Santri Qudsiyyah Harus ”Ampuh” Sepanjang Zaman

Salah satu kegiatan yang diikuti santri Madrasah Qudsiyyah, yang diharapkan bisa membuat mereka menjadi pribadi yang tangguh menghadapi zaman. (MuriNewsCom/Edy Sutriyono)

Salah satu kegiatan yang diikuti santri Madrasah Qudsiyyah, yang diharapkan bisa membuat mereka menjadi pribadi yang tangguh menghadapi zaman. (MuriNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Santri di Madrasah Qudsiyyah Kudus diharapkan bisa menjadi santri yang ”ampuh” di sepanjang zaman.

Salah satu siswa Madrasah Aliyah Qudsiyyah Kudus M Shofwan, (15), mengatakan, santri Qudsiyyah Kudus harus bisa tahan atas tempaan saat modernisasi zaman.

”Santri itu Kudus ampuh sepanjang zaman. Yang kita maksud ampuh yakni pengamalan ilmu yang sudah mereka dapatkan, bisa diamalkan kepada masyarakat saat lulus nanti. Selain itu, mereka juga jangan jumawa di dalam masyarakat,” paparnya.

Oleh sebab itu, dengan adanya acara Satu Abad Madrasah Qudsiyyah tersebut, dapat dijadikan momen untuk bisa mengamalkan ilmu kepada warga Kudus.

Menurutnya, dengan adanya berbagai even baik itu ekspo, bedah buku, teater, dan lainnya, bisa membuat warga semakin mengenal keberadaan mereka. ”Bahwa Madrasah Qudsiyyah juga bukan pendidikan di bidang agama saja. Melainkan juga madrasah yang bisa mendidik di bidang ilmu pengetahuan umum,” ujarnya.

Dia menilai, bagi santri Qudsiyyah harus bisa memanfaatkan momen satu abad ini. Sehingga masyarakat Kudus bisa paham akan Madrasah Qudsiyyah, dan bukan hanya sekadar tahu sekolah umum saja.

Dengan adanya perayaan Satu Abad Qudsiyyah, tentunya keunggulan madrasah yang didirikan keturuanan Sunan Kudus yang bernama KHR Asnawi itu, juga dapat terbaca serta terlihat oleh khalayak umum.

”Ya, mudah-mudahan dengan acara ini, masyarakat umum bisa tahu akan sistem pendidikan Qudsiyyah. Serta Madrasah Qudsiyyah ini bisa menciptakan dan menggembleng santri-santri tangguh untuk masa depan,” imbuhnya.

Editor: Merie