Hidup di Pondok Juga Tetap Bisa Gaul

hafal alquran-2-tyg 21

Muhammad Sulthonun Nafi’ saat menghafal Alquran. Pada Mei mendatang, dia akan dites soal hafalan tersebut. (MuriaNewsCom/EDY SUTRIYONO)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kasih ibu memang sepanjang jalan. Apapun akan dilakukan untuk bisa memberikan anaknya pendidikan yang terbaik. Sebagaimana seorang ibu yang menyekolahkan anaknya di pondok pesantren khusus menghafal Alquran.

Ini juga yang dilakukan Farida Hasanah, (34), warga Desa Barongan, Kecamatan Kota, Kudus, yang memondokkan anaknya Muhammad Sulthonun Nafi’, 11 tahun, hingga anaknya menjadi hafidz atau penghafal Alquran.

Farida mengatakan, meski sejak kecil dipondokkan di Ponpes Yanbu’ul Quran, Krandon, Kudus, namun anaknya tetap bisa bersosialisasi. ”Tidak ada masalah saat hidup di pondok. Meski memang pondok ini khusus, tapi anak saya tetap bisa bergaul dengan teman-temannya. Karena berkomunikasi dengan rekannya juga harus penting. Sebab hidup di pondok itu harus selalu bersama-sama,” terangnya, Kamis (21/4/2016).

Menurutnya, sebelum memasuki ponpes, anaknya itu disekolahkan dahulu di MI NU TBS Kudus. Ini supaya anaknya bisa mempelajari baca tulis Alquran (BTA). ”Ini juga menunggu supaya anak saya genap 6 tahun, sebagaimana syarat masuk ke ponpes. Saat itu anak saya masih berusia 5 tahun,” ujarnya.

Dari Informasi yang dihimpun MuriaNewsCom, usia anak sekolah atau mondok di Ponpes Yanbu’ul Qur’an memang harus minimal 6 tahun. Atau setara dengan anak seusia kelas satu SD. Selain itu, di lingkungan ponpes juga disediakan sekolah formalnya, yakni MI Tahfidhul Quran TBS.

Farida mengatakan, anaknya itu memang sudah hafal 30 juz. Namun, tes baru akan dilaksanakan pada bulan Mei mendatang. Untuk bisa ikut memantau, dirinya juga sering berkonsultasi dengan para pendidik, kiai yang ada di ponpes tersebut.

”Bagi orang tua, jangan takut untuk bisa memondokkan putra-putrinya. Sebab saat ini dunia pendidikaan pondok pesantern juga bisa dijadikan bekal masa depan. Dan yang paling inti ialah, demi mendapatkan ilmu, kita sebagai orang tua harus bisa selalu ikhlas. Termasuk jika tidak bertemu atau memendam kangen terhadap putra putrinya selama mondok,” imbuhnya.

Editor: Merie