Alumni Qudsiyyah Berharap Santri Bisa Meniru KHR Asnawi

satu abad qudsiyyah-tyg pkl 2200 wib (e)

Kesenian bernuansa islami diajarkan di Madrasah Qudsiyyah Kudus. Ini sebagai bekal mereka untuk menjalani kehidupan sehari-hari, di samping ilmu yang sudah didapat selama ini. (MuriaNewsCom/EDY SUTRIYONO)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Ada banyak sekali alumni santri dari Madrasah Qudsiyyah Kudus. Mereka memiliki harapan tersendiri pada satu abad peringatan madrasah tersebut.

Salah satu alumni Qudsiyyah Kudus Gus Apank mengatakan, dirinya berharap semua santri aktif maupun lulusan Qudsiyyah, bisa meniru perilaku KHR Asnawi.

”Bila kita contohkan, kedua album yang berjudul Khudz Badala dan ‘Isy Ghotthi yang diciptakan guru Qudsiyyah bernama Syaifudin Luthfi tersebut, merupakan arahan bagi semua santri yang ada,” paparnya.

Menurutnya, album yang berjudul Khudz Badala atau yang berarti ”Carilah Penggantiku” ini, merupakan mengisahkan Madrasah Qudsiyyah. Di mana album itu merupakan doa serta perjuangan para guru, yang berjuang di madrasah ini maupun di luar madrasah.

”Sehingga setiap santri harus bisa mempertahankan ilmu yang diberikan oleh bapak guru. Dan harus ikut tuntunan yang disampaikan KHR Asnawi sebagai pendiri madrasah,” tuturnya.

Sedangkan album yang berjudul Isy Ghotthi intinya ialah untuk mengenang KHR Asnawi sebagai guru bangsa. Baik itu sebagai tokoh ulama pendiri NU maupun sebagai pengajar atau pemuka agama.

”Yang terpenting ialah bagaiamana para santri ini bisa terus melanggengkan kebaikan, melalui ilmu yang sudah didapatnya saat masih duduk di Qudsiyyah. Selain itu juga bisa mengamalkan kepada masyarakat, bahwa ilmu pemberian dari guru dan ulama ini dapat bermanfaat,” ungkapnya.

Dia menambahkan, ajaran dari guru atau ulama yang sudah diberikan kepada santri, memang akan bisa bermanfaat, bilamana mereka dapat mengamalkan kepada masyarakat yang ada.

”Sebab bekal ilmu agama ini memang penting untuk sebagai penyeimbang ilmu pengetahuan di saat modernisasi zaman,” imbuhnya.

Editor: Merie