Begini Cara Dinas Perinkop dan UMKM Pacu Pelaku Usaha Bisa Bersaing di Era MEA

f-UMKM

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Kudus – Dinas Perindustrian Koperasi dan UMKM Kudus menginginkan, pelaku usaha di Kudus semakin terpacu dengan adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Karena, penguatan ekonomi di Kudus tergantung dari tumbuh kembangnya pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Terkait dengan hal itu, Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan UMKM Kudus Hadi Sucipto melalui Kabid Perindustrian Koesnaini menyatakan, pihaknya bakal memberikan pelatihan terhadap pelaku usaha yang berhubungan dengan promosi produk.

“Setiap bulan ada pelatihan untuk pelaku usaha. Dalam hal ini, pelaku usaha juga dilatih bagaimana untuk memasarkan produk secara tepat dan bagaimana pula melakukan inovasi. Dengan begitu, diharapkan produk-produk milik UMKM bisa berkembang,” katanya.

Tidak hanya itu, untuk bisa bersaing di era MEA, dinas bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan di Kudus juga memberikan pelatihan bagi buruh pabrik yang terkena PHK.

Koesnaini mengatakan, hal ini juga untuk mengurangi angka pengangguran di Kudus, khususnya adanya PHK karyawan perusahaan.

”Kalau buruh dari pabrik diberhentikan bekerja, kemudian tidak ada bekal keterampilan sama sekali, bisa menambah daftar panjang angka pengangguran. Hal inilah yang harus dicegah, dan kami melalui pendekatan dengan pabrik di Kudus, agar buruh yang di PHK diajukan ke dinas untuk mendapatkan pelatihan usaha,” terangnya.

Dia menambahkan, dana pelatihan tersebut dari Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT). Menurutnya, buruh yang terkena PHK perusaan bisa melaporkan ke Dinas Perindustrian Koperasi dan UMKM untuk mendapatkan pelatihan kewirausahaan. Misalnya, pelatihan membuat kue, produk kerajinan tangan atau konveksi.

”Jadi perusahaan itu membekali keterampilan buruh yang dikeluarkan, dan uang pesangon yang diberikan bisa dimanfaatkan untuk membuka usaha, sehingga tidak terus menganggur,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono