Produk Hasil Pelatihan Dana Cukai Dinilai Bisa Unggulan

iklan cukai-tyg 11 april 2016-pkl 16.00 wib

Sosialisasi Peraturan Menteri Keuangan Nomor 20/PMK.07/2009 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK.07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi Atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, Pasal 7 Ayat (1) guruf f; penguatan ekonomi masyarakat di lingkungan IHT dalam rangka pengentasan kemiskinan, mengurangi pengangguran dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus. Pada lampiran II A.3 Program Pembinaan Lingkungan Sosial, kegiatan b.5) b) Fasilitasi bagi UMKM di lingkungan IHT untuk ikut serta dalam pameran skala lokal, regional, nasional, dan internasional.

MuriaNewsCom, Kudus – Dinas Perindustrian Koperasi dan UMKM Kudus giat mempromosikan produk-produk yang dihasilkan dari pelatihan yang digelar, dengan menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Kepala Bidang (Kabid) Perindustrian pada Dinas Perindustrian Koperasi dan UMKM Kudus Koesnaeni mengatakan, dana cukai yang diterima pihaknya, digunakan untuk penguatan ekonomi.
”Yakni bagaimana bisa menghasilan produk hasil dari industri-industri kecil yang ada di Kudus, menjadi produk yang unggulan dan dapat diterima pasar dengan baik,” jelasnya.

Bahkan, produk yang dihasilkan sudah bisa disebut berkualitas. Karena tidak hanya hasil jadinya saja yang dipentingkan, namun juga produk-produk tersebut sudah melalui beragam pemeriksaan, sehingga menjadi produk yang siap dilempar ke pasaran.

”Contohnya produk-produk makanan. Setelah kita latih, mereka kemudian berproduksi, kita kemudian meneliti produk tersebut sampai benar-benar menjadi produk bermutu. Misalnya meneliti zat adiktif atau pewarna pada makanan yang dihasilkan itu,” terangnya.

Tujuan dari pemeriksaan tersebut, menurut Koesnaini, untuk memastikan bahwa produk itu benar-benar sehat dan bisa dikonsumsi. Sehingga konsumen bisa aman dalam menikmati produk yang ada.

”Kami bekerja sama dengan Labkesda untuk meneliti produk tersebut. Sehingga produk tersebut akan benar-benar berkualitas dan terjamin hasilnya. Kita menginginkan supaya produknya bisa menjadi produk unggulan,” tuturnya.

Selanjutnya, produk tersebut akan dipromosikan ke berbagai ajang atau even yang ada. Baik di dalam kota maupun di luar kota. Yang lebih sering dilakukan adalah promosi ke luar daerah.
”Dan memang produk-produk unggulan dari Kudus yang kita bawa saat pameran, selalu saja laris manis di pasaran. Banyak yang suka. Sehingga selalu kehabisan kalau kemudian kita pameran,” tuturnya.

Peserta pameran sendiri memang dipilih sebelum akhirnya diberangkatkan. Sedangkan jika ada yang belum ikut, akan diikutsertakan pada pameran berikutnya. ”Kita gilir mereka supaya semua bisa mendapat kesempatan untuk ikut pameran,” jelasnya.

Kegiatan ini memang sesuai dengan tujuan dari dana cukai yang diperoleh pihak dinas. Yakni memberdayakan dan menguatkan ekonomi masyarakat, sehingga akan menekan angka pengangguran sehingga kesejahteraan akan meningkat. (ads)