Satu Abad Qudsiyyah jadi Momen Teladani KH R Asnawi

Logo Satu Abad Qudsiyyah

 

MuriaNewsCom, Kudus – Santri aktif dan alumni Madrasah Qudsiyyah Kudus memperingati 100 tahun atau satu abad berdirinya lembaga pendidikan itu.
Selain digelar berbagai acara, santri juga dituntut untuk bisa meneladani sikap dan tindak-tanduk sang pendiri, KH R Asnawi.

Ketua panitia peringatan 100 tahun Madrasah Qudsiyyah Kudus, Ihsan mengatakan, pihaknya menyelenggarakan berbagai acara dalam kesempatan tersebut.

“Mulai dari nyepeda bareng santri, bedah buku, mengenalkan Selawat Asnawiyah dan lainnya,” kata Ihsan.

Dia berharap, santri maupun warga Kudus dan sekitarnya bisa mengenal luas Qudsiyyah, bahkan bisa meneladani sosok KH R Asnawi.

Dikutip dari buku Kyai Tanpa Pesantren Potret Kyai Kudus karangan Prof H Abdurrahman Mas’ud, Ph.D yang juga membahas sosok KH R Asnawi, diceritakan tentang singkat sosoknya.

KH R Asnawi mendirikan Madrasah Qudsiyyah pada 1919 M. Pada 26 September, KH R Asnawi mendirikan Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin, 26 September 1927 M.

Adapun karya dan peninggalan KH R Asnawi ada yang berupa kitab Fashalatan, kitab Soal Jawab Mu’taqad Seket, dan ada juga yang berupa syair tentang nilai agama dan nilai kebangsaan. Sang kiai juga ikut andil membendung arus kolonialisme Belanda, ketika masa penjajahan.

Baginya, segala yang dilakukan Belanda tidak boleh ditiru. Sehingga banyak produk hukum fikih pada masa penjajahan Belanda, oleh KH R Asnawi selalu disandarkan pada prinsip tegas anti kolonialisme.

“Dalam meneldani KH R Asnawi itu paling tidak ada lima aspek. Di antaranya ialah tentang dakwah keumatannya atau dalam rangka berdakwah menyampaikan ajaran Islam kepada masyarakat dengan cara halus dan sopan. Selanjunya, kebangsaan cinta NKRI, ibadah, menghargai budaya yang ada di Kudus serta kemandirian. Baik itu kemandirian di bidang ilmu atau yang lainya,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami