Santri Bumikan Semangat Gusjigang di Satu Abad Qudsiyyah

Santri menunjukkan karya yang akan dipajang saat gelaran expo Satu Abad Qudsiyyah Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Santri menunjukkan karya yang akan dipajang saat gelaran expo Satu Abad Qudsiyyah Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Gusjigang adalah sebuah kata yang menghiasi tema acara Satu Abad Madrasah Qudsiyyah Kudus. Kata tersebut bukan karena tidak ada arti dan makna tersendiri. Akan tetapi kata Gusjigang inilah yang mendongkrak jiwa warga Kudus meningkatkan kemandirian di segala bidang.

Sekretaris panitia satu abad Quidsiyyah Abdul Jalil mengatakan, kata Gusjigang merupakan ikon Kota Kudus.”Gusjigang itu merupakan singkatan. Yakni Gus berarti bagus (rupa, akhlaq, perbuatan), Ji berarti pintar mengaji, dan Gang ialah pandai berdagang (mandiri). Akan tetapi di sini bukan berarti terfokus pada berdagang saja, namun harus bisa mandiri di segala bidang. Misalkan saja pengetahuan dan sejenisnya,” kata Jalil.

Diketahui, ikon Kudus Gusjigang muncul lantaran rata rata warga berpenghasilan dari berdagang. Selain itu, perdagangan tersebut juga diidentifikasikan dengan adanya tiga suku yang ada di Kudus. Seperti halnya Jawa, Tionghoa dan Arab.

Karenanya untuk membumikan dan mempraktikkan Gusjigang tersebut, nantinya di momen satu abad Qudsiyyah, bakal digelar expo. Para santri Qudsiyyah akan menunjukan berbagai kreativitas yang ada. Seperti halnya prestasi, kitab salaf atau kuning karya ulama Kudus, poster dan foto para ulama Kudus dan lainnya.

Expo tersebut nantinya akan digelar pada 2 hingga 6 Agustus 2016 di lapangan Qudsiyyah Jalan KHR Asnawi Kudus.

“Setidaknya dalam expo tersebut, kita dapat menunjukan kepada masyarakat Kudus, bahwa produk atau jasa para ulama di bidang agama itu banyak sekali. Seperti halnya membuat kitab salaf dan sejenisnya. Selain itu, juga menunjukan kreativitas asli masyarakat Kudus seperti halnya batik Kudus. Serta lagu-lagu selawat ciptaan santri Qudsiyyah,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami