Bupati Jepara Tak Hadir, Sidang Gugatan Pedagang Ditunda

Sidang perdana gugatan seorang pedagang Pasar Ngabul lama terhadap bupati Jepara yang berlangsung Rabu (6/4/2016), ditunda akibat ketidakhadiran bupati. (MuriaNewsCom/ Wahyu Khoiruzzaman)

Sidang perdana gugatan seorang pedagang Pasar Ngabul lama terhadap bupati Jepara yang berlangsung Rabu (6/4/2016), ditunda akibat ketidakhadiran bupati. (MuriaNewsCom/ Wahyu Khoiruzzaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Pedagang pasar penampungan yang merupakan pedagang Pasar Ngabul (pasar lama, red) mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Jepara terhadap bupati Jepara, Senin (28/3/2016) lalu.

Kini proses persidangan perdana telah dimulai pada Rabu (6/4/2016). Sayangnya, dalam sidang pertama tersebut terpaksa ditunda, lantaran pihak tergugat tidak hadir.

Hakim Ketua Kun Tri Haryanto menyampaikan, pihak tergugat tidak hadir dalam persidangan perdana tersebut. Sehingga, pihaknya mengagendakan kembali mengundang tergugat pada Rabu 13 April 2016 mendatang.

”Kami agendakan mengundang kembali tergugat pekan depan. Untuk persidangan hari ini, surat panggilan sudah dilayangkan dan diterima Kasubag Hukum Setda Jepara,” ujar Kun Tri Haryanto.

Pedagang Pasar Ngabul Lama menggugat bupati Jepara lantaran menutup Pasar Ngabul lama pada awal tahun 2015. Padahal, pedagang masih mengantongi Surat Izin Menempati Kios dan Los (SIMKL) hingga tahun 2017. Akibat dari penutupan pasar tersebut, kini sebagaian besar pedagang Pasar Ngabul lama terpaksa berjualan di pasar penampungan.

Pihak penggugat sendiri, Nihayah mengatakan, dirinya menggugat bupati karena telah membuat kebijakan menutup Pasar Ngabul lama. Pihaknya menggungat Rp 1,14 miliar, dengan rincian, gugatan material sebesar Rp 140 juta, dan gugatan immaterial sebasar Rp 1 miliar.

”Ya, itu karena beliau membuat kebijakan penutupan Pasar Ngabul lama. Ini proses persidangan dimulai, tapi nanti masih akan ada mediasi,” ujar Nihayah.

Editor: Merie