Ini yang Dilakukan Agar Sejarah Qudsiyah Kudus Tidak Terputus

qudsiyah upload jam 23 (e)

Siswa melakukan ziarah ke Makam KHR Asnawi (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus  Ada beberapa cara agar sejarah Qudsiyah Kudus tidak terputus begitu saja pada generasi penerus. Salah satu cara yang dilakukan yakni dengan mengenalkan kepada siswa mengenai perjalanan panjang mengenai awal berdirinya Madarasah Qudsiyah.

Pada peringatan Satu Abad Qudsiyah, pihak panitia mengajak siswa untuk melakukan ziarah ke Makam KHR Asnawi, yang merupakan pendiri Madrasah Qudsiyah. Hal ini, supaya siswa tahu tokoh-tokoh dan pendiri Madrasah Qudsiyah.

Panitia penyelenggara peringatan Satu Abad Qudsiyah Abdul Jalil mengatakan, sejarah Qudsiyah memang perlu dikenalkan kepada siswa, sehingga siswa bisa tahu mengenai siapa tokoh pendirinya, ataupun perjalanan Qudsiyah dari masa ke masa.

“Kita mencoba mengenalkan mengenai sejarah Qudsiyah ini kepada siswa dan juga masyarakat, baik dari awal berdirinya maupun hingga kini,” ujarnya kepada MuriaNewsCom.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, untuk mengetahui mengenai sejarah Qudsiyah, siswa ataupun masyarakat juga bisa melihat dokumen-dokumen mengenai madrasah yang dipasang secara terbuka. Sehingga, siswa bisa melihat dan membaca mengenai sejarah Qudsiyah.

Dirinya juga mengatakan, jika peringatan Satu Abad Qudsiyah bukan semata untuk seremonial saja, namun, yang lebih penting dari itu yakni untuk mengenalkan kembali Qudsiyah ini berdiri hingga sekarang.

Faza, siswa Qudsiyah mengatakan, senang bisa ikut kegiatan bertajuk Satu Abad Qudsiyah bersama dengan teman-temannya. “Senang, jadi bisa ikut meramaikan kegiatan 100 tahun Qudsiyah. Apalagi acaranya besar,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono