Duh, Aset Desa di Grobogan masih Berantakan

Kabid Aset Daerah DPPKAD Grobogan Ambang Prangudi Margo saat menyampaikan pembekalan pada peserta pembinaan inventarisasi aset desa. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kabid Aset Daerah DPPKAD Grobogan Ambang Prangudi Margo saat menyampaikan pembekalan pada peserta pembinaan inventarisasi aset desa. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan Dalam rangka mewujudkan desa yang kuat, maju, mandiri, dan demokratis pada implementasinya harus dilaksanakan melalui beberapa tahapan penataan. Salah satunya adalah penataan inventaris yang dimiliki desa.

Hal itu disampaikan Kabag Pemerintahan Desa Pemkab Grobogan Daru Wisakti terkait dengan digelarnya acara pembinaan inventarisasi aset desa yang dilangsungkan di Rumah Kedelai Grobogan, Sabtu (30/4/2016).

“Pembinaan inventarisasi aset desa ini seiring dengan keluarnya UU No 6 tahun 2014 tentang desa. Selain soal aset, penataan pengelolaan keuangan desa dan pelaksanaan kegiatan pembangunan di desa juga haru dilakukan,” ujarnya.

Daru menjelaskan, pembinaan inventarisasi aset desa itu juga dilakukan terkait munculnya Permendagri No 1 tahun 2016 tentang pengelolaan aset desa. Dalam rangka pengamanan aset maka kekayaan milik desa harus diinventarisasi dalam buku inventaris dan diberi kodefikasi.

Berdasarkan pantauan yang sudah dilakukan selama ini, catatan administrasi di desa-desa terkait dengan aset memang belum tertata dengan baik. Oleh sebab itu, perlu dilakukan pembinaan dalam rangka inventarisasi aset tersebut.

“Karena jumlahnya banyak maka pembinaan ini kita langsungkan dalam tiga gelombang. Adapun pesertanya, kasi tata pemerintahan kecamatan, sekretaris desa selaku pembantu pengelola aset desa atau bisa diwakili kaur umum selaku pengurus aset,” jelas mantan Kepala Kantor Satpol PP itu.

Editor : Akrom Hazami

Satu gagasan untuk “Duh, Aset Desa di Grobogan masih Berantakan

  1. Ping-balik: Inventarisasi Aset jadi Momok Desa di Grobogan | Muria News

Komentar ditutup.