Karena Seni, Alumni dan Santri Qudsiyyah Bisa Akur

Para alumni dan santri Madrasah Qudsiyyah yang tergabung dalam Jam’iyyah Ad-Dufuf Al-Mubarok Kudus, selalu akur salah satunya karena musik. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Para alumni dan santri Madrasah Qudsiyyah yang tergabung dalam Jam’iyyah Ad-Dufuf Al-Mubarok Kudus, selalu akur salah satunya karena musik. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Ada banyak cerita yang hadir dari Madrasah Qudsiyyah, yang usianya sudah seratus tahun atau satu abad. Salah satunya antara alumni dan para santri di sana.

Alumni Qudsiyyah Kudus Gus Apank mengutarakan, alumni dan santri Qudsiyyah bisa akur salah satunya lantaran musik. Sebab para alumni yang sering datang ke Qudsiyyah masih aktif mengikuti kegiatan rebana.

”Anggota grup rebana Al Mubarok sendiri ada sekitar 50 orang. Itupun terdiri dari santri aktif dan alumni Qudsiyyah,” kata Apank.

Logo Satu Abad Qudsiyyah

Sementara saat latihan, para santri aktif juga sering menghubungi alumni untuk ikut serta berkegiatan. Sehingga dalam latihan tersebut, bisa menciptakan kekompakan antara santri dan alumni.

”Kekompakan itu tidak hanya ditunjukkan dalam berseni musik rebana saja. Melainkan hal yang lain. Seperti halnya even sepeda santai 100 tahun Qudsiyyah, acara khataman 100 ingkung (ayam), dan lainnya,” ujarnya.

Dia menilai, kekompakan dan keakraban inilah yang bisa menciptakan hari jadi Qudsiyyah yang ke 100 tahun, bisa dijalankan bersama-sama hingga puncak acara nanti.

Gus Apank mengatakan, dengan adanya kekompakan, maka kegiatan yang selalu digelar Madrasah Qudsiyyah ini bisa dijalankan dengan lancar.

”Ya, kami harap kekompakan ini bisa selalu terjaga. Sehingga acara 100 tahun Qudsiyyah bakal terlaksana lancar dan bermanfaat,” imbuhnya.

Editor: Merie