Seabad Qudsiyyah, Pemuda Akan Diajak Berselawat

Logo Satu Abad Qudsiyyah

 

MuriaNewsCom, Kudus – Zaman modern seperti saat ini, pemuda banyak yang katut kebudayaan asing. Baik melalui lagu, pakaian, bahkan yang lainnya. Akibatnya, kebudayaan lokal kian terpinggirkan.

Oleh karenanya, dalam 100 tahun Qudsiyyah Kudus, nantinya bakal digelar acara seminar Arudl (menggali Khazanah Selawat). Supaya, kebudayaan yang dinilai Islami ini terus terjaga di jiwa pemuda.

Sekretaris 100 Tahun Qudsiyyah Abdul Jalil mengatakan, selawat merupakan seni yang menanamkan jiwa agamis. Di dalam selawat, terkandung suri taudan yang patut, yakni Nabi Muhammad SAW.

“Setidaknya bila ada seminar Arudl yang digelar 23 Mei 2016 mendatang di Auditorium UMK tersebut, dapat memberikan semangat baru untuk pemuda. Supaya mereka bisa ikut serta mencintai seni Islam tersebut,” ujarnya.

Salah satu santri Qudsiyyah Kudus, Arif (15) mengatakan, santri Qudsiyyah itu harus bisa berselawat. Sebab pendiri Qudsiyyah, KH R Asnawi juga pencipta selawat. “Harusnya pemuda sekarang juga bisa berselawat,” ucapnya.

Harapannya, kegiatan Arudl bisa membangkitkan jiwa pemuda selalu berselawat.

Editor : Akrom Hazami