Nelayan Jamin Tak Ada Jaring Cantrang di Laut Jepara

Beberapa perahu nelayan sedang bersandar (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Beberapa perahu nelayan sedang bersandar (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Nelayan yang tergabung dalam Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jepara menjamin tak ada pemakaian jaring cantrang di perairan utara Jawa Tengah, Jepara. Sebab, mereka sadar, bahwa penggunaan jaring cantrang dapat merusak ekosistem laut.

Tentu saja, hal itu menjadi respon positif terhadp aturan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti yang melarang penggunaan alat tangkap tersebut. Itu yang disampaikan oleh salah seorang nelayan di Jepara bernama Rahmad saat berbicara langsung kepada Menteri Susi via handphone yang disambungkan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, pada Sabtu (16/4/2016) lalu.

Ketua HNSI Jepara Sudiyatno mengatakan, sejak aturan pelarangan cantrang mulai diterapkan oleh pemerintah, nelayan Jepara nyaris sudah tak ada yang menggunakannya. Selain memang kesadaran nelayan jika jaring tersebut merusak ekosistem laut, juga didukung dengan kemampuan kapal dan kebiasaan melaut nelayan Jepara.

“Hampir tak mungkin memakai jaring cantrang, karena mayoritas kapal nelayan Jepara berukuran kecil. Selain itu, nelayan Jepara melaut dalam waktu singkat, maksimal melaut selama 24 jam saja. Tidak sampai berpekan-pekan atau berbulan-bulan,” ujar Sudiyatno, Selasa (19/4/2016).

Menurutnya, pemakaian jaring cantrang di perairan Jepara justru banyak dilakukan oleh nelayan luar daerah. Tapi saat ini, sudah banyak berkurang lantaran nelayan Jepara sendiri aktif memberikan peringatan kepada nelayan pemakai cantrang tersebut.

“Jika bersaing dengan nelayan pemakai cantrang, nelayan kami jelas kalah. Hasil yang didapatkan akan sangat sedikit. Hanya kami beriperingatan. Tak ada tindakan berlebihan. Itu demi keadilan bagi nelayan,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono