Kepala Bappeda Blora Cari Jalan untuk Beri Bantuan ke Guru Madin

 

guru madin maneh (e)

Wakil Bupati Blora Arief Rohman menegaskan akan menganggarkan bantuan setiap bulannya untuk guru madin dan TPQ di wilayah itu, tahun depan. Ini dilakukan demi kesejahteraan guru yang ada. MuriaNewsCom (Rifqi Gozali)

 

 

MuriaNewsCom, Blora – Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora untuk memberikan bantuan kepada guru madrasah diniyah dan TPQ tahun depan, disikapi serius Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Blora.

Kepala Bappeda Blora Samgautama Karnajaya mengatakan, pendidikan tidak hanya tanggung jawab pemerintah saja. Namun semua komponen masyarakat, termasuk lembaga pendidikan nonformal.

Sebagai kepala Bappeda, dirinya mengaku sedang mencari format bagaimana mekanisme pemberian bantuan yang akan dilakukan pemkab ini, tidak menyalahi aturan yang ada.

”Mudah-mudahan jika ada peningkatan pendapatan baik dari APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) dan PAD (Pendapatan Asli Daerah), mungkin akan kita upayakan. Kami semua juga menyadari bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama,” katanya.

Terkait penganggarannya, dirinya menjelaskan untuk hitungan awalnya masih memperkirakan jumlahnya. Tetapi jika skema penganggarannya sudah tertata bagus, pihaknya tidak takut untuk melangkah.

Untuk itu pihaknya berharap seluruh guru madin dan TPQ bisa terdata dengan jelas. ”Sehingga pada proses selanjutnya akan lebih mudah jika akan dilakukan penganggaran,” katanya.

Sebagaimana diberitakan, Wakil Bupati Blora Arief Rohman menegaskan jika tahun depan seluruh guru madin dan TPQ di wilayah itu akan mendapat tunjangan bulanan.

Upaya ini dilakukan, dalam rangka meningkatkan kesejahtaeraan bagi guru itu sendiri. Hanya saja, untuk nominal pastinya berapa yang akan diterima setiap guru belum bisa dipastikan.

”Tapi saya tegaskan bahwa pola bantuannya tidak akan menyalahi aturan dan undang-undang yang ada. Jangan sampai niatan baik kita, malah menimbulkan masalah di kemudian hari,” ujarnya.

Editor: Merie

 

 

 

Banyak Lho, yang Mau Nonton WMld Payung Teduh di UMK

Jpeg

 

 

MuriaNewsCom, Kudus – Gelaran musik bergengsi yang dihelat WMld bersama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP Universitas Muria Kudus (UMK), ternyata banyak yang menunggu.

Ya, even musik yang menghadirkan grup band Payung Teduh ini, rupanya memang menarik perhatian banyak pihak. Mereka tidak sabar untuk bisa menyaksikan langsung pertunjukan yang digelar Senin (2/5/2016) di Gedung Auditorium UMK, mulai pukul 19.00 WIB tersebut.

”Terus terang saya penggemar Payung Teduh. Lagu-lagunya enak soalnya. Niatnya mau nonton performa mereka saat di UMK nanti. Pokoknya nggak sabar mau lihat,” kata Hermawan, salah seorang pecinta musik yang juga mahasiswa, kepada MuriaNewsCom, Sabtu (30/4/2016).

Even bertajuk ”Jazz In Campus 2016” ini, memang akan menghadirkan bintang tamu Payung Teduh. Grup band alternatif Indonesia ini, adalah grup band beraliran fusi antara folk, keroncong, dan jazz.

Pernah dengar lagu ”Berdua Saja”, kan. Pastinya kamu akan merasakan bagaimana romantisme yang disuarakan Payung Teduh dalam lagu ini. Pastinya akan sangat mesra kalau kemudian menonton langsung performa mereka di UMK.

Band yang terbentuk pada akhir 2007 dengan formasi awal Is dan Comi. Sadar akan eksplorasi bunyi dan performa panggung pada tahun 2008, Payung Teduh mengajak Cito untuk bergabung bersama sebagai drummer lalu mengajak Ivan sebagai guitalele player pada tahun 2010.

Dan lagu ”Angin Pujaan Hujan” ialah lagu pertama yang memunculkan warna mereka sendiri. Seiring berjalannya waktu tercipta pula lagu-lagu lainnya seperti ”Kucari Kamu”, ”Amy”, ”Untuk Perempuan Yang Sedang Dalam Pelukan”, juga termasuk karya-karya dari pementasan teater bersama Catur Ari Wibowo seperti ”Resah”, ”Cerita Tentang Gunung dan Laut”, serta karya Amalia Puri yang berjudul ”Tidurlah dan Malam”.

Dan pada akhirnya Payung Teduh memutuskan untuk membuat album indie pertamanya yang dirilis dipenghujung 2010.  Akan sangat disayangkan kalau penampilan mereka nanti dilewatkan.

Karena bukan hanya PayungTeduh saja yang menunjukkan penampilan terbaik mereka. Dalam acara ”Jazz In Campus 2016” ini tampil pula beberapa band lainnya. Seperti Nayaka Project (jazz Semarang), Disket (jazz Kudus), Lakonte (Kudus), dan Ayunan (Kudus).

editor: Merie

Bupati Bilang Kudus Itu Paku yang Dahsyat

smk weekend 2 (e)

Bupati Kudus H Musthofa memaparkan bahwa Kudus adalah pakunya pendidikan di Indonesia, sehingga dicontoh daerah-daerah lainnya. MuriaNewsCom (Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Majunya dunia pendidikan di Kabupaten Kudus, memang perlu diacungi jempol. Bahkan, ada sebutan khusus mengenai prestasi ini dari Bupati Kudus H Musthofa.

Bupati mengatakan, Kudus merupakan paku bumi dunia pendidikan di Indonesia. Hal itu ditunjukkan dengan berbagai prestasi dalam dunia pendidikan, khususnya SMK.

”Kami sudah membuktikan, Kudus mampu menghadirkan SMK-SMK yang unggulan. Dan ini patut menjadi percontohan bagi SMK lainnya  di Indonesia,” katanya usai pembukaan SMK Weekend di Alun-alun Simpang Tujuh, Sabtu (30/4/2016).

Tentang program pendidikan, khususnya bidang SMK, kata Bupati sudah dilaporkan kepada presiden secara langsung. Dan ke depan bakal ditindaklanjuti Mendikbud untuk dipantau secara khusus.

Dengan demikian, besar kemungkinan untuk dunia pendidikan di Kudus, ke depan dapat ciri khusus positif dari pemerintahan pusat. ”Hal itu juga berkat majunya SMK yang terdapat di Kudus,” jelasnya.

Keberadaan SMK di Kudus, lanjutnya, juga tergolong serius. Seperti SMK Wiskar contohnya. Di SMK itu, Kudus mampu membuktikan keberadaan SMK maritim, meski secara geografis Kudus tidak memiliki laut.

”Nantinya harapan saya, dari Kudus yang bakal menguasai kelautan di Indonesia. Sesuai arahan Bapak Presiden, Indonesia adalah negara maritim. Dan kami mampu membuktikan dengan SMK ini,” ujarnya.

Dia menambahkan, sebenarnya gagasan Wajib Belajar 12 Tahun adalah dari dirinya dan Kudus. Dan itu sudah dicontoh daerah lainnya untuk mewajibkan hal serupa.

”Kalau boleh sombong, kami yang menggagas program Wajib Belajar 12 Tahun. Jadi kami yang memulai dulu,” imbuhnya.

editor: Merie

Duh, Masih Ada Warga Jepara yang Belum Teraliri Listrik

listrik tidak ada (e)

Di Kabupaten Jepara ternyata belum seluruh warganya bisa menikmati aliran listrik sendiri. MuriaNewsCom (Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Kabupaten Jepara boleh dibilang selalu bermasalah dengan masalah listrik untuk warganya. Selain sering padam karena alasan yang tidak jelas, ternyata masih banyak warga Jepara yang belum teraliri listrik.

Kepala Dinas Bina Marga Pengairan dan ESDM Jepara Budiarto melalui Kabid ESDM Ngadimin mengatakan, sebanyak 82 persen dari jumlah kepala keluarga (KK) di Jepara sudah teraliri listrik. Sedangkan sisanya sekitar 18 persen, belum menikmatinya.

”Itu data yang kami miliki. Sedangkan dari PLN sendiri memiliki data yang sedikit berbeda. Yakni 74 persen yang sudah teraliri listrik, dan sisanya 26 persen belum,” kata Ngadimin kepada MuriaNewsCom, Sabtu (30/4/2016).

Menurut dia, jumlah KK di Kabupaten Jepara ada sekitar 275 ribu. Sehingga dari persentase di atas, didapatkan ada puluhan ribu KK yang belum teraliri listrik. Bahkan data tersebut, belum termasuk KK yang ada di Kecamatan Karimunjawa.

”Data itu memang masih belum pasti. Ada perbedaan antara kami dengan PLN. Kami akan melakukan pembahasan lebih lanjut dengan PLN agar mendapatkan data yang valis,” ungkap Ngadimin.

Lebih lanjut dia mengatakan, Sebelum melakukan langkah strategis, pihaknya akan melakukan verifikasi ulang agar didapati data yang valid. Kepala desa diperintahkan untuk melakukan pendataan terhadap warganya yang belum mendapatkan fasilitas negara tersebut.

Menurut Ngadimin, adanya perbedaan tersebut lantaran sebagain wilayah Jepara aliran listriknya dipasok dari kabupaten tetangga. Itu seperti Kecamatan Nalumsari yang di bawah rayon Kudus, dan sebagian wilayah ujung utara Jepara yang dipasok Rayon Pati.

Dia menambahkan, ratusan KK tersebut bukan berarti tak mendapat penerangan lampu listrik sama sekali. Hanya saja memang tidak memiliki jaringan sendiri. Mereka menyambungkan kabel di rumah warga yang terdekat.

”Istilahnya mereka numpang. Untuk yang benar-benar tak mendapatkan aliran listrik, kami belum tahu,” imbuhnya.

editor: Merie

 

 

 

HARI BURUH : Ternyata Seperti Inilah Buruh di Mata Pengusaha Pati

uplod jam 13 00 buruh maning (e)

Sejumlah perwakilan pengusaha di Pati saat berdialog dengan serikat buruh di Mapolres Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Sedikitnya ada 40 perusahaan di Pati yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). Sementara itu, buruh yang tergabung dalam serikat buruh mencapai 22.000 orang dan 10.000 orang di antaranya tidak tercatat dalam organisasi serikat buruh.

Perayaan Hari Buruh Internasional atau May Day di Bumi Mina Tani sudah disepakati untuk tidak melakukan kegiatan pengerahan massa atau demo. Sikap serikat buruh tersebut disambut baik dari pengusaha yang tergabung dalam Apindo.

M Ridwan, salah satu anggota Apindo Pati mengaku memposisikan buruh sebagai mitra kerja. Pasalnya, mereka yang bekerja untuk perkembangan dan kemajuan perusahaan.

“Buruh, termasuk serikat pekerja itu bukan musuh, tetapi mitra. Mitra untuk berembug, diskusi dan komunikasi bila ada hal yang harus dibahas terkait dengan kesejahteraan buruh yang pada akhirnya untuk perusahaan juga. Buruh bukan alat, tetapi mitra manajemen,” ujar Ridwan kepada MuriaNewsCom, Sabtu (30/4/2016).

Ia mengatakan, buruh juga harus mengetahui kondisi perusahaan di saat ekonomi nasional tengah terpuruk. Pada 2015, misalnya. Pihaknya harus melakukan efisiensi karyawan karena kondisi ekonomi nasional yang memang sulit.

Hampir semua perusahaan, kata dia, waktu itu banyak yang melakukan efisiensi karyawan, pengurangan tenaga kerja, bahkan ada yang melakukan penutupan. Karena itu, kondisi itu juga harus dipahami buruh.

“Kita memang harus saling sharing dan menghindari gesekan bila tidak terpenuhinya hak dan kewajiban. May Day itu tidak selalu identik dengan demo. Kegiatan positif seperti jalan sehat, bakti sosial, olahgara, diskusi, dan beragam kegiatan positif lainnya bisa menjadi ajang untuk memperingati May Day,” tandasnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

 

HARI BURUH : Ratusan Polisi Pengendali Massa Disiagakan untuk Pengamanan di Pati

Asyik, Guru Madin dan TPQ Dapat Tunjangan Bulanan

guru tpq (e)

Para guru madin dan TPQ di Kabupaten Blora tahun depan akan mendapatkan tunjangan bulanan, yang diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan mereka. MuriaNewsCom (Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora dalam meningkatkan kesejahtaeraan bagi guru madrasah diniyyah (madin) dan taman pendidikan Alquran (TPQ) baru akan terealisasi pada tahun depan.

Nantinya, guru madin dan TPQ itu, bakal mendapatkan tunjangan bulanan. Hanya untuk nominal pastinya yang diterima, belum bisa dipastikan.

”Kita anggarkan di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) soal tunjangan itu. Pola mekanismenya tentunya yang tidak menyalahi aturan dan undang-undang. Jangan sampai niatan baik kita malah menimbulkan masalah,” ujar Wakil Bupati Blora Arief Rohman, Sabtu (30/4/2016).

Arief mengatakan, yang terpenting ke depannya adalah pendataan jumlah guru madin dan TPQ harus riil. Jangan sampai memanipulasi data.  Ini kaitannya dengan jumlah anggaran yang akan digunakan untuk realisasi bantuan itu.

Dikatakan Arief, pihaknya berharap hal itu benar-benar bisa terwujud tahun depan. Sehingga keinginan untuk mewujudkan Blora yang lebih sejahtera dan bermartabat, bisa dicapai bersama-sama.

”Tentunya dengan bersatunya ulama dan umara. Ditambah lagi ada ujung tombak pendidikan kita, utamanya nonformal yakni bapak dan ibu yang mengurusi madin dan TPQ ini. Jadi kita berharap kerja sama ini bisa terus berlangsung, dan bisa memberikan manfaat kepada kita semua,” jelasnya.

Editor: Merie

 

 

 

SMK Weekend Dibuka dan Diserbu Ribuan Pengunjung

 

smk weekend (e)

Bupati Kudus H Musthofa resmi membuka even SMK Weekend yang berlangsung di Alun-alun Kudus, Sabtu (30/4/2016). MuriaNewsCom (Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Even SMK Weekend yang diselenggarakan mulai hari ini hingga Senin mendatang, resmi dibuka. Pada hari permata  berlangsungnya kegiatan ini, dihadiri ribuan pengunjung.

Kegiatan SMK Weekend dibuka Bupati Kudus H Musthofa. Beberapa kepala dinas terlihat mendampingi pembukaan. Namun, ada juga kepala dinas dari  berbagai daerah lain, seperti Pati, Demak, hingga Magelang yang datang.

Kepala Disdikpora Kudus Joko Susilo mengatakan, hari pertama memang sudah banyak yang datang. Para pelajar memang penasaran ingin menyaksikan kegiatan itu. Bahkan bukan hanya dari sekolah saja, melainkan masyarakat umum juga datang,

Even SMK Weekend diisi 27 SMK di Kudus, di mana 11 SMK di antaranya adalah Djarum. Semuanya menampilkan karya terbaik dari sekolahnya masing-masing.

”Semuanya mempersiapkan hal yang terbaik dalam kegiatan ini. Bahkan, pertunjukan tentang produk juga diperlihatkan, seperti fashion show dan lain sebagainya,” katanya.

Dia berharap, keberadaan SMK di Kudus mampu meningkatkan daya saing. Sebab terbukti, SMK yang terdapat di Kudus mampu berprestasi dan memberikan yang terbaik.

”Mereka dapat lebih terampil yang di SMK. Sehingga semuanya dapat mudah terserap dalam dunia pekerjaan nantinya,” ujarnya.

Editor: Merie

 

HARI BURUH : Ratusan Polisi Pengendali Massa Disiagakan untuk Pengamanan di Pati

uplod jam 11.30 polisi hari buruh(e)

Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo tengah menyiagakan sejumlah personil kepolisian. (MuriaNewsCom/Lismanto

 

MuriaNewsCom, Pati – Kendati pengusaha dan serikat buruh sudah menyatakan kesepakatannya untuk tidak membuat kegiatan pengerahan massa seperti unjuk rasa, tetapi pihak kepolisian tetap menyiagakan sejumlah personel untuk menyambut May Day atau Hari Buruh pada Minggu (1/5/2016) besok.

Hal itu dikatakan Wakapolres Pati Kompol Nyamin. “Serikat buruh di Pati memang sudah menyatakan tidak melaksanakan kegiatan negatif seperti demonstrasi. Namun, kita tetap bersiaga bila ada kemungkinan yang tidak diinginkan,” ujar Nyamin kepada MuriaNewsCom, Sabtu (30/4/2016).

Sedikitnya ada satu kompi pasukan pengendali massa (dalmas) dengan jumlah sekitar seratus personel yang akan disiagakan di markas komando. Selain sebagai antisipasi kemungkinan adanya kegiatan pengerahan massa, pasukan tersebut disiagakan bila Polres luar daerah seperti Kudus, Jepara atau Rembang membutuhkan bantuan pengamanan.

“Sampai saat ini, belum ada surat yang disampaikan kepada pihak kepolisian terkait dengan adanya unjuk rasa. Pemberitahuan dan permintaan pengamanan tidak ada. Kami pastikan Pati tidak ada gejolak. Namun, kesiagaan itu perlu,” ungkapnya.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo menambahkan, pertemuan pengusaha dan serikat buruh bersama pihak kepolisian sudah dilakukan dua kali, yaitu pada 27 April dan 29 April. Dengan begitu, pihaknya memastikan tidak ada demo terkait dengan May Day di Pati.

“Kita sudah temukan mereka. Bila ada permasalahan yang mengganjal terkait dengan hak dan kewajiban antara perusahaan dan buruh bisa diselesaikan dengan kepala dingin. Kalaupun ada kegiatan saat May Day, kami harap kegiatan itu positif,” harapnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :

HARI BURUH : Pengusaha dan Serikat Buruh di Pati Sepakat Tak Demo

Ada Apa dengan UMK dan Kodim Demak?

umk kodim (e)

Rektor UMK Suparnyo menyerahkan cinderamata kepada Dandim 0716 Demak Letkol Inf Nanang TT Wibisono, usai penandatanganan kerja sama di antara kedua institusi tersebut. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Sebuah kerja sama yang berbeda, dilakukan Universitas Muria Kudus (UMK), untuk bisa menjaga budaya yang ada. Kerja sama itu dilakukan dengan Kodim 0716 Demak.

Rektor UMK H Suparnyo mengatakan, memang baru kali pertama ini pihaknya melakukan kerja sama dengan institusi militer. ”Yakni dengan Kodim 0716 Demak ini. Hal ini baru kali pertama kami lakukan,” jelasnya.

Kerja sama itu dilakukan, sebagai bagian dari realisasi program TMMD Reguler ke-96 yang dilaksanakan kodim. ”Nantinya kita akan terlibat di dalamnya. Hanya saja, kerja sama itu tidak hanya dilakkan sebatas pada giat TMMD saja. Melainkan sampai selesai,” tuturnya.

Suparnyo mengatakan, kerja sama yang dibangun ini, demi dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas. ”Dan lagi, kami terbuka untuk melakukan kerja sama dengan berbagai pihak. Termasuk Kodim Demak,” ujarnya.

Apalagi, menurut Suparnyo, ada visi yang menarik di dalam giat TMMD Kodim Demak. Yakni, kodim ingin menjaga nilai-nilai budaya dan juga semangat memajukan lembaganya. ”Itu yang sangat bagus. Karenanya, kami sangat tertarik untuk bisa menjalin kerja sama ini,” jelasnya.

Sementara itu, Dandim 0716 Demak Letkol Inf Nanang TT Wibisono mengatakan, pihaknya berterima kasih kepada UMK, yang sudah bersedia bekerjasama dengan pihaknya.

”Kami ingin supaya usai TMMD, ke depan banyak hal yang bisa laksanakan bersama. Di antaranya bisa melakukan penelitian atau penyuluhan bersama TNI dalam konteks kekinian. Menyusul TNI juga mengemban tugas sosial dan pengabdian masyarakat serta pembanguna wilayah,” terangnya.

Nanang mengatakan, pihaknya juga tertarik jika bisa bekerja sama melakukan riset untuk pengembangan pertanian. Karena UMK memiliki Fakultas Pertanian, sehingga satuan teritorial yang sekarang dituntut untuk program pendampingan oleh pemerintah.

Editor: Merie

 

Waspadai Obat dan Makanan Ilegal dengan situs Cek BPOM

Tampilan situs Cek BPOM yang bisa diakses masyarakat untuk mengecek kelegalan produk. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Tampilan situs Cek BPOM yang bisa diakses masyarakat untuk mengecek kelegalan produk. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – BPOM Semarang menuturkan situs Cek BPOM memang untuk memfasilitasi masayarakat supaya bisa selalu proaktif dan selalu berwaspada terhadap produk ilegal yang banyak beradar di pasaran.

“Situs itu, bila diketik Nomor registrasi dan diklik kata CARI, maka produk tersebut akan ditelusuri secara otomatis. Nantinya akan ditemukan apakah barang itu sudah terdaftar di BPOM atau belum,” kata Zeta Rina Pujiastuti, Anggota BPOM Semarang, di Kudus.

Dia melanjutkan, seperti contoh, situs ini langsung diketik nomor registrasi produk minuman air mineral. Setelah itu, langsung diketik CARI untuk menelusuri produk tersebut. Hasilnya, produk minuman itu sudah terdaftar dan aman untuk dikonsumsi.

Sementara itu, pihaknya juga berharap supaya situs Cek BPOM tersebut selalu digunakan oleh masyarakat untuk fasilitas pengetahuan sebelum berbelanja ke pasar.

Bila pemahaman itu sudah didapat, maka rasa aman untuk berbelanja dan mengkonsumsi juga bisa terjaga di diri setiap orang.

Editor : Akrom Hazami

Pemkab Kudus Masih Bingung Kemana Tempatkan PKL Pasar Kliwon

Pembangunan parkir megah di Pasar Kliwon Kudus bakal menggusur sejumlah pedagang di lokasi tersebut nantinya. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pembangunan parkir megah di Pasar Kliwon Kudus bakal menggusur sejumlah pedagang di lokasi tersebut nantinya. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Pembangunan parkir megah Pasar Kliwon Kudus mengancam sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang menempati lapak di sekitar lokasi parkiran.

Tepatnya yakni pada areal pembangunan parkir, yang akan diletakkan pada bagian barat pasar. Tentu saja PKL harus dipindahkan sementara, karena pembangunan akan dilakukan dalam waktu yang cukup lama.

Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disdagsar) Kudus Sudiharti mengungkapkan, hingga kini pihaknya masih mencari solusi para PKL berjualan. Apalagi, pembangunan parkir juga dimungkinkan sampai Desember mendatang.

”Pembangunannya tidak sebentar. Tapi yang pasti Desember harus sudah selesai. Jadi jelas berpengaruh para PKL pasar, khususnya sebelah barat,” katanya kepada MuriaNewsCom, Jumat (29/4/2016).

Menurutnya, terkait PKL ini, memang masih dalam proses pembahasan. Apakah masih tetap berjualan atau dicarikan tempat lain yang pas untuk mereka berjualan.

”Iya, nanti dipertimbangkan lagi bagaimana ke depannya. Apakah para PKL masih tetap bertahan di sana atau bagaimana. Yang pasti harus ada solusinya,” ujarnya.

Dia memiliki gambaran yakni menaikkan para pedagang ke lantai II. Hanya itu juga baru sebatas wacana saja, tentunya dengan mempertimbangkan lokasi yang di sana nantinya.

Alternatif lain adalah dengan cara memindahkan pedagang. Cara tersebut merupakan hal terakhir yang dapat dilakukan, agar semuanya tetap berjalan lancar.

”Yang jelas kami mengupayakan pembangunan berlangsung lancar, dan PKL masih tetap berjualan. Caranya gimana, masih dipertimbangkan,” imbuhnya.

Editor: Merie

Tahapan Pilkada Pati Akan Dimulai Awal Mei 2016

Bupati Pati Haryanto menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) Pilkada Pati 2017, pada Jumat (29/4/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Bupati Pati Haryanto menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) Pilkada Pati 2017, pada Jumat (29/4/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Pati akan dimulai pada awal Mei 2016. Tahapan itu rencananya akan berlangsung selama 10 bulan, dari Mei 2016 hingga Februari 2017.

Ketua KPU Pati Moch Nasich kepada MuriaNewsCom, Jumat (29/4/2016) mengatakan, pembentukan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) dilakukan pada Mei hingga Juni 2016.

Sementara itu, penyerahan dukungan calon perseorangan tingkat kabupaten dilakukan pada 16 hingga 20 Juli 2016. Ia berharap agar tahapan-tahapan itu berjalan dengan lancar, sesuai dengan tujuan Pilkada untuk mencari pimpinan daerah terbaik.

”Sesuai dengan jadwal, tahapan dimulai pada awal Mei 2016 hingga selesai pada Februari 2016. Persoalan pencairan dana yang sempat kami khawatirkan akhirnya terjawab. Setelah naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dilakukan dan pencairan dilakukan pada tahun ini,” kata Nasich.

Ia menambahkan, dana Rp 29,7 miliar itu sudah termasuk digunakan untuk keamanan yang akan di-backup dari Polres Pati, Kodim 0718/Pati, dan Satpol PP. Tahapan Pilkada selama 10 bulan itu diharapkan berjalan lancar, tanpa ada gejolak yang membuat situasi tidak kondusif.

Editor: Merie

Wow, Tagih Tunggakan Pelanggan, PLN Jepara Dapat Rp 500 Juta per Bulan

Petugas PLN menggandeng Satpol PP mendatangi pelanggan yang menunggak membayar listrik (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Petugas PLN menggandeng Satpol PP mendatangi pelanggan yang menunggak membayar listrik (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jepara ternyata banyak yang menunggak, terutama di tahun 2015 lalu. Kemudian, hal itu menuntut pihak PDAM untuk melakukan penagihan. Bahkan, penagihan yang dilakukan sejak akhir tahun 2015 bekerjasama dengan Satpol PP Jepara membuahkan hasil.

Setiap bulan, PDAM Jepara mampu mendapatkan Rp 500 juta saat melakukan penagihan terhadap pelanggan yang belum membayar. Angka tersebut terbilang fantastis untuk Kabupaten Jepara, dengan pelanggan yang relatif sedikit dibanding kota-kota besar.

“Kami melihat banyak sekali yang menunggak. Kemudian kami menggandeng Satpol PP. Hasilnya sangat efektif, kami mendapatkan Rp 500 juta setiap bulan dari hasil penagihan sendiri,” ujar Direktur PDAM Jepara Prabowo kepada MuriaNewsCom.

Menurut dia, penagihan yang dilakukan pihaknya dengan Satpol PP adalah dengan langsung mendatangi rumah-rumah pelanggan. Mereka ada yang langsung membayar di tempat dan ada pula yang membayar di kantor PDAM.

Dia menjelaskan, berdasarkan aturan, sebenarnya jika pelanggan menunggak hingga lebih dari lima bulan, maka akan ditagih langsung ke rumah pelanggan. Jika masih berkelit, instalasi terancam diputus.“Tapi kami lebih mengedepankan persusif. Tak langsung asal putus,” ucapnya.

Meski demikian, pelanggan yang nunggak tersebut bukan berarti tidak mau membayar. Mereka tetap membayar tapi di satu atau di bulan-bulan berikutnya. Hal ini cukup merepotkan, khususnya dalam urusan administrasi.

Editor : Kholistiono

Katanya Mei Ini Pasar Kliwon Bakal Punya Parkir Megah Senilai Rp 22 M

Plt Kepala Disdagsar Kudus Sudiharti. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Plt Kepala Disdagsar Kudus Sudiharti. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Penataan parkir di Pasar Kliwon Kudus, bakal dilaksanakan bulan Mei depan. Bukan hanya parkir yang megah saja yang akan dibangun di sana.

Tetapi pada Mei nanti, Pasar Kliwon juga bakal dibangunkan sebuah lift, yang akan mendukung aktivitas di pasar grosir terbesar di wilayah eks Karesidenan Pati itu.

Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar (Disdagsar) Kudus Sudiharti, Pemkab Kudus sudah menyediakan anggaran sebesar Rp 22 miliar, untuk kebutuhan pembangunan pasar.
”Sudah disiapkan Rp 22 miliar untuk pembangunan parkirnya, sekaligus dengan lift. Nilainya memang lebih kecil dari usulan kami semula, yang Rp 32 miliar,” katanya kepada MuriaNewsCom, Jumat (29/4/2016).

Meski mendapatkan Rp 22 miliar, bangunan megah parkir dan lift akan tetap dilaksanakan. Rencananya, bangunan parkir akan berupa bangunan tiga setengah lantai.

”Jadi tiap lantai setengah-setengah. Masuk ke kanan setengah, kemudian belok ke kiri naik setengah lagi, dan seterusnya,” ujarnya.

Sedangkan pembangunan lift dilakukan, dikarenakan untuk memudahkan aktivitas pedagang. Sehingga dari areal parkir akan bisa langsung menuju ke lantai yang diinginkan di pasar tersebut.
Dia mengatakan, rencananya lahan yang digunakan gedung parkir adalah di sebelah barat pasar.

Sehingga akses jalan tidak akan terganggu, lantaran jalan barat pasar tetap dapat dilalui dengan diberikan terowongan.

Sudiharti menambahkan, lahan yang akan dibangun gedung parkir sekitar 60×25 meter. Gedung tersebut rencananya menampung kurang lebih 200 mobil.

Editor: Merie

Asisten I: Kami Belum Berhentikan Kades Padurenan

korupsi pnpm

 

MuriaNewsCom, Kudus – Ditahannya Kepala Desa (Kades) Padurenan, Kecamatan Gebog, Arif Khuzaimahtum, mendapat tanggapan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus.

Asisten I Sekda Kudus Agus Budi Satrio mengatakan, sejauh ini pemkab belum melakukan pemberhentian terhadap Arif. Pemkab masih menunggu adanya surat pemberitahuan dari kejaksaan terkait proses hukum yang dilakukan.

”Untuk pemberhentiannya masih belum karena kami harus menunggu surat Kejari, sebagai dasar pengambilan kebijakan tersebut,” kata Agus.

Agus juga berharap, surat dari Kejari tersebut bisa segera dikirim. Hal tersebut dilakukan agar pihak pemkab bisa segera menunjuk pelaksana tugas (plt) kades Padurenan untuk menggantikan tugas Arif.

Diakui Agus, kasus yang menimpa Arif memang membuat jalannya Pemerintahan Desa Padurenan sempat terganggu. Sejumlah administrasi seperti pertanggungjawaban ADD dan dana desa, terhambat akibat Arif terbelit masalah hukum dan sempat menghilang.

”Tak hanya itu, pelayanan kepada masyarakat seperti surat pengantar nikah, jual beli tanah atau pelayanan lain juga sempat terhambat. Jadi memang harus segera ditangani,” imbuhnya.

Setelah sekian lama menghilang, Kepala Desa (Kades) Padurenan, Kecamatan Gebog, Arif Khuzaimahtum, akhirnya berhasil ditangkap Kejaksaan Negeri (Kejari) Kudus, Jumat (29/4/2016).
Arif ditahan terkait kasus dugaan korupsi uang dana desa yang dipimpinnya dengan nilai sekitar Rp 432 juta. Dia ditangkap setelah lama dinyatakan buron.

Editor: Merie

Ini Pengumuman Penting Buat Suporter Persijap

Salah satu spanduk yang dibawa suporter Persijap dalam sebuah pertandingan beberapa waktu lalu (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Salah satu spanduk yang dibawa suporter Persijap dalam sebuah pertandingan beberapa waktu lalu (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Manajemen Persijap telah melakukan pertemuan dengan pihak Polres Jepara dan perwakilan supporter tim berjuluk Laskar Kalinyamat. Hasilnya, ada sejumlah aturan baru yang diterapkan kepada para supporter demi keamanan dan ketertiban selama Persijap menjalani kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC) seri B 2016.

Diantara hasil pertemuan yang juga dihadiri oleh panpel, Kodim 0719/Jepara dan Satpol PP tersebut, ada sejumlah peraturan yang harus dipatuhi oleh semua suporter. Peraturan tersebut telah ditandatangani dan disepakati oleh perwakilan suporter Persijap. Beraturan tersebut diantaranya:

1. Tertib berkendara dengan mentaati peraturan lalu lintas (Tidak konvoi mengganggu pengguna jalan lainnya) saat menuju stadion maupun setelah selesai menyaksikan pertandingan di SGBK.

2. Tidak membawa flare, firework, smoke bomb kedalam area stadion, karena dapat mengakibatkan klub Persijap mendapatkan sanksi.

3. Tidak memasang spanduk maupun menyanyikan yel-yel yang bersifat rasis dan provokatif.

4. Tidak mengkonsumsi miras, narkoba dan tidak membawa senjata tajam serta barang lainnya yang dapat mengganggu jalannya pertandingan.

5. Tidak akan melemparkan benda-benda apapun kedalam lapangan pertandingan yang dapat mengganggu jalannya pertandingan dan ikut serta menjaga keamanan dan ketertiban selama berlangsungnya pertandingan sepakbola.

