Seabad Qudsiyyah, Alumni Dituntut Teladani Kiai

uplod jam 18

Pembicara saat kegiatan ceramah dalam peringatan Seabad Qudsiyyah, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Alumni dan santri Qudsiyyah Kudus diminta untuk meneruskan perjuangan para kiai, serta mengaplikasikan nilai-nilai luhur yang dijunjung para pendahulu dalam kehidupan sehari-hari. Demikian salah satu poin saat ceramah yang disampaikan salah seorang ulama, KH Fathur Rahman, dalam pengajian umum Meneladani Dakwah KH R Asnawi atau Mbah Asnawi, yang digelar di Masjid Baiturrohim, Dukuh Tumang Wetan, Desa Papringan, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, Minggu (17/4/2016) malam.

Dalam even yang digelar dalam rangka peringatan satu abad Qudsiyyah tersebut, Fathur berpesan kepada sekitar dua ribu pengunjung pengajian, perjuangan dan dakwah pendiri Qudsiyyah, KH R Asnawi harus diteruskan dan dilanjutkan oleh alumni dan santri di era sekarang. “Kasih sayang mbah Asnawi kepada masyarakat dibuktikan dengan pendirian madrasah untuk mendidik dan mencetak generasi Islami dan anti penjajah,” katanya.

Mbah Asnawi, lanjut dia, tidak hanya sosok ulama yang kharismatik, ia merupakan kiai dengan jiwa seni yang cukup tinggi. Buktinya ialah lirik-lirik lagu selawat banyak tercipta. “Salah satu karya yang sampai sekarang masih terus ada adalah selawat Asnawiyah,” tambah Fathur.

Melalui lirik lagu dalam seolawat ini, mbah Asnawi menekankan kecintaan terhadap negeri. Melalui teks lagunya Indonesia Raya Aman adalah doa yang dipanjatkan untuk keamanan dan ketenteraman negeri ini.

Selain itu, Fathur menyatakan kebanggannya terhadap warga Kaliwungu yang merupakan pusat alumni Qudsiyyah terbesar. Hal inilah yang menjadi salah satu kenapa dakwah pengajian umum ini pertama kali dilaksanakan di Kecamatan Kaliwungu.

Fathur melanjutkan, Qudsiyyah istiqomah dalam mengajarkan pelajaran salafiyah yang berisi metari-materi dasar dalam beragama. Beliau mencontohkan ilmu aqidah yang biasa disebut Tauhid diajarkan sejak dini di Qudsiyyah.

Editor : Akrom Hazami