Ribuan Kades Siaga Trantib Ditugaskan Amankan Desa

Petugas Satpol PP dari Kudus dan Jawa Tengah saat melakukan sosialisasi kawasan tertib di sepanjang Jalan Ahmad Yani, Kudus, Rabu (6/4/2016). Mereka juga dibantu Kader Siaga Trantib yang sudah dibentuk sebelumnya. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Petugas Satpol PP dari Kudus dan Jawa Tengah saat melakukan sosialisasi kawasan tertib di sepanjang Jalan Ahmad Yani, Kudus, Rabu (6/4/2016). Mereka juga dibantu Kader Siaga Trantib yang sudah dibentuk sebelumnya. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Selain membagikan stiker atau pamflet yang dipasang di jalan-jalan yang termasuk kawasan tertib, Petugas Satpol PP Kudus juga dikerahkan dalam mengamankan kawasan pedesaan.

Tugas pengamanan desa itu, diberikan kepada Kader Siaga Trantib (KST) yang sudah dibentuk sebelumnya. Kepala Satpol PP Kudus Abdul Halil mengatakan, jumlah KST sendiri adalah 1.188 petugas.

Di mana masing-masing desa berisi sembilan orang anggota KST. Halil menjelaskan, tugas mereka adalah memantau dan memberikan informasi kepada petugas Satpol PP.

”Kalau ada pelanggaran, contohnya pemasangan banner yang tidak sesuai dan sebagainya di daerah mereka bertugas, maka memberikan laporan kepada kami. Nanti langsung ditindaklanjuti. Dan KST ini tidak diperkenankan melakukan tindakan, lho. Hanya memberikan informasi,” katanya, kepada MuriaNewsCom, Rabu (6/4/2016).

Hal yang sama dituturkan Kabid Tranmas Perwakilan Kasat Pol PP Jawa Tengah Sukar. Menurutnya, sekecil apapun bentuk pelanggarannya, wajib ditangani.

Seperti penempatan material bangunan di jalan yang tidak segera dibersihkan oleh pemiliknya, maka petugas Satpo PP harus segera bertindak membersihkan.

”Jadi tidak hanya menangani pengemis, gelandangan, pengamen, orang terlantar (PGOT), PKL, dan reklame. Tapi material jalan juga tugasnya Satpol PP. Dan penertiban kawasan tidak hanya berkutat di seputar perkotaan. Tapi, juga ke pedesaan, maka dibentuklah KST,” paparnya.

Ditambahkannya, laporan pelanggaran wajib dilaporkan ke Satpol PP Jawa Tengah. Tujuannya agar ada evaluasi dan pembenahan. ”Dan Kudus ini tidak menyangka akan menjadi juara umum kawasan tertib di tingkat provinsi, lho. Ini kan, sangat bagus,” imbuhnya.

Editor: Merie