Marni, Sang Penjaga Tradisi Ikan Lengkur dari Pati Selatan

Marni, perempuan paruh baya asal Desa Prawoto menunjukkan ikan lengkur buatannya. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Marni, perempuan paruh baya asal Desa Prawoto menunjukkan ikan lengkur buatannya. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Konon, Raden Bagus Hadi Mukmin, putra Raja Kerajaan Demak ketiga, Sultan Trenggono gemar memakan ikan lengkur. Kebiasaan itu juga dibawa ke istana kerajaan Demak yang berlokasi di sebuah perbukitan yang kini dikenal dengan Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo, Pati.

Ikan lengkur bukanlah jenis ikan, melainkan sebutan untuk ikan gabus yang dibuat melingkar kemudian dibakar secara utuh. Ikan gabus sendiri dikenal warga setempat dengan sebutan “ikan kuthuk”.

Selain sosok Raden Bagus Mukmin yang mendapatkan gelar Sunan Prawoto, tokoh yang identik dengan ikan lengkur adalah Mbah Khalifah. Makamnya juga berada di Desa Prawoto, dekat dengan Makam Sunan Prawoto.

Warga setempat yang punya hajat dan terkabulkan, biasanya menggelar tradisi “manganan” atau makan bersama di makam dengan salah satu syaratnya ikan lengkur. Marni, perempuan berusia 55 tahun ini yang biasanya diminta tolong untuk membuat ikan lengkur karena tak semua orang bisa membuatnya.

Marni sudah puluhan tahun dimintai tolong warga setempat untuk membuat ikan lengkur. Pesanan itu ramai pada setiap Jumat Pahing warga berbondong-bondong menggelar tradisi manganan di Makam Mbah Khalifah.

Terlebih, ketika kirab budaya Sunan Prawoto berlangsung, Marni selalu ambil bagian dalam membuat ikan lengkur. “Saya sudah puluhan tahun membuat ikan lengkur. Awalnya diminta para sesepuh untuk membuatnya. Kebiasaan itu akhirnya berlanjut hingga sekarang,” ungkap Marni kepada MuriaNewsCom.

Ikan lengkur sendiri dibuat tak hanya dibakar, tetapi juga dibalur dengan garam kletuk. Yakni, garam yang dibakar di atas cobek. Marni pun kini menjadi salah satu penjaga tradisi ikan lengkur di desanya. Desa Prawoto yang berada di ujung Pati bagian selatan berbatasan dengan Grobogan dan Kudus.

Editor : Akrom Hazami

Satu gagasan untuk “Marni, Sang Penjaga Tradisi Ikan Lengkur dari Pati Selatan

  1. Ping-balik: Mengenal Nasi Nuk, Nasi Adat dari Desa Prawoto Pati | Muria News

Komentar ditutup.