Jembatan Kanal Dibongkar, Aktivitas Mengaji Terganggu

jembatan banjir kanal (e)

Proses pembangunan Jembatan Banjir Kanal Selatan dimulai, sebagai awal dari akan dilakukannya pembangunan jembatan tersebut. Hanya saja, warga merasa terganggu aktivitasnya. (MuriaNewsCom/WAHYU KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Jembatan Kanal Selatan yang berada di area perbatasan Kelurahan Demaan dan Kelurahan Potroyudan, Kecamatan Kota, Jepara, mulai dibongkar.

Pembongkaran itu dilakukan setelah kirab acara Kirab Budaya Festival Kartini usai beberapa waktu yang lalu. Namun dimulainya pembangunan jembatan tersebut, membuat warga sekitar terganggu.

Warga yang paling merasa terganggu adalah mereka yang tinggal di sisi utara jembatan, sedangkan aktivitas mereka di sisi selatan jembatan. Misalnya aktivitas mengaji dan jamaah salat di Musala Al Munawaroh yang berada di sisi selatan jembatan, turut Kelurahan Potroyudan.

”Di musala itu, biasanya puluhan anak mengaji dan warga melakukan salat berjamaah. Termasuk untuk manaqiban dan kegiatan keagamaan rutin lainnya,” kata salah seorang warga Desa Demaan, Desi, kepada MuriaNewsCom, Senin (18/4/2016).

Menurut Desi, karena tak ada jembatan darurat, puluhan anak dan warga terpaksa harus berputar sepanjang dua kilometer, melalui Jembatan Merah. Warga juga mengeluh lantaran sebentar lagi akan memasuki Ramadan, di mana saat itu banyak kegiatan keagamaan dilakukan di musala itu.

”Kasihan warga yang ingin ke musala, harus memutar sangat jauh. Yang lebih kasihan lagi orang-orang lanjut usia,” katanya.

Hal senada juga dikatakan salah seorang guru mengaji di musala tersebut, Muhammad Husni Mubarok. Menurutnya, proses pembelajaran baca tulis Alquran di musala hanya dilakukan pada Senin, Kamis, dan Sabtu malam.

Selain hari itu, maka proses mengaji dilakukan di rumahnya, yakni di RT 1/RW 2, Kelurahan Demaan. Atau di sisi utara Jembatan Kanal.

”Jadwal terpaksa saya sesuaikan. Sebelumnya setiap hari, kegiatan mengaji dilakukan di musala,” imbuhnya.

Editor: Merie