Kapal Nelayan di Jepara Banyak yang Belum Diverifikasi Ulang

f-upload jam 12, kapal (e)

Ratusan kapal bersandar bersandar di muara sungai (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Kapal milik nelayan di Kabupaten Jepara ternyata masih banyak yang belum diverifikasi ulang. Pihak Kementerian Perhubungan melalui Kantor Syahbandar Jepara mencatat, masih ada sekitar 50 persen yang belum diverifikasi atau belum dilakukan pengukuran ulang kapal.

“Kami melakukan pengukuran ulang kapal nelayan. Sampai saat ini, sudah 50 persen kapal yang selesai diverifikasi, sisanya belum,” ujar Syahbandar Jepara Suripto, Jumat (8/4/2016).

Menurut dia, sesuai dengan arahan dan aturan yang ada, pengukuran ulang tersebut meliputi pengukuran badan kapal. Apakah sesuai dengan dokumen yang diajukan atau tidak.

“Semua kapal yang ada di Jepara harus diukur ulang. Ini sesuai dengan arahan dari Kementerian Perhubungan,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengemukakan, setelah dilakukan pengukuran ulang terhadap sejumlah kapal, ditemukan kapal nelayan yang sudah dimodifikasi. Sehingga, hal tersebut mengubah ukuran badan kapal.

“Pengukuran ulang ini berkait dengan kapasitas kapal atau gross tonage (GT). Apakah GT-nya sesuai dengan ukuran kapal atau tidak,” kata Suripto.

Dia juga mengemukakan, pengukuran ulang kapal, berkaitan dengan GT kapal. Apalagi sebelumnya juga pernah ditemukan pelanggaran besaran GT tidak sesuai dengan objek aslinya.

“Misalnya dilaporkan kapal mempunyai GT sekian, namun saat dicek di lapangan itu tidak sesuai dengan yang dilaporkan,” katanya.

Dia menambahkan, perbedaan laporan itu, membuat pajak yang dibayarkan lebih sedikit. Sebab, lebih besar GT yang dimiliki satu kapal, pajaknya lebih besar.

“Jika GT kapal tidak sesuai dengan yang dilaporkan, sama saja mereka merugikan negara. Pajak yang dibayarkan juga lebih sedikit,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono