Ini Lho, Wilayah di Jepara yang Belum Teraliri Listrik

listrik maneh (e)

Petugas PLN sedang memperbaiki jaringan listrik mereka. Sejauh ini masih banyak warga di Jepara yang belum teraliri listrik. MuriaNesCom (Wahyu KZ)

 

 

MuriaNewsCom, Jepara – Keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Jati B di Jepara, tak menjamin semua wilayah di Kabupaten Jepara dapat teraliri listrik secara maksimal. Selain listrik sering byarpet, juga masih ada puluhan rumah atau kepala keluarga (KK) yang belum teraliri listrik.

Kepala Dinas Bina Marga Pengairan dan ESDM Jepara Budiarto melalui Kabid ESDM Ngadimin menjelaskan, wilayah yang warganya belum mendapatkan aliran, semuanya tersebar di wilayah Jepara.

Selain di wilayah terpencil, juga di wilayah yang cenderung dekat dengan jaringan transmisi. Ini berlaku bagi wilayah pemukiman yang baru dibangun. ”Ada banyak. Selain Karimunjawa, di daratan Jepara masih ada yang belum teraliri listrik,” kata Ngadimin, Sabtu (30/4/2016).

Menurutnya, belum teralirinya listrik di sejumlah wilayah di Jepara memang menjadi salah satu masalah klasik dan belum mendapatkan solusi karena membutuhkan anggaran besar.

Pada tahun sebelumnya, sejumlah pedukuhan yang belum bisa terjangkau PLN. Di antaranya Dukuh Celong sebanyak 24 kepala keluarga (KK) dan Dukuh Njabung sebanyak 42 KK.

Warga dua pedukuhan yang ada di Desa Tanjung, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, ini bisa menikmati listrik dengan menyambung kabel dari dukuh terdekat, yang jaraknya sekitar 1 kilometer.

Sementara di Desa Plajan, Kecamatan Pakis Aji, masih terdapat empat dukuh yang belum teraliri jaringan listrik. Yakni Dukuh Johan (23 KK), Dukuh Kenanom (30 KK), Dukuh Gotean Warak (20 KK), dan Dukuh Petir (16 KK). Selain itu, pedukuhan di Desa Bungu, Kecamatan Mayong, dan lain sebagainya juga belum menikmati istrik.

Dia menambahkan, ratusan KK tersebut bukan berarti tak mendapat penerangan lampu listrik sama sekali. Hanya saja memang tidak memiliki jaringan sendiri. Mereka menyambungkan kabel di rumah warga yang terdekat.

”Istilahnya, mereka numpang. Untuk yang benar-benar tak mendapatkan aliran listrik, kami belum tahu,” imbuhnya.

Editor: Merie