Ketua Umum Barisan Suporter Persijap Sejati (Banaspati) Saadi mengatakan, pihaknya mendukung semua peraturan yang telah disepakati bersama tersebut. Sehingga nantinya pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada semua anggota supporter Banaspati.

“Peraturan buat supporter ini tujuannya untuk kemajuan Persijap. Kami sangat mendukung dan akan mensosialisasikannya,” kata Saadi kepada MuriaNewsCom, Jumat (29/4/2016).

Sementara itu, Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin mengatakan, berbagai kesiapan baik dari panpel dan persiapan pengamanan serta diskusi mengenai tata tertib suporter, hingga membuahkan kesepakatan yang harus diketahui oleh suporter dan penonton yang akan menyaksikan pertandingan Persijap di Stadion Gelora Bumi Kartini (SGBK).

“Dengan adanya kesepakatan ini, diharapkan semua suporter dapat mematuhinya agar keamanan dan ketertiban di Jepara tetap terjaga,” katanya.

Editor : Kholistiono

Ratusan Calon Anggota Polri Tandatangani Pakta Integritas

Kapolres Grobogan AKBP Indra Darmawan Iriyanto melakukan penandatanganan pakta integritas dengan calon anggota Polri.(MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kapolres Grobogan AKBP Indra Darmawan Iriyanto melakukan penandatanganan pakta integritas dengan calon anggota Polri.(MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Kapolres Grobogan AKBP Indra Darmawan Iriyanto meminta agar para siswa yang lolos seleksi awal penerimaan anggota Polri agar berhati-hati terhadap oknum yang ingin memetik keuntungan dari momen ini. Yakni, oknum yang menjanjikan bisa meloloskan siswa sebagai anggota Polri.

“Saya minta agar tidak percaya pada oknum-oknum seperti ini. Kalau didatangi oknum seperti itu tolong laporkan pada kami,” tegasnya usai acara penandatanganan pakta integritas penerimaan Akpol, brigadir, dan tamtama Polri tahun 2016 yang dilangsungkan Aula Jananuraga Polres Grobogan.

Menurutnya, dari ribuan pelamar yang masuk Polres Grobogan hanya sekitar 400 orang yang lolos tahap awal. Mereka ini ada yang melamar Akpol, brigadir dan orang mendaftar tamtama. Dengan rincian, peserta seleksi ada 367 orang. dengan rincian pelamar akpol 8, brigadir khusus penyidik 4, brigadir umum 299 dan tamtama 56 orang.

Dikatakan, penandatangan pakta integritas tersebut terkait dengan penerimaan anggota Polri yang bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. Oleh sebab itu, jika ditemukan pelanggaran dan kecurangan, agar segera dilaporkan.

“Kalau ada indikasi kecurangan segera laporkan kepada kami. Akan langsung diberi tindakan tegas. Sebab, kami ingin proses penerimaan ini bersih, transparan, juga humanis,” tegas Kapolres didampingi Kabag Sumda Kompol Rusdi.

Ditegaskan, dalam proses seleksi, para calon anggota Polri harus percaya kepada kemampuan diri masing-masing. Doa dan upaya keras, akan membuahkan hasil yang maksimal.

Penandatanganan pakta integritas dilakukan antara Kapolres Grobogan AKBP Indra Darmawan Iriyanto, panitia seleksi dan siswa yang lolos. Selanjutnya, semua siswa yang lolos seleksi awal ini nantinya akan menjalani tes lanjutan di Akpol Semarang. Untuk itu, mereka semua dihimbau untuk mempersiapkan diri karena proses seleksi lanjutan berlangsung lebih ketat.

Editor : Akrom Hazami

HARI BURUH : Kantor SPSI Kudus Akan Digusur untuk Pusat Perbelanjaan

Foto Kantor SPSI Kudus yang akan digusur. (MuriaNewsCom/Edy Sutryono)

Foto Kantor SPSI Kudus yang akan digusur. (MuriaNewsCom/Edy Sutryono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Rencana penataan kawasan pusat kuliner Taman Bojana Kudus berimbas ke kantor Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kabupaten Kudus.

Karena hasil rapat di ruang Setda Pemkab Kudus, 23 April 2016 lalu, kantor KSPSI yang berada di Jalan Sunan Muria akan digusur bersamaan dengan penataan pusat kuliner khas, Taman Bojana, untuk dibangun pusat perbelanjaan.

Menurut Wakil Kepala Humas KSPSI Kudus, Nur Khozin, dari hasil rapat Pemerintah Kabupaten Kudus memberikan tiga pilihan kepada pihak SPSI. Yakni akan dibangunkan gedung baru jika mempunyai tanah, dapat mengunakan gedung pemerintah yang kosong serta yang ketiga yakni tidak akan diberikan apapun jika melakukan perlawanan.

Sejauh ini pihaknya belum menentukan sikap karena masih menunggu rapat internal namun pihaknya merasa diintimidasi dengan opsi ketiga. Dikatakan khozin, gedung yang dipakai sebagai kantor KSPSI sebenarnya bukan milik Pemerintah Kabupaten Kudus.

“Kalau berdasarkan fakta sejarah bahwa gedung tersebut adalah gedung buruh yang sudah ada sejak tahun 1960-an saat terjadi pergolakan buruh yang kemudian muncul peristiwa tahun 1965, dengan status tanah gendom seluas hampir 1 km dari mulai gedung butuh sampai kantor Pengadilan Negeri Kudus,” ujarnya.

Sementara itu, Khozin menyayangkan jika akhirnya tiba-tiba di tahun 2000-an, Pemkab Kudus mempunyai sertifikat hak guna pakai tanah.

“Harusnya Pemkab Kudus bijaksana karena di gedung seluas 256 meter persegi tersebut ada ratusan ribu buruh tergabung dalam konfederasi SPSI. kondisi seperti ini sangat berpengaruh terhadap kinerja para pengurus SPSI,” tuturnya.

Dia menambahkan, rencana penggusuran tersebut merupakan kado terburuk di Hari Buruh, 1 Mei. Selain itu, itu Asisten Administrasi dan Keuangan Setda Kudus, Mas’ud mengakui akan melakukan penataan kawasan pusat kuliner Taman Bojana termasuk gedung SPSI. Karena kawasan tersebut kumuh.

Namun pihaknya membantah jika melakukan intimidasi terhadap SPSI dengan tidak mengizinkan melakukan perlawanan. Yang mana pihaknya memang memberikan sejumlah opsi serta menunggu jawaban dari pihak SPSI.

Editor : Akrom Hazami

Pemkab Blora Terjun Hadapi Sampah

Kegiatan membersihkan Sungai Bangkle dari sampah yang banyak berserakan di sana. Aksi ini dilakukan Pemkab Blora untuk mengingatkan warga agar tidak membuang sampah sembarangan. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Kegiatan membersihkan Sungai Bangkle dari sampah yang banyak berserakan di sana. Aksi ini dilakukan Pemkab Blora untuk mengingatkan warga agar tidak membuang sampah sembarangan. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Kepedulian masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya, sampai saat ini dirasa masih sangat rendah. Terbukti masih banyaknya sampah berkeliaran bebas di sungai.

Namun untuk menanggulangi hal tersebut, tidak hanya segelintir orang saja yang bisa menyelesaikannya. Harus menyangkut seluruh elemen masyarakat.

Menanggapi hal itu, Pemkab Blora melakukan kegiatan bersih-bersih Sungai Bangkle, sebagai salah satu upaya perang terhadap sampah, pada Jumat (29/4/2016).

”Ini adalah wujud kepedulian dan kesiapan kita untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan. Berharap Blora jangan sampai ada sampah beterbaran,” ujar Bondan Sukarno, asisten II Sekda Blora.
Dalam kegiatan tersebut dimulai dari membersihkan Sungai Bangkle dari sampah, dan berlanjut ke jalan sekitar sungai.

Sementara Wahyu Agustin, kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Blora mengatakan, bahwa kegiatan tersebut merupakan upaya menyadarkan masyarakat akan pentingnya buang sampah pada tempatnya.

”Dalam kegiatan ini semua elemen terlibat. Baik TNI, Polri, PNS, LSM, maupun masyarakat,” jelasnya.
Selanjutnya, menurut Wahyu, setiap Jumat ke depannya akan dicanangkan program Jumat Gaul (Gerakan Aksi untuk Lingkungan). ”Hal itu sebagai upaya dalam memerangi sampah. Dan tentu memerlukan dukungan semua stakeholder dan masyarakat.” ujarnya.

Dalam kegaiatan tersebut, sebelumnya dilakukan apel bersama di kawasan Blok T yang diikuti 297 peserta apel. Terdiri dari TNI, Polri, PNS, BUMD, Ormas, relawan PMI, serta masyarakat.

Editor: Merie

KPUK Pati Plong, Dana Pilkada Cair

Ketua KPU Pati Moch Nasick menandatangani naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) untuk anggaran Pilkada 2017, Jumat (29/4/2016). (muriaNewsCom/Lismanto)

Ketua KPU Pati Moch Nasick menandatangani naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) untuk anggaran Pilkada 2017, Jumat (29/4/2016). (muriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Pelaksanaan Pilkada Pati 2017, bakal berjalan lancar. Pasalnya dana Pilkada senilai Rp 29,7 miliar, akhirnya disepakati cair dalam dua tahap.

Kesepakatan itu tertuang dalam naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) yang dilakukan Bupati Pati Haryanto, Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho, dan Dandim 0718/Pati Andri Amijaya Kusuma, di Ruang Pringgitan Pendopo Kabupaten Pati, Jumat (29/4/2016).

Dari total dana Rp 29,7 miliar, sebanyak Rp 14,6 miliar akan dipenuhi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni 2016. Sisanya, sebanyak 15,1 miliar akan diambil dari APBD Perubahan (APBDP) 2016.

Dengan kesepakatan tersebut, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pati tak lagi khawatir akan kemungkinan tersendatnya penyelenggaraan pemilu. Sebelumnya, pihak KPU khawatir bila pencairan dana kedua dilakukan pada 2017, sehingga berpotensi mengganggu penyelenggaran Pilkada.

Ketua KPU Pati Moch Nasick mengaku lega dengan keputusan itu. Dia memang sempat khawatir, karena biasanya dana dari pemkab biasanya cair sesudah Februari.

”Kalau penyelenggaraan Pilkada dilakukan 15 Februari 2017, itu artinya dana untuk Pilkada terancam cair sesudah pelaksanaan Pilkada. Sehingga dikhawatirkan mengganggu penyelenggaraan. Kalau bisa dicairkan pertengahan 2016 pada perubahan anggaran, kami bisa bernapas lega,” ungkapnya.

Setelah melakukan penandatanganan NPHD, pihaknya akan segera mengajukan register ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Berbeda dengan tahun lalu, pencairan dana tak perlu melakukan register.

”Setelah registrasi, dana baru bisa dicairkan. Dalam regulasinya sekarang, pencairan dana memang harus diregistrasi di Kementerian Keuangan. Kami berharap pelaksanaan Pilkada Pati 2017 berjalan lancar,” harapnya.

Editor: Merie

SMK Expo Tahun Ini Diklaim Bakal Lebih Meriah

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora)  Kudus Joko Susilo (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Joko Susilo (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Pelaksanaan SMK Expo yang bakal diselenggarakan pada 30 April-2 Mei mendatang, diklaim bakal lebih meriah dibanding dengan tahun sebelumnya. Apalagi, konsep kegiatannya juga berbeda dengan tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Joko Susilo mengatakan, banyak masukan-masukan untuk diterapkan dalam kegiatan yang bakal diterapkan tahun ini.

“Pelaksanaan expo tahun lalu terdapat banyak hal yang perlu dibenahi, dan berkat masukan-masukan itu, akhirnya kami aplikasikan tahun ini.Kalau tahun lalu, hanya dilakukan berupa pameran semata,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Dia mengatakan, pada expo tahun ini juga ada space untuk demo. Sehingga, pengunjung nantinya tidak hanya sekadar bisa melihat karya-karya siswa yang sudah jadi, namun, pengunjung nantinya juga bisa melihat secara langsung bagaimana proses pembutan produk dari masing-masing SMK.

“Kalau mau menyaksikan, datang langsung besok. Nantinya, masyarakan bisa melihat banyak hal yang menarik di sana, dan tentunya hal ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Pengunjung juga dijamin akan lebih puas,” ujarnya.

Lebih lanjut dia katakan, Kudus juga dikenal dengan SMK. Menurutnya, banyak jurusan yang ada di SMK tersebut, di antaranya kelautan, fashion, otomotif, animasi, dan lain sebagainya. “Tentunya itu sebuah kebanggaan bagi Kudus yang patut diapresiasi dan ditunjukkan kepada masyarakat umum,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Kades Padurenan Kudus Akhirnya Ditahan Kejari

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Kudus – Setelah sekian lama menghilang, Kepala Desa (Kades) Padurenan, Kecamatan Gebog, Arif Khuzaimahtum, akhirnya berhasil ditangkap Kejaksaan Negeri (Kejari) Kudus, Jumat (29/4/2016).

Arif ditahan terkait kasus dugaan korupsi uang dana desa yang dipimpinnya dengan nilai sekitar Rp 432 juta. Kepala Kejari (Kajari) Kudus Hasran HS mengatakan, penahanan tersebut dilakukan, setelah proses penyidikan telah dilakukan dan Arif ditetapkan sebagai tersangka.

Setelah dirasa perlu, Kejaksaan akhirnya melakukan penahanan untuk 20 hari ke depan. ”Penahanan ini dengan maksud agar tersangka tidak melarikan diri, serta menghilangkan barang bukti. Serta untuk memudahkan proses penyidikan lebih lanjut,” kata Hasran.

Menurut Hasran, Arif selanjutnya akan dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) Kudus. Meski saat ini status Arif masih sebagai kades aktif, namun proses hukum tetap dijalankan.

Kasus dugaan korupsi uang dana desa yang dilakukan Arif, terjadi sejak pertengahan tahun 2015 silam. Saat itu, Arif mencairkan dana desa serta ADD dan kemudian menggunakannya untuk kepentingan pribadi.

Namun, dalam kelanjutannya ternyata Arif menghilang. Meski sebelumnya Arif sudah membuat surat pernyataan kalau uang tersebut memang masih digunakan, namun perangkat desa setempat tetap melaporkan Arif ke Kejaksaan.

Editor: Merie

Persikaba Siap Tampil All Out Hadapi Demak

Logo Persikaba Blora

Logo Persikaba Blora

 

MuriaNewsCom, Blora – Penghujung laga putaran pertama Liga Nusantara (Linus) 2016 Group C, di mana Persikaba Blora akan berhadapan dengan PSD Demak pada 1 Mei 2016, di Stadion Kridosono Blora.

”Dalam laga putaran terakhir nanti akan menghadapai Demak. Kami siap tampil all out agar mendapatkan poin sempurna di laga terakhir putaran pertama,” ujar Abdul Muiz, humas Persikaba kepada MuriaNewsCom, Jumat (29/4/2016).

Setelah dua pertandingan Persikaba berhasil memetik poin penuh, untuk pertandingan putaran terakhir ini, Persikaba akan menghadapi Demak dengan segala kekuatannya akan dikerahkan. Tim ingin kembali memetik kemenangan penuh.

”Kami akan menggunakan skema permainan menyerang sejak awal. Tapi untuk teknisnya di lapangan nanti, bisa berubah melihat kondisi pertandingan,” katanya.

Untuk starting line up Persikaba yang akan diturunkan pada awal pertandingan, tidak akan berubah banyak. Untuk pemain depan Harun Nur Rosid beserta Sukirno Bagong akan menjadi tumpuan daya serang Persikaba.

”Kami harapkan dua pemain depan bisa membuat kalang kabut barisan pertahanan Demak,” jelasnya.
Jika pada pertandingan melawan PSD Demak nanti Prsikaba berhasil memetik poin penuh, itu artinya Persikaba kokoh menduduki puncak klasemen Group C Linus 2016.

Persikaba akan mendapatkan poin sempurna selama tiga pertandingan, yakni sembilan poin. ”Kita tak sesumbar, yang pasti pemain diharapkan bisa tampil maksimal,” pungkasnya.

Editor: Merie

Ternyata Ini yang Jadi Penyebab Meningkatnya Permintaan Dispensasi Usia Nikah di Jepara

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Jepara – Angka pernikahan dini di Kabupaten Jepara cukup tinggi. Belasan remaja diketahui meminta dispensasi usia nikah di Pengadilan Agama (PA) Jepara setiap bulannya. Ternyata, penyebab utama yang mendominasi banyaknya perkara tersebut adalah hamil diluar nikah.

Hal itu disampaikan Wakil Panitera Pengadilan Agama (PA) Jepara Sarwan. Menurut dia, penyebab utama perkara dispensasi nikah karena hamil di luar nikah. Nikah muda terpaksa dilakukan untuk menyelamatkan anak yang sudah ada di dalam kandungan.

“Faktor utama permohonan dispensasi nikah kebanyakan karena hamil di luar nikah. Ada sekitar 90 persen. Dispensasi diberikan untuk menyelamatkan anak di dalam kandungan. Itu lebih baik dari pada anaknya lahir tanpa bapak,” ujar Sarwan, Jumat (29/4/2016).

Berdasarkan data permohonan dispensasi nikah, sejak Januari hingga Maret tahun ini, permohonan dispensasi nikah sebanyak 35. Rinciannya, Januari 14 perkara, Februari 13 perkara, dan Maret 8 perkara. Sedangkan untuk bulan April ini juga ada sejumlah perkara yang masuk.

“Selain itu, ada juga yang memohon dispensasi nikah karena sudah sering berhubungan intim, namun tidak hamil. Setelah ditanya di pengadilan, ada dari pemohon dispensasi mengaku menggunakan alat kontrasepsi atau pil KB,” ungkapnya.

Dia menambahkan, perkara tersebut tinggi juga akibat dari dampak negatif perkembangan teknologi dan pergaulan bebas. Saat ini banyak yang sudah berani melakukan hal-hal terlarang.

Editor : Kholistiono

HARI BURUH : Polres Pati Minta Perusahaan di Pati Pasang Kamera CCTV

Wakapolres Pati Kompol Nyamin (kiri) dan Kabag Ops Kompol Sundoyo berkoordinasi dengan pengusaha dan serikat buruh terkait dengan May Day di Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Wakapolres Pati Kompol Nyamin (kiri) dan Kabag Ops Kompol Sundoyo berkoordinasi dengan pengusaha dan serikat buruh terkait dengan May Day di Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Polres Pati meminta agar perusahaan di Pati memasang kamera CCTV. Hal itu untuk mengantisipasi bila ada hal-hal yang tidak diinginkan saat peringatan Hari Buruh yang jatuh pada Minggu (1/5/2016).

“Pengusaha tidak usah galau dengan adanya May Day. Kita sudah bertemu dengan serikat buruh dan sepakat untuk tidak melaksanakan kegiatan yang mengerahkan massa. Kita harus bersinergi untuk menciptakan situasi kondusif di Pati,” ujar Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo kepada MuriaNewsCom.

Meski demikian, pihaknya menyarankan kepada perusahaan untuk memasang kamera CCTV. Hal itu untuk mengantisipasi adanya kemungkinan yang tidak diinginkan saat Hari Buruh.

“Kalau setiap perusahaan memasang kamera CCTV, itu bisa dimonitor dengan baik. Jadi, kalau ada yang sesuatu yang tidak diinginkan bisa terpantau. Salah satu perusahaan yang sudah memasangnya, antara lain PT Dua Kelinci,” imbuhnya.

Di Pati, sedikitnya ada 40 perusahaan yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Pati. Sementara itu, jumlah buruh di Pati yang tergabung dalam serikat buruh mencapai 22.000 pekerja.

Pekerja di luar serikat buruh di Pati mencapai 32.000 orang. Karena itu, pihaknya berharap agar pengusaha bisa memenuhi hak buruh. Sebaliknya, buruh diharapkan bisa memberikan kewajiban terbaiknya untuk perusahaan.

Editor : Akrom Hazami