Alumni dan Santri Qudsiyyah Genjot Latihan Nabuh ”Jidur”

Santri Madrasah Qudsiyyah berlatih rebana untuk pementasan pada acara puncak satu abad madrasah tersebut. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Santri Madrasah Qudsiyyah berlatih rebana untuk pementasan pada acara puncak satu abad madrasah tersebut. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Meski peringatan Hari Jadi Qudsiyyah yang ke 100 tahun sudah dimulai beberapa pekan yang lalu, namun persiapan untuk mematangkan puncak acara nanti, juga selalu dilakukan.

Seperti halnya grup musik rebana Jam’iyyah Ad-Dufuf Al-Mubarok Qudsiyyah Kudus ini. Grup rebana yang digawangi santri Qudsiyyah beserta alumni tersebut, selalu menggelar latihan secara rutin.

Salah satu alumni sekaligus pentolan Al Mubarok Gus Apank mengutarakan, latihan ini selalu digelar seusai sekolah.”Namun untuk latihannya bukan hanya sekadar dari santri aktif saja, melainkan juga ada alumni yang ikut serta latihan ini,” paparnya kepada MuriaNewsCom, Kamis (14/4/2016).

Logo Satu Abad Qudsiyyah

Latihan tersebut diikuti beberapa alumni Qudsiyyah serta santri aktif di Sekretarian Jam’iyyah Ad-Dufuf Al-Mubarok Qudsiyyah Kudus, Gang Kerjasan, Kecamatan Kota, Kudus. Sehingga saat istirahat latihan, mereka bisa saling mencontohkan satu sama lain.

Gus Apank mengatakan, latihan ini dilakukan untuk mengompakkan satu sama lain. Baik itu not, irama lagu, vokal, dan lainnya. ”Terlebih kita ini melatih lagu baru dari kedua album yang terahir ini. Sebab kedua album yang berjudul Isy Ghotti dan Khudz Badala ini, total sebanyak 15 lagu. Dan akan ditampilkan sebelum puncak acara 100 tahun Qudsiyyah pada tanggal 5 Agustus 2016 mendatang,” ujarnya.

Dia menambahkan, nantinya saat pada puncak acara tersebut, diharapkan penampilan Jam’iyyah Ad-Dufuf Al-Mubarok Qudsiyyah Kudus yang akan diisi alumni dan para santri ini, bisa lebih baik dan lancar.

Editor: Merie