Ini Hak Pasien BPJS Kesehatan Jika Kamar Rawat Inap Penuh

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Kudus РPasien BPJS Kesehatan harus memperoleh keistimewaan ketika mereka berobat dan harus dilakukan rawat inap, namun kamar di rumah sakit penuh.  Jika hal ini terjadi, maka pasien laik naik kelas.

Hal itu disampaikan Kepala BPJS Kesehatan Cabang kudus Agus Purwono. Menurutnya, aturan yang tertera sudah jelas, jika memang kamar penuh, pasien bisa naik kelas.

“Misalnya saja persoalan kamar, jika pasien BPJS Kesehatan kamarnya kelas II itu penuh, maka pasien harus ditempatkan pada kamar kelas I. Itu sudah menjadi aturan,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Perjanjian semacam itu, sudah berlangsung lama antara pihak BPJS Kesehatan dengan pihak rumah sakit. Bahwa, pelayanan kepada pasien harus tetap diutamakan.

Dia menambahkan, jika selama tiga hari kamar untuk pasien sesuai kelasnya tersebut sudah kosong, maka, barulah pasien dapat dikembalikan sesuai dengan kelas yang dimiliki.

Jika dikembalikan pasien menolak, lanjutnya, maka pasien yang bersangkutan harus membayar biaya tambahan sesuai dengan ketentuan pihak rumah sakit.

“Jika dilihat, selama ini sudah berjalan dengan baik. Jadi pelaksananya juga sudah berjalan sesuai aturan,” imbuhnya.

Sementara itu, Mahmudah, warga Kecamatan Kaliwungu mengeluhkan adanya pelayanan di rumah sakit swasta di Kudus terkait penggunaan kartu BPJS Kesehatan. Saat anaknya sakit dan membawanya berobat di rumah sakit, dia memakai BPJS Kesehatan untuk kelas II, namun dengan alasan kamar penuh, anaknya ditawarkan untuk menempati kelas tiga.

“Katanya penuh, jadi pasien dipindah ke kamar kelas tiga. Namun setelah satu hari baru dipindah kembali ke kamar kelas dua,” ungkapnya.

Editor  : Kholistiono