami

 

Sebelum Gadis ABG Dicabuli Ramai-Ramai di Jepara, Ternyata Dicekoki Miras

cabul e

Para pelaku dugaan pencabulan terhadap gadis di bawah umur di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur kembali terjadi di Jepara. Kali ini korban berinisial SPA (16), warga Nalumsari Jepara, dicabuli oleh beberapa pemuda. Sebelum dicabuli, korban dicekoki minuman keras (Miras) oleh para pelaku.

Hal itu seperti yang disampaikan Kapolsek Nalumsari AKP Sugiono. Menurut dia, awalnya korban diketahui menghilang dari rumah pada Jumat (27/5/2016) malam. Hilangnya korban diketahui bersama dengan salah satu teman yang dikenalnya lewat telepon seluler.

Tetapi nahas, teman yang belum lama dikenali tersebut justru melakukan tindakan pencabulan. Bahkan, pelaku juga mengajak tiga teman lainnya untuk turut melakukan tindakan bejat tersebut.

“Tiga pelaku diketahui sudah melakukan pencabulan, sedangkan satu pelaku belum sempat karena sudah terlanjur kami amankan,” ungkap Sugiono kepada MuriaNewsCom, Selasa (31/5/2016).

Lebih lanjut dia menjelaskan, keempat pemuda yang diamankan yakni AS (17), buruh bangunan, warga Desa Bategede Nalumsari Jepara, Aris Adi Santoso (32), swasta, warga Desa Muryolobo Nalumsari Jepara, Moh. Tohar (27), buruh bangunan,warga Desa Muryolobo Nalumsari Jepara, dan Amin Mansur (19) buruh bangunan,warga Desa Bategede Nalumsari Jepara.

Menurutnya, dugaan tindakan pencabulan berawal dari pengakuan pelaku AS. Kemudian diketahui ada beberapa temannya yang juga terlibat dalam kasus pencabulan tersebut dan akhirnya ditangkap ketiga pelaku lainnya tersebut.

“Dugaannya dilakukan pencabulan beberapa kali. Lokasinya ada di beberapa tempat, diantaranya di hutan sreni, di rumah pelaku dan di Pecangaan. Beberapa pelaku lainnya juga diamankan di kawasan pasar Pecangaan,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : Gadis ABG Diduga Dicabuli Ramai-Ramai Setelah Hilang 3 Hari di Nalumsari Jepara 

 

Tampar Pegawai Kecamatan Gembong Pati, Mantan Anggota DPRD Dipolisikan

 Isworo membeberkan peristiwa dugaan penganiayaan yang dilakukan mantan anggota DPRD Pati di Kantor Kecamatan Gembong. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Isworo membeberkan peristiwa dugaan penganiayaan yang dilakukan mantan anggota DPRD Pati di Kantor Kecamatan Gembong. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Seorang mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Pati berinisial Kh dilaporkan petugas kepolisian Polsek Gembong, setelah diduga menampar Isworo, Kasi Ketentraman Ketertiban Umum (Kasitramtibum) Kecamatan Gembong, saat ikut memberhentikan operasional Alfamart pada Sabtu (28/5/2016).

Hal itu dibenarkan Kapolsek Gembong AKP Sugino. “Benar, kami mendapatkan laporan dari Isworo sebagai Kasitramtibum Kecamatan Gembong terkait dengan dugaan penganiayaan yang dilakukan mantan anggota DPRD Pati,” kata Sugino kepada MuriaNewsCom, Selasa (31/5/2016).

Bila laporan itu terbukti, pihaknya akan memproses hukum mantan anggota DPRD Pati yang diduga melakukan penamparan pada pegawai kecamatan Gembong. “Kalau barang bukti cukup, kita akan naikkan ke proses penyidikan,” tuturnya.

Sementara itu, Isworo saat dikonfirmasi mengaku tidak tahu alasan Kh menampar dirinya. Padahal, saat itu dirinya tengah bersalaman dan meminta maaf kepada Kh bila ada hal yang salah dari upaya pemberhentian operasi Alfamart karena izin awalnya toko kelontong.

“Waktu itu, semua bersalaman dengan Kh, saya salaman paling akhir dengan membungkukkan badan, karena saya sebagai orang yang lebih muda. Tiba-tiba, tangan saya ditarik dan saya kena tangannya. Saya tidak tahu apakah ditampar atau dipukul. Yang jelas, mulut bagian kanan saya sakit dan panas,” aku Isworo.

Insiden tersebut diakui ada aparat keamanan seperti polisi dan TNI. Usai peristiwa tersebut, Isworo kemudian melaporkan Kh kepada petugas Polsek Gembong sekitar pukul 13.00 WIB. Setelah itu, pihaknya melakukan visum di Puskesmas Gembong sekitar pukul 13.30 WIB.

Editor : Akrom Hazami

 

Fitra Desak Pemkab Blora Transparan Infokan Pejabat yang Malas Lapor Kekayaan

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Blora – Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Jawa Tengah mendesak Pemkab Blora transparan pejabat yang belum menyerahkan Laporan Hasil Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN)  pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Abdul Wahab, pegiat Fitra Jateng, mengatakan seharusnya pemkab bisa mengumumkan pejabat yang belum mengirimkan LHKPN ke KPK itu. “Baik yang sudah, maupun yang belum menyerahkan laporan harta kekayaan,” katanya.

Menurutnya, adanya publikasi, membuat masyarakat tahu mana pejabat yang belum, dan mana pejabat yang sudah melaporkan. Hal itu penting, karena transparansi informasi perihal pejabat yang belum lapor, akan diketahui warga.

“Kalau ingin mewujudkan transparansi ya harus seperti itu. Ini juga membantu semangat agar tidak ada korupsi,” tambahnya.

Bila sampai batas waktu yang ditentukan KPK, tapi di Blora masih ada pejabat yang belum mengumpulkan, maka KPK akan turun. Diketahui, sampai saat ini baru ada 24 pejabat di Blora yang sudah melaporkan harta kekayaannya, sedangkan dari informasi yang dihimpun seharusnya ada 33 pejabat yang harus melaporkan.

Melaporkan hasil kekayaan itu diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme, setiap pejabat negara mulai kementerian hingga pemerintah daerah wajib menyerahkan LHKPN.

Editor : Akrom Hazami

PEMBUNUHAN DI PATI : Detik-Detik Harsiwi Dihabisi di Kebun Tebu Wedarijaksa Terkuak Saat Reka Ulang

Dalam reka ulang, Sujito tampak menunggu Harsiwi di dekat tiang bendera lapangan Wedarijaksa sebelum dihabisi di kebun tebu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Dalam reka ulang, Sujito tampak menunggu Harsiwi di dekat tiang bendera lapangan Wedarijaksa sebelum dihabisi di kebun tebu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Polsek Wedarijaksa dan Polres Pati menggelar reka ulang kasus pembunuhan berencana yang menewaskan Harsiwi (45), warga Kaborongan, Pati Lor di Kebun Tebu, Kebon, Wedarijaksa, Pati, Jumat (13/5/2016) lalu. Reka ulang digelar di TKP, Selasa (31/5/2016).

Kasat Reskrim Polres Pati AKP Agung Setyo Budi mengatakan, TKP pertama di lapangan olahraga Wedarijaksa di mana Sujito datang ke lapangan menggunakan sepeda motor dengan diantar Yanto. Selanjutnya, Sujito menunggu Harsiwi di dekat tiang bendera sendirian.

Setelah janjian, Harsiwi pun datang menemui Sujito menggunakan sepeda motor Beat dari arah utara. Setelah sempat mengobrol, Sujito bergegas membocengkan Harsiwi menuju perkebunan tebu.

Setelah sampai di kebun tebu, Sujito memarkirkan sepeda motor Beat merah milik Harsiwi menghadap timur dengan posisi masih berboncengan. Keduanya kemudian turun, duduk di rerumputan secara berdampingan menghadap ke selatan.

Saat duduk berduaan itulah, Sujito menarik syal yang dipakai di leher Harsiwi. Dengan cekatan, Sujito mendorong korban dari belakang sembari menarik syal.

“Setelah korban jatuh dalam keadaan telungkup, kaki kanan pelaku menindih punggung korban, tangan kiri memegang syal, dan tangan kanan memukuli wajah korban. Pelaku kemudian mengikat leher korban dengan syal. Pelaku juga melipat kedua tangan korban ke belakang dan mengikatnya dengan syal,” ungkap AKP Agung.

Tak berhenti di situ, tersangka juga mengikat leher korban dengan tali pita rambut milik korban. Setelah sempat diseret, tubuh korban kemudian digulingkan ke parit.

Korban pun tewas. Pelaku membuang sandal korban berwarna coklat putih ke lahan tebu, melepas spion sepeda motor milik korban, kemudian berkendara dengan Beat milik korban ke arah timur.

Rekonstruksi kasus pembunuhan tersebut disaksikan ratusan warga sekitar. Polisi pun membuat police line dan menjaga ketat proses rekonstruksi. “Ada sekitar seratus personel yang mengamankan proses rekonstruksi, termasuk 20 personel dari Satuan Shabara Polres Pati. Reka ulang berjalan lancaar dan kondusif,” kata Kapolsek Wedarijaksa AKP Sulistyaningrum.

Editor : Akrom Hazami

 

Baca juga : PEMBUNUHAN DI PATI :  Mayat Perempuan Terikat Syal di Kebun Tebu Wedarijaksa